KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISA MANAJEMEN BAHAN DENGAN METODE MRP PADA PEMBANGUNAN PROYEK KANTOR KESEHATAN RS. DIRGAHAYU SAMARINDA
Dalam pelaksaanaan suatu proyek, Pengadaan material atau bahan merupakan bagian penting dari sebuah pekerjaan proyek konstruksi, dimana manajemen bahan material merupakan salah satu bagian penting dari suatu proyek yang nilainya hampir mencapai setengah dari total biaya pekerjaan, sehingga harus di rencanakan secara teliti dan benar. Oleh karena itu manajemen yang tepat untuk membeli, menyimpan, mendistribusikan dan menghitung bahan konstruksI dengan material requirement planning (MRP) menjadi sangat penting dan di butuhkan dalam suatu proyek.Biasanya di dalam suatu proyek konstruksi terjadi kelebihan persediaan bahan ataupun sebaliknya. Kelebihan persediaan bahan merupakan suatu hal yang bisa di bilang pemborosan karena terjadi investasi yang berlebihan atau tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari suatu proyek, diperlukan metode MRP (Material Requirement Planning), untuk menghitung kebutuhan bahan dalam menunjang pelaksanaan kegiatan dilokasi proyek harus ditentukan dengan cara melakukan perhitungan berdasarkan jadwal Induk Proyek (Time Schedule), sehingga jumlah dan jenis bahan yang di perlukan tidak mengalami kelebihan ataupun kekurangan persediaan bahan
ANALYSIS OF THE PRICE UNIT PRICE CONTRACT IN THE REHABILITATION CONSTRUCTION PROJECT BUILDING FACILITIES OF PUBLIC WORKS AND THE ADMINISTRATION OF THE SAMARINDA CITY SPACE
The contract is an agreement between the service user (owner) and the service provider (contractor) to make a transaction in the form of a capability between the service provider to do something for the service user with a sum of money in exchange for the results of negotiations and negotiations between the two parties. The contract is an agreement between the service user (owner) and the service provider (contractor) to make a transaction in the form of a capability between the service provider to do something for the service user with a sum of money in exchange for the results of negotiations and negotiations between the two parties. n this study the validity test and reliability test are used to determine an item to be used. The application of work contracts in the construction projects for public works infrastructure and public space construction in Samarinda is still poorly implemented in the field. And as for the indicators that affect the employment contract there are still many obstacles that affect the contrac
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI UNTUK MENUNJANG PARIWISATA WILAYAH PESISIR SELATAN KABUPATEN BERAU
Pesisir Selatan Kabupaten Berau merupakan bagian dari kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah ini terdiri dari lima Kecamatan, yaitu Kecamatan Tabalar, Lempake, Talisayan, Batu Putih dan Kecamatan BidukBiduk. Potensi pariwisata daerah ini sudah tidak di ragukan lagi keindahan alam nya. yang juga merupakan salah satu aset yang sangat diunggulkan dalam membantu roda perekonomian di wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Berau khususnya dalam bidang pariwisata. Untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata kawasan wilayah Pesisir Selatan Kabupaten Berau, Pemerintah Daerah perlu merencanakan strategi pengembangan transportasi yang lebih baik. Kondisi akses yang cukup jauh dan jaringan jalan yang sebagian besar mengalami kerusakan mengakibatkan waktu tempuh serta tingkat pelayanan jalan rendah. Hal ini menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan terutama dalam hal pemborosan biaya, waktu, bahan bakar, serta rendahnya kinerja ruas jalan itu sendiri. Permasalahan transportasi tersebut yang menyebabkan perkembangan pariwisata di daerah ini kurang mengalami kemajuan tidak seperti daerah-daerah lainnya. Dari hasil penelitian dapat diketahui posisi untuk analisa SWOT pengembangan dan rencana strategi transportasi wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau berada pada Kuadran I dengan sumbu (X,Y) = 0767 ; 0,764. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan jaringan trasportasi wilayah pesisir selatan Kabupaten Berau mempunyai kekuatan dan peluang dengan strategi S-O (Strengh – Opportunity)
EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT INCHE ABDOEL MOEIS DENGAN SISTEM BIOFILTER ANAEROB - AEROB KOTA SAMARINDA
Rumah Sakit inche Abdoel Moeis Merupakan rumah sakit negeri kelas C yang beralamat di jalan HAMM Rifaddin kota samarinda kalimantan timur. rumah sakit ini mempunyai luasan tanah 12,4 Ha dengan luas bangunan 12.175.06 M2 yang terdiri dari 2 lantai dengan rencana kapasitas pelayanan pasien adalah sebanyak 156 (seratus tiga puluh) tempat tidur (sumber data rumah sakit). dari hasil penelitian saya maka di dapatlah jumlah rata-rata jiwa perhari di rumah sakit 547 orang dengan pemakaian air rata perhari 120 liter perhari dalam satu hari rumah sakit ini menghasilkan 65 m air limbah. pada pengolahan air limbah biofilter anaerob - aerob terdapat macam-macam bak pengolahannya yaitu bak pemisah lemak/minyak, bak equalisasi / bak sumur pengumpul, bak pengedapan akhir. dengan empat sambungan saluran tertutup yakni sambungan dari sumber limbah, saluran tersier, saluran skunder, saluran primer
ANALISA VOLUME LALU LINTAS TERHADAP KAPASITAS JALAN KH. HASYIM ASHARI KOTA SAMARINDA
Ruas Jalan KH. Hasyim Ashari merupakan jalan penghubung antara Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara serta Kota Balikpapan terdapat banyak aktifitas mobilisasi pergerakan arus lalu lintas maka dilakukan analisis volume lalu lintas dan kapasitas jalan untuk mengukur kinerja dan tingkat pelayanan untuk ruas Jalan KH. Hasyim Ashari. Adapun Analisis Volume Lalu Lintas Jalan KH. Hasyim Ashari mennggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997) yang di jelaskan dalam Formulir UR-1 dalam bentuk kondisi umum dan geometric, UR-2 dalam bentuk input data yang mengalir dan komposisi lalu lintas canggih dan hambatan samping, UR-3 dalam bentuk analisis adalah aliran kecepatan arus bebas kendaraan ringan, kapasitas, dan kecepatan kendaraan ringan. Dalam penelitian ini survey di lakukan selama 3 bulan, , yaitu pada Januari 2019 selama 1 bulan, untuk melengkapi data di lakukan kembali pengamatan di bulan Februari dan maret 2019 di 4 segmen. Survey ini dilakukan pada jam 06.00 pagi s/d 22.00 malam. Setelah di lakukan analisis terhadap data yang ada, Volume lalu lintas tertinggi Segmen 1, jam puncak terjadi pada hari Jumat, di dapat Volume lalu lintas sebesar 1178,45 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,36, Kecepatan 39 km/jam, Waktu tempuh 0,0077 jam, dan Tingkat pelayanan B, yang berarti Kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Volume lalu lintas tertinggi Segmen 2, jam puncak terjadi pada hari Jumat, di dapat Volume lalu lintas sebesar 1235,65 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,38, Kecepatan 39 km/jam, Waktu tempuh 0,0077 jam, dan Tingkat pelayanan B, yang berarti Kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Volume lalu lintas tertinggi Segmen 3, jam puncak terjadi pada hari Senin, di dapat Volume lalu lintas sebesar 1244,05 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,38, Kecepatan 39 km/jam, Waktu tempuh 0,0077 jam, dan Tingkat pelayanan B, yang berarti Kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan. Volume lalu lintas tertinggi Segmen 4, jam puncak terjadi pada hari Selasa, di dapat Volume lalu lintas sebesar 1175,85 smp/jam, Derajat Kejenuhan 0,36, Kecepatan 39 km/jam, Waktu tempuh 0,0077 jam, dan Tingkat pelayanan B, yang berarti Kondisi arus stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan
STUDI PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN RIMBAWAN, JALAN ANGGUR, JALAN PRAMUKA, JALAN IR. SUTAMI, JALAN CENDANA DI KOTA SAMARINDA
Winaldi Ratu Studi Perencanaan Pemeliharaan Jalan Rimbawan, Jalan Anggur, Jalan Pramuka, Jalan Ir. Sutami, Jalan Cendana di Kota Samarinda dibawah bimbingan Musrifah Tohir, ST.,MT dan Robby Marzuki, ST.,MT Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Karena begitu pentingnya fungsi jalan, maka agar fungsi dari jalan itu sendiri dapat dimaksimalkan oleh penggunanya diperlukan kondisi jalan yang baik. Penelitian ruas Jalan Rimbawan, Jalan Anggur, Jalan Pramuka, Jalan Ir. Sutami, Jalan Cendana ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode AASTHO 93, yang diuraikan berdasarkan jenis-jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, data CBR tanah dan data LHR. Dalam penelitian ini dapat dihasilkan penggolongan tingkat kerusakan pada setiap jalan seperti pada ruas jalan Rimbawan dengan nilai PCI 50 ( Cukup ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 44 cm, Jalan Anggur dengan nilai PCI 46 ( Cukup ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 84 cm, Jalan Pramuka dengan nilai PCI 47 ( Cukup ) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 81 cm, Jalan Ir. Sutami dengan nilai PCI 0 ( Gagal ) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 70 cm dan pada Jalan Cendana dengan nilai PCI 12 ( Sangat Jelek ) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 50 cm
ANALISA KAPASITAS DAYA TAMPUNG SUBDAS KARANG ASAM BESAR KAWASAN LOK BAHU KOTA SAMARINDA
Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak di aliri oleh aliran sungai. Secara sederhana banjir dapat didefinisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Daerah Lok Bahu merupakan kawasan industri, perdagangan, pembangunan, perumahan merupakan daerah berkembang, sehingga apabila terjadi banjir maka dapat menghambat laju perekonomian masyarakat Lok Bahu. Sehingga diperlukan suatu tindakan yang cepat dan tepat dalam menangani banjir di kawasan Lok Bahu. Metode untuk menghitung curah hujan rancangan adalah Metode Gumbel dan Metode Log Person type III. Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional. Alternatif yang ditawarkan untuk mengendalikan banjir di kawasan Lok Bahu adalah membangun suatu kanal banjir, yang gunanya untuk menampung debit banjir yang ada. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi kanal banjir rencana adalah tinggi basah 2 meter, lebar bawah 7 meter dan tinggi jagaan adalah 1,06 meter. Dimensi kanal rencana ini diperkirakan dapat menampung debit banjir rancangan 25 tahun mendatang. Namun selagi menunggu pembangunan kanal terealisasi langkah yang tepat adalah dilakukannya normalisasi sungai Karang Asam Besar di kawasan Lok Bahu
ANALISA NILAI CBR AGREGAT LATERIT EXS.MAKROMAN DENGAN PENAMBAHAN TANAH PILIHAN SEBAGAI MATERIAL LAPIS PONDASI BAWAH (LPB)
Perencanaan jalan memerlukan kriteria dari semua lapisan konstruksi yang memenuhi standar, termasuk lapis pondasi bawah (sub base course). Sebelum menggunakan material lapis pondasi bawah di lapangan, diharuskan untuk melakukan beberapa pengujian di laboratorium apakah material lapis pondasi bawah yang akan digunakan memenuhi standar yang ada. Pengujian material di laboratorium yang terdiri dari beberapa jenis pengujian yaitu berat jenis, batas cair dan batas plastis (Atterberg Limit), abrasi, pemadatan, dan California Bearing Ratio (CBR). Pada pengujian material dicoba dengan penambahan tanah pilihan dengan variasi 10%, 20% 30%. Dari hasil pengujian CBR hanya satu variasi campuran yang memenuhi syarat sebagai material lapis pondasi bawah yaitu dengan campuran tanah 20% yang nilai CBR minimumnya 60%. Selanjutnya dilakukan pengujian dikombinasikan dengan agregat palu dengan komposisi (agregat laterit 35%, agregat palu 50%, tanah 15%) diperoleh nilai CBR sebesar 78% dengan nilai Gs = 2,748 gr/cc, γd max = 1,667 gr/cm3 , pada Wopt = 17,02%. Pada komposisi (agregat laterit 25%, agregat palu 50%, tanah 25%) diperoleh nilai CBR sebesar 96% dengan nilai Gs = 2,748 gr/cc, γd max = 1,702 gr/cm3 , pada Wopt = 18,02%. Sedangkan pada komposisi (agregat laterit 20%, agregat palu 60%, tanah 20%) diperoleh nilai CBR sebesar 88% dengan nilai Gs = 2,748 gr/cc, γd max = 1,740 gr/cm3 , pada Wopt = 16,02%. Sehingga nilai CBR memenuhi standar material lapis pondasi bawah, dimana standar CBR minimumnya sebesar 60%
ANALISA KONTRAK KERJA KOSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG GEREJA KATEDRAL SANTA MARIA DI SAMARINDA
Kontrak merupakan kesepakatan antara pihak pengguna jasa dan penyedia jasa untuk melakukan transaksi berupa kesanggupan antara pihak penyedia jasa untuk melakukan sesuatu bagi pihak pengguna jasa, dengan sejumlah uang sebagai ibalan yang terbentuk dari hasil negosiasi dan perundingan antara kedua belah pihak. Kontrak kerja ini menjadi fokus dalam mengadakan suatu kegiatan jasa konstruksi, dikarenakan substansi kontrak yang memuat kepentingan hak dan kewajiban para pihak dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Di dalam konsep jasa konstruksi dikenal adanya kontrak kerja konstruksi yang merupakan landasan bagi penyelenggaraan jasa konstruksi di Indonesia. Di dalam pasal 1 ayat (5) dituangkan dalam peraturan perundang-undangan Nomor 18 tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi, kontrak kerja adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan hukum antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi. Dalam penelitian di gunakan metode uji validitas dan uji realibilitas dengan bantuan spss untuk menentukan suatu item yang akan digunakan. Penerapan kontrak kerja masi kurang diterapkan dilapangan. Dan masi banyak kendala yang mempengaruhi kontrak tersebut
ANALISA KONTRUKSI PEKERASAN LENTUR DAN PEKERASAN BETON SEMEN PADA PENINGKATAN RUAS JALAN PAHLAWAN KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG
Perkerasan jalan adalah campuran agregat dan bahan pengikat yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Agregat yang dipakai adalah berupa batu pecah dan batu belah. Bahan pengikat yang dipakai adalah berupa aspal, semen dan tanah liat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa tebal pekerasan jalan yang ideal dilakukan di ruas Jalan Pahlawan Kecamatan Tenggarong Seberang. Kinerja perkerasan jalan dilihat dari kemampuan perkerasan itu menerima beban berulang yang bekerja di atasnya. Setiap kali muatan lewat, terjadi deformasi pada permukaan perkerasan. Perhitungan tebal perkerasan lentur pekerasan beton semen selama umur rencana 10 tahun, menggunakan Metode Komponen 1987 atau Pd T-14-2003. Hasil penelitian di dapat tebal perkerasan lentur di dapat tebal lapisan pondasi bawah menggunakan aggregat klas B dengan tebal 20 cm, lapisan pondasi atas menggunakan aggregat klas A dengan tebal 10 cm, lapisan permukaan menggunakan asbuton (AC-BC) dengan tebal 5 cm. Dari hasil perhitungan tebal perkerasan kaku di dapat tebal lapisan, lapisan perkerasan beton semen dengan beton K-300 dengan tebal 20 cm