KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    STUDI PERUBAHAN KONTRAK DAN JUSTIFIKASI TEKNIS PADA PAKET PEMELIHARAAN JALAN DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Jalan merupakan sarana dan prasarana penting yang ada di Kalimantan Timur khususnya kota Samarinda, agar menunjang sarana  tersebut maka pemerintah provinsi Kalimantan timur khususnya dinas pekerjaan umum bidang bina marga melakukan pemeliharaan jalan di kota SamarindaPenyusunan addendum kontrak dalam kegiatan peningkatan ini berlandaskan hukum seperti Keppres 80 Tahun 2003, Perpres No 54 Tahun 2010, Perpres No 70 Tahun 2012, Permen No.1105/PMK.06 Tahun 2005 dan Undang – undang Jasa Konstruksi No 18 Tahun 1999.            Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil

    PERENCANAAN MUSEUM KAPAL MOTOR DI TENGGARONG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS

    Get PDF
    Kota Tenggarong memiliki Sungai Mahakam yang menghubungkan antar Kabupaten Kutai Barat sampai Kota Samarinda. Dengan panjang sungai mencapai 920 Kilometer.  Dengan ini akan dibuatnya perencanaan Museum Kapal Motor, pada tahapan penelitian ini berupa metode pengumpulan data primer dan sekunder, metode analisa terdiri analisa kebutuhan ruang, besaran ruang, hubungan ruang, site, Koefisien Dasar Bangunan dan Koefisien Dasar Hijau, ruang dan gubahan ruang, massa dan gubahan massa, bentuk, struktur, utilitas. Konsep bangunan dengan penekanan arsitektur tropis pada penerapan pencahayaan bangunan Museum.Jumlah besaran ruang 6,341.7 m2 terbagi dengan luas Koefisien Dasar Bangunan 6,341.7 luas Koefisien Dasar Hijau 4,227.8, untuk analisa site pada penelitian yaitu meninjau seperti drainase, arah angin, matahari. analisa utilitas seperti air bersih, kotor, hujan dan pemipaan pada area Museum. Jenis Kapal di pamerkan yaitu, kapal motor angkutan barang, tambang, angkutan kendaraan dengan konsep terklaster berupa penyusunan massa pada site, transformasi bentukan kapal menyerupai kapal angkutan Bis Air Sungai Mahakam, dan sejarah-sejarah Kapal

    STUDY ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN DATA SONDIR DAN DATA KALENDERING PADA BANGUNAN GEDUNG ASRAMA BLK PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Pondasi tiang berfungsi untuk memikul dan menahan beban yang bekerja. Setiap pondasi harus mampu mendukung beban sampai batas keamanan yang telah ditentukan, termasuk mendukung beban maksimum yang mungkin. Analisis daya dukung tiang pancang sangat diperlukan untuk mendapatkan perencanaan pondasi yang memenuhi persyaratan. Banyak metode perhitungan untuk menganalisis daya dukung tiang pancang, namun perlu dipertimbangkan metode mana yang lebih memenuhi, untuk itu perlu dilakukan analisis daya dukung dari beberapa metode berdasarkan data lapangan dengan menggunakan data sondir dan dibandingkan satu sama lainnya, sehingga didapatkan hasil yang lebih realistis. Data yang digunakan untuk menganalis daya dukung pondasi tiang pancang menggunakan data pondasi tiang pancang pada gedung BLK Provinsi Kalimantan Timur, meliputi data struktur gedung untuk analisis pembebanan, kalendering, dan data penyelidikan tanah dengan sondir untuk menentukan daya dukung pondasi dengan metode Meyerhoff. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung tiang tunggal mununjukkan Metode Meyerhoft lebih realistis, karena nilainya mendekati nilai rata-rata daya dukung tiang tunggal sebesar 29,49 ton. Jumlah tiang pancang dari masing-masing metode berbeda satu sama lainnya, nilai daya dukung tunggal yang rendah akan menghasilkan jumlah tiang yang lebih besar, hal ini terjadi pada metode Meyerhof. Jumlah tiang pancang sangat mempengaruhi nilai daya dukung tiang kelompok, semakin banyak tiang pancang yang digunakan, maka nilai daya dukung tiang kelompok juga semakin besar dan semakin aman untuk memikul beban konstruksi, akan tetapi kurang ekonomis

    Analisa Pemanfaatan Agregat Halus Lokal Untuk Campuran Beton Sebagai Perbandingan Agregat Halus Ex. Palu Dengan Bahan Tambah Consol P 102 HE

    Get PDF
    Beton pada umumnya tersusun dari material penyusun utamanya yaitu semen, agregat halus, agregat kasar, dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Tujuan penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan membandingkan kuat tekan beton dengan bahan tambah adiktif dan non adiktif yang dibuat dengan menggunakan metode SNI 03-2847-2013. Untuk mendapatkan kualitas pasir yang baik sebagai campuran beton, maka perlu diketahui karakteristik pasir yang akan digunakan, sehingga dapat ditentukan pasir yang paling baik untuk dimanfaatkan. Bahan material agregat halus ex. Palu, ex. Simpang Pasir ex. Anggana ex. Tenggarong dan agregat kasar ex. Palu untuk mencapai kuat tekan beton fc’ 30 Mpa. Penelitian ini dilakukan di laboratorium PT. Focon Indo Beton dengan penggunaan bahan material tersebut untuk pembuatan sampel beton pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dengan menggunakan cara perhitungan mix design dan perhitungan faktor koreksi. Dari hasil penelitian Kuat tekan beton rencana f’c = 30 Mpa pada bahan material agregat halus ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu dengan penambahan Consol P 100 HE kuat tekannya lebih besar 5.02%, sedangkan untuk agregat ex. Simpang Pasir dan ex. Palu 6.2 %, agregat ex. Anggaana dan ex. Palu 9.9%, dan agregat ex. Tenggarong dan ex. Palu 6.2%. Melihat hasil tersebut pasir ex. Anggana dapat dijadikan acuan untuk pengganti pasir ex. Palu jika pasir ex. Palu susah didapat

    PERENCANAAN PANTI JOMPO DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR TROPIS DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Panti jompo merupakan lembaga sosial yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan sosial dan kebutuhan hidup lansia. Kota Samarinda masih kekurangan Panti Jompo sebagai wadah bagi mereka untuk tinggal, panti jompo direncanakan menerima pelayanan lansia dengan umur 60 tahun keatas sesuai dengan UU. No.13 Tahun 2018 Tentang Kesejahteraan Lansia. Dalam perencanaan panti jompo ini melalui beberapa tahap seperti metoda pengumpulan data setelah diperoleh selanjutnya diolah melalui pendekatan yang sesuai dengan lingkup analisis dan kemudian keputusan pemecahan masalah yang telah dianalisis ini dituangkan dalam bentuk konsep desain yang akan diterapkan. Setelah itu analisa perencanaan panti jompo dirincikan seperti memperhatikan beberapa tahapan seperti kebutuhan ruang dan aktivitas, analisa KDB DAN KDH, analisa terhadap tapak, analisa terhadap bentuk dan material, analisa struktur, dan utilitas bangunan sehingga terbentuk susunan menuju konsep perencanaan panti jompo. Konsep perencanaan dilakukan dengan pendekatan konsep Arsitektur Tropis yang akan diterapkan ke bangunan panti jompo, seluruh bangunan yang akan direncakanan di panti jompo akan mengikuti kaidah konsep Arsitektur Tropis.Panti Jompo dengan penekanan Arsitektur Tropis ini diharapakan sebagai pemecah masalah atas kurangnya panti jompo yang ada di kota Samarind

    ANALISA MANAJEMEN WAKTU DENGAN METODE CPM DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN KEMBALI SDN 012 KELURAHAN RAPAK DALAM KECAMATAN SAMARINDA SEBERANG

    Get PDF
    Dengan sumber daya manusia yang menjanjikan yang tersebar diseluruh samarinda. Salah satu kota yang terdapat di provinsi Kalimantan timur yaitu kota samarinda, yang memiliki potensi besar dalam perkembangan mencerdaskan bangsa. Pemerintah kota samarinda melakukan pembangunan kembali SDN 012 kelurahan rapak dalam kecamatan samarinda sebrang. sebagai salah satu sekolah yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah dalam hal pembangunan infrastruktur.. Penelitian ini akan menganalisa penjadwalan waktu yang berkaitan dengan durasi optimal, lintas kritis dan jaringan kerja yang dapat dibuat pada kegiatan pada kegiatan pembangunan kembali SDN 012 kelurahan rapak dalam kecamatan samarinda sebrang dengan menggunakan metode CPM dan PERT. Pada metode Critical path method (CPM) didapatkan waktu optimal penyelesaian sekitar 411 hari sedangkan untuk metode PERT didapatkan waktu penyelesaian 418 hari. Adapun jalur kritis pada proyek ini adalah pada kegiatan A1 (Papan nama proyek) – A3 (Serobong Kerja) – B1 (Pembersihan Lokasi Termasuk bongkaran dinding existing) – B2-3 (Urugan tanah) – C (Pekerjaan sub struktur) – D1 (Pondasi Type P1) – D3 (Pondasi Type P3) – D11 (Balok Sloof.) – D4 (Plat Lantai) – D5 (Kolom ) – D2.4 (Plat Lantai 2) – F1 (Pekerjaan kolom dan pasangan dinding) – F3 (Pekerjaan lantai) – F2 (Pekerjaan pintu/ jendela) – F5 (Pekerjaan finishing) – F6 (Pekerjaan sanitair & septiktank) – G (Pekerjaan pagar gerbang, pagar keliling & halaman

    STUDI BENTUK DAN LAYOUT DINDING GESER (SHEAR WALL) TERHADAP PERILAKU STRUKTUR GEDUNG BERTINGKAT

    Get PDF
    Prinsip utama yang harus diperhatikan dalam merancang struktur bangunan bertingkat yaitu meningkatkan kekuatan struktur terhadap gaya lateral, terutama gaya gempa. Salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk meningkatkan kinerja struktur bangunan tingkat tinggi dalam mengatasi simpangan horisontal adalah dengan pemasangan dinding geser. Fungsi dinding geser dalam suatu struktur bertingkat adalah menambah kekakuan struktur dan menyerap gaya geser yang besar seiring dengan semakin tingginya struktur bangunan. Bentuk dan penempatan dinding geser pada lokasilokasi tertentu yang cocok dan strategis dapat berpengaruh terhadap simpangan antar lantai dan tahanan beban horisontal pada struktur gedung. Metode penelitian berupa analisis struktur gedung 10 lantai dengan 4 pemodelan dinding geser dengan kegunaan gedung sebagai hotel. Metode yang digunakan adalah analisis dinamik respon spektrum dengan perhitungan menggunakan program analisis struktur ETABS v.9.7.2. Hasil analisis menunjukkan nilai simpangan dari 4 pemodelan tersebut memenuhi persyaratan ∆i < ∆a yaitu ∆i < 80 mm dan perbandingan nilai presentase Base Shear pada kontrol sistem ganda pada Model 1 RSPX arah X 28%:72% dan arah Y 7%:93% sedangkan RSPY arah X 4%:96 % dan arah Y 44%:56%. Pada Model 2 RSPX arah X 22%:78% dan arah Y 8%:92%, sedangkan RSPY arah X 12%:88 % dan arah Y 27%:73%. Kemudian pada Model 3 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 26%:74%, sedangkan RSPY arah X 25%:75 % dan arah Y 48%:62%. Dan Pada Model 4 RSPX arah X 31%:69% dan arah Y 23%:77%, sedangkan untuk RSPY arah X 22%:78 % dan arah Y 38%:62%

    ANALISA PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA DAN MANUAL DESAIN PERKERASAN PADA RUAS JALAN MALINAU – MENSALONG

    Get PDF
    Ruas jalan Malinau – Mensalong merupakan jalan provinsi yang menghubungkan beberapa daerah penting di Provinsi Kalimantan Utara. Di 2018 ini ruas jalan tersebut sedang dalam proses perbaikan dikarenakan banyaknya kerusakan pada badan jalan di ruas jalan tersebut, seperti banyaknya bagian aspal – aspal yang sudah terkelupas dan juga berlubang yang membuat pengguna kendaraan bermotor merasa tidak nyaman.Dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan perencanaan tebal perkerasan menggunakan Metode Bina Marga tahun 2013 dengan Manual Desain Perkerasan Jalan Tahun 2013. Dalam penelitian ini, konstruksi jalan di rencanankan menggunakan perkerasan lentur (flexible pavement)Dari hasil perbandingan metode di dapat tebal perkerasan masing – masing. Untuk metode Bina Marga 2013 didapat tebal AC-WC sebesar 14 cm, AC-BC sebesar 7,5 cm, LPA sebesar 10 cm, LPB sebesar 20 cm, sedangkan metode Manual Desain Perkerasan didapat tebal AC-WC sebesar 4 cm, AC-BC sebesar 13,5 cm, CTB sebesar 15 cm, LPA sebesar 15 c

    ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI DENGAN SOFTWARE CROPWAT 8.0 DI DAERAH IRIGASI BELIMAU SAMARINDA

    Get PDF
    Muhammad Ali Wardana, 2019, ANALYSIS OF IRRIGATION WATER REQUIREMENTS WITH CROPWAT 8.0 SOFTWARE IN VELVET IRRIGATION AREAS, Thesis, Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University August 17, 1945.Water is a natural resource that is very important for the survival of all living things. Water is also very necessary for industrial activities, fisheries, agriculture, and other businesses. In the use of water, there is often no caution in its use and utilization, so that efforts are needed to maintain a balance between the availability and demand of water through development, preservation, repair and protection. In the use of water, especially once again in terms of agriculture, in order to meet food needs and regional development.In meeting water needs, especially for water and rice fields, it is necessary to build irrigation systems and weir buildings. The need for water in the fields is then called the need for irrigation water. Irrigation is an effort to supply, regulate and dispose of irrigation water to support agriculture whose types include surface irrigation, swamp irrigation, underground water irrigation, pump irrigation and pond irrigation. The purpose of irrigation is to utilize available irrigation water correctly, efficiently and effectively so that agricultural productivity can increase as expected.In terms of calculations, the calculation of irrigation water needs is manually guided by Irrigation Planning Standards Planning Criteria for Irrigation Networks KP-01 2010, while Cropwat 8.0 is guided by FAO because CROPWAT is software developed by FAO.With the Cropwat 8.0 software calculation method, the results of the CWR Rice feature show that the maximum effective rainfall results in December are 47.8 mm/dec (47,800 liters/second/Ha). The maximum irrigation water demand occurred in October of 186.4 mm/dec (186,400 liters/second /Ha). For Palawija CWR, the maximum effective rainfall is 46.2 mm/dec (46,200 liters/second/Ha) in December. Whereas the maximum irrigation water requirement occurs in December of 19.1 mm/dec (19,100 liters /second/Ha)

    PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA METODE BOW DAN SNI PADA PROYEK PEMBANGUNAN RKB SDN 005 KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR

    Get PDF
    Dalam suatu pekerjaan konstruksi, maka pihak kontraktor biasanya menggunakan perhitungan sendiri selain menggunakan metode BOW ataupun analisa SNI. Perhitungan biaya yang dilakukan pihak kontraktor berdasarkan pengalaman, kondisi lapangan, koefisien bahan, pengadaan material, upah dan kondisi peralatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui rasio perbandingan harga satuan pekerjaan antara metode BOW dan SNI dan mengetahui komponen dominan yang menjadi perbedaan dan persamaan dalam penyusunan harga satuan. Metode yang di gunakan untuk melakukan Rencana Anggaran Biaya adalah metode BOW dan analisa SNI. Dalam penyusunan harga satuan pekerjaan diperlukan data-data yang mendukung diantaranya RAB, RAP, Volume Pekerjaan, Daftar harga bahan dan upah tenaga kerja pada daerah penelitian. Dari hasil estimasi Rencana Anggaran Biaya dengan menggunakan metode SNI mempunyai hasil anggaran biaya yang lebih ekonomis yaitu sebesar Rp. 821.533.000,00 - sementara hasil analisa anggaran biaya metode BOW yaitu sebesar Rp. 847.375.000,00, -. Hal ini terjadi karena nilai koefisien untuk metode perhitungan SNI lebih rendah dibandingkan dengan koefisien BOW

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇