KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI PERBANDINGAN HASIL GAYA DALAM DARI SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS KONDISI ELASTIS DAN KONDISI PLASTIS PADA TANAH SEDANG DI KOTA SANGATTA
Indonesia terletak didaerah rawan gempa, sehingga perlu direncanakan struktur bangunan tahan gempa. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hasil gaya dalam dari Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) kondisi elastis dan kondisi plastis. Penelitian ini mengacu pada ATC-40 dan SNI-1726:2012. Beban gempa kondisi elastis meliputi statik ekivalen dan respons spektrum dengan program ETABS, sedangkan untuk kondisi plastis meliputi analisa pushover dengan program ETABS. Peneletian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi sendi plastis, perbandingan hasil gaya dalam dan mengetahui pola keruntuhan. Hasil penelitian menunjukkan sendi-sendi plastis terjadi pada elemen balok baru kemudian elemen kolom, nilai gaya dalam dengan perbedaan tidak signifkan pada nilai momen, gaya geser dan torsi, sedangkan untuk gaya aksial perbedaan nilai terlihat signifikan. Level kinerja struktur masuk kriteria Immediate Occupancy yang berarti terjadi kerusakan kecil pada struktural dan bangunan dapat segera digunakan kembal
ANALISA SEBARAN KEBISINGAN AKIBAT AKTIVITAS LANDING DAN TAKE-OFF SEKITAR BANDAR UDARA SULTAN AJI MUHAMMAD SULAIMAN BALIKPAPAN
Kebisingan merupakan bunyi atau suara yang tidak dikehendaki yang bersifat mengganggu pendengaran dan dapat menurunkan daya dengar seseorang yang terpapar.Banyaknya pesawat yang landing dan take-off menyebabkan tingginya tingkat kebisingan di sekitar bandara. Tingkat kebisingan ini, selain dipengaruhi oleh frekuensi penerbangan yang tinggi juga dipengaruhi oleh jenis mesin jet yang digunakan oleh pesawat. Kebisingan dapat menimbulkan gangguan terhadap pekerjaan yang sedang dilakukan seseorang melalui gangguan psikologi dan gangguan konsentrasi sehingga menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, informasi tingkat kebisingan dibutuhkan untuk menentukan sebaran kebisingan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan. Kontur kebisingan pada penelitian ini menggunakan data penerbangan 5 hari. Berdasarkan penelitian, total kawasan kebisingan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan adalah 0,039 km² dengan berjarak 2 km dari runway terdapat pemukiman warga. Dengan penanaman pohon peredam kebisingan di sisi rumah warga dapat meminimalisir kebisingan.Penelitian ini mengambil obyek pada Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan yang berlokasi di Jl.Marsma R.Iswahyudi sepinggan raya kota Balikpapan Kalimantan Timur yang dikelola oleh PT. Angkasa Pura I Balikpapan. Dari hasil evaluasi dan analisis data diperoleh berupa Jadwal penerbangan,dan data kebisingan bandara. Berdasarkan perhitungan Analisa WECPNL tingkat kebisingan di lokasi bandara ( Aproon ), maka diketahui pengaruh kebisingan terhadap karyawan masih dalam Nilai Ambang Batas yang wajar yaitu 73.18 dB dan untuk kebisingan di daerah pemukiman, pengaruh kebisingan terhadap masyarakat cukup tinggi yaitu 91.26 dB.
KINERJA RUAS JALAN KEMUNING LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA
Kemuning Loa bakung in Samarinda City is a road Secondary collectors that connect primary and secondary regions to each other. The conditions of land use found on Kemuning road are dominated by the public market with trading activities etc. Kemuning Road in Samarinda is classified as a class III road category C. When the economy grows and the level of population prosperity will result in an increase in the level of traffic. Traffic resulting from transportation needs from the community, where people will always look for ways that are faster, safer and smoother. Increasing population and the amount of urbanization to urban areas will cause movement and density, so the need for transportation also increases. On this basis, a research was conducted on the performance of the Kemuning road in Samarinda. In the Kemuning Road Performance Analysis, the Indonesia Manual Road Capacity Manual (MKJI'1997), which is explained by Form UR-1 in General and Geometrical forms of road conditions, UR-2 in the form of advanced input data, namely Flow and Composition of Side of Traffic and Obstacles, UR-3 is in the form of analyzing the free flow rate of light vehicles, light vehicle capacity and speed. In the Kemuning Road Performance Analysis study, a peak hour survey was conducted at Jl. Jakarta to Jl. Kemuning and Jl. KH. Mas Mansyur to Kemuning and the survey was conducted from 8:00 to 9:00, 11:00 to 12:00, 16:00 to 17:00. After calculating existing data, in segment I directions Jl. Jakarta - Kemuning is 1404.44 pcu / hour and the service level is at level C, which means the current stable zone, the driver at the limit of choosing speed. Then Segment II Kemuning Segment II KH. Mas Mansyur - Kemuning is 1404.44 junior / hour from standard <2900 pcu / hour. (Table 2.10) and the service level is at the C level, which means the current stable zone, the driver at the speed limit
PEMODELAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG FOLDER JALAN KADRI OENING BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Indonesia merupakan wilayah yang sering dilanda musibah banjir. Terutama di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di Samarinda. Dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi. Banjir dipicu karena kegiatan manusia yang menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan dan pesatnya pembangunan yang terjadi adalah berkurangnya daerah resapan sehingga berdampak pada pendangkalan sungai, sehingga memicu terjadinya bencana banjir. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mengamati seberapa besar debit curah hujan dan kapasitas daya tampung folder di jalan kadrie oening. Dari hasil penelitian, besarnya debit curah hujan di folder jalan kadrie oening samarinda dengan kala ulang 2 tahun sampai dengan kala ulang 25 tahun mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan, sedangkan besarnya kenaikan air folder akibat dari debit curah hujan tahun 2043 kenaikan dari 1 sampai 5 mengalami kenaikan yang juga tidak terlalu signifikan
ANALISA KERUSAKAN STRUKTUR PERKERASAN ASPAL DAN PERENCANAAN PERBAIKAN JALAN PADA RUAS JALAN PULAU SEBATIK KOTA SAMARINDA
Jalan merupakan sarana transportasi dalam peningkatan perekonomian dan memperlancar hubungan berbagai daerah dalam peningkatan pembangunan disuatu wilayah. Sebaliknya bila jalan yang digunakan sebagai sarana transportasi mengalami kerusakan arus dalam kegiatan ekonomi dan pembangunan lainnya ikut terhambat. Jalan yang rusak juga dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengguna jalan tersebut, sehingga keselamatan pengguna jalan harus diutamakan.Lapisan perkerasan sering mengalami kerusakan atau kegagalan sebelum mencapai umur rencana. Kerusakan pada perkerasan dapat dilihat dari kerusakan fungsional dan struktural. Kegagalan fungsional adalah apabila perkerasan tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan yang direncanakan dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Sedangkan kegagalan struktural terjadi ditandai dengan adanya rusak pada satu atau lebih bagian dari struktur perkerasan jalan yang disebabkan lapisan tanah dasar yang tidak stabil, beban lalu lintas, kelelahan permukaan, dan pengaruh kondisi lingkungan sekitar (Yoder dan Witzak, 1975).Ruas jalan yang di Kota Samarinda sebagian jalannya adalah jalan utama yang menguhungkan antar kota dengan kota lain dalam wilayah sedangkan lainnya adalah jalan dalam kota yang menguhungkan pada pusat setra bisnis, perkatoran dan antar kecamatan dalam kota. Lapis perkerasan yang ada rata-rata berupa perkerasan lentur dan ada juga sebagian perkerasan kaku. Lapis perkerasan lentur dibeberapa ruas jalan ada yang mengalami kerusakan terutama pada lapis permukaan perkerasan lentur. Jenis kerusakan antara lain retak, terkelupas, berlubang, bergelombang dan beralur. Sebagian jalan yang mengalami kerusakan lama tidak dilakukan perawatan dan perbaikan, sehingga kerusakan yang ada bertambah dan banyak yang berlubang
STUDI SALURAN DRAINASE PADA JALAN MUSO SALIM BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT
Dinamika perkembangan pembangunan kota serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi kota yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan kebutuhan akan sarana dan prasarana saluran drainase.Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya suatukota pada umumnya adalah : kondisi fisik setempat, fungsikota, faktor sosial ekonomi, politik, budaya, sejarah dan kebudayaan, bentuk pemerintahan dan organisasi administratif, serta keadaan sarana dan prasarana.Pembangunan fisik sarana dan prasarana kota, harus terencana dan terkendali sesuai kaidah-kaidah perencanaan, terutama pada kawasan cepat berkembang, akan menghasilkan pembangunankotadengan kualitas fisik perancangan yang produktif, termsuk perencanaan jalan dan drainasenyaDalam hal perencanaan saluran drainase untuk jalan di perkotaan, maka hal yang harus dilaksanakan dengan seksama adalah sesuai standar dan sistem perencanaan drainase perkotaaan yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi kota, langkah perencanaan dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi (hidrologi cycle), karakteristik hujan, data hujan, pengolahan data hujan, debit rancangan serta aspek hidrolika yang menyangkut aliran air pada saluran, sifat-sifat aliran, rumus-rumus aliran air dan analisis dimensi saluran. Bila tidak direncanakan dengan baik sesuai standar perencanaan, maka akan ditemui banjir dimana-mana.Drainase pada Jalan Muso Salim Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, akibat pesatnya pembangunan dan pertumbuhan kota Barong Tongkok dimana banyak lahan yang sudah tertutup bangunan dan berkurangnya daerah resapan, maka sering dilanda banjir pada musim penghujan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas untuk debit banjir kala ulang 2 tahun, 5 tahun tahun, 10 tahun dan 25 tahu
KAJIAN STRUKTUR SRPMM PADA GEDUNG RKB SDN 027 SAMARINDA DENGAN MENGGUNAKAN FLAT SLAB
Currently, the development of science and technology globally rapidly and quickly. One of the real actions undertaken by the Government of the city of Samarinda in improving the quality of education is to do a development infrastructure Building New Classrooms SDN 027 Samarinda. The building of new Classrooms build with reinforced concrete structure of the ordinary or conventional systems, which at the end of this task the author will do a SRPMM structure studies Building RKB SDN 027 Samarinda using flat slab. By using flat slab will be obtained some advantages like flexibility toward spatial, time work a relatively shorter, simplicity in installation of Mechanical Electrical and Plumbing (MEP), the save height space, high the room is bigger and more.On the planning of this building was modified into 6 floors of which previously only 2 floors only. The building will be modelled in 3D and burdened by gravity and seismic loads. The planned building must meet the criteria of drift and the Byway are permitted in order to meet the safety aspects on the building.The results of the design obtained slab thickness of 180 mm, 100 mm thick drop panel with a width of 120 cm either towards the x-axis and towards the y-axis, and with the use of a column with dimensions of 600 mm x 600 mm. Shear wall is designed with a thickness of 250 mm by using a reinforcedment concrete. From the dynamic analysis showed that the structure of the building is eligible drift with a period (T) of 1.788 seconds
PERANCANGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA RUAS JALAN BTS. KOTA TENGGARONG – SP.3 SENONI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Dinding penahan adalah suatu bangunan yang dibangun untuk menahan keruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun ditempat dimana kemantapan tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri. Bangunan dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urug atau tanah asli yang labil.Bangunan ini banyak digunakan pada proyek-proyek:irigasi, jalan raya, pelabuhan, dan lain-lainnya. Longsoran yang terjadi pada Ruas Jalan Senoni Ini Provinsi Kalimantan Timur ini telah merusak sebagian badan jalan dan dikhawatirkan akan semakin parah apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Metode yang digunakan dalam menganalisa stabilitas dinding penahan tanah pada longsoran tersebut adalah dengan menggunakan metode Coulomb dan juga Rankine, sedangkan metode yang digunakan dalam menganalisa daya dukung tanah yang terjadi menggunakan metode Terzaghi. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi dinding penahan tanah adalah tinggi 6 meter dan lebar badan 1 meter, tebal plat 0,8 meter dengan panjang tinjauan 15 dan 20 meter. Stabilitas dinding penahan tanah aman terhadap guling namun berpengaruh terhadap geser, sehingga diperlukan pondasi tiang pancang
STUDI ANALISA TEBAL PERKERASAN PADA HALAMAN PARKIR FAKULTAS HUKUM DAN EKONOMI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA
Road pavement is a layer that is located on the subgrade that has been compiled, which serves to carry the load of traffic then spread the load, both horizontally and vertically and finally forward the load to the subgrade so that the load on the subgrade does not exceed the carrying capacity of the soil. The pavement layer of a road consists of one or several layers of rock material and bonding material. Some types of road pavement that are known today are rigid pavement, flexible pavement and composite pavement.Parking yard of the Faculty of Law and Economy of the Universitas 17 Augustus 1945 Samarinda is one of the supporting facilities that are also planned along with the construction of a new building on the faculty. Considering the ground level of the old parking lot level of the university was still low so that when receiving rainwater runoff it takes a long time to dry, so in planning the parking yard in the Faculty of Law and Economics it is necessary to be counted to get the best quality also effective and efficient products from economic aspectData collection in the field is the parking yard location data,average daily traffic data (LHR) and documentation. Other supporting data, obtained from related institutions. While the calculation method used used the Bina Marga method (Pd-T-14-2003) for rigid pavement types and Component Analysis methods for flexible pavement types.From the results of the calculation it can be concluded that the analysis of thickness pavement on the parking lot of the Faculty of Law and Economy of the Universitas 17 Augustus 1945 Samarinda with a rigid pavement type is obtained 19 cm concrete plate thickness using Concrete K-250 while the flexible pavement type obtained thickness of the surface layer is 4 cm using Laston MS-744 with a foundation layer using 15 cm Class A Aggregate
ANALYSIS OF CAPACITY BUILDING AND HEADLOSS ON RAW WATER PIPELINENS FOR WATER TREATMENT PLANTS WTP OF GUNUNG LIPAN AT PDAM KOTA SAMARINDA
Incrased development along with increasing population growth has led to increased demand for clean water in the Regional Service Zone IV at PDAM Kota Samarinda, so it demands an increase in performance from all aspects, both operational, administrative, and financial aspects. For operational aspects, one of them increasing the production capacity of Water Treatment Plants (WTP). In the IV Area Service Zone there are three WTP which the distribution pipeline network is interconnected. That is WTP Gunung Lipan, WTP Unit 3 Samarinda Seberang dan WTP Palaran with total production capacity of 456,24 L/s. Based an a number reasons WTP Gunung Lipan the most potential to increase production capacity. And the question is what is the production capacity of WTP Gunung Lipan in the next ten years and how much headloss on the raw water pipeline from the intake to WTP right now and the next ten years. Population growth is the basic for planning in determining the amount of clean water needs for the next years. By using arithmetic and geometry methods the population in the year of the plan can be estimated or projected. The calculation of planning for clean water needs is based on the criteria set by Ministry of Public Works Regulation in 1998 which consist of domestic and nondomestic needs. By knowing the amount of need for clean water in the Area IV Service Zone and production capacity of the WTP Gunung Lipan, than the raw water debit (Q) can be obtained. Calculation headloss on the raw water pipe from Intake to WTP based on raw water discharge and pipeline network conditions. The steps taken are calculation of flow velocity (v), minor headloss and major headloss(HL) calculation. Based on the resuts of the analysis and calculation, the production capacity of the WTP Gunung Lipan was obtained from 307,17 L/s in 2018 to 547,006 L/s in 2028. Headloss on the raw water pipe network from the Intake to WTP in 2018 for pumps with a capacity of 110 L/s are 0,878 m, for pumps with a capacity of 220 L/s of 1,597 L/s and the operation of two or three pumps with capacity of 312 L/s headloss of 1,886 m. Lead headloss on the raw water network in 2028 for pumps with capacity of 300 L/s of 2,338 m and the operation of two pumps units with a capacity of 554,7 L/s headloss of 3,299