557 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Student Team Achievement Division untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa tentang Konsep Sumberdaya Alam
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing-masing satuan pendidikan. Dalam struktur Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan Sekolah Dasar memuat delapan mata pelajaran ditambah muatan lokal, yang diantaranya terdapat mata pelajaran IPS. Kurikulum IPS tahun 2006 bertujuan agar siswa memiliki kemampuan mengenal konsep-konsep lingkungan, berpikir kritis dan logis, rasa ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, keterampilan dalam kehidupan sosial, kesadaran terhadap nilai-nilai sosial, berkomunikasi, bekerjasama, berkompetensi ditingkat lokal, nasional dan global kesemua tujuan tersebut di atas disebut dengan aktivitas pembelajaran IPS. Sementara model pembelajaran yang digunakan sebagian besar guru IPS biasanya mengawali dengan metode ceramah, dan diakhiri dengan latihan menyelesaikan soal-soal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dapat diserap oleh siswa selama proses pembelajaran. Model pembelajaran seperti itu tmpaknya sulit untuk dipertahankan lagi, karena tidak akan mampu memenuhi tuntutan kurikulum tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris tentang Penggunaan model Student Team Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa tentang Konsep Sumber Daya Alam. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD). Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa digunakan instrument Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk kelas Eksperimen dan kelas kontrol, dan Lembar observasi aktivitas belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil Penelitian diperoleh sebagai berikut. terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa dengan penggunaan model Student Team Achievement Division tentang konsep Sumber Daya Alam
Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Laporan Keuangan pada Kelas X AK 3 & X AK 4 di SMKN 3 Bandung
Perkembangan model pembelajaran dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Model-model pembelajaran yang lebih modern kini mulai digunakan. Sejalan dengan pendekatan konstruktivisme dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang kini mulai digunakan dan banyak mendapat respon yaitu model pembelajaran kooperatif. Model cooperative learning memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran, sementara guru bertindak sebagai motivator dan fasilitator aktivitas siswa. Model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang berarti model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) lebih menekankan siswa untuk belajar bersama-sama sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang dipelajari. Dengan rumusan masalah yang muncul yaitu: “Efektifkah Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa.” Dan tujuan dari penelitian ini adalah “untuk mengetahui Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dan kelas kontrol”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen, sedangkan sifat penelitian dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Dari hasi analisis uji hipotesis hasil belajar siswa diketahui bahwa terdapat efektivitas yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) di kelas ekperimen, (b) Penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) menghasilkan perhitungan interprestasi observasi oleh observer sebanyak 100% yang mempunyai interprestasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat efektifitas yang signifikan dari penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered Head Together (NHT) di kelas ekperimen dalam proses pembelajaran Pengantar Akuntansi dan lebih baik dari penggunaan model pembelajaran konvensional, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini, salah satunya yaitu pengaturan waktu yang harus dilakukan secara maksimal
Penelitian dan Pengembangan Pada Pembelajaran Akuntansi Pokok Bahasan Pengelolaan Kartu Aktiva Tetap Kelas XI Bidang Keahlian Akuntansi Di SMK Bina Warga Bandung
Kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran berlangsung adalah fakta yang tidak bisa dihindari. Salah satu diantara kesulitan belajar siswa yaitu pada aspek “kemampuan berpikir sintesis”. Penelitian inipun dilatarbelakangi oleh terlihat kurangnya kemampuan berpikir siswa dalam hal berpikir tingkat tinggi pada saat proses pembelajaran khususnya pembelajaran Akuntansi seperti kemampuan menyusun, kemampuan merancang, dan kemampuan mengevaluasi. Upaya guru dalam melaksanakan pembelajaran saat ini belum berorientasi kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi khususnya kemampuan berpikir sintesis. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu sebuah inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menemukan suatu metode pembelajaran yang cocok untuk meningkatkan kemampuan berpikir sintesis siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Reseach and Development), yang didalamnya termasuk penggunaan model deskriptif dan penelitian tindakan. Pelaksanaan metode R&D dibagi menjadi tiga langkah pokok yaitu studi pendahuluan, penyusunan metode, dan uji coba metode. Studi pendahuluan dilakukan pada SMK Bina Warga Bandung. Uji coba terbatas dilaksanakan dikelas XII AK 2 dan Uji Coba Luas dilaksanakan di kelas XI AK-1 dan AK-2. Populasi penelitian ini adalah kelas XI jurusan Akuntansi. Pengambilan sample uji coba terbatas menggunakan cara acak (random) untuk menentukan kelas uji coba terbatas dan uji coba luas. Hasil kajian dari berbagai literatur tentang metode pembelajaran yang diciptakan para ahli, ditemukan suatu metode pembelajaran yang diyakini dapat meningkatkan kemampuan berpikir sintesis siswa pada mata pelajaran Akuntansi khususnya pada materi pengelolaan kartu aktiva tetap di SMK Bina Warga Bandung, yakni “metode Inquiry”. Hasil pengolahan data dengan SPSS versi 15.0 terdapat peningkatan kemampuan berpikir sintesis siswa yang cukup signifikan setelah dikembangkan metode pembelajaran Inkuiri penemuan dipadukan dengan model tutor teman sebaya dalam hal pengelompokan belajar dan perumusan masalah dalam inkuiri yang dikembangkan cocok untuk siswa dalam belajar Akuntansi untuk membuat siswa mampu berpikir sintesis. Berdasarkan hasil-hasil penelitian ini, didasarkan kepada guru agar dapat menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran yang lebih menantang siswa mengembangkan kemampuan berpikir sintesis dalam proses pembelajaran Akuntansi. Demikian pula bagi kepala sekolah agar dapat membantu pengembangan metode pembelajaran ini demi perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian yang serupa dengan ruang lingkup yang lebih luas
Pengaruh Penerapan Metode Eksperimen terhadap Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar
Pada pembelajaran IPA peserta didik harus dapat mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga bukan hanya pengetahuan mengenai fakta, konsep dan prinsip saja, tetapi juga diperlukan proses penemuan. Dimana terdapat tiga kemampuan dalam IPA yaitu: kemampuan mengetahui yang diamati, kemampuan memprediksi apa yang belum diamati, dan kemampuan untuk menguji tindak lanjut dari hasil eksperimen dan dikembangkannya sikap ilmiah. Sementara proses pembelajaran yang digunakan oleh sebagian besar pendidik selama ini masih menggunakan metode konvensional dengan cara ceramah, yang memfokuskan hasil belajar pada penguasaan materi yang bersifat hapalan. Metode konvensional ini tampaknya sulit untuk dipertahankan lagi, karena tidak mampu memenuhi tuntutan pembelajaran dan mengakibatkan rendahnya hasil belajar yang disebabkan oleh tidak menyeluruhnya penguasaan terhadap materi pembelajaran, khususnya pembelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA di SD. Pada metode pembelajaran eksperimen peserta didik dituntut untuk dapat mengaitkan materi yang diajarkan dengan situasi nyata serta membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penemuan yang dilaksanakan melalui praktek langsung di lapangan. Penerapan metode eksperimen pada pembelajaran IPA di SD diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar secara keseluruhan bagi peserta didik. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik SD Negeri Antapani 2 Kelas V, dengan sampel kelas V-A dan Kelas V-B. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan Kuasi eksperimen dan mengambil sampel 2 kelas sebagai kelas kontrol dan kelas ekesperimen. untuk mengetahui hasil belajar peserta didik digunakan instrumen tes. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan software IBM SPSS 16.0 for window. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA di SD dengan penerapan metode eksperimen, serta terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik antara yang menggunakan metode eksperimen dengan peserta didik yang menggunakan metode konvensional pada pembelajaran IPA di SD
Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X IPS 2 dan X IPS 4 Pokok Bahasan Permasalahan Ekonomi di SMAN 1 SOREANG
Penerapan Model Cooperative Learning Type Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Pesera Didik
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah pada kurangnya aktivitas belajar peserta didik kelas IV SDN Cimindi dalam pembelajaran IPS, sehingga peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Penerapan Model Cooperative Learning Type Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar Peserta Didik”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran terhadap aktivitas belajar peserta didik kelas IV SDN Cimindi. Model pembelajaran yang diaplikasikan adalah Cooperative Learning Type Teams Games Tournament (TGT). Sesuai dengan maksud dan tujuan penelitian maka metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode eksperimen. Populasi untuk dijadikan sebagai sampel yang akan di beri perlakuan, yakni peserta didik kelas IV SDN 1 Cimindi sebanyak 15 orang sedangkan yang menjadi kelompok control peserta didik kelas IV SDN 2 Cimindi yang berjumlah 15 orang. Hasil penelitian yang dilakukan, peneliti menemukan berbagai penemuan dari perlakuan yang diberikan dengan model pembelajaran Cooperative Learning Type Teams Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran IPS menunjukkan bahwa aktivitas belajar peserta didik berada dalam katagori baik, sedangkan pada peserta didik yang tidak menggunakan model Cooperative Learning Type Team Games Tournament (TGT) dengan berada dalam kategori cukup dan hasil penghitungan uji signifikasi aktivitas belajar peserta didik menunjukkan bahwa terhadap pengaruh yang signifikan model Cooperative Learning Type Team Games Tournament (TGT) terdapat peningkatan aktivitas belajar peserta didik
PENGARUH PENGGUNAAN BAHAN AJAR MODUL TERHADAP KETUNTASAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak tercapainya ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Siswa mencapai ketuntasan belajar apabila mampu menyelesaikan pembelajaran dan soal-soal, menguasai kompetensi dan karakter, mencapai tujuan pembelajaran minimal 65% dari seluruh tujuan pembelajaran, dan mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang idealnya 75% (75). Kenyataan di lapangan peneliti menemukan permasalahan yaitu tidak tercapainya ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi, salah satu faktor penyebabnya yaitu kurangnya ketersediaan dan penggunaan bahan ajar yang sesuai dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba membuat bahan ajar modul dan menguji pengaruhnya terhadap ketuntasan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian quasi experimental dengan desain nonequivalent control group design dan bersifat kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah SMA Negeri 11 Bandung kelas X IPA, dimana X IPA 1 sebagai kelas kontrol dan X IPA 2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi pelaksanaan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan bahan ajar modul lebih efektif digunakan dalam pembelajaran objek dan cara pengenaan pajak terhadap ketuntasan belajar siswa dibandingkan dengan bahan ajar buku
ENERAPAN METODE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK
Penelitian ini berjudul Penerapan Metode Pair Check untuk Meningkatkan Kemampuan Kerja Sama Peserta Didik pada Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris penerapan metode Pair check dalam meningkatkan kemampuan kerja sama peserta didik. Penelitian ini merupakan Quasi Experimental Design dengan populasi dari peserta didik kelas XI RTL SMK Negeri 3 Bandung sebanyak 4 kelas yang berjumlah 132 peserta didik. Penelitian ini terdapat dua sampel kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 32 orang untuk setiap kelas. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan angket. Analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji perbedaan, dan uji gain. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan kemampuan kerja sama peserta didik di kelas ekperimen sebelum dan sesudah diterapkan metode pair check pada pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan (2) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan kerja sama peserta didik antara kelas eksperimen sesudah di terapkan metode pair check dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional pada pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan
PENGEMBANGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MATERI PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN-KONVERGEN
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam berpikir divergen-konvergen. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi lapangan peneliti bahwa peserta didik tidak terbiasa dengan soal analis atau studi kasus sehingga peserta didik kesulitan dalam berpikir kritis, kreatif, analis, original, berpikir lancar, terbuka dan belum baik dalam ketepatan pemecahan masalah. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu adanya inovasi dalam pembelajaran yang bertujuan untuk menemukan suatu model pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir divergen-konvergen yaitu model pembelajaran problem based learning dengan pendekatan open ended. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development). Pelaksanaan Metode penelitian R&D dibagi menjadi tiga tahap yaitu studi pendahuluan, pengembangan dan pengujian. Populasi yang digunakan adalah kelas XI IIS di SMA Negeri 7 Bandung. Pengambilan sampel untuk proses pengembangan menggunakan teknik purposive sample, maka sampel yang digunakan diambil dua kelas yaitu kelas XI IIS 1 sebagai kelas kontrol dan XI IIS 2 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir divergen-konvergen peserta didik yang menerapkan pengembangan model problem based learning dan terdapat peningkatan kemampuan berpikir divergen-konvergen peserta didik setelah menerapkan model problem based learning dengan uji kriteria gain pada materi permasalahan ketenagakerjaan
MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI ADOBE FLASH CS6 UNTUK MENARIK MINAT BELAJAR SISWA
Penelitian ini merupakan rancangan media pembelajaran menggunakan aplikasi Adobe Flash CS6 untuk menarik minat belajar siswa pada mata pelajaran komunikasi bisnis. Tujuannya untuk menghasilkan media pembelajaran menggunakan aplikasi Adobe Flash CS6 untuk menarik minat belajar siswa. Metode penelitian menggunakan metode RnD dengan menggunakan desain waterfall, dan tahapannya yaitu Komunikasi (Comuunication), Perencanaan (Planning), Pemodelan (Modeling), Kontruksi (Contruction), dan Penyerahan (Deployment). Di ujicobakan secara terbatas kepada 10 siswa kelas X jurusan pemasaran. Hasil penelitian adalah menunjukkan bahwa minat belajar siswa dapat meningkat dengan menggunakan media pembelajaran menggunakan aplikasi Adobe Flash CS6 berupa game edukasi yaitu game ular tangga