KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    PERENCANAAN PUSAT KERAJINAN TANGAN KHAS KALIMANTAN TIMUR DI KOTA TENGGARONG

    Get PDF
    Kabupaten Kutai Kartanegara di Tenggarong mempunyai hasil kerajinan tangan Khas Kalimantan Timur. Kerajinan tangan seperti aksesori dari Manik-manik, Rotan, Kain Tenun, Ulap Doyo, Sulam Tumpar, Batu Mulia. Adapun tujuan penelitian yaitu memberikan wadah dan fasilitas bagi pengunjung. Dengan rumusan masalah berupa merencanakan Pusat Kerajinan Tangan Khas Kalimantan Timur di Kota Tenggarong, yang bisa mewadahi pengelola, pengrajin, pedagang, dan pengunjung dalam satu tempat. Di Kota Tenggarong terdapat beberapa titik tempat pengrajin diantaranya di Museum Mulawarman tedapat 25 kios pengrajin. Di tempat wisata Pulau Kumala terdapat 29 kios pengrajin, dan 2 kios pengrajin di tempat wisata Ladang Budaya (Ladaya). Terdapat di luar tempat wisata yakni 4 kios pengrajin. Karena tidak adanya sarana dan prasarana dimana para pedagang, pengrajin, dan pengunjung didalam satu tempat. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukannya wadah Pusat Kerajinan Tangan Khas Kalimantan Timur di Kota Tenggarong yang memberikan fasilitas pendukung kegiatan pengrajin. Konsep Perencanaan Pusat Kerajinan tangan Khas Kalimantan Timur di kota Tenggarong ini mengambil filosofi dari bentuk Mahkota Raja Kutai Kartanegara. Dengan beberapa aspek diambil dari ornament khas Kutai Kartanegara. Hal ini Merupakan upaya dalam meningkatkan kerajinan tangan Khas Kalimantan Timur

    ANALISIS JARAK TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL BUS KOTA SAMARINDA-BONTANG

    Get PDF
    besar yang melayani rute Samarinda - Bontang maupun bus-bus sedang yang melayani rute Samarinda kebeberapa kecamatan di kutai timur bagian hulu, seperti Sangatta, Bengalon, Sangkulirang, dan Wahau Menurut data Bappeda dan rencana induk Kota Samarinda Terminal Lempake Meningkatnya kepemilikan kendaraan roda empat berimbas pada kurangnya minat masyarakat dalam melakukan perjalanan dengan menggunakan bus sebagai angkutan massal, hal ini terlihat dari jumlah penurunan penumpang yang berangkat di Terminal Lempake menggunakan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dari Samarinda ke Bontang begitu pula sebaliknya Penilaian standar kinerja penilaian bus yang melayani rute dari Terminal Lempake Samarinda ke Terminal Bontang berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996) serta hasil survai dan analisis, didapat ; a. Waktu pelayanan yang diberikan oleh 6 perusahan bus dimulai keberangkatan dari Terminal lempake pada Jam 07:00 sampai Jam 19:05 (07:00 – 19:05) selama 12 jam 5 menit,maka angka ini sesuai standar yang ditetapkan yaitu > (lebih besar) 13 jam per hari hal ini memenuhi syarat. b. Waktu tempuh perjalanan rata-rata selama 2 jam 48 menit > (lebih besar) dari standar kinerja pelayanan angkutan umum yaitu berkisar antara 60 menit sampai 90 menit karena Bus melayani angkutan luar kota dalam Provinsi Kalimantan Timur. c. Kecepatan rata-rata Bus Berangkat dari Terminal Lempake Samarinda sampai ke Terminal Bus Bontang adalah : Kecepatan rata-rata sebesar 48,43 km/jam > 10 km/jam Kecepatan maksimum sebesar 50,75 km/jam > 10 km/jam Kecepatan minimum sebesar 46,04 km/jam > 10 km/jam d. Tingkat ketersedian (Availability) armada bus adalah Jumlah angkutan keseluruhan armada bus rata-rata sebanyak 34 armada. Jumlah armada bus yang beroperasi rata-rata sebanyak 20 buah. 2 Tingkat Ketersediaan (Availability) Armada Bus rata-rata 58,8% dari total jumlah angkutan keseluruhan armada bus rata-rata. Biaya BOK kendaraan Bus Samarinda Bontang didapat sebagai berikut : BOK konsumsi bahan bakar untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya bahan bakar sebesar : Rp173.041 x 2 = Rp346.082,- BOK konsumsi oli kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh : Rp36.418 x 2 = Rp72.836,- pergantian oli kendaraan dilakukan per 10.000 km. Apabila dihitung berdasarkan panjang jalan samarinda Bontang, maka dapat dihitung sebagai berikut : - 228,402 km (Panjang Jalan PP) x 44 hari (1,5 bulan) = 10049 km Dari perhitungan diatas didapat pergantian oli kendaraan dilakukan setiap 1,5 (Satu setengah bulan) bulan sekali : Rp50.000,- x 20 L = Rp1.000.000,- BOK Ban kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya ban kendaraan sebesar : Rp42.929 x 2 = Rp85858,- Pergantian ban kendaraan dilakukan per 24.000 km. Apabila dihitung berdasarkan panjang jalan samarinda Bontang, maka dapat dihitung sebagai berikut : - 228,201 km (Panjang Jalan PP) x 105 hari(3,5 bulan) = 24.000km. pergantian ban kendaraan dilakukan setiap 3,5 bulan sekali dengan biaya Rp1.176.000/ban,- x 4 bh = Rp4.704.000,- BOK pemeliharaan suku cadang dan upah montir di peroleh biaya suku cadang sebesar : Rp3.456.724,- dan BOK upah montir/Hari = Rp37.503,- BOK penyusutan kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang dengan panjang jalan 228,201 km di peroleh biaya penyusutan kendaraan sebesar = Rp361.680,- BOK bunga modal kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya bunga modal kendaraan sebesar : Rp128,731 x 2 = Rp257.462,- BOK biaya asuransi kendaraan untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya asuransi kendaraan sebesar : Rp51.492 x 2 = Rp102.984,- Perhitungan rekapitulasi BOK untuk sekali berangkat pulang pergi rute samarinda Bontang di peroleh biaya Rp1.012.496 x 2 = Rp2.024.992,

    PERANCANAAN BALAI LATIHAN KERJA TUNA RUNGU DAN WICARA DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
           Saat ini Penyandang Cacak Fisik mulai diprioritaskan oleh pemerintah pusat dalam mengatasi Penyandang Cacat Fisik di Kota Samarinda, salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna rungu dan Wicara.  Hal ini menjadikan bentuk perhatian yang sangat besar kepada penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara .       Di Kota Samarinda ada terdapat tempat Sekolah luar biasa yang khusus untuk penyandang cacat fisik salah satunya penyandang cacat fisik pendengaran dan kemampuan bicara atau biasa disebut juga dengan Tuna Rungu dan Wicara yang khusus untuk menuntut ilmu pendidikan dan mengembangkan kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki , Dapat kita jumpai seperti Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna rungu dan Wicara banyak sekali siswa dan siswi yang memiliki kreatifitas dan keterampilan yang dimiliki, namun sekolah tersebut hanya mampu mewadahi dan memfasilitasi dalam bidang keterampilan Industri Kreatif, itupun tidak sepenuhnya secara maksimal memberikan wadah dan memfasilitasi keterampilan yang dimiliki bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara yang ada di sekolah luar biasa tersebut.       Menurut Dinas Kesejahteraan Sosial Kota Samarinda, tentang data disabilitas khusus penyandang disabilitas Tuna rungu dan Wicara tahun 2014 berjumlah 81 jiwa dengan perkelompokan umur rata-rata umur sekitar 22 sampai dengan umur 45, jenis kelamin antara pria berjumlah 40 jiwa, wanita berjumlah 41 jiwa, dan data Sekolah luar biasa Ruhui rahayu kelas B khusus penyandang Tuna Rungu dan Wicara tingkatan sekolah menengah atas tahun ajaran 2019 yang akan siap memasuki dunia pekerjaan yaitu, berjumlah 32 siswa dan siswi dengan perkelompokan umur rata-rata berusia produktif sekitar 18 sampai dengan umur 24, dan jenis kelamin antara pria berjumlah 17 siswa, dan wanita  berjumlah 15 siswi.       Dapat kita uraikan bidang kreatifitas yang sangat dibutuhkan bagi para penyandang cacat fisik Tuna Rungu dan Wicara saat ini seperti di bidang Industri kreatif, bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, bidang Otomotif dan juga di bidang Tata Kecantikan.       Samarinda, sebagai Ibu Kota Kalimantan Timur sudah selayaknya menjadi pusat dari semua bidang, salah satunya dalam bidang sosial belum adanya tempat latihan kerja yang berupa balai dengan pengembangan kreatifitas dan keterampilan khusus bagi penyandang Tuna rungu dan Wicara dan jumlah penyandang Tuna rungu dan Wicara yang cukup besar di Kota Samarinda menjadi salah satu pertimbangan dalam merencanakan Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara.       Untuk mendukung fungsi dari Balai Latihan Kerja Tuna Rungu dan Wicara tersebut, perlu pendekatan arsitektur organik diwujudkan dengan penciptaan suasana yang terlihat muda, menarik, unik, mengandung keceriaan serta menghilangkan kejenuhan saat bekerja dan menekankan pada keindahan dan harmoni pada bentuk bebas yang mengalir dengan bentuk-bentuk ekspresif yang berpengaruh pada psikologi manusia. dalam Sebuah bangunan Balai Latihan Kerja harus mampu menjadi wadah atau sarana bagi para peserta pelatihan dalam mengembangkan kreatifitas dan keterampilan dimiliki. Suasana yang terkesan muda, energik, dan menarik merupakan langkah awal dalam merangsang semangat para peserta.   Unik, mencerminkan karakter dari para peserta pelatihan yang diutamakan para usia produktif  yang sudah lulus atau tidak lanjut sekolah. Keceriaan, bermaksud agar para peserta tidak mengalami kejenuhan saat pelatihan maupun saat proses produksi dilapangan

    ANALISA PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI PROYEK LANJUTAN PEMBANGUNAN EKS GEDUNG KANTOR KOPERASI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Misal, Konstruksi Struktur Bangunan K3 Konstruksi adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. contoh lain: Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman, efisien dan produktif. (Permen PU, 2008). Pemahaman tentang K3 yang benar dari semua aspek sangat berguna untuk pencegahan kecelakaan dalam kegiatan konstruksi dimana diharapkan produksi meningkat dengan meminimalkan atau mengurangi kecelakaan bahkan meniadakan kecelakaan (zero accident)

    ANALISA PENGARUH BEBAN MUATAN KENDARAAN BERLEBIH TERHADAP UMUR PERKERASAN JALAN GUSIG – SP3 BLUSUH

    Get PDF
    Road damage occurring faster than the designed life is common. One reason is the burden of excessive loads on trucks. Impact on the overloaded axle load exceeds the load requirements as permitted by the Directorate General of Land Transportation. Through this study analyzed the extent of road damage caused by the percentage increase in cargo trucks that resulted in the charge which exceeds the limit allowed. The research location is in gusiq – sp3 blusuh. Data traffic is calculated for the expected design life of 10 years, so it can be seen a thick flexible pavement using the methods of Bina Marga. From the results of the study can be seen that the addition of excess charges up to 30% will reduce the design life of pavement up to 48%. But if there istransfer of 2as truck to the truck that has a number of axes more it will slow the damag

    PERANCANGAN RESORT BUKIT BATU PUTIH DI KOTA SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR TROPIS

    Get PDF
    Kota Samarinda dikenal memiliki potensi alam dari bentuk wilayah, iklim serta hasil-hasil alam menjadi daya tarik kalangan masyarakat luas untuk mengenal wilayah tersebut. Salah satunya Bukit Batu Putih, terletak dikelurahan Air Putih, kecamatan Samarinda Ulu, mengingat adanya pengunjung wisatawan lokal datang. maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan merencanakan Resort bukit Batu Putih dikota Samarinda memaksimalkan keistimewaan bukit batu putih. Dengan rumusan masalah bagaimana merencanakan Resort Bukit Batu Putih dikota Samarinda dengan menggunakan konsep arsitektur tropis, serta batasan masalah dengan konsep penerapan arsitektur tropis berupa bukaan dan ventilasi agar menciptakan efek dingin pada ruangan dan dinding transparan berfungsi untuk menghangatkan ruangan saat udara dingin. Pada tahapan-tahapan penelitian tersebut, maka metode yang digunakan yaitu metode pengumpulan data dan metode analisa. Hasil pembahasan analisa site dengan kondisi topografi kemiringan tanah ±24º,luasan KDB 2.368.73m², KDH 3.312m². sehingga konsep perencanaan Resort ini mengambil konsep bentuk ranting pada bangunan Resortnya. Pada area ini menggunakan konsep tropis sehingga perencanaan memiliki bangunan nyaman dengan adanya bukaan dan ventilasi pada banguna

    PERENCANAAN RESORT PADA WISATA BUAYA DI PANTAI KENYAMUKAN KOTA SANGATTA

    No full text
    Perencanaan Resort Pada Wisata buaya merupakan tempat untuk masyarakat berwisata yang di dalamnya ada habitat perairan tawar yang dilestarikan dan dijaga di daerah pantai kenyamukan Kota Sangatta. Adapun tujuan dari perencanaan ini yaitu membuat fasilitas penunjang Gedung Pengelola, Tour Guide, Penginapan, Menara Pengamatan buaya, Gallery Informasi Buaya, Restoran, Perpustakaan dan Toko Souvenir dengan Permasalahan Bagaimana merencanakan Resort dan Fasilitas penunjang di dalam mengembangkan wisata buaya di pantai kenyamukan kota sangatta. Pada hasil pembahasan diantaranya melakukan survey lapangan di Pantai Kenyamukan Kota Sangatta, kemudian menganalisa sebagai proses penelitian yang berupa analisa besaran ruang dengan luas sebesar 13.775 M2, yang terbagi pembagian ruang Ruang pengunjung wisata, Ruang pengelola, Ruang Service dan Ruang Penunjang. Untuk konsep perencanaan difokuskan pada bangunan fasilitas pengunjung berupa resort, dimana resort tersebut memiliki luasan 15.000 M2, yang bentuk bangunannya menyerupai gunung di ambil dari bentuk dasar persegi panjang dan segi tiga

    ANALISIS STABILITAS SHEET PILE SEBAGAI PERKUATAN TEBING SUNGAI ALAM STADION SEMPAJA SAMARINDA

    Get PDF
    Analisis dalam skripsi ini bertujuan untuk merencanakan dimensi dan stabilitas sheet pile dengan perhitungan manual serta mengetahui angka keamanan lereng dan displacement pada sheet pile dengan program Plaxis di sungai alam stadion sempaja Samarinda yang berada di jalan M. Yamin Kec. Samarinda Ulu Kota Samarinda, perhitungan tekanan tanah dengan menggunakan teori Rankine. Hasil yang didapatkan berdasarkan analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut: dari perhitungan manual, diperoleh total panjang sheet pile 4,3 m dan nilai momen maksimum sebesar 3,2 Ton.m. Digunakan turap/sheet pile wika CPC (Corrugated Prestressed Concrete) tipe W-325 A 1000 dengan cracking moment sebesar 11,4 Ton.m, nilai cracking moment turap lebih besar dari nilai momen maksimum jadi dianggap dapat dipakai sebagai perkuatan pada tebing sungai alam dan dari perhitungan dengan menggunakan program Plaxis, dengan perkuatan sheet pile beton pada panjang 4,3 m diperoleh nilai SF (angka keamanan) 2,2 ≥ 2 (aman) dengan displacement sheet pile sebesar 6,05 cm

    ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN JALAN MENURUT METODE BINA MARGA DAN PCI (PAVEMENT CONDITION INDEX) SERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA ( STUDI KASUS RUAS JALAN PAHLAWAN BUKIT RAYA - TENGGARONG SEBERANG, KAB.KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    The highway is an important facility for the community to be able to achieve a goal that they want, for that the community needs a safe and convenient highway for its users, and is expected to increase the industry and the economy of the community. But over time the road will experience a decline in conditions according to the increasing age of the road so that it will become an obstacle in the smooth running of a trip. Pahlawan Street uses a Flexible Pavement system, with some road bodies already using AC-BC surface layer and AC-WC, which are around the Hero's path. The length of the road to be studied is ± 10 KM, which at this time at some point in the damaged condition will be the cause of the damage to the road to find a good solution to overcome the damage. The stages of analysis in writing this thesis are by conducting an LHR survey, visual survey at the research location, determining the type and level of damage and measuring the dimensions of damage which includes the length, width and damage that occurs, calculating the area of damage, analyzing the surface damage conditions of the Build City Road - Gusik by calculating the PCI value and the overall Road Condition value using the Pavement Condition Index (PCI) method and the Bina Marga (1990) method. The results of the analysis based on the data obtained from the field survey shows that the value of road conditions or ratting given by Pavement Condition Index (PCI) is 79.79 for the overall average based on the PCI rating between 71 to 85 in very good condition and the value given by Bina Marga is 11.48 based on the priority value of the clan between 1 to 10, then routine maintenance is carried out

    THE PERFORMANCE OF THE SATSUIT TUBUN KAREL ROAD IN CITY SAMARINDA

    Get PDF
    Karel Satsuit Tubun road in Samarinda is a secondary arterial road that connects one primary and secondary area to another. The land use conditions found on the Karel Satsuit Tubun road are dominated by public buildings with general activities, namely settlements, shophouses and offices. Karel Satsuit Tubun in Samarinda belongs to the class III C road category. As the economy develops and the level of prosperity of the population increases, the level of travel increases, which occurs due to the need for transportation from the community, where people will always look for a faster, safer way and smooth. The increase in population and the amount of urbanization to urban areas will lead to a level of movement and density, so the need for transportation also increases. On this basis, a research was conducted on the performance of the Karel Satsuit Tubun road in Samarinda.The Performance Analysis of the Karel Satsuit Tubun Road Section uses the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI'1997), which is described based on Form UR-1 in the form of general and road Geometric Conditions, UR-2 in the form of advanced input data, namely Traffic and Composition Side barriers, UR-3 in the form of analysis of the speed of free flow of light vehicles, capacity and speed of light vehicles.In this Performance Analysis Study, the Karel Satsuit Tubun Road Section conducted a Khalid peak hour survey and the survey was conducted at 07.00-22.00. After calculating the existing data, Karel Satsut Tubun is 1480.76 pcu / hour and the service level is at level C, which means the current zone is stable, the driver is limited to choosing speed

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇