KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
Penerapan Arsitektur Kontemporer Pada Perencanaan Gedung Olahraga Soft Tennis Di Samarinda
Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan kesehatan dan kesenangan kepada manusia. Ada satu olahraga yang belum banyak diketahui pada masyarakat khususnya kota Samarinda, yaitu permainan Olahraga Soft Tennis. Namun saat ini, untuk fasilitas olahraga Soft Tennis belum terpenuhi sehingga dilakukan rancangan gedung olahraga Soft Tennis yang bersifat edukatif, rekreatif, dan professional dengan memperhatikan beberapa aspek salah satunya aksesibilitas. Perencanaan Gedung Olahraga Soft Tennis di Samarinda ini di desain dengan penerapan Arsitektur Kontemporer, yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas pelatihan Soft Tennis untuk atlet dan masyarakat umum yang berstandarkan Internasional. Untuk menentukan lokasi pembangunan gedung olahraga ini dilakukan pengumpulan data dari lokasi site yang terpilih dan menganalisa hasil data yang telah di dapat agar dapat sesuai dengan kriteria kelayakan perencanaan gedung olahraga Soft Tennis di Samarind
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN TINGKAT PELAYANAN PEJALAN KAKI DI KAWASAN PASAR PAGI KOTA SAMARINDA ( Studi Kasus : Jalan Jend. Sudirman – Jalan Kh. Kholid )
Transportation is a movement that can be the movement of people, goods, and information from one place to another safely, comfortably, quickly, and in accordance with the environment to meet the needs of human life. Basically, pedestrian traffic performance is expressed in a manner similar to the expression of vehicle traffic performance with flow, speed, and interconnected density. This study was conducted to determine the characteristics of pedestrians, how the relationship between speed (speed), flow (flow ), density (density), in the region. In addition to know the capacity and Level Of Service (LOS). Research method in this research use survey method and analysis method. Survey method that is by using manual technique in observation and collecting data in field. From the survey results in the field obtained data on the number of pedestrians, pedestrian travel time and the width of the pedestrian path. While the method of analysis that is by using Greenshields method. based on the magnitude of the current and the amount of pedestrian space (pedestrian) for pedestrians at the largest 5-minute intervals and matched to field conditions. From the calculation results it is concluded that in segment A has a large current value than the other segments, with currents of 11.6556, 12.1854 and 12.8477 pedestrians / min / m. and space value due to narrowing of lines 1.8193, 1.8534 and 1.5288 m2 / pedestrians in the "D" category shows that pedestrian facilities in the morning market area have not been able to accommodate the number of existing pedestrians. So it is necessary to rearrange the are
PERENCANAAN SAMARINDA CULTURAL CENTER DENGAN PENERAPAN ARSITEKTUR NEO VERNACULAR
Samarinda Cultural Ceneter adalah sebuah tempat serta sarana dan prasarana informasi budaya serta edukasi budaya khusus nya Di kota Samarinda. Penting nya pembangunan Samarinda Culural center untuk lebih mengenalkan kembali budaya-budaya yang ada di Samarinda yang kini sedikit demisedikit telah ditinggalkan generasi muda sekarang. Dalam hal ini kurangnya bengunan2 dan tempat-tempat budaya yang memiliki fasilitas dengan pendekatan yang dibutuhkan serta disenangi anak muda generasi sekarang . Lokasi yang akan direncanakan untuk Cultural Center ini yaitu pada jalan Kadrie Oening Kota Samarinda sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda dimana untuk bangunan sistem pendidikan dan budaya terletak di Kota Samarinda . Cultural Center dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernacular tersebut dikaitkan dengan fisik pada Cultural Center dengan adanya fasilitas-fasilitas penunjang yang dapat memudahkan minat pengunjung akan ketertarikan terhadap bangunan-bangunan budaya. Serta sebagai salah satu tempat alternatif wisata budaya yang ada di Samarinda
PERENCANAAN GEDUNG PAGELARAN SENI BUDAYA KALIMANTAN TIMUR
Di Kalimantan Timur terdapat beberapa suku – suku dayak yaitu Kenyah, Modang, Kayan, Benuaq, Tunjung, Bahau, dan Punan yang sebagian besar tinggal di pedalaman, perbatasan hingga pegunungan. Masing – masing suku memiliki banyak perbedaan, baik dari segi bahasa, gaya hidup, tradisi dan keseniannya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada bangunan yang ada menjadi latar belakang dari perencanaan Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur dengan penekanan Arsitektur Tradisional, yaitu fasilitas gedung yang kurang memadai sehingga berpenganruh pada kenyamanan para pengguna gedung. Oleh karena itu, dibutuhkan wadah yang ideal untuk pertunjukan seni tradisional dengan merancang gedung pertunjukan yang mengacu kepada pagelaran seni tradisonal. Gedung pertunjukan dirancang lebih specifik yakni untuk pertunjukan dengan jenis drama musikal, tari—tarian, teater gerak, teater dramatik dan teatrikalisasi puisi dengan orang sebagai lakon.Dalam proses kegiatan ini, batasan permasalahan hanya terbatas pada dalam merencanakan sebuah bangunan yang dimana bangunan tersebut tetap mempertahankan atau tetap bisa memperlihatkan kegiatan pengguna dalam melakukan proses pertujukkan hingga menjadi pertunjukkan yang diminati masyarakat. Serta memadukan keindahan estetika bentuk bangunan yang Tradisional untuk menampilkan ciri khas budaya dari Kalimantan Timur. Tujuan dari perencanaan ini adalah Merencanakan sebuah bangunan yang nyaman bagi para pengunjung maupun peseni (seniman) sebagai tempat proses pertunjukkan dan memamerkan kesenian. Serta bisa dijadikan sebagai tempat wisata dan sarana edukasi di Kalimantan Timur serta mendesain Gedung Pagelaran Seni Budaya yang berarsitektur Tradisional dengan kondisi dan budaya lokal masyarakat setempat pada saat sekarang yaitu budaya masyarakat Samarinda-Kaltim, Kutai dan Dayak. Metode penelitan yang dilakukan pada perencanaan ini adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara obeservasi lapangan dan melakukan studi banding sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara studi literatur dan studi internet terkait dengan bangunan yang direncanakan. Penilitian ini dilakukan sehingga dapat menunjukkan citra pada bangunan maupun produk yang ditawarkan. Agar dapat dengan mudah diterima masyarakat, maka harus memenuhi beberapa ketentuan, yaitu mempunyai ciri khas tersendiri agar tidak dicontoh oleh pihak lain, bentuknya bangunan yang mudah diingat oleh masyarakat, serta mudah dipublikasikan untuk keperluankonsumen. Untuk Gedung Pagelaran Seni Budaya Kalimantan Timur ini didapat hasil desain yang serasi dengan lingkungan sekitar dan dapat menarik perhatian dan minat pengunjung
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE DESA SENAKEN DAN DESA JONE KOTA TANA PASER, KABUPATEN PASER
Drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Maksud dan tujuan drainase adalah membuang air di atas permukaan tanah yang beriebihan, menurunkan dan menjaga permukaan air agar tidak terjadi genangan, sehingga akibat negatif dengan adanya genangan dan luapan air dapat dihindari. Dalam merencanakan saluran drainase meliputi tiga tahapan yaitu; analisis hidrologi, perhitungan hidrolika dan gambar rencana. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerah pengaliran serta frekuensi banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi diperoleh besarmya debit air yang harus ditampung oleh drainase. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi drainase dapat direncanakan berdasarkan perhitungan hidrolika. Dari hasil perhitugan debit rancangan periode ulang 2,5, dan 10 tahun didapatkan penampang saluran drainase berbentuk persegi dari pasangan batu difinishing dengan dimensi saluran sebagai berikut; lebar dasar saluran (B) 270 cm, tinggi penampang basah (h) 140 cm, tinggi jagaan (w) 60 cm. Agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik sesuai perencanaan, perlu dijaga aliran air dalam saluran tidak tersumbat ,adanya pemeliharaan terhadap saluran drainase agar air dapat mengalir secara maksimal sehingga dapat mengurangi kerusakan jalan serta biaya perbaikan tidak menjadi besar
STUDI PERBANDINGAN STRUKTUR GEDUNG DISPENDA KOTA SAMARINDA BERDASARKAN SNI 03-1726-2002 DAN SNI 03-1726-2012
Dengan diperbaruhinya SNI 03-1726-2002 menjadi SNI 03-1726-2012, maka untuk perhitungan pembebanan gempa pada suatu bangunan menjadi berbeda. Pada SNI 03-1726-2012, terdapat faktor respons gempa yang nilainya bergantung pada parameter percepatan gerak tanah yang kemudian dapat ditentukan nilai faktor respons gempa berdasarkan waktu getar alami. Pada penelitian ini masalah yang akan ditinjau adalah besar perbedaan gaya gempa yang terjadi antara SNI 1726-2002 dengan SNI 1726-2012, hasil perhitungan dari analisa dilihat nilai gaya geser dasar berdasarkan SNI 1726-2002 dan SNI 1726-2012 . Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, perbandingan gaya geser dasar berdasarkan SNI 1726-2012 sebesar 25 % dari SNI 1726-2002 dan Evaluasi simpangan antar lantai (Δs) yang terjadi pada SNI 1726-2012 lebih besar dari pada 1726-2002
ANALISA KINERJA RUAS JALAN D.I. PANJAITAN DI SAMARINDA
Pada jam-jam tertentu, kemacetan sering terjadi di jalan Donald Isaac Panjaitan Samarinda. Terutama di persimpangan D.I Panjaitan, Alaya, Damanhuri, dan Mugirejo sering ada kemacetan panjang karena masuk dan keluarnya kendaraan dari persimpangan. Ditambah dengan pembukaan Bandara Internasional Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) secara tidak langsung juga mempengaruhi arus lalu lintas di jalan Donald Isaac Panjaitan, yang juga mempengaruhi kinerja jalan. Adapun Analisa Kinerja jalan D.I. Panjaitan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI'1997), yang dijelaskan oleh Formulir UR-1 dalam bentuk kondisi umum dan jalan geometrik, UR- 2 dalam bentuk input data yang mengalir dan komposisi lalu lintas canggih dan hambatan samping , UR-3 dalam bentuk analisis adalah aliran bebas dari kendaraan ringan Kecepatan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian ini survei di lakukan selama 3 minggu di 4 segmen, yang mana segmen pertama pada simpang D.I Panjaitan, segmen kedua pada simpang Alaya, segmen ketiga pada simpang Damanhuri, dan segmen keempat pada simpang Mugirejo. Survei ini dilakukan pada jam 06.00 Pagi s/d 22.00 malam. Setelah dilakukan perhitungan terhadap data yang ada, di dapat bahwa volume arus lalu lintas tertinggi terjadi pada simpang Damanhuri segmen 3, jam puncaknya terjadi pada hari Kamis, di dapat Volume lalu lintas sebesar 3238.40 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0.97, Kecepatan 33 km/jam, waktu tempuh 0,010 jam dan Tingkat pelayanan berada pada tingkat E, yang berarti Volume lalu lintas mendekati atau berada pada kapasitasnya. Arus yang tidak stabil dengan kondisi yang sering berhenti
STUDI PEMILIHAN TIANG PANCANG GEDUNG KULIAH FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA
Dalam usaha untuk mencapai Pembangunan Nasional di Indonesia pada saat ini banyak kegiatan pembangunan yang dilaksanakan seperti bangunan gedung, perumahan, jalan, dan jembatan. Dengan meningkatnya pembangunan ini maka semakin terasa kebutuhan sarana dan prasarana sebagai perwujudan dari pembangunan itu sendiri.Dengan adanya otonomi daerah, maka kegiatan pembangunan semakin meningkat dan terus berlangsung sehingga dapat terlihat hasil nyata dari pembangunan tersebut, hal ini dapat kita lihat pada beberapa daerah kabupaten hasil pemekaran terutama pada Provinsi Kalimantan Timur dimana setiap daerah pada saat ini sedang giat-giatnya membangun, baik pembangunan fisik maupun sarana penunjang lainnya.Fakultas Hukum Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Samarinda adalah salah satu yang ada di Samarinda, Ibukota provinsi Kalimantan Timur. Dimana pada saat ini sedang melaksanakan pembangunan beberapa gedung sebagai penunjang di dalam pelayanannya.Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang semakin pesat beberapa tahun terakhir ini khususnya di Kalimantan Timur, telah membawa perubahan kebutuhan dan permintaan akan pelayanan Pendidikan yang semakin meningkat, termasuk kebutuhan akan sarana Pendidikan di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Adanya kebutuhan yang meningkat disertai dengan kebutuhan akan sarana Pendidikan yang semakin modern, lengkap, canggih, dan Pendidikan yang kompak / terpadu dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya.Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka Universitas 17 Agustus 1945 Fakultas Hukum telah memulai pembangunan guna pencapaian hal tersebut dan pada saat ini telah memulai pembangunan guna pencapaian hal tersebut dan pada saat ini telah dimulai pembangunan gedung Fakultas Hukum dengan tiga lantai. Lokasi pembangunan ini terletak di jalan Ir. H. Juanda, Areal Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, untuk itu penulis tertarik untuk mencoba menganalisa perencanaan Pondasi Tiang Pancang Beton menggunakan Franki Pile pada proyek pembangunan tersebut di atas
ANALISIS WAKTU TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM KONVESIONAL DAN NON KONVESIONAL TUJUAN SAMARINDA - BALIKPAPAN
Travel Time is the time it takes the vehicle to travel the length of the route on its route or the time it takes the vehicle to travel. The purpose of this study is to know the performance assessment of conventional and non conventional vehicles serving the route of Jl. Cendana Samarinda to Sultan Aji Muhammad Sulaiman Airport, Balikpapan City. Speed is a measure of traffic that is generally used as a benchmark of system performance. Basically the speed and travel time can not be separated, considering these two factors are highly related. The faster the speed that a system can provide, the shorter the time it takes to reach the destination Primary data This data retrieval is done by using GPS tool (global positioning system) in the presence of this tool, then the data retrieval becomes very easy because the required data has been recorded on the GPS tool which then connected with the computer program, the data covering the time (date, hour, minute, and, second) data retrieval, vehicle speed per second / per minute and length of surveyed road. The travel time of conventional public transport vehicles from going in vehicles traveling through route r8 to go is 2.50 Minutes and non-conventional vehicles traveling through route r1 - r8 are 2.30 Minutes. Anilisis vehicle operating expenses (BOK) of conventional public transport go through route r1 - r8 with road length = 126,046, kilometers is Rp 440,443, Anilysis of vehicle operational cost (BOK) of non conventional public transport goes through route r1 - r8 with path length = 125,246 kilometer is Rp. 14,55
ANALISA KINERJA RUAS JALAN KEBON AGUNG KOTA SAMARINDA
Kebon Agung road segment in Samarinda city is included with a moderate level of activity, because along the road there are shops, factories, workshops and schools. The road segment is one of the connecting roads between cities, thus this road is very useful in serving large enough traffic. As a road that has an important role in traffic in Samarinda City, conditions on the Kebon Agung road especially at some points, traffic such as increased delay. Performance analysis of urban road segments using the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI) 1997, with performance indicators namely traffic flow (Q), capacity (C), degree of saturation (DS), free flow velocity implemented with various work indicators namely free flow speed , and analyze the level of service on the road. Based on the results of research and analysis of the results of field data collection at the Kebon Agung Kota Samarinda road location on Monday had a traffic flow value (Q) = 1061.1 pcu / hour, capacity value (C) = 2672,5704 pcu / hour, degree saturation (DS) = 0.40, with a light travel speed of 33.9 km / hour and a travel time of 1.8 minutes. On Wednesday the value of traffic flow (Q) = 1097.15 pcu / hour, capacity value (C) = 2672,5704 pcu / hour, degree of saturation (DS) = 0,41, with travel speed of light vehicles 33,9 km / hour and travel time of 1.8 minutes. On Saturday has a traffic flow (Q) = 1111.7 pcu / hour, capacity value (C) = 2672,5704 pcu / hour, degree of saturation (DS) = 0,42, with light travel speed of 33,9 vehicles km / hour and travel time of 1.8 minutes. On Sunday has a traffic flow value (Q) = 1143.35 pcu / hour, capacity value (C) = 2672,5704 pcu / hour, degree of saturation (DS) = 0,43, with travel speed of light vehicles 33,9 km / h and travel time 1.8 and service level (Level Of Service / LOS) on Monday, Wednesday, Saturday and Sunday are categorized B. The performance of Kebon Agung Street is still in a stable current condition and has not been categorized as a traffic jam, because of the value DS is still below 1.00. The high class of side barriers in the current conditions it is necessary to do further studies to be able to improve the performance of the Kebon Agung road in Samarinda cit