KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    ANALISA WAKTU TERHADAP BIAYA AKIBAT PENAMBAHAN JAM KERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA KATEDRAL KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    In the development of construction activities, losing something that happens very often in the field. Acceleration is needed to drill or minimize the jam. The acceleration efforts carried out certainly affect the increase in project costs. An analysis of the time and additional costs per acceleration is needed. There are many ways that can be done, one of which is to increase working hours overtime. With this number of working hours, you will get the right amount of this amount to find out the optimum time and amount of costs. Case studies were carried out at the Construction of the Samarinda Church Building with a total project cost of Rp. 7,991,295,673.00 with project projection time of 28 weeks or 168 working days. The alternative acceleration made at this time is to analyze working hours for 2 hours, 3 hours and 4 hours. Furthermore, an analysis of Microsoft Project 2016 was carried out which resulted in a path that would be an activity to be optimized and to analyze the relationship between time and costs that occurred after the Crashing Program. Maximum acceleration occurs during working hours for 4 hours which is 149 working days or 19 days faster than normal duration, while acceleration costs occur during working hours for 1 hour with an additional fee of Rp. 18,076,663.00 or the total increase of 0.226% of the total project costs

    Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau )

    Get PDF
    Setiaji Chandra Perdana, 2017, Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau )Studi Kasus proporsi campuran beton normal f’c 40 MPa (I) : Dr. Ir. H.Benny Mochtar EA,. M.T., Pembimbing (II) : Zonny Yulfadli., S.T, M.TInstalasidanPengolahan Air (IPA) PDAM Kota Samarinda Unit Gunung Lingai dengankapasitas debit 100 liter/detik telahmelayanipelanggan pada tahun 2017 adalah sebanyak 15.557 sambunganrumah.Permasalahan yang terjadi adalah penggunaan material lokal di kabupaten kutai timur untuk mengetahui unsur fisik material agar mendapat proporsi campuran beton yang sesuai dengan perencanaannya.Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul : Perencanaan Campuran Beton Normal F’c 40 MPa Dengan Material Lokal ( Agregat Kasar Ex. Selabing dan Ex Muara Wahau ) Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Berapa proporsi Job Mix Design Beton untuk mutu betonf’c40MPamenggunakan bahan material lokal batu pecah ex.Selabing dan pasir alami ex.Muara Muara wahau.Penelitian dengan melakukan pengujian material di laboratorium konstruksi , analisis dan dalam perhitungannya menggunakan metode SNI ( Standart Nasional Indonesia ).Hasil penelitian menunjukkan bahwa :Kuat tekan yang direncanakan adalah f’c 40 MPa dan kuat tekanrata-rata rencana yang ditargetkan (f’cr) 49 MPa. Menurut hasil percobaan dengan proporsi yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :Ø Didapatkan susunan campuran beton teoritis untuk tiap M³, sebagai berikut :Semen Portland ex. Tonasa                   =          612      KgAir                                                          =          205      KgAgregat Kasar ex. Selabing                   =          872      KgAgregat Halus ex. Muara Wahau          =          635      Kg Dari proporsi campuran diatas didapatkan nilai slump dan hasil pengujian kuat tekan silinder adalah :Ø Nilai slump yang didapat adalah 90 mm.Ø Pada umur 7 hari, estimasi 28 hari nilai kuat tekan rata-rata adalah 53,28 MPa > 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 1,44Ø Pada umur 28 hari nilai kuat tekan rata-rata adalah 50,16MPa> 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 0,88.Ø Pada umur 7 hari dan 28 hari nilai kuat tekan rata-rata didapat adalah 51,72 MPa > 49 MPa dan nilai deviasi standard adalah 1,9

    STUDI KASUS DRAINASE JALAN KH HARUN NAFSI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Saluran drainase adalah salah satu bangunan pelengkap pada ruas jalan dalam memenuhi salah satu persyaratan teknis prasarana jalan. Saluran drainase jalan raya berfungsi untuk mengalirkan air yang dapat mengganggu pengguna jalan, sehingga badan jalan tetap kering. Pada umumnya saluran drainase jalan raya adalah saluran terbuka dengan menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan air menuju outlet. Distribusi aliran dalam saluran drainase menuju outlet ini mengikuti kontur jalan raya, sehingga air permukaan akan lebih mudah mengalir secara gravitasi. Seiring berjalannya waktu pembangunan perumahan dan ruko-ruko terjadi sangat pesat di jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang. Hal tersebut membuat daerah tangkapan air mengalami penyempitan, ditambah pula daerah KH Harun Nafsi , Samarinda Seberang adalah kawasan yang padat penduduk. Hal itu yang membuat KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang sering mengalami banjir setiap turun hujan besar. Selain masalah pesatnya pembangunan di jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang, ada masalah lain yang harus di cari solusinya yaitu masalah saluran drainase yang mengalami penurunan kapasitas daya tampung akibat sampah dan sedimentasi yang tinggi, serta banyaknya saluran yang buntu. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab saluran drainase di Jalan KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang yang tidak berfungsi optimal agar dapat ditentukan solusi penyelesaian permasalahannya

    PERENCANAAN SALURAN DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN MULAWARMAN RESIDENCE KOTA SAMARINDA PADA SEGMEN I

    Get PDF
    Seiring dengan pesatnya pembangunan yang terjadi di kota Samarinda mengakibatkan semakin berkurangnya lahan kosong yang bisa digunakan untuk meresapkan air kedalam tanah. Hal ini menyebabkan penurunan kemampuan tanah untuk meresapkan air sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan di kawasan Perumahan Mulawarman Residence yang berlokasi di Jl. Ringroad Selatan, Samarinda Ulu. Analisa hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana dengan menggunakan analisa hidrologi diperoleh besarnya debit air yang harus ditampung saluran drainase. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi drainase dapat direncanakan berdasarkan perhitungan hidrolika

    STUDI TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS PADA JALAN TIPE 2/2 UD (Studi Kasus : Jalan Pangeran Suryanata Samarinda)

    Get PDF
    Pollution has not only occurred in the air, soil, or water, but also include noise pollution in the form of noise. The noise can be defined as unwanted sound or loud noises. Noise can give effect harmful to health that can lead to deafness, nervous disorders, mental disorders, heart problems, high blood pressure, dizziness and even insomnia. Research on the measurement of the noise level is done around the Mosque Fathul Khair Samarinda, Elementary School 004 Samarinda, and the Islamic Prayer Room Raudhatul Jannah Samarinda. The purpose of this research is to determine the noise level of the environment and compare it with the raw quality of the conducted noise levels around the Mosque Fathul Khair Samarinda, Elementary School 004 Samarinda, and the Islamic Prayer Room Raudhatul Jannah Samarinda with a simple method, i.e. the noise level measurements use the tool in the form of a Sound Level Meter (SLM) carried out for 10 minutes and time reading every 5 seconds. The measurement results show that the level of noise every 5 seconds obtained at each research site that is at the Mosqua Fathul Jannah of 69,51 dBA, elementary School of 70,38 dBA and at the Islamic Prayer Room Raudhatul Jannah of 70,38 dBA. These values exceed the quality standard based on the decision of the Minister of State for the environment no. 48 in 1996 about the Raw noise levels, and according to the regulation of the Minister of health no. 718, 1987 about the noise, the location of this measurement is supposed to enter a zone B, among other School, and Worship Place, with noise around 45 – 55 dB. So in this condition required treatment can lower noise levels, one of them by making the green line or tree plantin

    KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE JALAN GUNUNG MERBABU KECAMATAN SAMARINDA ULU KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kota Samarinda adalah Ibu Kota Propinsi Kalimantan Timur yang merupakan daerah perkotaan padat penduduk dan menjadi pusat pemerintahan serta pusat perekonomian daerah. Seperti kota besar lainnya. Hal ini menyebabkan banyak resapan yang berubah fungsinya. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir. Fenomena kejadian banjir di Kota Samarinda ini tidak hanya terjadi pada saat musim penghujan namun pada saat hujan dengan durasi 3 jam saja sudah dapat mengakibatkan banjir. Berbagai upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Kota ternyata belum optimal dalam mengatasi masalah banjir. Salah satu daerah rawan banjir di Kota Samarinda adalah kawasan Jalan Gunung Merbabu Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda. Besar kapasitas daya tampung saluran drainase existing, saluran 1 = 2.138 m3 / detik, Saluran 2 = 0,814 m3 / detik, Saluran 3 = 0,036 m3 / detik, Saluran 4 = 0,771 m3 / detik, Saluran 5 = 0,391 m3 / detik, Saluran 6 = 0,419 m3 / detik, Saluran 7 = 0,202 m3 / detik, Saluran 8 = 0,254 m3 / detik, Saluran 9 = 0,149 m3 / detik, Saluran 10 = 0,505 m3 / detik, Saluran 11 = 0,103 m3 / detik, Saluran 12 = 0,361 m3 / detik, Saluran 13 = 0,067 m3 / detik, Saluran 14 = 0,385 m3 / detik. Besar debit banjir rancangan kala ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun, Kala Ulang 2 tahun (2020) = 0,963 m3 / detik, Kala Ulang 5 tahun (2023) = 1,062 m3 / detik, Kala Ulang 10 tahun (2028) = 1,127 m3 / detik, Kala Ulang 25 (2043) = 1,209 m3 / detik. Besar kapasitas saluran drainase yang mampu menampung debit banjir kala ulang 10 tahun, Saluran Terbuka (Trapesium), Lebar Atas Saluran (T) : 1,70 m, Lebar Bawah Saluran (B) : 1,50 m, Tinggi Saluran (H) : 1,50 m, Tinggi Saluran penampang basah(h) : 0,60 m, Tinggi Jagaan (w) : 0,90 m, Kemiringan Penampang Saluran (m) : 0,167

    ANALISA MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK REHAB BENGKEL UNTUK RUANG WIDYAISWARA, PENYULUH, DAN LAB. IT DI DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Identifikasi risiko operasional pada proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasikan seluruh jenis risiko yang berpotensi memengaruhi kerugian proyek tersebut. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi proyek sehingga harus memperhatikan faktor internal. Faktor internal yang harus di perhatikan adalah kualitas sumberdaya manyusia, material, dan peralataan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui masalah apa saja yang paling berbahaya dari adanya indikasi yang melatar belakangi masalah pada proyek konstruksi, serta mengendalikan suatu risiko yang sebelumnya memiliki tingkat risiko yang tinggi menjadi tingkat risiki yang rendah atau tidak menjadi ancaman bagi proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan cara wawancara dan survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Adapun jumlah responden adalah 30 responden yang mewakili proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT di dinas pangan, tanaman pangan dan hortikultura provinsi Kalimantan timur.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 28 resiko yang teridentifikasi dari 3 kategori. Diketahui tingkatan dari risiko yang dihadapi ada risiko ekstrim, risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah. Melakukan tindakan penanganan yang di lakukan terhadap risiko yang terjadi dengan cara : Mengalihkan risiko ( risk sharing ), menahan risiko ( risk retaining ), mengurangi risiko ( risk reducing ), mengabaikan risiko ( risk ignoring )

    EVALUASI SISTEM DRAINASE PADA AKSES JALAN PELABUHAN KENYAMUKAN SANGATTA KUTAI TIMUR

    Get PDF
    The path that I studied to make this thesis was one of the connecting road access to the comfort port, very east Kutai. The purpose of this research is to drain the air that occurs on the road surface from the tides of the sea water and rain that flows through existing drainage channels (existing) or that do not yet exist (none) directly to the sea. Therefore, it is necessary to make an air management system that happens, nothing can roll or direct to the existing channels. The current condition of the drainage network shows that it is less capable and optimal in flowing rain and air air from the tides of the sea well, because the drainage is still in the form of excavation from the excavator will not be able to install the sea or rain will damage the road conditions later. In its implementation, studies are needed in the existing dimensions, the furthest path length, concentration time, and current land use utilization. In analyzing secondary analysis, frequency analysis, measurement, planning and analysis. Rain gauge for return periods of 2, 5, 10 and 25 years respectively. After checking, it was found that the available capacity was not sufficient to accommodate the debit needed to repair the drainage system. One solution that can be applied is to create a new drainage channe

    ANALISA DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN TAMBAK REL KEL. BARU KEC. TENGGARONG KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Kota tenggarong saat ini dalam masa pembangunan sehingga permasalahan banjir harus segera di atasi. Untuk mengatasi banjir perlu adanya kerja sama dari semua pihak yaitu pemerintah dan masyarakat sekitar dalam menanggulangi permasalahan banjir. Serta perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab lain saluran drainase ini tidak berfungsi secara optimal agar bisa segera di cari solusi permasalahannya. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Tambak Rel Kabupaten Kutai Kartanegara ini perlu ditinjau kondisi eksisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode log person type III, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning

    ANALISA RISIKO PEKERJAAN REHABILITASI JARINGAN IRIGASI DI.WARU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    The risk is one of the things that can not be separated in daily live as well as the implementation of construkctions projeck did not separated with the risk. Irrigation canal is the unity of the cannals and the building which needed for the irrigation water settings, that starting from provision, water taking, division,water giving and water using of the problem the research with tittle “the risk analysis of rehabilitation of canals irrigation construction in DI. Waru panajam pasir utara district, east Borneo” Construction and what are how to identify the risk of rehabilitation the most influenced to the rehabilitation construction. The purpose of this study was to identifyed the risk in the rehabilitation construction and to analysied the risk that gives the most negative effect while the rehabilitation construction. Method of this study was quantitative and the souses of this study was quitioner and interview. The data would be analysed by peartson product moment and probability impact matrix method, and likert scale was the theoritical basis of this study. Based on data analysis, the research found that from 27 variables there was 23 variables was valid and 4 variable was not valid. the presentation from 4 variables that have high category was 17.5%

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇