KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISA KONTRAK KERJA UNIT PRICE PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN GEDUNG KEJAKSAAN TINGGI KALIMANTAN TIMUR
Kontrak kerja ini menjadi fokus dalam mengadakan suatu kegiatan jasa konstruksidikarenakan substansi kontrak yang memuat kepentingan hak dan kewajiban para pihak dalammelaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Penelitian ini dilakukan terhadap kinerja proyekterhadap sistem kontrak Unit Price pada pelaksanaan proyek pembangunan gedung KejaksaanTinggi Kalimantan Timur. Responden penelitian diambil dari Dinas PU, Kontraktor danKonsultan yang terlibat dalam Kontrak Unit Price dengan sistem purpose sampling. Penelitianini menggunakan metode Kuantitatif dan Kualitatif. Indikator paling dominan yangmempengaruhi kinerja didapat pada Waktu dengan presentase 57.14% menjawab setuju dan42.86% menjawab sangat setuju. Jaminan dengan presentase 55.10% menjawab setuju dan42.18% menjawab sangat setuju. Hal tak terduga dengan presentase 61.90% menjawab setujudan 33.33% menjawab sangat setuju
METODE EVALUASI PERBANDINGAN KERUSAKAN PERKERASAN JALAN MENURUT METODE BINA MARGA DAN PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) SERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA (STUDI KASUS RUAS JALAN DR FL TOBING LOA KULU, KAB. KUTAI KARTANEGARA)
Jalan merupakan prasarana penghubung dalam kelangsungan lancarnya rodaperekonomian disuatu daerah. Perkembangan wilayah disuatu daerah sekarang ini masih banyakmemerlukan sarana dan prasarana jalan yang memadai untuk kegiatan perekonomian,pemerintahan dan pengembangan wilayah. Klasifikasi jalan Dr. FL Tobing termasukdiklasifikasi jalan kolektor primer karena menghubungkan wilayah kota kabupaten dalam satuprovinsi. Dari hasil pengamatan dilapangan kerusakan-kerusakan dijalan Dr. FL Tobing dapatdikatakan masih sedikit dan dari penilaian nilai Bina Marga didapat penetapan nilai di angka5.14 yang dimana digolongkan Pemeliharaan Berkala dan kerusakan – kerusakan dari penilaianPCI (pavement condition index) didapat penetapan besaran nilai keseluruhan nya 63 dan Indekspenilaian PCI 14% yang dimana dalam kondisi SEDANG dan hanya memerlukan Perawatansecara berkal
ANALISIS MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN PEKERJAAN GEDUNG PERPUSTAKAAN DAERAH SAMARINDA
Dalam proyek konstruksi dikenal adanya suatu proses penjadwalan yang merupakanfactor penting dalam memastikan keberhasilan dalam suatu proyek konstruksi. Penjadwalan itusendiri dapat didefinisikan sebagai salah satu bagian dari kegiatan perencanaan yang menentukanurutan serta durasi pekerjaan dalam suatu proyek, dan menunjukkan informasi tentang biaya,tenaga kerja, peralatan dan material serta progres penyelesaian proyek. Adapun untukpelaksanaan proyek tersebut memerlukan perencanaan proyek yang optimal denganmemanfaatkan metode CPM dan PERT, Dengan membandingkan kedua metode tersebutdihasilkan data bahwa dengan menggunakan metode CPM menghasilkan durasi penyelesaianyang lebih cepat. Durasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek dengan metode CPMadalah 109 hari dan dengan PERT 110 hari.adapaun aktivitas lintasan kritis pada proyek iniadalah A1, A2, A3, A4, A5, A6, A7, A8, B1, B2, B3, B4, B5, B7, B8, C1, C2, C3, C4, C7, C8,C9, C10, C11, C12, C13, C14, C16, C17, C19, D1, D5, D6, D7, D8, D14, D15, D24, E1, E2, F3,F4, F5, F9, F10, F11, F12, F13, F14, G9, G10, G11
STUDI PENGGUNAAN ASBUTON PADA CAMPURAN ASPAL PANAS ASPHALT CONCRETE–BINDER COURSE (AC-BC)
Berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No.18/PRT/M/2018 tentang penggunaan aspal buton untuk pembangunan dan preservasi Jalan.Maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai campuran dari alternatif tersebut.Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik campuran Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC). Penelitian menggunakan jenis Asbuton LGA dengan tipe 50/30 jumlah persentase adalah 7%, 8%, dan 9% dari total berat campuran adapun jumlah benda uji total 60 benda uji yang terdiri dari 30 untuk PKAO, dan 30 untuk KAO. Dari Penelitian terhadap campuran AC-BC dengan aspal termodifikasi 60/70 asbuton LGA sejumlah 7% diperoleh KAO sebesar 5,7%, Nilai VIM PRD 3,145%, Nilai VIM 3,696%, Nilai VMA 15,223%, Nilai VFA 75,723%, Nilai Stabilitas Marshall 1.091 Kg, Nilai Flow 3,3 mm, Nilai Marshall Quetient ( MQ ) 308 Kg/mm dan Nilai Immersion 91,3%. Campuran Asphalt Concrete – Binder Course dengan penambahan asbuton LGA sejumlah 8% diperoleh KAO sebesar 5,5%, Nilai VIM PRD 3,380%, Nilai VIM 4,001%, Nilai VMA 15,076%, Nilai VFA 73,462%, Nilai Stabilitas Marshall 1.077 Kg, Nilai Flow 3,4 mm, Nilai Marshall Quetient ( MQ ) 322 Kg/mm dan Nilai Immersion 92,5%. Campuran Asphalt Concrete – Binder Course dengan penambahan asbuton LGA sejumlah 9% diperoleh KAO sebesar 5,3%, Nilai VIM PRD 3,324%, Nilai VIM 4,578%, Nilai VMA 15,279%, Nilai VFA 70,039%, Nilai Stabilitas Marshall 1.047 Kg, Nilai Flow 3,4 mm, Nilai Marshall Quetient ( MQ ) 308 Kg/mm dan Nilai Immersion 93,7%. Persentase asbuton LGA sejumlah 8% untuk campuran AC-BC menunjukkan peningkatan nilai stabilitas Marshall serta perendaman Marshall
MENGHITUNG TEBAL PERKERASAN DENGAN METODE BINA MARGA 1990 DAN AASHTO 1993 PADA RUAS JALAN TRIKORA KECAMATAN PALARAN
Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan olehmasyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian. Dibandingkan dengan transportasi air danudara. Agar jalan tersebut dapat dilalui dengan baik maka perlu diadakan perkerasan jalan. JalanTrikora palaran menggunakan perkerasan kaku, agar perkerasan tahan sampai pada masalayanannya.. Terdapat banyak metode untuk Pertebalan jalan ini, diantaranya metode BinaMarga 1990 dan AASHTO 1993, yang merupakan metode-metode yang sering digunakan diindonesia, untuk menghitung tebal perkeran jalan. Studi ini bertujuan untuk menganalisa tebalperkerasan mengkaji parameter-parameter pada perencanaan kedua metode, dan melakukananalisa perbandingan hasil kedua metode tersebut. Metode ini dimulai dengan pengumpulan dataprimer berupa data lalu lintas dan data tanah. Setelah itu pengumpulan data sekunder yangberupa data pertumbuhan lalu lintas dan data hidrologi, kemudian dilakukan perhitungan tebalperkerasan dengan menggunakan kedua metode tersebut. Dalam penelitian ini lebih efesienmenggunakan Metode AASTHO 93 karena dalam metode ini lebih jelas untuk mendapatkannilai tingkat kerusakan pada setiap lapisan perkerasa
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR SMPN 7 TENGGARONG
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan faktor penting dalam rangkaperlindungan dunia kerja, dan juga sangat penting untuk produktivitas dan kelangsungan duniausaha. Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) adalah salah satu hak dasar bagipekerja yang merupakan komponen dari hak asasi manusia (HAM). Sistem Manajemen K3Lbertujuan melindungi pekerja atas eselamatannya dalam melakukan pekerjaan demikesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional, menjaminkeselamatan setiap orang lain yang berada di tempat kerja, dan memelihara serta menggunakansumber-sumber produksi secara aman dan efisien. Kebijakan perlindungan tenaga kerjabertujuan untuk mewujudkan ketenangan bekerja dan berusaha, sehingga tercipta hubunganindustrial yang serasi antara pekerja dan pengusaha, yang pada gilirannya akan meningkatkankesejahteraan pekerja dan keluarganya. Untuk itu semua pihak diharapkan berperan secaraproaktif dalam upaya pelaksanaan K3L sesuai dengan hak, kewajiban dan tanggung-jawabnyamasing-masing. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat tingkat risiko pada pekerjaanpembangunan gedung kantor SMPN 7 Tenggarong dengan responden berjumlah 35 orang.Variabel risiko kegiatan berjumlah 16 kegiatan dengan total 39 jenis kegiatan pekerjaan. Hasilpenelitian dapat dilihat dari total 39 jenis kegiatan terdapat 26 variabel valid dan 13 variabeltidak valid, serta terdapat 7 variabel kegiatan yang memiliki tingkat risiko sedang dan 19variabel kegiatan memiliki tingkat risiko rendah
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEMBANGUNAN HOTEL JL.S.PARMAN KOTA SAMARINDA
Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi jarang ditemui suatu proyek yang tepat sesuai dengan yang direncanakan. Saat ini perkembangan industri konstruksi di Indonesia sedang berkembang pesat. Hal itu terbukti dengan banyaknya proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Tidak jarang suatu proyek yang dibangun mengalami penyimpangan baik itu dalam hal waktu yang melebihi rencana, maupun biaya pelaksanaan yang membengkak melebihi dari Rencana Anggaran proyek maka dari itu dilakukan pengendalian proyek dalam aspek waktu dan biaya dengan metode Earned Value Analysis pada penelitian ini adalah Pembangunan Eks Gedung Kantor Koperasi Jalan Pahlawan Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggu nya menggunakan EVA (Earned Value Analysis), apakah sesuai dengan rencana awal jadwal pekerjaan. Untuk mengetahui perbandingan biaya pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak. Hasil perhitungan didapatkan nilai BCWS = 13.144.578.328,06.-, BCWP = 13.144.578.328,06.-, SV=0.00, CV= - 321.367.460,98.-, SPI=1.000 (berarti menunjukkan waktu proyek tepat waktu) Untuk hasil perkiraan waktu penyelesaian proyek EAS = 240 hari
PERENCANAAN KAWASAN PERMAINAN TRADISIONAL KALIMANTAN TIMUR DI KOTA SAMARINDA
Permainan tradisional Kalimantan Timur merupakan aset kebudayaan bangsa dan berkembang di masyarakat dari sejak dulu dan di zaman modern ini permainan tradisional Kalimantan Timur semakin hari semakin hilang dan dampak pada masyarakat tidak akan mengenal permainan tradisional. Permainan tradisional Kalimantan Timur di Kota Samarinda untuk perencanaanya akan di fokuskan pada fasililitas seperti pameran sejarah, souvenir, RTH dan 9 permainan tradisional Kalimantan timur ialah batu lele, Begasing, Sumpit, Belincar, Pindah bintang, Kelom panjang, Behempas bantal, Batungkau, dan Belogo. Permainan tradisional Kalimantan Timur di Kota Samarinda ini akan memiliki kawasan permainan bertemakan arsitektur lanskap meliputi soft material dan hard material . dalam mengaplikasikan suatu kawasan permainan tradisional Kalimantan timur di Kota Samarinda dengan merencanakan sesuai dengan 4 unsur-unsur utama, yaitu garis, bentuk, warna dan tekstur. Dengan adanya kawasan permainan tradisional ini di harapkan permainan tradisional tidak akan hilang di zaman modern ini dan perencanaan ini dapat menjadikan kajian pembahasan arsitektur lebih lanjut. sehingga bermanfaat bagi keilmuan arsitektur dan pemahaman terhadap arsitektur lanskap
ESTIMASI ANGGARAN BIAYA DENGAN METODE BOW DAN SNI PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID AL AZHAR JALAN KEDONDONG DALAM SAMARINDA
Dalam hal perkiraan rencana anggaran biaya bangunan (RAB), di Indonesia menggunakan analisa satuan harga dan upah yang berpedoman pada metode BOW (Burgeslijke Openbare Werken) dan SNI (Standar Nasional Indonesia) yang mana metode SNI adalah penyesuaian dan pembaharuan dari analisa BOW yang merupakan analisa peninggalan Pemerintahan Belanda. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa rencana anggaran biaya proyek pembagunan Masjid AL AZHAR dengan menghitung harga satuan pekerjaan menggunakan metode SNI dan BOW. Sehingga hasil rencana anggaran biaya bangunan dari kedua metode tersebut dapat di bandingkan apakah terdapat selisih atau tidaknya. Hasil yang didapat dari analisa yang dilakukan pada proyek pembagunan Masjid AL AZHAR adanya perbedaan hasil akhir analisa pekerjaan dari kedua metode. Rencana anggaran biaya bangunan (RAB) proyek pembagunan Masjid AL AZHAR dengan menggunakan metode SNI adalah Rp 5.103.633.713,52 sementara dengan menggunakan metode BOW adalah Rp 5.523.930.586,08. Sehingga didapat selisih Rp 420.296.872.56 dengan metode BOW lebih besar dibandingkan dengan metode SNI
ANALISIS PERBANDINGAN MATERIAL AGREGAT SENONI DAN AGREGAT PALU DENGAN PASIR MAHAKAM TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL AC-BC
ANALISIS PERBANDINGAN MATERIAL AGREGAT SENONI DANAGREGAT PALU DENGAN PASIR MAHAKAM TERHADAPKARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL AC-BCLutfhandy Putra 1, Eswan 2, Achmad Taufik 31 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda2,3 Dosen Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 SamarindaEmail : [email protected] lokal merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan yang mempunyai dampaklangsung terhadap mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan,pendidikan serta pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaanpersatuan dan kesatuan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam memajukankesejahteraan umum. Untuk penggunaan agregat dari alam sudah banyak quarry yang beroperasidi daerah-daerah Indonesia terlebih khususnya di daerah Kalimantan Timur. Setiap agregatmemiliki karakteristik yang berbeda-beda dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya, bahkandari suatu lokasi dengan lokasi yang lain dalam wilayah yang sama. Oleh karena itu penelitianini akan minunjau material yang ada di Kalimantan Timur. Dari hasil penelitian dari campuranLASTON AC-BC dengan presentase penggunaan material lokal Agregat Senoni dengan pasirMahakam adalah CA = 25%, MA = 30%, FA = 20%, dan Sand = 25% dengan kadar aspaloptimum 5,9% didapat hasil uji masrhall selama 24 jam adalah stabilitas = 745.33 kg dan flow =2.53 mm dan dengan presentase penggunaan material Agregat Batu Palu dengan pasir Mahakamadalah CA = 25%, MA = 30%, FA = 20%, dan Sand = 25% dengan kadar aspal optimum 5,9%didapat hasil uji masrhall selama 24 jam adalah stabilitas = 858.12 kg dan flow = 3.24 mm. Darihasil pemeriksaan didapat Kesimpulan bahwa material Agregat Palu dengan pasir Mahakamlebih unggul untuk stabilitas masrhall selama peredaman 24 jam dari pada material lokalAgregat Senoni dengan pasir Mahakam. Hasil uji berdasarkan spesifkasi umum Bina Marga2018