KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PENGARUH U-TURN (PUTAR BALIK ARAH) TERHADAP KINERJA ARUS LALU LINTAS PADA JALAN DONALD ISAAC PANJAITAN KOTA SAMARINDA
Fasilitas putaran balik arah (U-Turn) pada jalan Donald Isaac Panjaitan di Kota Samarinda merupakan fasilitas untuk berputar arah bagi kendaraan yang ingin melakukan putar balik atau sebagai fasilitas untuk kendaraan menyeberang menuju jaringan jalan lainnya, namun fasilitas ini akan menimbulkan masalah-masalah lainnya dalam bentuk hambatan yang di sebabkan oleh kendaraan yang ingin menggunakan fasilitas putar balik.penelitian ini mempelajari tentang Volume Lalu Lintas, waktu kendaraan bermanuver, dan Analisa putaran balik arah. Lokasi yang di amati pada ruas Jalan Empat lajur dua arah terbagi (4/D
ANALISIS PENGARUH PENAMBAHAN BIJI PLASTIK POLYPROPYLENE TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR EX. PALU DAN AGREGAT HALUS EX. PALU
Penggunaan material alam sebagai bahan dasar beton semakin lama semakin tidak terkendali. Disatu sisi pembangunan infrastruktur terus berkembang disisi lain kerusakan lingkungan mengancam kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan sebagai akibat dari pembangunan infrastruktur semakin hari semakin terasa. Bencana alam seperti longsor, banjir, kebakaran yang diakibatkan oleh ulah manusia semakin sering terdengar. Material penyusun beton saat ini masih menggunakan material alam berupa pasir, batu split dan semen. Akibatnya ketersediaan material alam penyusun beton semakin hari semakin berkurang. Salah satu upaya untuk mencegah kerusakan lingkungan sebagai akibat penggunaan material alam yang tidak terkendali untuk bahan dasar beton adalah dengan melakukan inovasi teknologi pembuatan beton penggunaan limbah atau sampah yang dapat dijadikan bahan pengganti material penyusun. Penelitian ini merencanakan beton normal dan campuran biji plastik polypropylene dengan persentase 3%dan 5% serta kuat tekan yang ditargetkan adalah K-275 kg/cm2 dan menggunakan agregat ex. palu. Air yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan air PDAM dan Pengujian beton dilakukan pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari masing-masing terdiri dari 3 buah benda uji. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kuat tekan yang dihasilkan campuran biji plastik 3% adalah 306.098 kg/cm2, sedangkan limbah beton yang menggunakan campuran biji plastik 5% adalah 218.047 kg/cm2. Biji plastik dapat digunakan sebagai pengganti agregat halus pada pekerjaan dengan syarat ukuran butir biji plastik harus menyerupai agregat halus yang digunaka
PENANGGULANGAN BANJIR JALAN SUMBER REJO SUNGAI AMPAL KOTA BALIKPAPAN
Pada wilayah jalan Sumber Rejo Sungai Ampal Kota Balikpapan ini merupakan wilayah yang sering mengalami banjir dan menjadi masalah utama juga untuk kota Balikpapan pada tahun ini. Beberapa faktor penyebab banjir karena belum maksimalnya kemampuan saluran drainase untuk mengalirkan air yang datang. Dimensi existing yang perlu sedikit perubahan agar meperlancar aliran air menuju sungai. Metode yang digunakan untuk melakukan perhitungan curah hujan rancangan dengan menggunakan metode Gumbel dan metode Log person tipe III. Dari hasil perhitugan debit rancangan 2, 5, dan 10 tahun didapat debit rancangan untuk setiap masing-masing saluran yang akan diteliti, pada pengukuran dilapangan setiap saluran di hitung dan didapatkan dimensi saluran dan debit kapasitas saluran, dari hasil analisa yang ada debit saluran tidak mampu menampung debit rancangan, maka kesimpulannya diperlukan perubuhan dimensi saluran untuk kala ulang 10 tahun kedepa
ANALISA DEBIT BANJIR PADA DRAINASE JALAN HARM AYOEB KABUPATEN BERAU
Berau adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Timur yang termasuk wilayah dengan potensi alam yang sangat indah dan sering menarik perhatian dari turis serta pendatang dari dalam maupun luar negeri. Dengan potensi yang dimiliki daerah ini ada beberapa hal yang harus di perhatikan terkait permasalahan yang sering terjadi di Kabupaten Berau ini. Salah satunya adalah masalah banjir yang terjadi. Dengan tingginya curah hujan juga menjadi dampak yang berpengaruh besar pada banjir yang terjadi pada kabupaten ini. Terutama pada kawasan jalan Harm Ayoeb. Untuk menangani permasalahan banjir di jalan Harm Ayoeb Kabupaten Berau ini perlu ditinjau kondisi exsisting saluran dengan menghitung hujan rancangan dengan metode log person type III, kemudian menghitung debit banjir rancangan dengan metode manning. Dari hasil perhitungan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debit banjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan dengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untuk periode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing yaitu lebar 2,40 m dan tinggi 2,40 m
STUDI OPTIMALISASI EMBUNG SEI LIMAU UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (AIR BERSIH) DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN
Kabupaten Nunukan mempunyai banyak sumber alam antara lain minyak bumi dan gas alam sehingga beberapa perusahaan internasional pengeksplorasian minyak bumi dan gas alam beroperasi di daerah tersebut. Dengan adanya aktifitas tersebut, pertumbuhan ekonomi terpacu dan disusul dengan meningkatnya sektor-sektor lain, antara lain pertumbuhan penduduk yang harus diimbangi dengan pembangunan sarana infrastruktur seperti sarana air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Total kebutuhan air baku untuk air bersih Kabupaten Nunukan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dari berbagi tahapan yang telah di analisa diketahui debit kebutuhan air baku untuk air bersih Kabupaten Nunukan sebesar 0,0754 m3 /dtk dan kebutuhan air untuk penduduk di Kecamatan Nunukan Selatan sebesar 0,0752 m3 /dtk, dari hasil perhitungan kebutuhan air Embung Sei Limau masih mencukupi untuk menyuplai air sampai periode 15 tahun kedepan Kabupaten Nunukan tidak mempunyai sungai besar, disarankan untuk mencari alternatif tampungan-tampungan air lain, untuk mencukupi kebutuhan air penduduk di waktu yang akan datang. Bagi penelitian selanjutnya, dapat dikaji mengenai permasalahan sedimentasi yang dapat mengakibatkan luas tampungan dari Embung semakin berkurang dari waktu ke waktu.
ANALISA BANGKITAN PERJALANAN PADA PERUMAHAN KORPRI LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA
Residential area causing changes in land use functions which later cause problems, community activities to engage in activities lead to trip generation that can burden the road network paths to activity centers. Problems that occur in the residential area of Loa Bakung Korpri have the following problem formulation: 1. How is the rise of the trip model at the Loa Bakung Korpri Housing. 2. How is the R2 Test Result on the generation at the Loa Bakung Korpri Housing. For data that corresponds to the problem under study, the researcher uses data collection techniques to disseminate 167 questionnaire sheets and by interviewing the family is done in order to get direct information about the questionnaire in the questionnaire and in the data processing the analyst using a SPSS software with double regression analysis. From the data on the Housing Loa Bakung Korpri population there are 3 RT 57, RT 67, RT 71 and the number of Residents is 286 Family Heads. The results of the data obtained from the questionnaire contained 4 Modeling of Movement Generations namely Monthly Income (X3), the purpose of the trip =0,189 (X4),the reason for vehicle users= 0,087 (X7), Gasoline Costs =0,737. Departure time to destination (X9) =0,120 So the dependent variable that is formed is Y (trip awakening). Of the 4 models, the regression equation Y = -0,379+ 0.189 (X3) + 0.087 (X4) + 0.737 (X7) + 0.120 (X9) 2 Shows the levels of the relationship of the dependent variable (Bound Variable) with the Independent variable (the independent variable) at the level of strong correlation The mathematical model of trip generation above states that out of the total of fourteen independent variables (X) there are four variables selected that have a high degree of correlation and has a significant relationship to the dependent variable (Y
ANALISA FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DPRD KOTA SAMARINDA
Masalah keterlambatan dalam industri kontruksi merupakan fenomena nasional dan tidak terkecuali di Samarinda. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang penyebab terjadinya keterlambatan pelaksanaan pada proyek pembangunan gedung kantor DPRD kota Samarinda. Penelitian ini dimulai dengan melakukan wawancara dan kuisioner yang disebarkan kepada 10 orang responden. Dari 20 faktor keterlambatan yang diambil dari penelitaian tersebut, ada 4 faktor yang mempengaruhi keterlambatan pada pembangunan proyek ini, yaitu (1) faktor material (2) faktor eksternal (3) metode kerja dan (4) faktor tenaga kerja. Faktor yang paling dominan dalam proyek pembangunan gedung kantor DPRD di samarinda adalah faktor material. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa ke empat faktor tersebut sangat mempengaruhi keterlambatan pembangunan gedung DPRD di Samarinda. Adapun faktor yang paling dominan mempengaruhi keterlambatan pembangunan gedung adalah faktor material yang diketahui dari beberapa variable yaitu terlambatnya pengiriman material oleh suplayer, kualitas material yang digunakan pada proyek dan kurangnya koordinasi antara logistik dengan proyek
ANALISA KEBUTUHAN AIR IRIGASI BAGI LAHAN PERSAWAHAN DI D.I RAPAK OROS KECAMATAN LINGGANG BIGUNG KABUPATEN KUTAI BARAT
Dengan keberadaan Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros diharapkan mampu memicu dan mendukung roda pertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Kutai Barat khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur pada umumnya. Untuk mendukung harapan keberadaan daerah irigasi tersebut, harusnya didukung oleh sistem irigasi yang baik dan terorganisir. Oleh karena itu, untuk memenuhi persyaratan tersebut Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros harus memiliki jaringan irigasi yang baik sehingga mampu membawa air yang bersumber dari Sungai Mahenggen yang tampung oleh bangunan Bendung Rapak Oros dan disalurkan menuju ke petak-petak sawah. Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut ; (1) perhitungan Kebutuhan Air pada Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros, (2) perhitungan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluan irigasi (3) perhitungan dan penentuan Besar Kebutuhan Air yang efisien untuk mengairi Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar debit andalan pada Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros yang terbesar terjadi pada bulan Februari sebesar 2,808 m3 /det dan dari hasil analisa didapatkan pola tanam untuk Daerah Irigasi (D.I.) Rapak Oros yaitu pola tanam Padi - Palawija – Padi dikarenakan ketersediaan air irigasi dalam kategori mencukupi dengan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk padi I adalah 1,527 m3 /det, palawija sebesar 0,403 m3 /det
STUDY OF OPTIMIZATION AND NORMALIZATION OF VILLAGE NATURAL RIVER BUILDING REJO TENGGARONG DISTRICT, KUTAI KARTANEGARA
In the area of Bangun Rejo Village in Tenggarong Seberang District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province is an area that often experiences flooding and is a major problem for Bangun Rejo Village Residents. Several factors cause flooding due to the not yet maximum capacity of river channels and sedimentation to drain incoming water. The existing dimensions that need to change in order to smooth the flow of river water. The method used to calculate the design rainfall is using the Gumbel method, the Log person type III method, and for the design discharge calculation using the Nakasayu Synthetic Unit Hydrograph (HSS) method. From the results of the design discharge calculations 2, 5, 10, and 25 years obtained design discharge for each river channel to be investigated, in the field measurements each river channel is calculated and obtained river dimensions and river capacity discharge, from existing analysis results river discharge is not able to accommodate the design discharge, the conclusion is needed to change the dimensions of the river for the next 25 years
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN D.I. PANJAITAN – KEBUN AGUNG DI KOTA SAMARINDA
Kondisi lalu lintas di Kota Samarinda saat ini sekalipun belum dikatakan crowded ( Padat ), namun sudah terjadi kemacetan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja). Pertumbuhan lalu lintas jalan khususnya diwilayah kota Samarinda di ruas jalan D.I. Panjaitan sampai Kebun agung terus meningkat seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Dalam sistem transportasi perkotaan diwilayah Kota Samarinda, tingkat aktivitas termasuk daerah dengan tingkat kesibukan tinggi, seperti perdagangan, perbankkan dan sekolahan. Serta jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju bandara APT. Pranoto dan kota-kota seperti kota bontang, sangatta, serta berau. Sehingga sering terjadi konflik dari bergeraknya arus lalu lintas yang menyebabkan terjadinya kemacetan. Masalah yang terjadi adalah tidak tersedianya kawasan parkir tersendiri, sehingga parkir dilakukan dengan memakan badan jalan, terdapat warung – warung pada jalur pejalan kaki yang mengakibatkan banyak pejalan kaki menggunakan badan jalan, juga terjadinya proses naik turun baik penumpang angkutan umum maupun barang sepanjang ruas jalan