KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    ANALISA KINERJA RUAS JALAN MUHAMAD YAMIN DI SAMARINDA

    Get PDF
    Jalan Muhamad Yamin di Samarinda merupakan jalan Lokal yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak di batasi. Jalan Muhamad Yamin di Samarinda ini termasuk kategori jalan kelas III C. Perkembangan berbagai aspek kehidupan saat ini meningkatkan aktifitas pergerakan masyarakat. Hal tersebut berdampak pada perkembangan sarana dan prasarana transportasi yang memfasilitasi pergerakan yang terjadi. Jalan merupakan salah satu prasarana dalam perhubungan darat yang berfungsi memberikan pelayanan pada arus lalu lintas. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana kinerja kendaraan yang melalui ruas jalan Muhamad Yamin di Samarinda terhadap perkembangan arus yang terjadi dari waktu ke waktu. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Muhamad Yamin ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian Analisa Kinerja Ruas Jalan Muhamad Yamin ini dilakukan survei jam puncak selama 3 minggu, minggu pertama pada simpang RRI Samarinda, minggu kedua pada Simpang Smarainda Square minggu ke tiga dan ke empat pada simpang Unmul dan simpang Pramuka. Survey ini dilakukan pada jam 06.00 Pagi s/d 22.00 malam . Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, pada simpang RRI Samarinda segmen 1 jam puncak terjadi pada hari Sabtu, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2949,10 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,90, Kecepatan, 40 km/jam, Waktu tempuh 0,008120 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat D. Mendekati arus tidak stabil dimana hampir seluruh pengemudi dibatasi volume pelayanan berkaitan dengan kapasitas yang dapat di tolelir (diterima). pada simpang samarinda Square segmen 2 jam puncaknya terjadi pada hari selasa, di dapat Volume lalu lintas sebesar 3114,00 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,95, Kecepatan 37 km/jam, waktu tempuh 0,006540 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat E. Volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitasnya. Arus yang tidak stabil dengan kondisi yang sering berhenti. Pada simpang, Unmul segmen 3 jam puncaknya terjadi pada hari Sabtu, di dapat Volume lalu lintas sebesar 3049,70 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,93, Kecepatan 39 km/jam, waktu tempuh 0,012743 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat E. Volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitasnya. Arus yang tidak stabil dengan kondisi yang sering berhenti. Kemudian pada simpang Pramuka segmen 4 jam puncaknya terjadi pada hari Senin, di dapat Volume lalu lintas sebesar 2816,10 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,86, Kecepatan 41 km/jam, waktu tempuh 0,010975 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat D. Mendekati arus tidak stabil dimana hampir seluruh pengemudi dibatasi volume pelayanan berkaitan dengan kapasitas yang dapat di tolelir (diterima)

    ANALISIS PELAYANAN RUAS JALAN BUNG TOMO DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Bung Tomo Street In Samarinda is a collector road that serves to serve collection or dividing transport with the characteristics of moderate distance travel, moderate average speed and limited number of access roads. This Bung Tomo road in Samarinda belongs to the class III C road category. As the economy develops and he level of prosperity of the population increases, the level of travel will increase, due to the need for transportation from the community, where people will always look for a faster, safer way and smooth. The increase in population and the amount of urbanization to urban areas will lead to a level of movement and density, so the need for transportation also increases. On This Basis, the research was carried out on how thr performance of vehicles passing through the Bung Tomo road in Samarinda to the development of current flows from time to time. The analysis of the Bung Tomo Road Section uses the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI’1997), which is described based on form UR-1 in the form of general and road geometric conditions, UR-2 in the form of advanced input data namely Traffic Flow and Composition and Obstacles In addition, UR-3 consists of analysis of the speed of free flow of light vechicles capacity and speed of light vehicles. In The Analysis Of Bung Tomo Road Section Service Analysis in Kota Samarinda , a peak hour survey was conducted for 1 week, the survey was conducted at 07.00-08.00, 13.00-14.00, 17.00-18.00. after calculating the available data, he peak hour segment occurred on Wednesday, in traffic volume of 2181.89 pcu / hour, degree of saturation of 0.14, speed 33km / h, travel time of 0.0242 hours and the level of service is at level C. which means the current zone is stable, the driver is limited to choosing speed. Then at the Ring Road instersection the 2 hour peak occurred on Thursday, at traffic volume of 2181.89 pcu / hour, degree of saturation of 0.14, speed of 33 km / h, travel time of 0.0242 hours and level of service at level C. which means the current zone is stable, the driver has the freedom to choose speed

    KAJIAN KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN DANAU MELINTANG TENGGARONG

    Get PDF
    Drainase adalah saluran pengalir air dari jalan yang turun saat hujan dan di alirkan ke daerah lain danberakhir pada sungai. Dari grafik perkembangan pembangunan serta perkembangan penduduk dan kegiatanekonomi suatu wilayah yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yangsemakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan sarana dan prasarana drainase yangmerupakan bangunan pelengkap jalan di kota ini. Hal ini disebabkna karena perkembangan urbanisasi yangmenyebabkan perubahan tata guna lahan. Oleh karena itu perkembangan kota harus diikuti denganpeningkatan dan perbaikan system drainase.Dalam kondis seperti ini memungkinkan untuk adanya normalisasi yang dilakukang oleh pemerintah kota,dan perubahan dimensi saluran juga dapat membantu saluran menjadi lebih optimal untuk mengalirkan airyang melewati daerah ini. Dan kesadaran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan saluran,agar kempuan drainase menampung air yang datang dapat berlangsung untuk waktu yang lama dengankondisi baik, lancar, dan tidak terjadi banjir atau genangan.Untuk perhitungan hidrolgi yaitu menghitung curah hujan menggunakan metode distribusi normal danmetode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, 10 dan 25 tahun didapat nilaidebit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini.Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungandengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untukperiode 25 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing

    ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN BETON CAST IN SITU DENGAN PRE CAST STUDI KASUS : PENGENDALIAN BANJIR SISTEM LOA JANAN DAN RAPAK DALAM SAMARINDA

    Get PDF
    In the implementation of a construction there are several alternatives in its implementation which are used as cast in situ concrete which in its construction is planned in advance, all concrete work is designed manually by assembling reinforcement in the building made. While concrete pre cast (fabrication) is produced from the production process where the manufacturing location is different from the location where the structural elements will be used. This study aims to compare the cost and execution time of a concrete cast in situ precast with the Flood Control System for Loa Janan and Rapak Dalam Systems using data such as image data, material prices, wages and equipment. And from the results of the calculation analysis, the results of the concretion on the project are obtained that the concrete in situ requires 138 days with a total cost of Rp. 1,277,041,400.00, and the pre cast concrete takes 140 days with a total cost of Rp. 1,285. 503,600.00 So that from this research, the comparison result is that the implementation of cast in situ concrete is considered cheaper and more efficient with a cheaper price ratio of Rp. 8,462,629.65 and 3 days faster time for flood control work for Loa Janan and Rapak Dalam systems

    PENGUKURAN TINGKAT RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kegiatan konstruksi memiliki berbagai macam risiko salah satunya adalah risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembangunan gedung Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Samarinda merupakan pekerjaan konstruksi bertingkat 2 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, melibatkan alat-alat berat, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap bahaya kecelakaan kerja. Pada penelitian ini akan diteliti mengenai identifikasi risiko K3, analisa risiko K3, perhitungan risiko K3, urutan risiko K3, dan resume analisa K3. Teknik pengumpulan data antara lain observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Metode yang digunakan adalah deskripsi perhitungan tingkat risiko K3 menggunakan indeks risiko dan matriks. Dari hasil penelitian disimpulkan teridentifikasi 25 risiko dari 11 kegiatan konstruksi, pada perhitungan tingkat risiko didapat 2 variabel risiko tinggi, 9 variabel risiko sedang, dan 14 variabel memiliki risiko ringa

    PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAPAK OROS KUTAI BARAT

    Get PDF
    Irigasi bagi tanaman padi berfungsi sebagai penyedia air yang cukupdan stabil untuk menjamin produksi padi. Luas tanah atau sawah di dalamdaerah pengairan di bagi – bagi sedemikian rupa sehingga memudahkanpembagian airnya. Adapun cara pembagiannya tergantung pada tujuanpengairan itu dan kebutuhan air untuk pertanian. Air yang di salurkan kesawah melalui sistem jaringan yang terdiri atas saluran – saluran air denganbangunan pengendali. Daerah Irigasi Rapak Oros adalah daerah irigasi yang relatif baru, yang mempunyai luasan ± 4000 ha. Kawasan ini memiliki areal yang belum di fungsikan sebagai sawah karena belum adanya air irigasi. Kawasan ini berada pada areal yang cukup datar dan masih memiliki areal yang belum di fungsikan sebagai sawah karena belum adanya air irigasi. Hal ini ditunjang dengan kondisi tanah yang mendukung untuk pertanian. Dari informasi kelompok tani yang ada, serta dari hasil survey pendahuluan ketersediaan air juga mencukupi sekitar ± 4 m3/dt. Kondisi topografi yang memungkinkan membuat bendung baru di Sungai Mehengen dimana aliran sungainya menuju Rapak Oros yang nantinya akan digunakan untuk menaikan muka air sehingga supaya mampu mengairi areal daerah irigasi. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dilakukan suatu kajian berdasarkan informasi dan data terbaru terhadap SID Rapak Oros untuk dipakai sebagai acuan pengembangan D.I. Rapak Oros agar dimasa depan mampu memiliki areal yang maksimal dan produktif sehingga Keberadaan D.I. Rapak Oros mampu memberi manfaat pada masyarakat sekitar dan menyokong berbagai program pemerintah di bidang pertanian. Atas dasar pertimbangan diatas maka diperlukan suatu kegiatan yang terpadu dan Suhubungan dengan permasalahan yang diuraikan diatas, maka Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini Perencanaan dan Program melakukan kegiatan “SID D.I. Rapak Oros Kabupaten Kutai Barat”

    KAJIAN KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN DANAU MELINTANG TENGGARONG

    Get PDF
    Drainase adalah saluran pengalir air dari jalan yang turun saat hujan dan di alirkan ke daerah lain dan berakhir pada sungai. Dari grafik perkembangan pembangunan serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi suatu wilayah yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan sarana dan prasarana drainase yang merupakan bangunan pelengkap jalan di kota ini. Hal ini disebabkna karena perkembangan urbanisasi yang menyebabkan perubahan tata guna lahan. Oleh karena itu perkembangan kota harus diikuti dengan peningkatan dan perbaikan system drainase. Dalam kondis seperti ini memungkinkan untuk adanya normalisasi yang dilakukang oleh pemerintah kota, dan perubahan dimensi saluran juga dapat membantu saluran menjadi lebih optimal untuk mengalirkan air yang melewati daerah ini. Dan kesadaran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga kebersihan saluran, agar kempuan drainase menampung air yang datang dapat berlangsung untuk waktu yang lama dengan kondisi baik, lancar, dan tidak terjadi banjir atau genangan. Untuk perhitungan hidrolgi yaitu menghitung curah hujan menggunakan metode distribusi normal dan metode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, 10 dan 25 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 25 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existin

    PERANCANGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PEKERJAAN PENANGANAN LONGSORAN JALAN BATU CERMIN KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Landslide are one of the natural disasters that often occur in Indonesia. This is due to geological conditions and processes such as faults, earthquakes, and volcanic activity which continue to this day. Landslide that occurred on the batu cermin road segment due to rainwater infiltrating into the ground in open slope (without vegetation cover) cause the water content in the soil to increase The retaining wall is a structure is design and built to withstand lateral soil stress caused by backfill material.The stability of retaining wall is of obtained mainly from its weight and the weight of the soil at the toe and the heel of retaining wall. The method used in analyzing the stability of retaining wall in the type of counterfort & type buttress is by using Coulomb and Rankine methods, while the method used in analyzing the carrying capacity of the soil occurring using Terzaghi method. From the calculation results can be concluded that, the stability of the retaining wall in the type of counterfort & buttress type was safe against the stability of the rolling force and the stability of the bearing capacity of the soil, but the stability of the shear force was not sufficient so that the necessary foundation piles to strengthen the structure of the retaining wall

    STUDI ANALISA TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN KAMPUNG DATAH BILANG - LUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU

    Get PDF
    Roads are one of the land transportation infrastructure that has an important role for human life. In addition to geometric road planning, road pavement is part of road planning that must be planned effectively and efficiently, because the road service level requirements are higher. Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section is one part of the collector's road that connects the sub-district and TransProvince Roads, which until now are very much expected to be developed. The construction of this road using rigid pavement, so that the pavement is resistant until its service life, it needs the right design method in its planning. There are many methods for designing the thickness of this concrete plate, including using the Bina Marga 2013 method and AASHTO 1993. In this thesis, the aim is to analyze the alternative thick design of pavement to examine the planning parameters of both methods, plan the thickness of the concrete slab, and analyze the comparative results of the two methods. This method begins with the collection of secondary data in the form of traffic data, land data and hydrological data, then calculating the thickness of the hardness using both methods. In planning the calculation of plate thickness, the input parameters for each method are needed. The input parameters for pavement thickness planning for the Bina Marga 2013 method are traffic parameters, subgrade, sub base course, sub base course of grained material, and concrete strength. The input parameters for pavement thickness planning for the 1993 AASHTO method are traffic parameters, subgrade modulus, pavement construction material, realibility, and drainage coefficient. For the case study of Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section the concrete slab thicker based on the Bina Marga 2013 method calculation was 28,5 cm, while based on the 1993 AASHTO method was 17 cm. The difference obtained is quite large, namely 11,5 cm. This is due to differences in the input parameters of each method

    PERHITUNGAN STRUKTUR RENCANA GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

    Get PDF
    At this time the construction of multi-storey building has become a top priority for both the private sector and government. It is very closely related to the limitations of available land and high land prices in major cities as a result of rapid population growth. The plan of University Rectoral Building of 17 Agustus 1945 in Samarinda has basic planning concept that relates directly to the knowledge in the field of civil engineering. In this thesis calculating rector building structure including with 13 basements by using the required regulations and applicable in Indonesia, such as: ISO 1727-2013 ISO 1727-2013 on Minimum Load For Designing Buildings and Other Structures, and ISO 2847-2013 on Requirements for Structural Concrete Building. From the calculation of the structure using two methods, namely Matrix and software tools SAP2000 obtained the greatest value from your bar = 96.653, Pu column = 28.751 tonnes. From the planning and calculations that have been done shows the dimensions and reinforcement of structural elements (beams, columns, plates and foundations) and plans figure of the structure of the Rectoral building

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇