KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISA FAKTOR RISIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI JEMBATAN MAHAKAM IV SAMARINDA
Risiko dapat memberikan pengaruh terhadap produktivitas, kinerja, kualitas dan batasan biaya dari proyek. Risiko dapat dikatakan merupakan akibat yang mungkin terjadi secara tak terduga. Permasalahannya, faktor variable risiko apa saja yang di hadapi kontraktor dan konsultan pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV dan faktor risiko apa saja yang paling berpengaruh proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV. Survei dilakukan dengan wawancara dan menyebar 30 kuisoner pada kontraktor dan konsultan pekerjaan pembangunan proyek jembatan IV Samarinda. Hasil survey di Analisa dengan metode guttman, metode skala likert dan metode matriks untuk menentukan faktor-faktor penilaian probabilitas dan penilaian dampak sehingga dapat di ketahui besaran risiko yang berpengaruh. Dari hasil identifikasi variabel risiko pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV Samarinda terdapat 40 faktor risiko dengan 10 kategori risiko yaitu pada kategori biaya, peralatan, manusia, bahan, metode, waktu, teknis, lingkungan, kondisi fisik di lapangan dan faktor eksternal. Hasil Analisa menunjukan bahwa faktor variable risiko yang paling berpengaruh pada proyek pembangunan konstruksi jembatan Mahakam IV Samarinda adalah faktor Keterlambatan pengiriman ala
ANALISA PENGARUH VOLUME LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA DAERAH PERKANTORAN DI JALAN BASUKI RAHMAT SAMARINDA
Meningkatnya mobilitas orang memerlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, aman, nyaman dan terjangkau bagi masyarakat. Peningkatan pendapatan per kapita membuat masyarakat mampu untuk membeli kendaraan seperti sepeda motor maupun mobil sebagai sarana pribadi. Akibatnya, semakin hari jumlah arus lalu lintas dan jenis kendaraan yang menggunakan ruas-ruas jalan semakin bertambah. Hal ini menimbulkan dampak ,salah satunya adalah dampak polusi suara atau kebisingan yang ditimbulkan oleh lalu lintas.Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa tingkat kebisingan kendaraan akibat lalu lintas pada kantor komunikasi dan informatika di jalan Basuki Rahmat Samarinda, membuat suatu model matematis yang menyatakan hubungan antara tingkat kebisingan dengan volume kendaraan. Analisa data menggunakan metode Regresi Linear Berganda pada program SPSS 23.0 for Windows. Data yang dihasilkan dari proses analisa meliputi : Nilai Korelasi (hubungan) antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas, Tingkat keberartian (signifikansi) dari masing-masing koefisien regresi dan Koefisien Determinasi.Berdasarkan hasil analisa maka tingkat kebisingan tertinggi pada kantor komunikasi dan infomatika di jalan Basuki Rahmat Samarinda adalah sebesar 62,4 dBA. Bentuk model tingkat kebisingan lalu lintas terbaik adalah kebisingan (Y) = 54,003 - 0,151Volhv + 0,014V0lv + 0,008Volmc + 0,011Vi dengan nilai R2 = 0,752 dimana nilai X1 adalah volume sepeda motor, X2 volume kendaraan ringan, X3 volume kendaraan berat, X4 kecepatan rata-rata kendaraan dan Y1 nilai tingkat kebisingan
ANALISA KAPASITAS TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN MANGGIS KECAMATAN TANJUNG REDEB KABUPATEN BERAU
Banjir yang dialami oleh Kabupaten Berau khususnya pada jalan Manggis KecamatanTanjung Redeb akhir – akhir ini merupakan imbas dari semakin banyaknya lahan yang tertutup olehbangunan – bangunan baru yang tak berlandaskan strategi perencanaan dari sistem drainase yangada. pada musim hujan debit air yang memasuki badan sungai sebagai saluran drainase yang utamajuga menjadi lebih besar dan berakibat pada tidak mencukupi kapisitas saluran yang ada danberakibat pada tidak mencukupinya kapasitas saluran yang ada dan akibat dari itu saluran drainasetidak berfungsi secara baik sehingga meluap.Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensisaluran jalan Manggis Kecamatan Tanjung Redeb dengan menggunakan metode (Distribusi Normal)dan (Log Pearson Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area) sampai pada menganalisa salurandimensi yang ada pada jalan Manggis Kecamatan Tanjung Redeb
INFLUENCE MONITORING GEOTECHNICAL INSTRUMENTS AGAINTS PRELOADING WITH PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) ON PEAT SOIL REVIEWED FROM TIME IMPLEMENTATION
This resear chaims to know time of excecution of work and checking, identifying/ monitoring geotechnical instruments againts preloading of Prefabricated Vertical Drain (PVD) on peat soil, because of this type of soil has unstable nature againts land slide during preloading and cause a mis matches of time, volume and a high risk implementation, there fore conducted an analysis study to find out a condition and time implementation for next reference. This research was conducted by checking and surveying preloading with geotechnical monitoring instruments like inclinometer, settlement plate, pneumatic Piezometer and collect a necessary data. The analysis performed is quantitative or called statistical data analysis. It aims to determine the relationship between left and right of peat soil preloading pile.Time implementation based on geotechnical monitoring instrument (settlement plate) processed by mathematical comparison. Based on research, inclinometer analysis on preloading is = 5,99 > = 1,12335 and Coeffisien of Determination = 0,017316 = 1,73 %; settlement plate is = 5,99 > = 2,10095 dan ; Pneumatic Piezometer is = 13,7513 > = 2,100952 > = 5,99 and = 0,484 = 48,4 %. While time implementation of preloading Prefabricated Vertical Drain (PVD) summed up work planning = 528 days and realize = 547 days, Comparison of percentage = 3,5985 % from time schedulebut still in the scope of the work
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA (DR) TANA LIA DENGAN LUAS AREAL 750 HA, KABUPATEN TANA TIDUNG, PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Tana Lia adalah wilayah di Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan/penghasilan petani. Oleh karena itu, lokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Dalam memenuhi kebutuhan air pada sector pertanian dengan system irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul. Penelitian ini menggunakan data primer dan skunder yang didapat dari data survey maupun data perhitungan, untuk mengetahui kebutuhan air tanaman padi – padi – palawija, kebutuhan air bersih untuk sawah, dan dimensi saluran diperlukan. Kebutuhan air irigasi untuk padi-padi-palawija adalah alternatif I ( Padi = 1,08 lt/dt/ha, Padi = 0,97 lt/dt/ha, Palawija = 0,46 lt/dt/ha). Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan air bersih untuk sawah 7,32 mm/hari. Dimensi saluran yang dibutuhkan : Saluran Primer A (b = 0,75m; h = 0,96m; H = 1,456m), Saluran Sekunder B1 (b= 0,75m; h= 0,74m; H= 1,240m), Saluran Tersier C1 Kr (b= 0,65m; h=0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C2 Kn (b= 0,60m; h= 0,55m; H= 0,854m), Saluran Sekunder B2 (b= 0,85m; h= 0,79m; H= 1,286m), Saluran Tersier C3 Kr (b= 0,65m; h= 0,59m; H= 0,894m), Saluran Tersier C4 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m), Saluran Sekunder B3 (b= 0,90m; h= 0,84m; H= 1,340m), Saluran Tersier C5 Kr (b= 0,65m; h= 0,60m; H= 0,896m), Saluran Tersier C6 Kn (b= 0,65m; h= 0,62m; H= 0,920m
PERENCANAAN SEKOLAH TINGGI FASHION TENGGARONG DENGAN PENDEKATAN FUTURISTIK
Masyarakat Kutai Kartanegara/Tenggarong terjun di dunia Fashion baik Pemuda-pemudi yang ingin menyalurkan hobi dan bakat mereka sehingga menjadikan sebagai suatu bidang fashion baik desaianer busana maupun Tata Kecantikan dan yang paling banyak diminati oleh orang yaitu menjadi seorang model yang Profesional. Setiap tahun di Kota Tenggarong. Banyak dari kalangan komunitas di tenggarong selalu mengadakan Carnival, dan komunitas fashion tenggarong atau komunitas fashion Art carnival tenggarong selalu ditunggu-tunggu masyarakat karena setiap tahun selalu menampilkan busana adat tenggarong dan beberapa busana karya komunitas fashion sehingga masyarakat tenggarong tertarik untuk menjadi seorang desainer lebih dari 143 orang pemuda dan pemudi. Namun Di Kalimantan timur lebih tepatnya di tenggarong belum adanya Sekolah tinggi Fashion sehingga pemuda pemudi yang setelah lulus dari Sma/Smk yang berkeinginan Menjadi Seorang Profesional Dalam Bidang Fashion harus Kuliah Diluar dari Kalimantan.penulis telah melakukan survey ke lokasi yang di ajukan dan penulis memilih lokasi yang bertempat di jalan Usaha Tani, kota Tenggarong karna memiliki kriteria yang cocok untuk perencanaan Sekolah tinggi. Konsep Judul Mengambil dari beberapa bentuk dasar dan di jadikan sebuah konsep bentuk bangunan, untuk gedung sekolah tinggi mengambil dari konsep sebuah mahkota raja kutai kartanegara, Gedung Perpustakaan dan Gedung serbaguna Mengambil Dari Sebuah Konsep potong setengah bundaran,. Konsep ini akan Diaplikasikan pada bentuk bangunan yang menarik secara arsitektura
ANALISIS LEVEL KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI TERHADAP MANAJEMEN K3 ( Studi Kasus: Proyek pembangunan Kantor Ki Kav Tank, Garasi & Barak Bertingkat, Gudang Ruang Genset, Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur)
Pembangunan di Indonesia sudah banyak dilakukan, hal ini dikarenakan besarnya kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal maupun tempat usaha. Maka tidak heran banyak bangunan yang dibangun sebagai apartemen, sampai gedung perkantoran. Dalam pembangunan tersebut tentunya ingin diselesaikan dengan tepat waktu, namun terkadang aktivitas pekerjaan suatu proyek dapat terganggu atau terhenti, salah satu penyebabnya adalah kecelakan yang mungkin terjadi pada suatu proyek konstruksi. Untuk itu diperlukannya sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) saat melaksanakan proyek konstruksi tersebut, sehingga memperkecil resiko kecelakaan pada pelaksanaan proyek kerja tersebut. K3 merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan, karena dampak kecelakaan dan peyakit kerja tidak hanya merugikan karyawan tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.K3 bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerjanya
KAJIAN STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA DENGAN BERBASIS KINERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG IA KPMKT KALIMANTAN TIMUR KOTA SAMARINDA
Kinerja struktur adalah tingkatan performa suatu struktur terhadap bencana gempa. Tingkatan performa struktur dapat diketahui dengan melihat tingkat kerusakan pada struktur saat terkena gempa rencana dengan periode ulang tertentu, oleh arena itu tingkat kinerja struktur akan selalu berhubungan dengan biaya perbaikan terhadap bangunan tersebut. Dalam desain struktur berbasis kinerja, biasanya kinerja struktur didesain sesuai dengan tujuan dan kegunaan suatu bangunan, dengan pertimbangan faktor ekonomis terhadap perbaikan bangunan saat gempa terjadi gempa tanpa memperhatikan keselamatan terhadap pengguna bangunan. Pada penulisan ini, gedung tahan gempa ini direncanakan dengan menggunakan metode DDBD. Metode ini merupakan metoda berbasis kinerja yang digunakan untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam desain dengan metoda berbasis gaya atau Force Based Design. Hasil dari perencanaan berbasis kinerja ini : adalah pencapaian perfomance point Life Safety yang sesuai dengan syarat dan aturan didalam ATC-40 diperoleh hasil tingkat kinerja struktur dengan parameter yang disyaratkan
EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA PERSIMPANGAN JALAN KYAI HAJI AHMAD DAHLAN - JALAN BASUKI RAHMAT - JALAN IMAM BONJOL - JALAN ARIEF RAHMAN HAKIM KOTA SAMARINDA
Kondisi lalu lintas di Kota Samarinda khususnya di persimpangan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – jalan Basuki Rahmat – jalan Imam Bonjol – jalan Arief Rahman Hakim saat ini dikatakan crowded (Padat), namun sudah terjadi kemacetan, tundaan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa persimpangan jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja). Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan untuk menghitung waktu siklus, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada jam puncak, yaitu dengan cara melakukan survey selama 4 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 11.00 – 13.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data lalu-lintas, traffic light, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’97 didapat waktu optimal traffic light, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada persimpangan tersebut, adalah sebagai berikut: 1. Waktu optimal traffic light (Hijau) pada persimpangan tersebut 28 detik, Waktu optimal traffic light (Kuning) pada persimpangan tersebut 3 detik, Waktu optimal traffic light (Merah) pada persimpangan tersebut 132 deti. 2. Kapasitas jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 684,9 smp/jam, jalan Basuki Rahmat 684,9 smp/jam, jalan Imam Bonjol 821,9 smp/jam, jalan Arief Rahman Hakim 821,9 smp/jam. 3. Derajat Kejenuhan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 0,763, jalan Basuki Rahmat 0,552, jalan Imam Bonjol 0,484, jalan Arief Rahman Hakim 0,424. 4. Panjang Antrian jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 85 m, jalan Basuki Rahmat 21,67 m, jalan Imam Bonjol 25 m, jalan Arief Rahman Hakim 68 m. 5. Tundaan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 10921,35 det.smp, jalan Basuki Rahmat 7534,64 det.smp, jalan Imam Bonjol 8656,03 det.smp, jalan Arief Rahman Hakim 7904,19 det.smp
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH KECAMATAN SANGA SANGA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Clean water is a very important part of all the basic needs of living things, especially for humans. Humans use water for various purposes in their daily lives. This research was conducted at the Clean Water Treatment Plant of PDAM Tirta Mahakam, Sanga-Sanga Branch, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, aimed at analyzing the need for clean water for population growth in 2018 to 2028. From the data obtained from PDAM Tirta Mahakam the discharge capacity of clean water produced is 40 liters / second, with the longest distant distribution network at 13,000 meters leading to the village, the type of pipe used is HDPE pipe with a diameter of 203 , 2 mm, with a roughness level of 130. The results of the calculation and analysis of clean water needs in Sanga-Sanga Subdistrict, noramal water needs in 2028 (10-year projection) of 38,703 liters / second and the peak water demand in 2028 (peak discharge) of 67,731 liters / second. From the results of the hydraulic analysis the main distribution pipeline network towards the neighborhood is very much needed, the flow velocity in the pipe is 1.052 meters / second with a pressure loss of 76.2 meters, so that the distribution of clean water needs of the community can be maximized