KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
“STUDY WEIR MEJANG NEW MIAU VILLAGE DISTRICTS KONGBENG EAST KUTAI DISTRICT EAST KALIMANTAN PROVINCE "
A weir is a river transverse structure that functions to elevate the water level so that it can be taken and channeled through the building. Permanent Weir of Miau Baru Village, Kongbeng Sub district, East Kutai Regency, East Kalimantan is the source of water from Mejang to supply raw water, especially for the benefit of the agricultural sector with an area of 1276 Ha. The weir in Mejang River Basin (DAS) is to be re-analyzed to discover the effectiveness of the weir. So it needs to be reviewed by analyzing the capacity and stability of the Mejang Permanent Weir by using the hundred year period (Q100) flood discharge, with a watershed area of 23.37 km2 . This research was conducted to determine whether the stability of the Mejang Permanent Weir is safe against the forces that work with discharge (Q100) and the capacity in millions of cubicle. This study uses secondary data in the form of daily rainfall data for 10 years from 3 stations. The Mejang Weir Study in Miau Baru Village, Kongbeng Sub district, East Kutai Regency is determined to re-analyze the return plan (Q100) discharge capacity, the capacity of the weir, and the stability of the weir to the forces calculated are the forces due to the weights' own weights, lift force / uplift pressure, forces hydrostatic in weir, Force due to active and passive soil pressure, Earthquake force, Review of rolling, Review of shear and Review of carrying capacity of the soil. The results showed that 100-year period rainfall with Log-Pearson Type III (mm) method = 493.88 mm obtained fifty-year period flood discharge (Q100) with the Nakayasu Method = 249.65 m3 / sec. The dimensions of the weir are safe for the force due to weir's own weight, lift / uplift pressure, the hydrostatic force in the weir, the force due to active and passive earth pressure, earthquake force, review of the bolt, review of the shear, review of the carrying capacity of the soil and the forces works well during normal water conditions and flood water conditions
KAJIAN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA GEDUNG HOTEL IBIS DAN MERCURE SAMARINDA
Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan seperti pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi untuk mendukung keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak, interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu kesatuan. Setiap bagian struktur bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing- masing.Pada penelitian ini, akan dilakukan pengkajian perencanan Ibis dan Mercure Hotel Samarinda yang di bangun sekitar tahun 2012 dimana sebelumnya menggunakan struktur komposit kemudian dilakukan pengkajian ulang menggunakan struktur beton bertulang dengan mempertimbangan SNI beton dan gempa yang sudah diperbaharui yaitu SNI 2847-2013 dan SNI 1726-2012. Analisa struktur di hitung menggunakan ETABS v16.Dari hasil penelitian skripsi ini diperoleh dimensi struktur pelat, balok induk, balok anak, kolom, dan sambungan
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN MENGGUNAKAN METODE MKJI 1997 PADA RUAS JALAN POROS SAMARINDA – ANGGANA
kinerja ruas jalan adalah kemampuan ruas jalan untuk melayani kebutuhan arus lalu lintas sesuai dengan fungsinya yang dapat diukur dan dibandingkan dengan standar tingkat pelayanan jalan. Nilai tingkat pelayanan jalan dijadikan sebagai parameter kinerja ruas jalan.Studi yang dilakukan dalam penelitian ini bersifat riset yang dilakukan di ruas jalan poros samarinda – anggana selama 7 hari survey. Survey ini dilakukan pada 3 segmen dari hari senin sampai minggu mulai jam 09:00 sampai 21:00 dan bertujuan untuk mengetahui kinerja ruas jalan tersebut. Teknik analisis ini menggunakan metode MKJI 1997 untuk mengetahui kapasitas dan derajat kejenuhan.Berasarkan hasil survey yang dilakukan selama 7 hari didapat tingkat pelayanan dikategorikan B pada rasio (Derajat Kejenuhan) 0,26 – 0,34 dikatakan dalam arus Stabil, pengemudi memiliki kebebasan yang cukup untuk memilih kecepatan
ANALISA STRUKTUR ATAS JEMBATAN RANGKA BAJA SEI NAMUQ DESA LAKAN BILEM KABUPATEN KUTAI BARAT
Analisa Struktur Atas Jembatan Rangka Baja Sei Namuq Desa Lakan Bilem Kabupaten Kutai Barat, dibawah bimbingan Purwanto, ST.,MT dan Heri Purnomo, ST.,MT. Jembatan rangka baja adalah struktur jembatan yang terdiri dari rangkaian batang-batang baja yang dihubungkan satu dengan yang lainnya. Beban dan muatan yang dipikul oleh struktur ini akan diuraikan dan disalurkan pada batang-batang baja tersebut, sebagai gaya- gaya tekan dan tarik melalui titik-titik pertemuan batang. Dalam hal ini jembatan rangka baja sebagai solusi untuk mengatasi besarnya tegangan tarik dan tekan yang timbul pada struktur jembatan khususnya pada struktur dengan bentang yang besar. Mengingat semakin bertambahnya penduduk berarti juga semakin menambah beban yang harus diterima konstruksi jembatan. Dalam hal ini jembatan rangka baja dianggap sesuai untuk menunjang sarana dan prasarana transportasi di desa lakan bilem. Dalam skripsi ini dilakukan perhitungan struktur jembatan dengan tipe jembatan rangka baja. Sedangkan perhitungan lebih memfokuskan pada perhitungan struktur atas jembatan. Dari penelitian tentang Analisa Struktur Atas Jembatan Rangka Baja Sei Namuq Desa Lakan Bilem Kabupaten Kutai Barat yaitu jembatan ini direncanakan dengan tipe jembatan komposit dengan bentang 30 m dan lebar 9 m, slab lantai kendaraan dengan ketebalan 20 cm, dan trotoar drencanakan dengan ketebalan 25 cm dan lebar 100 cm, balok gelagar baja 5 buah, untuk gelagar memanjang menggunakan gelagar tipe WF 900 x 300 x 16 x 28 dan gelagar melintang menggunakan tipe WF 700 x 300 x 13 x 21
ANALISA VOLUME LALU LINTAS DAN PRESENTASE PENGGUNAAN LAHAN PADA RUAS JALAN KADRIE OENING KOTA SAMARINDA
Samarinda City is the capital of East Kalimantan Province which is a center of economic, educational and even other activities in Samarinda. The Kadrie Oening Road section has a stake to both accommodate and channel movement of traf ic between regions, as well as to have to provide space for traf ic movement for its citizens. The Kadrie Oening Road section has become a busy activity especially at times when there is an increase in high traf ic movements. The theory of the research is peak hour traf ic volume and traf ic speed. Then the modeling used is multiple linear regression with the formula Y = a + B1 X1 + B2 X2 + B3 X3, where the dependent variable that will connect the variable X, a is the intercept and the coef icients B1, B2, B3 are the coef icients of the variables X and XI, X2, X3 are the independent variables. The study carried out in this study was a research conducted on the Kadrie Oening Road section which was divided into 3 segments and carried out during 28 survey days. The survey was conducted from 07.00 - 18.00 and aimed to determine the volume, speed, land area around the 200m wide road, and modeling of the Kadrie Oening Road. Data analysis techniques were performed using linear regression analysis and MKJI 1997. Based on the survey results, the results of the study were obtained, namely peak volume (Q) ranging from 555 pcu / hour to 1247 pcu / hour. With the highest peak volume occurs on Sunday, March 10, 2019. The average speed ranges from 23 km / h to 29 km / h. In analyzing the Kadrie Oening Road section using MKJI 1997, a capacity of 3251 (pcu / hour) and degree of saturation is 0.5235, with modeling for Kadrie Oening Road with linear regression equation Y = 691,009 + (41,756) X1 + 0,221X2 + (- - 36,800) X3, where Y is Traf ic Volume, X1 is the Percentage of Land Area, X2 is Pedestrian, and X3 is Speed
PERFORMANCE ANALYSIS OF THE ROAD SOEKARNO HATTA KM.1-KM.4 SUB-DISTRICT LOA JANAN DISTRICT KUTAI KARTANEGARA
Soekarno Hatta road km.1-Km.4 loa janan sub-district in Kutai Kartanegara Regency is a secondary arterial road connecting one primary and secondary area to another. Land use conditions contained in the Soekarno Hatta road segment km.1-Km.4 loa janan sub-district are dominated by public buildings with public activities, namely Settlements, Commercials and Offices. Jalan Soekarno Hatta km.1-Km.4, loa janan sub-district belongs to the category of class III roads. As the economy develops and the level of population prosperity will result in increased levels of traffic travel, which occurs due to the need for transportation from the community, where people will always look for faster, safer and smoother roads. The increase in population and the number of urbanization to urban areas will cause a level of movement and density, so that the need for transportation also increases. Based on this, a study was conducted on the performance of Jalan Soekarno Hatta km.1-Km.4 in the sub-district loa janan in Kutai Kartanegara Regency. As for the Performance Analysis of the Soekarno Hatta Road Section km.1-Km.4, the sub-district of the district uses the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI'997), which is described based on the UR-1 Form in the form of General Conditions and Geometric of roads, UR-2 in the form of data advanced input, namely Traffic Flow and Composition and side barriers, UR-3 in the form of Analysis of the free flow speed of light vehicles, the capacity and speed of light vehicles. In the study of Performance Analysis of Soekarno Hatta Road Section km.1-Km.4, the sub-district of Loan janan conducted a peak hour survey and the survey was conducted at 07.00-22.00. After calculating the available data, Karel Satsut Tubun is 1480.76 pcu / hour and the service level is at level C, which means the current zone is stable, the driver is limited to choosing speed
ANALISA MANAJEMEN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALISYS PADA PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PONPES HIDAYATULLAH BONTANG
Perancanaan pengendalian biaya merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, presentasi suatu proyek dapat juga dinilai dari segi biaya. Kemungkinan penyimpangan terhadap rencana dalam aspek biaya yang digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi harus diukur secara berkelanjutan. Penyimpangan biaya yang signifikan mengindikasi adanya penyimpangan pengelolaan proyek yang buruk. Oleh karena itu diperlukan adanya analisa biaya secara terpadu,sehingga diharapkan dapat dengan akurat memperlihatkan presentasi suatu pekerjaan pada saat pelaporan,serta membuat perkiraan berupa biaya yang diperlukan sampai proyek tersebut selesai. Kemudian dari hasil analisa tersebut dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan agar hasil pekerjaan mencapai sasaran. Konsep “Earned Value” merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek (the percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgetedcost), biaya actual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut actual cost serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebu tearned value. Dari ketiga dimensi tersebut,dengan konsep earned value dapat dihubungkan antara kinerja biaya dengan waktu yang berasal dari perhitungan varian dari biayadan waktu. Dalam pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalantepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam proyek kita dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis
ANALISA KINERJA RUAS JALAN PADA JALAN PULAU IRIAN DAN JALAN MULAWARMAN KAWASAN SAMARINDA CENTRAL PLAZA ( SCP ) KOTA SAMARINDA
Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda merupakan salah satu kota dengan tingkat arus lalu lintas yang tinggi, khususnya ruas jalan Pulau Irian dan jalan Mulawarman. samarinda bagian selatan, dan arus keluar masuk dari kota bagian selatan Kaltim. Analisa dan evaluasi perlu dilakukan agar tercipta efisiensi pada ruas jalan Pulau Irian dan jalan Mulawarman. Analisa yang dilakukan mengacu pada manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di Indonesia. Dalam hal ini dilakukan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997. Data lalu lintas dilakukan pada tanggal: Jalan Pulau Irian tanggal 25 Februari 2019 s/d 17 Maret 2019, jalan Mulawarman tanggal 18 Maret 2019 s/d 31 Maret 2019 pada jam sibuk
ANALISA WAKTU TEMPUH PERJALANAN KENDARAAN RODA DUA DI KOTA SAMARINDA
Waktu tempuh (Travel Time) adalah waktu rata-rata yang digunakan kendaraan untuk bepergian di ruas jalan dengan panjang tertentu, termasuk delay, downtime, waktu tempuh rata- rata kendaraan yang didapat dari membandingkan panjang ruas jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis waktu tempuh kendaraan ringan pada jaringan jalan arteri di Kota Samarinda. Data primer yang dibutuhkan adalah data kecepatan kendaraan per detik melalui survei langsung dengan menggunakan alat GPS (global positioning system). Sekunder adalah data pendukung yang meliputi lebar dan jumlah jalan dalam jaringan jalan yang disurvei. Dari penelitian dan analisis data diperoleh jalur perjalanan, fluktuasi kecepatan per detik, dan parameter pola pergerakan kendaraan, Ada dua variabel yang secara signifikan mempengaruhi waktu tempuh kendaraan. Kedua variabel ini menunjukkan tanda-tanda uji rasionalitas kesesuaian waktu tempuh Dimana peningkatan nilai variabelnya adalah lead time kendaraan positif akan bertambah, sedangkan kenaikan nilai variabel negatif menyebabkan waktu tempuh kendaraan akan berkuran
ANALISA KINERJA RUAS JALAN JENDRAL SUDIRMAN DI SAMARINDA
Jendral Sudirman in Samarinda City is a secondary arterial road connecting primary and secondary areas to one another. Land use conditions contained in the Jenderal Sudirman street is dominated by public buildings with general activities of trade and offices. Jalan Jendral Sudirman in Samarinda is classified as Category III C class road. As the economy grows and the rising level of prosperity of the population will result in the increase of traffic levels. Traffic resulting from the need for transportation from the community, where people will always seek a faster, safer road and smoothly. The increase in population and the number of urbanization to urban areas will cause the movement and density, so the need for transportation also increases as well. On this basis, then do the research how the performance of Jl Sudirman street in Samarinda. In the Performance Analysis of Jalan Jendral Sudirman, the Road Manual Capacity Manual of Indonesia (MKJI'1997), which is described by Form UR-1 in the form of General and Geometric Condition of the road, UR-2 in the form of advanced input data ie Flow and Composition of traffic and Obstacles side, UR-3 in the form of Analyze the speed of free flow of light vehicles, Capacity and Speed of light vehicles. In the research of Performance Analysis of Jalan Jendral Sudirman, it is conducted a peak hour survey on Jl. Kinibalu to General Sudirman and Jl. General Sudirman to KH. Khalid and the survey was conducted at 6:00 to 9:00, 12:00 to 14:00, 16:00 to 18:00. After the calculation of the existing data, in segment I directions Jl. Kinibalu - General Sudirman is 1526.86 pcu / hr and service level is at level C, which means stable current zone, the driver in the limit chooses speed. Then the Segment II of General Sudirman Segment II General Sudirman - Kh, Khalid is 1396,92 smp / hour from standard <1600 smp / hour. (table 2.10) and Jurnal Transportasi 2 service levels are at level B. which means stable current zone, the driver has the freedom to choose spee