KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    PENGENDALIAN PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS STIH AWANG LONG SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE NETWORK PLANNING

    No full text
    Proyek pada umumnya mempunyai batas waktu (deadline), yang berarti proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek tepat waktu adalah hal yang penting untuk pelaksana dan pemilik proyek. Demi kelancaran jalannya suatu proyek dibutuhkan manajemen yang akan mengelola proyek mempunyai sifat yang sangat istimewa, dimana waktu kerja manajemen dibatasi oleh jadwal yang telah ditentukan. Proyek membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan pengawasan secara teliti karena menyangkut berbagai macam kegiatan. Proyek didefinisikan sebagai suatu system yang kompleks yang melibatkan koordinasi dari sejumlah bagian yang terpisah dari organisasi yang didalamnya terdapat schedule dan syarat-syarat dimana kita harus bekerja. Oleh karena itu, keberhasilan suatu proyek juga bergantung pada ketepatan pemilihan seseorang sebagai manajer proyek dan kerja keras serta dedikasi anggota team proyek. Kegiatan proyek pembangunan Geduh Kampus STIH Awang Long Kota Samarinda Kalimantan Timur meliputi kegiatan pendahuluan, pekerjaan struktur, pekerjaan arsitektur, pekerjaan mekanikal elektrikal, dan pekerjaan sanitasi. Yayasan STIH Awang Long Samarinda merupakan pemilik dari proyek pembangunan Gedung Kampus STIH Awang Long Samarinda Kalimantan Timur. Untuk mengatur durasi proyek diperlukan pengendalian proyek. Pengendalian proyek adalah suatu cara pengendalian seluruh aktivitas dengan menggunakan teknik dan metode yang spesifik dengan cara yang efektif. Sehingga dapat diketahui berapa lama suatu proyek diselesaikan dan mencari adanya kemungkinan percepatan waktu pelaksaan proyek dengan metode Network Planning. Network Planning adalah salah satu model yang digunakan dalam penyelenggaraan proyek yang produknya adalah informasi mengenai kegiatankegiatan yang ada dalam network diagram yang bersangkutan

    ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RINGAN PADA PEMILIHAN RUTE KOTA SAMARINDA – SIMPANG TIGA SAMBOJA KM. 38 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Dalam melakukan perjalanaan dari daerah satu ke daerah lainnya biasanya dapat ditemukan beberapa rute yang bisa di lewati untuk sampai ke tujuan tersebut. Banyaknya pilihan jenis rute lalu lintas yang bisa ditempuh untuk menuju suatu daerah menuntut penguna jalan untuk memilh rute paling efektif, dengan maksud untuk mengefisiensikan jarak, waktu, dan biaya operasional yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Metode yang digunakan untuk mengukur kecepatan pada penelitian adalah metode kecepatan bergerak (running speed), sedangkan untuk analisis biaya operasional menggunakan metode PCI (Pasific Consultant International). Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa perjalanan dari Kota Samarinda menuju Simpang Tiga Samboja KM. 38 Kutai Kartanegara , rute yang paling efektif dari segi biaya operasional kendaraan adalah rute 2 Jalan Tol dibandingkan dengan rute 1 Jalan Poros Soekarno Hatta walaupun rute tersebut memiliki selisih jarak tempuh kurang lebih 5,6 KM dimana rute Jalan Tol Balsam lebih pendek daripada rute Jalan Poros Soekarno Hatta

    ANALISA MANAJEMEN LALULINTAS SISTEM 2 ARAH MENJADI 1 ARAH PADA JALAN LAMBUNG MANGKURAT DAN JALAN ACHMAD DAHLAN

    Get PDF
    Tranportasi berperan penting dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan. Karena dengan adanya transportasi hubungan antar wilayah semakin lancar dan penghematan waktu serta biaya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Pelayanan jasa transportasi yang baik akan meningkatkan jasa transportasi, karena orang menjadi lebih mudah dalam bertransaksi sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi. Jalan Lambung Mangkurat dan jalan Achmad Dahlan merupakan salah satu ruas jalan di kota Samarinda.Di ruas jalan ini banyak terlihat adanya kendaraan yang tidak dapat melakukan pergerakan dengan lancar di sebabkan volume kendaraan yang meningkat dan juga di sebabkan oleh adanya hambatan samping di sepanjang jalan.kemacetan yang terjadi terbilang cukup tinggi, terutama di pagi dan sore hari yang merupakan jam jam sibuk.atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian diruas jalan manakah yang berdampak dari dirubahnya 2 lajur 2 arah menjadi 2 lajur 1 arah dengan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997) atau MKJI’97. Dari hasil analisis data sesuai di lapangan penerapan satu arah sangat efektif karena dapat mengurangi derajat kejenuhan dan waktu tempuh. dari hasil pengamatan di lapangan dapat saya simpulkan jalan yang berpengaruh terhadap penerapan 1 arah. yaitu jalan arif Rahman hakim, jalan danau toba, jalan danau jempang ,jalan pelita, jalan gerilya, jalan merdeka dan jalan biawan

    STUDI ANALISA PENANGANAN LONGSORAN PADA RUAS JALAN SAMARINDA – SEBULU STA 40 + 425 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Planning for handling landslides on Samainda - Sebulu Sta. 40 + 425 Kutai Kartanegara Regenc,, Samarinda city, with retaining wall method. The Samarinda - Sebulu road is a road called inter-city road in the province, the area around this road has a bumpy topography in terms of hilly and valleys, because of this there are many landslides in this area. Overcoming landslides on sta. 40 + 425 is planned to construct Cantiliver type retaining walls, planning the construction through stages such as collecting actual field data (topography and soil investigation data) to analysis of shape, dimensions and stability of construction. This construction will later overcome landslides. The analysis method used to handle avalanches is the calculation method of Rankine and Coloumb From the calculation results, the Rankine and Coloumb methods can be concludedn that the planned dimensional stability of the retaining wall to hold the soil is safe against both rolling and shear forces, so that it is not necessary to plan pile foundations to resist working rolling and shear forces

    “EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JALAN GUNUNG CERMAI – RE MARTADINATA – GAJAH MADA KOTA SAMARINDA”

    Get PDF
    Kemacetan lalu lintas terjadi hampir diseluruh kota, salah satunya Kota Samarinda yang setiap harinya mengalami kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi kemacatan lalu lintas diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Mobilitas yang tinggi untuk melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari menurut tersedianya sarana dan prasarana yang aman, nyaman dan lancar. Salah satu titik ruas jalan yang mempunyai peranan di Kota Samarinda adalah di simpang 3 Tepian Mahakam, yaitu pada ruas jalan Gunung Cermai, jalan RE Martadinata dan jalan Gajah Mada yang merupakan salah satu bukti nyata kemacetan lalu lintas yang ada di Kota Samarinda. Kemacetan dan Panjang antrian semakin terlihat di simpang 3 Tepian Mahakam, kerena titik tersebut merupakan akumulasi kendaraan dari Kawasan pelabuhan, pasar pagi, rumah sakit dirgahayu dan wisata Tepian Mahakam, dan sekitarnya juga merupakan pusat pertokoan, sarana perkantoran, sarana Pendidikan, serta pemukiman penduduk. Mobilitas yang tinggi untuk untuk melaksanakan aktifitas kehiduan seharihari menuntut tersedianya sarana dan prasarana yang aman, nyaman dan lancar. Tuntutan pelaksanaan aktifitas tersebut disesuaikan dengan dinamika kehidupan masyararakat yang beraneka ragam. Hal ini membutuhkan terpenuinya angkutan umum dan angkotan kota yang lebih baik

    PERHITUNGAN DEBIT BANJIR MAKSIMUM PADA DRAINASE JALAN DURIAN III DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI KABUPATEN BERAU

    Get PDF
    Berau adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur dan termasuk wilayah padat penduduk serta merupakan wilayah yang dilintasi oleh sungai. Daerah ini juga masih mempunyai masalah yang masih belum teratasi, salah satunya adalah masalah banjir yang terjadi. Dengan tingginya curah hujan juga menjadi dampak yang berpengaruh besar pada banjir yang terjadi pada kabupaten ini. Terutama pada kawasan jalan Durian III. Analisa pada saluran perlu dilakukan terlebih dahulu apakah saluran pada kawasan jalan Durian III, Kabupaten Berau ini masih mampu mengalirkan air dari hujan yang datang atau sudah tidak mampu lagi menampung debit air yang datang. Untuk perhitungan hidrologi yaitu menghitung curah hujan menggunakan metode Gumbel dan metode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing yaitu lebar 2,60 m dan tinggi 2,40 m

    ANALISA PERSEDIAAN BAHAN MATERIAL BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (STUDI KASUS: Pekerjaan Renovasi Gedung Aula Tahap I Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) JL. Cipto Mangunkusumo KM.2 Samarinda Seberang Kalimantan Timur)

    Get PDF
    Persediaan material pada suatu proyek konstruksi merupakan faktor yang sangat penting, mengingat sebagian besar biaya yang dikeluarkan adalah untuk bahan material. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, masalah umum yang sering dihadapi adalah pemesanan material yang jumlahnya berlebihan atau pemesanan material yang terlalu sedikit. Agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efektif, Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pengendalian persediaan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik penyelesaian masalah persediaan material. Material yang ditinjau disini yaitu kayu meranti papan 2/20/400, besi beton ulir ø d.19 mm, semen ,pasir, dan kerikil, khususnya pada pekerjaan pondasi peor plat dan struktur lantai 1. Adapun tahap-tahap perhitungan metode EOQ yaitu untuk mengetahui jumlah material yang dipesan, kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum sehingga tidak terjadi pemborosan material maupun biaya. Setelah dilakukan perhitungan dengan metode EOQ maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan, dan total biaya yang harus dikeluarkan. Dari hasil perhitungan, jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kayu meranti papan 2 2/20/400 adalah 420 batang pada frekuensi pemesanan 9 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.851.172,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk besi beton ulir ø d.19 mm adalah 113 batang pada frekuensi pemesanan 10 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 2.075.876,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk semen adalah 199 zak pada frekuensi pemesanan 6 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.297.657,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk pasir adalah 23 m³ pada frekuensi pemesanan 3 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 674.988,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kerikil adalah 21 m³ pada frekuensi pemesanan 5 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 918.551,-

    STUDI WAKTU TEMPUH PADA SIMPANG KELAMBU KUNING TENGGARONG

    Get PDF
    Secara umum faktor yang menyebabkan masalah kemacetan yang semakin lama semakin parah, yaitu terus bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk pembangunan jalan raya dan fasilitas transportasi yang ada (system operasi).Selain itu, kepentingan umum, dan kepentingan pribadi yang ada di simpang kelambu kuning tenggarong tepat pada jalan danau aji dan gunung gandek mengakibatkan setiap orang melintasi ruas jalan tersebut agar masing-masing kepentingan dapat terpenuhi.Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi social dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat. Komprehensivitas perencanaan prasarana jalan di suatu wilayah mulai dari tahapan prasurvey, perencanaan dan perancangan teknis, pelaksanaan pembangunan fisiknya hingga pemeliharaan harus integral dan tidak terpisahkan sesuai kebutuhan saat ini dan prediksi umur pelayanannya di masa mendatang agar tetap terjaga ketahanan fungsionalnya.Lalu lintas merupakan suatu interaksi dari berbagai komponen dan perilaku yang membentuk suatu kondisi arus lalu lintas. Pada dasarnya komponen utama lalu lintas jalan raya terdiri dari tiga komponen utama yaitu: pemakai jalan, kendaraan, dan jalan. Dari ketiganya masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda-beda untuk masing-masing lokasi ruas jalan. Oleh karena itu mengetahui karakteristik dari ketiga komponen utama tersebut sangat penting untuk bisa melakukan indentifikasi dan analisis tentang kondisi arus lalu lintas di jalan raya.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan bahwa di ketahui pada simpang kelambu kuning pada jalan Danau Aji dan gunung gandek waktu tempuh dan kecepatan rata-rata pada simpang kelambu kuning adalah Approach A : 14,52 ,approach B : 16,12 , Approach C : 9,99 dan Approach D : 8,93, tingkat pelayanan pada jam-jam puncak pada jalan Danau aji dan Gunung Gandek mengalami hasil yang sama yaitu masuk dalam karakteristik tingkat pelayanan kategori C, dimana kondisi arus lalu lintas masih stabil dan kecepatan sedikit terbatas oleh arus lalu lintas

    ANALISIS NILAI HASIL TERHADAP WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus Proyek Pembangunan Rumah Susun Ponpes Hidayatullah Kota Bontang)

    No full text
    Pembangunan Nasional merupakan cerminan kehendak terus-menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara adil dan merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara negara yang maju dan demokratis berdasarkan Pancasila (Kartasasmita, 1996). Pembangunan Nasional meliputi pembangunan infrastruktur di setiap daerah yang berfungsi meningkatkan fungsi layanan dalam suatu instansi/daerah.Sejak tahun 1990-an terdapat suatu kecenderungan baru dalam perencanaan pembangunan yang lebih berorientasi kepada pelaksanaannya. Apabila sebelumnya perencanaan terlalu menekankan kepada berbagai prinsip dan teknik perumusan dalam proses pembangunan maka hal yang harus diperhatikan juga adalah aspek-aspek pelaksanaan pembangunan (M.A., 1992). Hal ini berarti bahwa dalam pelaksanaan pembangunan saat ini diperhatikan pula kesesuaiannya dengan perencanaan yang telah lebih dulu dilakukan.Pembangunan gedung pada masa kini sangat dibutuhkan demi menunjang berbagai kegiatan, seperti tempat tinggal, belajar-mengajar, pusat pelayanan, dan lain sebagainya. Untuk Gedung dengan skala besar, dibutuhkan lahan yang luas, sumber daya yang memadai, termasuk dana yang cukup besar.Pada tahun 2019, pemerintah menganggarkan dana untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 420,5 T. Angka tersebut meningkat sebesar 2,4 persen dari tahun sebelumnya (Gumelar, 2018). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemerintah terus meningkatkan pembangunan demi kemajuan bangsa

    ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL DENGAN METODE EOQ PADA PROYEK KONTRUKSI PEMBANGUNAN KEMBALI SDN 012 SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Persediaan material merupakan salah satu factor penting dalam proyek. Masalah yang sering dihadapi yaitu pemesanan yang berlebihan dan yang kurang. Agar pelaksana proyek dapat berjalan lebih efektif, Oleh karna itu harus dikendalikan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Tedapat beberapa metode yang bias digunakan. Metode EOQ yang ditinjau disini yaitu semen, pasir dan keramik, khususnya pada pekerjaan lantai. Adapaun tahaptahap perhitungan metode EOQ yaitu mengetahui Jumlah material yang harus dipesan,kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum. Setelah diadakan perhitungan dengan metode EOQ, maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan dan total biaya yang harus dikeluarkan. Jumlah pesanan yan

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇