KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN DRAINASE DI JALAN DIPONEGORO 1, JALAN A. YANI DAN JALAN SUTOMO DESA SIDOMULYO KECAMATAN ANGGANA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Drainase adalah suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Maksud dan tujuan drainase adalah membuang air di atas permukaan tanah yang beriebihan, menurunkan dan menjaga permukaan air agak tidak terjadi genangan, sehingga akibat negatif dengan adanya genangan dan luapan air dapat dihindari. Jalan Diponegoro 1, Jalan A. Yani Dan Jalan Sutomo Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan aksen jalan yang sering banjir,oleh karena itu di harapakan bisa menjadi saran atau pedoman bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan daerah yang di teliti dalam bidang infrastruktur kota serta mengantisipasi akan kemungkinan banjir yang lebih besar di jalan Diponegoro 1, Jalan A. Yani Dan Jalan Sutomo Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara Metode yang digunakan untuk melakukan pengambilan data menggunakan metode gumbel dan metode log person type III. Dari hasil perhitugan debit rancangn 2,5,10 dan 25 tahun didapat nilai dimensi rencana pada setiap saluran
PERENCANAAN KAWASAN CAGAR BUDAYA MASJID SHIRATHAL MUSTAQIEM DI SAMARINDA DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP
Masjid Shirathal Mustaqiem yang berlokasi di Kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang, cukup dikenal sebagai masjid tertua yang terletak di kawasan tepi Sungai Mahakam. Karena Masjid Shirathal Mustaqiem ini adalah peninggalan sejarah dan termasuk Masjid tertua yang ada di Samarinda dengan konstruksi masjid yang sangat unik dan masih berdiri kokoh dari tahun 1891. Tujuan dari perancangan ini dilakukan adalah untuk memberikan gambaran terhadap kondisi eksisting masjid, memberikan fasilitas sarana dan prasarana penunjang untuk pengunjung yang ingin berwisata untuk studi, wisata religi dan beribadah di Masjid tertua di Samarinda.Tahapan penelitian melalui observasi langsung ke Masjid Shirathal Mustaqiem untuk mendapatkan informasi mengenai fasilitas dan sarana yang tersedia di lokasi eksisting. Dengan penerapan konsep arsitektur lansekap berupa Softscapes dan Hardscapes.Dari hasil pembahasan analisa besaran ruang dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 4355 m2, luas Koefisien Dasar Hijau 5231,25 m2 dari 10 massa yang sudah termasuk bangunan Masjid Shirathal Mustaqiem. Dengan menerapkan konsep Arsitektur Lansekap di Masjid Shirathal Mustaqiem menggunakan material Softscapes seperti jenis tanaman apa saja yang digunakan pada perencanaan dan Hardscapes yang akan diterapkan pada motif pattern islami untuk keramik di sekitar taman masjid. Dan menjadikan Masjid sebagai “Vocal Point” di Kawasan tersebut, karena banyak para pengunjung yang pergi kesana hanya bisa memotret Masjid tersebut dari satu sisi
ANALISIS KONTRAK KERJA (UNIT PRICE) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DPRD KOTA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR
Kontrak kerja yang dibuat antara pemilik proyek, selaku pengguna jasa (Owner) dengan penyedia jasa (Kontraktor). berkaitan dengan ketetapan dasar hukum dan target penyelesaian proyek, namun terkadang dalam tahap pelaksanaan pekerjaan saat di lapangan sering terjadi beberapa kendala - kendala yang mempengaruhi proses pembangunan proyek. Analisis dilakukan untuk mengetahui keefektifitasan kontrak kerja terhadap proses pembangunan dalam suatu proyek yang telah disepakati.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode uji validitas, uji realibilitas, dan uji regresi. Dimana data diperoleh dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder, yang kemudian dianalisis menggunakan metode statistika parametris dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penerapan kontrak kerja unit price pada proyek pembangunan Gedung DPRD kota samarinda Kalimantan timur masih banyak kendala yang mempengaruhi kontrak kerja tersebut
PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DENGAN BETON PRECAST SEBAGAI ALTERNATIF PERCEPATAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN
Pelaksanaan pekerjaan jalan lingkungan desa karang mulya umumnya dilaksanakan menggunakan metode cor langsung sehingga pengawasan proses pelaksanaan sulit terkontrol dalam hal pengendalian proporsi campuran dan pekerjaan perawatan beton yang mengakibatkan mutu beton yang disyaratkan sulit dicapai. Selain permasalahan kualitas pekerjaan metode ini juga menimbulkan masalah penutupan jalan dalam waktu yang relatif lama sehingga mengganggu akses masyarakat. Penggunaan beton precast menjadi diharapkan menjadi solusi karena dibuat dilokasi fabrikasi yang kualitasnya lebih terjamin dan waktu pelaksaan lebih singkat namun dalam pelaksanaanya dilapangan memerlukan pekerjaan tambahan yaitu pengangkatan dan penyambungan elemen beton precast, untuk itu dilakukan serangkaian penelitian dalam rangka mendapatkan dimensi beton precast yang bias diangkat menggunakan mobil crane dan merancang bentuk sambungan yang praktis dan kuat. Dari hasil rancangan didapat bahwa metode sambungan antar elemen precast dengan menggunakan jenis sambungan Baut, baik arah memanjang maupun arah melintang dapat dilaksanakan namun diperlukan ketelitian ukuran yang dibuat. Dimensi blok precast dibuat 3 m x2,5 m x20 cm dapat digunakan untuk membuat jalan lingkungan lebar 5 m. Dari hasil uji coba pengangkatan elemen precast dengan mobil crane masih dapat dilakukan karena berat setiap elemen berkisar 3 ton
MODIFIKASI PERENCANAAN GEDUNG DISPENDA PROVINDA KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA MENGGUNAKAN KOMPOSIT BAJA-BETON
INTISARI Struktur komposit merupakan penggabungan dua bahan atau lebih yang memiliki sifat dan karakteristik berbeda untuk bekerja sama dalam memikul momen pada struktur. Gedung Dispenda Kalimantan Timur Samarinda memiliki struktur beton konvensional yang akan dimodifikasi menjadi struktur komposit baja-beton. Penggunaan struktur komposit baja-beton dari beberapa penelitian mampu berikan kinerja yang lebih baik dari pada struktur konvensional dalam hal peningkatan kapasitas pembebanan serta kekakuan struktur karena struktur komposit baja-beton tiap bagiannya bekerja sama dalam memikul beban yang bekerja pada struktur. Dalam hal ini telah dilakukan perencanaan struktur komposit baja-beton dengan mengacu pada peraturan-peraturan yaitu SNI 03-2847-2002 Tata Cara Perhitungan Beton Untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1726-2012 Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan Gedung, SNI 03-1729-2012 Tata Cara Perencanaan Strutur Baja, SNI 03-1729-2015 Spesifikasi Untuk Bangunan Gedung Baja Struktural, dan SNI 03-1727-2013 Beban Minimum Untuk Perencanaan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. Dari hasil analisa dan perhitungan didapatkan hasil yaitu : tebal pelat atap dan lantai sebesar 15 cm menggunakan pelat bondek dengan tulangan Ø12-200 untuk pelat atap dan Ø14-200 untuk pelat lantai, pelat tangga dan bordes sebesar 9 cm menggunakan pelat bondek, dimensi untuk balok induk B1 488×300×11×18, dimensi untuk balok induk B2 294×200×10×15, dimensi untuk balok anak B3 244×175×7×11, dimensi untuk balok anak B4 194×150×6×9, dimensi untuk balok penumpu lift 400×200×8×13, dimensi untuk balok penggantung 400×200×8×13, dimensi untuk balok utama tangga 200×100×5,5×8, dimensi untuk kolom K1 600×600 dengan dimensi baja 350×350×12×19, dimensi untuk kolom K2 500×500 dengan dimensi baja 300×300×10×15
ANALISA STRUKTUR ATAS JEMBATAN KOMPOSIT PADA JEMBATAN MUANG BAYUR KECAMATAN SAMARINDA UTARA
Jembatan Muang Ilir, Kecamatan Samarinda Utara merupakan jembatan yang sangat diperlukan warga. Jembatan ini menghubungkan jalan Muang dengan Bayur dan juga bisa sebagai jalur utama untuk para pengguna jalan yang ingij menuja ke bandara APT Pranoto. Kondisi jembatan ini sangat memprihatinkan, karena jembatan tersebut hanya bisa dilewati dengan motor dan jembatan tersebut terbuat dari kayu, sehingga perlu dilakukan pembagunan ulang jembatan tersebut. Pembangunan ulang pada jembatan ini adalah berupa jembatan komposit dan hasil dari pembangunan jembatan komposit diharapkan dapat dilewati oleh kendaraan – kendaraan berat dan ringan.Analisa jembatan ini merupakan proses perencanaan ulang struktur atas dan bawah dengan bentang jembatan 30 meter dan lebar jembatan 7,5 meter. Analisa struktur atas ini dilakukan beberapa tahap, yaitu menghitung pembebanan yang terjadi pada pada jembatan tersebut, kemudian mendesain profil yang digunakan dan mengecek keamanan strukturnya menggunakan software, mendesain penulangan pada plat kendaraan, dan menghitung sambungan baut pada jembatan.Hasil analisa jembatan komposit didapatkan bahwa Jembatan Muang Ilir menggunakan girder memanjang baja WF 900 ´ 300 ´ 25 ´ 16, girder melintang WF 700 ´ 300 ´ 24 ´ 13. Sambungan rangka baja pada struktur atas disambung menggunakan baut mutu tinggi type 490 diameter 3,81 milimeter
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN ESTIMASI BIAYA PADA RUAS JALAN POROS SAMARINDA-MUARA KAMAN DESA GIRI AGUNG KECAMATAN SEBULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Perkerasan jalan adalah campuran agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah berupa batu pecah, batu belah, batu. Bahan pengikat yang dipakai adalah berupa aspal, semen dan tanah liat. Perkerasan jalan harus memenuhi persyaratan kekuatan, awet, kedap air, rata, tidak licin, murah dan mudah dikerjakan. Sedangkan lapisan atas badan jalan menggunakan bahan khusus yang secara konstruktif harus lebih baik dari pada badan jalan. Jalan Poros Samarinda-Muara Kaman Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara adalah akses utama Kecamatan Sebulu Dan Muara Kaman menuju kota-kota besar di Kalimantan Timur. Kinerja perkerasan jalan dilihat dari kemampuan perkerasan itu menerima beban berulang yang bekerja di atasnya. Setiap kali muatan lewat, terjadi deformasi pada permukaan perkerasan. Perhitungan tebal perkerasan lentur selama umur rencana 10 tahun, menggunakan Metode Komponen 1987 atau Pd T-14-2003. Hasil penelitian perkerasan lentur di dapat tebal lapisan pondasi bawah menggunakan aggregat klas B CBR 50% dengan tebal 15 cm, lapisan pondasi atas menggunakan aggregat klas A CBR 100% dengan tebal 20 cm, lapisan permukaan menggunakan laston (AC-BC) dengan tebal 5 cm dan Lapisan AC WC dengan tebal 4 cm. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada ruas jalan Poros Samarinda – Muara Kaman Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dengan menggunakan metode Bina Marga didapat nilai sebesar Rp. 8.282.740.000,00 (Delapan Miliar Dua Ratus Delapan Puluh Dua Juta Tujuh Ratus Empat Puluh Ribu Rupiah )
PERENCANAAN TAMAN SATWA LOKAL DI TENGGARONG DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSEKAP
Penelitian ini bertujuan merencanakan Taman Satwa Lokal di Tenggarong dengan Penekanan Arsitektur Lnasekap. Dengan tujuan untuk pendukung terhadap sektor kepariwisataan di Kota Tenggarong sebagai Ibu Kota Kabupaten dengan berkunjung menikmati keunikan fauna yang belum ada di Tenggarong. Pendekatan Arsitektur lansekap untuk menjadikan konsep konservasi tumbuhan yang mampu mewadahi interaksi satwa dan perilaku manusia. Sehingga menghasilkan Taman Satwa Lokal dengan Penekanan Arsitektur Lansekap, dengan konsep satwa yang dapat beraktivitas selayaknya berada di habitatnya dan sebagai pengunjung dapat menikmati nuansa alami. Penelitian ini juga dengan melakukan beberapa metode penelitia
IDENTIFIKASI JENIS KERUSAKAN PADA RUAS JALAN (Studi Kasus : Ruas Jalan Wahid Hasyim II Sempaja Kota Samarinda)
Dari identifikasi jenis kerusakan permukaan jalan Wahid Hasyim II sempaja Samarinda, Penilaian kondisi permukaan jalan merupakan salah satu tahapan untuk menentukan jenis program rehabilitas yang perlu dilakukan. Dua metode yang dapat digunakan dalam melakukan mengidentifikasi jenis kerusakan jalan adalah metode Bina Marga dan metode PCI (Pavement Condition Index). Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan apa saja jen jenis kerusakan permukaan pada ruas jalan Wahid Hasyim II Sempaja Samarinda berdasarkan kedua metode tersebut dan menentukan berapa nilai indeks kondisi perkerasan lentur. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survey kerusakan jalan. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode Bina Marga didasarkan pada rentang nilai 0 sampai lebih dari 7, sedangkan metode PCI merangking kondisi perkerasan dari nilai 0 hingga 100. Hasil identifikasi jenis kerusakan pada ruas jalan Wahid Hasyim II Sempaja Samarinda dengan metode Bina Marga dan metode PCI ternyata menghasilkan penilaian yang relatif sama, yaitu kondisi ruas jalan tersebut masih dalam kondisi wajar namun memerlukan pemeliharaan dan perbaikan. Dalam melakukan rehabilitas kerusakan jalan perlu adanya rencana anggaran biaya. Rencana Anggaran Biaya yang telah di perhitungkan sesuai dengan volume kerusakan dan Analisa harga satuan yang akan di lakukan rehabilitas di ruas jalan wahid hasyim II sempaja kota samarinda adalah sebesar Rp. 4,026,234,057 (Empat miliar dua puluh enam juta dua ratus tiga puluh empat ribu lima puluh tujuh rupiah)
PERENCANAAN WAHANA BERMAIN PROFESI ANAK DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR METAFORA DI KOTA SAMARINDA
Bermain memberikan kesempatan pada anak untuk mengembangkan kemampuan emosional, fisik, sosial dan nalar. Permainan fokus di terapkan pada ciri khas Kota samarinda yaitu makanan khas samarinda dan kebudayaan desa pampang. Saat ini permainan profesi sudah ada akan tetapi masih belum terlengkapi fasilitas yang memadai untuk anak-anak. Maka dilakukan penelitian dengan tujuan merencanakan wahana bermain profesi anak dengan penekanan metafora dengan batasan masalah untuk pelaku kegiatan yaitu anak-anak usia 0-5 tahunHasil penelitian menunjukan besaran ruang dengan luas koefisien dasar bangunan sebesar 6.410,9795 m2, luas koefisien dasar hijau sebesar 5.636,606 m2 dengan pembagian 78 ruangan dari 9 massa bangunan. Rencana lokasi site berada di Jl.Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, sehingga perencanaan menggunakan konsep metafora, dimana transformasi bentuk persegi panjang dan lingkaran yang membentuk lego dan untuk gubahan massa bangunan yaitu radial yang mengelilingi bangunan. Konsep metafora yang mengikuti bentuk lego karena permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak