557 research outputs found
Sort by
MERANCANG LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS EDMODO DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA
Penelitian ini merupakan rancangan lembar kerja siswa menggunakan aplikasi pembelajaran Edmodo sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan analisis siswa pada mata pelajaran Administrasi Pajak. Perancangan serta pengembangan pada lembar kerja siswa tersebut menggunakan metode penelitian Research and Depelovment menggunakan desain ASSURE yang terdiri dari enam tahapan yaitu Analyze Learner Characteristic, State Standard And Objectivies, Select Strategis, Techonology, Media, And Material, Utilize Technology, Media, And Material, Require Learner Participation, dan Evaluate and Revisie. Rancangan dan pengembangan lembar kerja siswa diuji kelayakan oleh ahli media dan ahli materi lalu cobakan terbatas kepada 10 orang dengan hasil presentase diatas dari 80% yang artinya sangat layak. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu lembar kerja siswa berbasis aplikasi pembelajaran Edmodo dalam upaya meningkatkan kemampuan analisis siswa yang mencakup indikator menguraikan, membandingkan, dan menyimpulkan
PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemandirian belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi. Siswa yang memiliki kemandirian belajar cenderung percaya diri tidak bergantung dengan orang lain, tepat waktu dalam mengumpulkan tugas, inisiatif dalam belajar memiliki rasa keingintahuan yang besar, memiliki rasa tanggung jawab terhadap belajar, dan mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Kenyataan dilapangan peneliti menemukan permasalahan yaitu kurangnya kemandirian belajar pada pembelajaran sistem pembayaran, salah satu faktor penyebab diantaranya yaitu kurangnya ketersediaan bahan ajar yang sesuai dengan kemandirian belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji lembar kerja siswa untuk meningkatkan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental design dengan desain penelitian nonequivalent control group design dan penelitian bersifat kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X IPA lintas minat ekonomi di SMA Negeri 11 Bandung, dimana X IPA lintas minat ekonomi 1 adalah kelas kontrol dan X IPA lintas minat ekonomi 2 adalah kelas eksperimen. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi kemandirian belajar, observasi pelaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data dengan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lembar kerja siswa dapat digunakan dalam pembelajaran sistem pembayaran untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa dibandingkan buku ajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS
Rifanty Chairunnisa (2019). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Implementasi Model Discovery Learning Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di Sekolah Menengah Atas (Studi Eksperimen Materi Konsep Dasar Ilmu Ekonomi Kelas X T.A 2019/2020). Latar Belakang penelitian ini adalah siswa belum mencapai indikator yang dapat diklasifikasikan dalam kategori dapat menguasai kemampuan berpikir kritis kelas X IPS di SMAN 11 Bandung. Model discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen setelah mengimplementasikan model discovery learning. Metode penelitian yang digunakan didalam yaitu metode eksperimen dengan sifat penelitian kuantitatif dan desain penelitian quasi eksperimen dan desain yang dipilih yaitu Nonequivalent Control Group Design. Subjek dalam penelitian ini yaitu X IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan X IPS 5 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes uraian dan teknik analisis data dengan statistic parametric menggunakan bantuan aplikasi software SPSS 21. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen dengan menggunakan model discovery learning serta peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan peningkatan pada kelas kontrol dengan menggunakan metode yang biasa digunakan guru
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP RASA PERCAYA DIRI PESERTA DIDIK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap rasa percaya diri peserta didik. Latar belakang pelaksanaan penelitian ini adalah adanya hambatan dengan rasa percaya diri peserta didik pada proses pembelajaran,hanya peserta didik yang berprestasi yang mendominasi kegiatan pembelajaran. Saat diberi tugas dan diminta untuk mengerjakan soal di depan kelas peserta didik cenderung merasa takut dan tidak yakin dengan jawaban mereka, hanya beberapa peserta didik yang bersungguh-sungguh mengerjakannya sedangkan sebagian peserta didik lainnya lebih memilih menyontek hasil dari pekerjaan temannya. Alternatif yang dilakukan oleh peneliti terhadap permasalahan tersebut adalah dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, karena dalam metode pembelajaran tersebut peserta didik dituntut aktif pada saat proses pembelajaran, karena keberhasilan belajarnya ditentukan oleh setiap individu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian kepustakaan atau kajian literatur, dalam penelitian ini obyek penelitiannya bersumber dari beberapa jurnal yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR LOGIS MATEMATIS SISWA SMP
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis melalui model pembelajaran generatif dalam pembelajaran matematika, berdasarkan masalah yang ditemukan saat observasi bahwa kemampuan berpikir logis rendah. Kemampuan berpikir logis sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah matematika. Namun kemampuan berpikir logis ini masih rendah, hal ini dikarenakan kurangnya dilatih kemampuan berpikir logis siswa saat proses pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 28 Bandung tahun ajaran 2018-2019. Adapun sampel penelitiannya adalah siswa kelas VIII B yang terdiri dari 31 siswa, sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D yang terdiri dari 32 siswa, sebagai kelas kontrol. Sampel tersebut dipilih secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa tes tipe uraian berupa soal-soal kemampuan berpikir logis matematis. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan, bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir logis matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran generatif dan terdapat peningkatan kemampuan berpikir logis matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran generatif daripada siswa yang mendapatkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian model pembelajan generatif dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melaksanakan pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis matematis siswa
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BRAINSTORMING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MEMBUAT BUSINESS PLAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berpikir kreatif siswa yang kurang dilatih, khususnya pada mata pelajaran ekonomi bisnis. Siswa jarang terlibat dalam proses berpikir kreatif sehingga kesulitan dalam mengemukakan ide-ide dan gagasan apabila dihadapkan pada suatu masalah yang membutuhkan berbagai macam solusi untuk mengatasinya. Siswa yang kreatif memiliki kelancaran, keluwesan, orisinalitas dalam berpikir dan dapat memerinci. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran brainstorming terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa membuat business plan. Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan jenis penelitian pre eksperimental design dengan desain penelitian intact-group comparison. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X AKL di SMKN 3 Bandung, dimana kelas X AKL 3 adalah kelas eksperimen dan kelas X AKL 1 adalah kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel yaitu sampling purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumen business plan dan observasi pelaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data dengan uji hipotesis. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan metode pembelajaran brainstorming terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa membuat business plan
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN KOLABORASI SISWA DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI BISNIS
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa dengan model project based learning dalam mata pelajaran Ekonomi Bisnis. Model project based learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dalam suatu proyek yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu untuk menghasilkan suatu produk pengerjaannya berupa proyek perseorangan atau kelompok, dengan demikian siswa secara aktif berkolaboratif dalam kegiatan pembelajaran untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman kerja secara nyata. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas, satu untuk kelas eksperimen yaitu kelas X PBK 1 dan satu untuk kelas kontrol yaitu kelas X PBK 2. Sampel tersebut ditentukan dengan cara purposive. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah perangkat pembelajaran berupa: silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Proyek (LKP), dan buku guru serta lembar observasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model project based learning terhadap peningkatan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Ekonomi Bisnis kelas X PBK SMK Itikurih Hibarna dan terdapat peningkatan kemampuan kolaborasi siswa dengan menggunakan model project based learning pada mata pelajaran Ekonomi Bisnis siswa kelas X PBK SMK Itikurih Hibarna. Maka dapat dikatakan bahwa model project based learning mampu mempengaruhi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan kolaborasi siswa pada mata pelajaran Ekonomi Bisnis
PENGARUH PENERAPAN SPPKB BERBANTUAN MEDIA RODA BERPUTAR TERHADAP HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PESERTA DIDIK
Peserta didik perlu melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk bisa mengolah informasi berdasarkan fakta sehingga mampu memecahkan masalah dan terbiasa menghadapi sesuatu yang sulit. Namun faktanya, pelaksanaan pembelajaran di sekolah belum mampu melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik padahal kemampuan berpikir tingkat tinggi yang baik dapat menjadi modal bagi peserta didik untuk menghadapi tantangan masa depan dengan permasalahan yang kompleks. Berkenaan dengan masalah tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian di SMKN 3 Bandung untuk mengetahui pengaruh penerapan SPPKB berbantuan media roda berputar terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode kuasi eksperimen nonequivalent control group design. Populasi penelitian terdiri dari seluruh peserta didik kelas X Bisnis Daring dan Pemasaran SMKN 3 Bandung tahun ajaran 2018/2019 dengan sampel diperoleh berdasarkan purposive sampling yaitu kelas X BDP 1 sebagai kelas eksperimen dan X BDP 2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan berupa instrumen tes untuk mengukur HOTS peserta didik dan lembar observasi untuk mengetahui keberhasilan penerapan SPPKB berbantuan media roda berputar. Analisis data dilakukan dengan bantuan software SPSS V.21 for Windows dengan independent samples t-test. Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data maka didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan SPPKB berbantuan media roda berputar terhadap Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik dengan perbedaan perolehan nilai rerata kelas eksperimen sebesar 85,31 dan kelas kontrol sebesar 69,22
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH PADA SISWA MELALUI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION
Penelitian ini berjudul Peningkatan Kemampuan Memecahkan Masalah pada Siswa Melalui Pengunaan Model Pembelajaran Group Investigation. Judul ini diambil dengan dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan memecahkan siswa pada pelajaran perencanaan bisnis. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai peningkatan kemampuan memecahkan masalah dengan model pembelajaran Group Investigation dibandingkan dengan pembelajaran ceramah bervariasi. Desain penelitian ini adalah desain eksperimen berbentuk “Nonequevalent Pretest-Posttest Control Group Design” atau desain kelompok kontrol pretes-postes yang melibatkan dua kelompok. Dalam penelitian ini, kelompok eksperimen menggunakan pembelajaran Group Investigation dan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran ceramah bervariasi. Untuk mendapatkan data hasil penelitian digunakan instrumen berupa tes kemampuan memecahkan masalah dan lembar observasi. Subjek populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X Pemasaran di SMK Negeri 3 Bandung dengan subjek sampel adalah siswa kelas X Pemasaran 2 dan Pemasaran 3. Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan guru selama pembelajaran dengan model Group Investigation keterlaksanannya sangat baik. Analisis data dilakukan secara kuantitatif. Analisis kuantitatif dilakukan terhadap hasil pretes dan postes untuk melihat perbedaan rata-rata gain ternormalisasi antara kedua kelompok sampel dan diuji normalitas,homogenitas, dan uji t- test untuk melihat perbedaan kemampuan memecahkan masalah kedua kelompok sampel. Serta peningkatan kemampuan memecahkan pada siswa kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Group Investigation lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran ceramah bervariasi
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MELALUI PEMBELAJARAN OPEN-ENDED PADA SISWA SMP
Matematika merupakan pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir. Kurikulum 2013 menuntut siswa untuk berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kreatif matematis. Tetapi ditemui di lapangan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa masih rendah. Pemberian soal rutin yang diberikan membuat siswa sulit untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Siswa kurang menyelesaikan soal dengan lancar dan tepat, dan siswa sulit mengeluarkan ide-ide/cara lain dalam mengerjakan soal. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas model pembelajaran Open-Ended dalam pelajaran matematika dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Kemala Bhayangkari. Sampel dalam penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas VII C dengan 33 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII D dengan 30 siswa sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian dengan instrumen penunjangnya adalah RPP dan lembar observasi sebanyak empat kali pertemuan untuk masing-masing kelas. Data yang dikumpulkan berupa pretest yang diberikan sebelum pembelajaran berlangsung dan posttest diberikan setelah empat pertemuan dilaksanakan. Data hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan software SPSS untuk melihat efektivitas model pembelajaran Open-Ended. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa pembelajaran Open-Ended memiliki keunggulan dibandingkan dengan pembelajaran langsung secara signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis