KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    SKENARIO MITIMIGASI BENCANA KEBAKARAN DIPEMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KELURAHAN SUNGAI DAMA KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kebakaran merupakan bencana yang berdasarkan penyebab kejadiannya tergolong sebagai bencana alam (natural disaster) maupun bencana non-alam yang di akibatkan oleh kelalaian manusia (man-made disaster). Jumlah dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi akan mempengaruhi keseimbangan kota, salah satunya adalah perumahan di kota Samarinda, mengakibatkan berkembangan permukiman padat. Meningkatnya proporsi permukiman padat ini, telah menyebabkan peningkatan aktivitas bagi pemenuhan kebutuhan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepedulian akan pentingnya keamanan dan keselamatan dari ancaman bencana, salah satunya kebakaran. . Teknik pengumpulan data dalam pernelitian ini yaitu, dokumentasi, survey lapangan, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil survey material atap dominan seng dan dinding dominan kayu sehingga bangunan masuk kategori mudah terbakar. Untuk lebar jalan antara 1.5m s/d 3m sehingga lebarnya tidak cukup untuk dilewati mobil Damkar. Tidak terdapat sumber air di wilayah penelitian tetapi tedapat sungai Karang Mumus sepanjang jalan Pesut sehingga memudahkan dalam mengisian kembali air pada mobil Damkar. Sebagai antisipasi dini sebagai upaya terhadap bahaya kebakaran. Saran yang dapat diberikan adalah meningkatkan perawatan, pengecekan sarana dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran

    ANALISA STRUKTUR PADA PEMBANGUNAN RUANG KELAS SD MUHAMMADIYYAH 2 SAMARINDA MENGGUNAKAN METODE TAKABEYA

    Get PDF
    Semakin sempitnya lahan untuk pembangun dan jumlah kepadatan penduduk yang kian meningkat maka sekolah dibangun bertingkat agar memenuhi kapasitas yang ada. Oleh karena itu diperlukan perhitungan struktur serta analisa struktur yang tepat sehingga menunjang ketahanan dan kemampuan terhadap beban yang bekerja pada struktur tersebut. Salah satu jenis analisa struktur yang menggunakan perhitungan manual yaitu metode takabeya.      Analisa struktur yang di lakukan pada SD Muhammadiyyah 2 ini merupakan perencanaan ulang dengan menggunakan material baja sebagai pengganti material beton bertulang. Analisa ini dilakukan dimulai dari perhitungan pembebanan, kemudian dianalisa mnggunakan metode takabeya lalu perhitungan pelat, balok dan kolom. Perhitungan pada metode takabeya meliputi perhitungan angka kekakuan, perhitungan  momen parsil, perhitungan momen desain, dan kontrol momen.      Dari hasil analisa yang dilakukan didapatkan bahwa SD Muhammadiyyah 2 Samarinda menggunakan Balok tipe WF 400.200.8.13, WF 350.175.7.11, dan WF 300.150.6,5.9. Untuk kolom digunakan kolom tipe HB 400.400.13.12 dan HB 350.350.12.19. Untuk tebal pelat komposit yaitu 13 cm pada pelat lantai 1 dan 12 cm pada pelat lantai 2, 3 dan 4

    ANALISA WAKTU PROYEK LANJUTAN PEMBANGUNAN IBIS DAN MERCURE HOTEL KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Manajemen Proyek adalah metode yang di kembangkan dengan tujuan untuk dapat memastikan bahwa pekerjaan yang akan dilaksanakan sesuai dengan waktu, biaya dan mutu yang terdapat didalam dokumen kontrak. Keberhasilan atau kegagalan suatu proyek dapat disebabkan akibat perencaan yang kurang cermat sehingga kegiatan proyek menjadi tidak efisien. Apabila perencenaan dilakukan dengan cermat dan teliti maka kemungkinan proyek dapat selesai dengan jangka waktu yang direncakan sehingga proyek tidak mengalami keterlambatan. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui berapa lama suatu proyek dapat diselesaikan dan mencari presantase kemungkinan keberhasilan durasi penyelesain pada suatu proyek Metode yang digunakan yaitu Metode CPM dan PERT Metode CPM dan PERT dapat digunakan untuk menganalisis kegiatan yang tidak dapat ditunda pekerjaannya atau kegiatan krisis dan mengetahui presantse keberhasilan suatu proyek dengan menggunakan tiga angka kemungkinan yaitu waktu optimis, waktu pesimis dan waktu yang paling mungkun terjadi. Penelitian dilakukan pada proyek lanjutan pembangunan gedung IBIS dan Mercure Hotek Samarinda. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penjadwalan dengan metode CPM diperoleh waktu penyelesian proyek sebesar 133 hari kerja. Adapun kegiatan krisis pada proyek adalah kegiatan B1-B2-B3-C4-C8-D4-D5-E8- F1-F2-F3-F4-F6-F8-F9-F10-F11-G4-G5-H4-H5-H6-I1-I2-I3. Dengan menggunakan metode PERT didapatkan hasil presentase keberhasilan selesainya proyek dengan durasi 133 hari hanya 68%. Untuk mendapat presentase sebesar 80%-90% diperlukan waktu sebesar 137 – 157 hari

    ANALISIS TIME COST TRADE OFF PADA KETERLAMBATAN PEKERJAAN PROYEK PEMBANGUNAN MASJID AL FAJAR KOMPLEK PESANTREN AL FAJAR KEL. AIR HITAM KEC. SAMARINDA ULU

    Get PDF
    Proyek Pembangunan Masjid Al Fajar Komplek Pesantren Al Fajar Kel. Air Hitam Kec. Samarinda Ulu dilaksanakan oleh CV. Vorvo Consultant. terhitung mulai tanggal 01 Oktober 2018 sampai dengan 19 Desember 2018, namun dalam pelaksanaannya proyek mengalami keterlambatan. Dimana dari lokasi tidak memungkinkan untuk pemancangan menggunakan mini pile dan karena adanya contract change order (CCO) Dimana pada tanggal 19 Desember 2018 yang seharusnya proyek sudah selesai dan akhirnya selesai pada tanggal 28 Februari 2019 dengan melakukan percepatan yaitu metode Time Cost Trade Off (TCTO), melalui alternatif penambahan jam kerja yang di uji coba mulai dari 1 jam sampai 4 jam batas maksimum. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis waktu dan biaya yang dibutuhkan dari penerapan TCTO dalam menyelesaikan Proyek Pembangunan Masjid Al Fajar Komplek Pesantren Al Fajar Kel. Air Hitam Kec. Samarinda Ulu. Dalam mewujudkan gambaran atas percepatan tersebut, maka berawal dari pembuatan jaringan kerja Critical Path Method (CPM) untuk mengetahui keberadaan lintasan kritis, selanjutnya dilakukan penerapan metode TCTO untuk mencari nilai cost slope dari masing-masing kegiatan kritis tersebut. Agar terealisasinya percepatan tersebut, maka selanjutnya dilakukan pengkompresian pada item pekerjaan kritis yang dimulai dari nilai cost slope terendah. Setelah melakukan percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam sampai dengan 4 jam kerja lembur dengan total cost sebesar Rp.1.267.920.622.38. Kemudian dari percepatan 4 jam kerja lembur tersebut dicoba lagi percepatan hingga mendapatkan hasil 5 hari percepatan yang bertujuan untuk pelaksanaan kegiatan tepat waktu sesuai rencana pelaksanaan. Namun dari 5 hari percepatan didapatkan nilai total cost sebesar Rp.1.267.920.622,38 yang mana memiliki nilai lebih besar dari pada 4 hari percepatan. Maka dipilihlah percepatan 4 hari untuk menghindari besarnya penambahan biaya akibat adanya percepatan sebesar Rp.327.966.482,54. Dengan ini waktu penyelesaian proyek selama 80 hari dapat dijadwalkan ulang (rescheduling

    ANALISA KINERJA PERSIMPANGAN JALAN HARUN NAFSI DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Persimpangan jalan Harun Nafsi terletak di kawasan padat penduduk sehingga seringkali terjadi kemacetan yang panjang, dan dengan tidak adanya rambu lalu lintas secara tidak langsung berpengaruh terhadap arus lalu lintas serta kinerja ruas jalan tersebut. Dalam penelitian ini ingin dilihat bagaimana kinerja persimpangan jalan pada ruas jalan Harun Nafsi – jalan Sultan Hassanudin – jalan Hos Cokro Minoto – jalan Pattimura. Adapun metode yang digunakan untuk menganalisa kinerja ruas jalan dan persimpangan tidak bersinyal adalah menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) khususnya untuk jalan perkotaan untuk kinerja ruas jalan. Survey dilakukan selama 5 (lima) hari dalam satu minggu yakni dari hari Senin sampai hari Jum’at. Dari hasil-hasil survey selama lima hari tersebut dan setelah dilakukan analisis maka diperoleh bahwa volume puncak sebesar 1636,4 smp/jam di jalan Harun Nafsi, 1160,56 smp/jam di jalan Sultan Hassnudin, 1615,00 smp/jam di jalan Hos Cokro Minoto dan 1194,7 smp/jam di jalan PAttimura dengan kecepatan rata – rata terendah hasil survey di tiga jalan tersebut sebesar 30 km/jam dan kecepatan rata – rata tertinggi hasil survey sebesar 39 km/jam serta nilai Derajat Kejenuhan tertinggi sebesar 0,67 maka dapat disimpulkan tingkat layanan berada pada level C

    PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KAPASITAS JALAN PADA JALAN PAHLAWAN SAMARINDA

    No full text
    Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting, tingkat pelayanan yang tidak stabil, dalam artian banyak terdapat hambatan pada ruas jalan khususnya pada jalan Pahlawan, Samarinda  sehingga menyebabkan kemacetan. kemacetan yang sering terjadi dijalan raya terutama pada jam - jam sibuk merupakan salah satu permasalahan yang timbul.             Hal ini yang menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan penelitian terhadap kapasitas, kelas hambatan samping dan tinjauan derajad kejenuhan pada jalan Pahlawan. Adapun dalam pembuatan Skripsi ini penulis mencoba untuk menghitung volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan derajat kejenuhan pada jam - jam sibuk terhadap jalan tersebut. dengan buku panduan MKJI 1997, Dasar - dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Samarinda  Dalam Angka dan data - data survey yang saya lakukan selama enam hari, maka dapat diketahui volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 30 Mei 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 2.166 smp/jam untuk kedua arah. Untuk kelas hambatan sampingtertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 6 Juni 2014 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 1.660 untuk kedua arah, maka didapat kode VH (sangat tinggi) dari hasil tersebut. Dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90 untuk kedua arah.             Dilihat dari besarnya derajat kejenuhan pada jala Pahlawan Samarinda  pukul 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90, maka jalan tersebut melebihi batas maksimum yang diisyaratkan MKJI yaitu 0,85, dengan demikian derajat kejenuhan tersebut dapat dikategorikan tidak ideal karena melebihi angka 0,85, maka untuk penanggulangannya dilakukan dengan membuat khusus tempat parkir, trotoar tidak dugunakan untuk berjualan dan instansi berwenang melarang pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas

    PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU METODE NAASRA, METODE AASHTO DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN SEMOI SEPAKU – PETUNG KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA

    Get PDF
    Pada Studi Perbandingan Lapis Perkerasan Kaku dengan Metode NAASRA, dan AASHTO 1993 pada Ruas Jalan Semoi Sepaku – Petung “Penajam Paser Utara” merupakan studi perbandingan dua metode yaitu NAASRA (National Association of Australian State Road Authorities) dan AASHTO 1993 (American Association of State Higway and transportation officials) yang dititik beratkan pada perencanaan lapis perkerasan kaku yang lebih ekonomis. Metode NAASRA yang merupakan metode wujud asli dari metode Bina Marga dimana metode tersebut banyak di gunakan dalam merencanakan lapis perkerasan kaku untuk pembangunan jalan di Indonesia, dan metode AASHTO 1993 adalah metode yang banyak di gunakan untuk merencanakan lapis perkerasan kaku untuk pembangunan jalan di Amerika. Metode AASHTO ini pun di gunakan dalam perencanaan lapis perkerasan kaku untuk pembangunan jalan di Indonesia yang berskala besar. Ini lebih akurat dibandingkan dengan metode NAASRA atau Bina Marga ( seperti pembangunan Jalan bebas hambatan, jalan tol atau jalan – jalan yang sering di lalui oleh kendaraan degan kapasitas beban yang besar ). dalam perencanaannya untuk membandingkan metode mana yang lebih ekonomis dalam perencaan lapis perkerasan kaku untuk jalan sepanjang Satu kilo meter (STA 65+000 s/d STA 66+ 000) maka dalam studi ini menggunakan harga satuan dari lokasi studi pada tahun 2019 dan perbandingan harga yang di dapat dari kedua metode tersebut menggunakan angka prosentas

    ANALISA WAKTU OPTIMAL PADA PEKERJAAN PENINGKATAN JALAN NAHKODA KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Penjadwalan proyek membantu menunjukkan hubungan setiap aktivitas dengan aktivitas lainnya dan terhadap keseluruhan proyek, meidentifikasi hubungan yang harus didahulukan diantara aktivitas, serta menunjukkan perkiraan waktu yang realistis untuk setiap aktivitas. Tujuan dari studi kasus ini yaitu mengoptimalkan dan mentukan lintasan kritis dengan metode Critical Path Method (CPM) dan Project Evaluation Review Technique (PERT) dan dicari metode mana yang paling optimal penggunaannya. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data time schedule yang diperoleh dari PT. Chintaka yang menangani rencana penjadwalan proyek peningkatan Jalan Nahkoda Kecamatan Palaran pada bulan Mei 2015. Dari data tersebut dapat dihitung lintasan kritis dan nilai optimum dengan membuat tahap-tahap penyelesaian yaitu, meyusun daftar rencana kegiatan pelaksanaan pembangunan proyek, menyusun network. Menyusun kedalam metode matematika, menentukan perhitungan maju dan mundur, serta perhitungan kelonggaran waktu, menentukan lintasan kritis dan nilai optimum. Hasil perhitungan dari manajemen proyek tersebut dengan menggunakan metode CPM mendapatkan lintasan kritis 90 hari. Dengan menggunakan PERT mendapatkan lintasan kritis 65 hari. Hasil perhitungan PT. Chintaka yaitu lintasan kritis sekitar 120 hari. Dengan demikian dengan menggunakan PERT lebih menguntungkan dibandingkan dengan CPM. Hal ini dapat diketahui dari penghematan waktu 55 hari

    ANALISA BANGKITAN PADA PERUMAHAN ARIESCO DI KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Kawasan Perumahan Menyebabkan berubahnya fungsi tata guna lahan yang kemudian hari menimbulkan permasalahan , kegiatan masyarakat untuk beraktifitas menyebabkan timbulnya bangkitan-bangkitan perjalanan yang dapat membebani Jalur-jalur jaringan jalan menuju pusat-pusat kegiatan .Permasalahan yang terjadi pada kawasan perumahan   Ariesco Samarinda mempunyai Rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana Model bangkitan Perjalanan pada Perumahan Ariesco ?Bagaimana Hasil Uji  R2  Terhadap Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Ariesco ?Untuk data yang sesuai dengan masalah yang diteliti maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data penyebaran 200 Lembar Kuesioner dan dengan mewawancarai keluarga dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan Informasi langsung perihal daftar pertanyaan pada Lembar Kuesioner dan Program Softwere SPSS yang digunakan untuk melakukan Perhitungan.Dari data penduduk Perumahan   Ariesco terdapat 6 RT yaitu,RT 20, RT 21, RT 22, RT 23, RT 24, RT 25, dan jumlah Penduduk adalah 663 Kepala Keluarga. Hasil data yang diperoleh dari kuesioner terdapat 3 Pemodelan Bangkitan Perjalanan yaitu Biaya Bahan Bakar (X8), Penghasilan dalam sebulan (X5), maksud perjalanan (X6), sehingga variable terikat yang terbentuk adalah Y (Pengguna jenis Kendaraan). Dari 3 model tersebut memiliki persamaan regrensi Y = 0,269 + 0,425 (X8) + 0,062(X6) + 0,074(X5),  dan Nilai Uji R (Koefisien Kolerasi berganda = 0,797. Menunjukan tingkat hubungan variable dependen (Variabel terikat) dengan Variabel independen (Variabel Bebas) pada tingkat Kolerasi Kuat menunjukan bahwa 79,7 % dari (variable terikat) dapat dijelaskan oleh Biaya Bahan Bakar (X8), Penghasilan dalam sebulan (X5), maksud perjalanan (X6), (Variabel terikat)

    ANALISA PENGENDALIAN PERSEDIAAN MATERIAL DENGAN METODE EOQ PADA PROYEK KONTRUKSI PEMBANGUNAN KEMBALI SDN 012 SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Persediaan material merupakan salah satu factor penting dalam proyek. Masalah yang sering dihadapi yaitu pemesanan yang berlebihan dan yang kurang. Agar pelaksana proyek dapat berjalan lebih efektif, Oleh karna itu harus dikendalikan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Tedapat beberapa metode yang bias digunakan. Metode EOQ yang ditinjau disini yaitu semen, pasir dan keramik, khususnya pada pekerjaan lantai. Adapaun tahaptahap perhitungan metode EOQ yaitu mengetahui Jumlah material yang harus dipesan,kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum. Setelah diadakan perhitungan dengan metode EOQ, maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan dan total biaya yang harus dikeluarkan. Jumlah pesanan yan

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇