Universitas Langlangbuana

Repository | FKIP Universitas Langlangbuana
Not a member yet
    557 research outputs found

    Pengaruh Pembelajaran Demonstrasi terhadap Hasil Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajran Ilmu Pengetahuan Alam di Kelas IV di Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hal ini disebabkan karena dalam pembelajaran pendidik masih menggunakan metode konvensional. Penelitian ini mencakup metode demonstrasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada materi perubahan lingkungan dan hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pembelajaran pada mata pelajaran Ilmu Penetahuan Alam dengan menggunakan metode demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran demonstrasi terhadap hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Banjaran 9. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV semester 2 SDN Banjaran 9 yang berjumlah 26 orang. Analisis perbedaan menggunakan analisis uji „t‟ dengan bantuan SPSS 16.0 for window, analisis ini digunakan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan metode demostrasi terhadap hasil belajar peserta didik kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan SPSS 16.0 for window diperoleh perbedaan yang signifikan hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah mendapatkan perlakuan dengan menggunakan metode demonstrasi. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam tentang materi perubahan lingkungan

    Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas XII di SMK Bina Warga Bandung

    No full text
    Model pembelajaran Numbered-Head Together (NHT) merupakan salah satu model yang dapat berpengaruh untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa yang berarti model pembelajaran Numbered-Head Together (NHT) lebih menekankan siswa untuk berkelompok yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memberikan peluang kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan yang dipelajari. Dengan rumusan masalah yang muncul yaitu: “seberapa besar pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Head Together (NHT) terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa?“. Dan tujuan dari penelitian ini adalah “Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered-Head Together (NHT) Terhadap Peningkatan Aktivitas dan pembelajaran IPS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode eksperimen, sedangkan sifat penelitian dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Dari hasil analisis uji hipotesis aktivitas belajar siswa diketahui bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered-Head Together (NHT) di kelas eksperimen, (b) penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered-Head Together (NHT) menghasilkan perhitungan yang meningkat. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif Numbered-Head Together (NHT) di kelas eksperimen dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini, salah satunya yaitu pengaturan waktu yang harus dilakukan secara maksimal

    Studi Eksperimen pada Kelas X SMK Negeri 3 Bandung pada Mata Pelajaran Pengantar Keuangan dan Akuntansi

    No full text
    Proses pembelajaran yang di harapkan dalam suatu satuan pendidikan adalah proses pembelajaran yang dapat menghantarkan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah di tetapkan. Salah satu bagian yang dapat mencapai hal tersebut adalah dengan adanya motivasi dalam diri siswa untuk belajar. Motivasi merupakan kekuatan pendorong untuk belajar secara aktif, kreatif, efektif, inovatif dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik ranah kognitif, afektif maupun psikomotor. Sementara berdasarkan hasil pengamatan penulis di lapangan motivasi belajar siswa masih sangat kurang hal ini disebabkan oleh model pembelajaran yang di gunakan oleh sebagian besar guru selama ini adalah model pembelajaran yang cenderung sama setiap pertemuan yaitu di awali dengan ceramah, diskusi dan di akhiri dengan latihan dan penugasan. Model pembelajaran seperti itu tampaknya sulit membuat siswa termotivasi dalam belajar. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X AP SMK Negeri 3 Bandung dengan sampel siswa kelas X AP-2 dan siswa Kelas AP-1. Penelitian ini menggunakan Desain penelitian Pretest-postest Nonequivalent Control Group Design. Dalam penelitian ini kelas X AP-2 merupakan kelas eksperimen yang mendapat perlakukan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay (CRH) dan kelas X AP-1 sebagai kelas kontrol yang mendapat perlakuan model pembelajaran konvensional. Hasil penelitian di peroleh sebagai berikut: (1) hasil dari observasi yang dilakukan oleh observer bahwa pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe CRH dilaksanakan dengan sangat baik dan efektif. (2) model pembelajaran kooperatif tipe Course Reriew Horay (CRH) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar siswa di banding model pembelajaran konvensional. (3) Peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi di banding peningkatan motivasi belajar siswa pada kelas eksperimen

    Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share Terhadap Peningkatan Aktivitas Balajar Siswa

    No full text
    Keberagaman model pembelajaran dari waktu ke waktu mengalami perubahan, model-model pembelajaran yang lebih modern kini mulai digunakan. Sejalan dengan kontruktivisme dalam pembelajaran, salah satu model pembelajaran yang kini mulai digunakan dan mendapat banyak respon yaitu model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif memberikan banyak kesempatan kepada siswa untuk bisa berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan temannya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, sementara guru sebagai motivator dan fasilitator aktivitas siswa. Model pembelajaran kooperatif sendiri terdiri dari berbagai macam model, salah satunya adalah model Think Pairs Share (TPS). Think Pairs Share (TPS) merupakan model pembelajaran kooperatif yang dapat berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa khususnya pada mata pelajaran akuntansi perpajakan materi teori pendahuluan pajak karena dalam kegiatannya dapat meningkatkan keaktifan siswa di dalam kelas sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang dipelajari. Dengan rumusan masalah yang muncul yaitu Apakah terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa” Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair share (TPS)” dan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) terhadap peningkatan aktivitas belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen quasi, sedangkan sifat penelitian dalam penelitian ini bersifat kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (a) Dari hasil analisis uji hipotesis aktivitas belajar siswa diketahui bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS dikelas eksperimen, (b) Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS menghasilkan perhitungan interpretasi observasi oleh observer sebanyak 95% yang mempunyai interpretasi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS di kelas eksperimen dalam proses pembelajaran akuntansi perpajakan dan lebih baik dari penggunaan model pembelajaran konvensional

    Penggunaan Metode Teknik Rumpang untuk Peningkatan Keterampilan Pemahaman Membaca pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

    No full text
    Berdasarkan data di lapangan, permasalahan yang muncul di kelas II SDN 1 Mandalasari, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, guru mengalami kesulitan dalam meningkatkan keterampilan membaca. Hal tersebut berdasarkan data yang diperoleh penulis dari guru kelas II SDN 1 Mandalasari. Bahwa siswa kelas II masih belum mampu membaca dan memahami isi bacaan. Selain itu, guru pun menyadari bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran membaca, guru belum pernah menggunakan metode atau teknik pembelajaran secara bervariasi. Teknik yang digunakan guru dalam meningkatkan kemampuan membaca adalah teknik ceramah dan penugasan yang tidak diikuti dengan evaluasi. Lemahnya tingkat kemampuan siswa memahami isi bacaan merupakan kendala untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, apalagi bila metode pembelajaran yang diterapkan guru kurang tepat, hal ini akan membuat nilai hasil belajar siswa semakin terpuruk berada jauh di bawah batas ketuntasan. Kenyataan praktis di lapangan ini sangat menarik perhatian penulis, dan sebagai peneliti tergerak untuk mengadakan penelitian dengan mengujicobakan teknik rumpang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan pemahaman membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar dengan menggunakan teknik rumpang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Penulis memilih menggunakan bentuk desain Pre-Eksperimen dengan melakukan pretes dan postes. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas II SDN 1 Mandalasari sebanyak 46 orang. Dalam pengambilan ini penulis menggunakan cara total populasi sebanyak 46 orang. Hasil penelitian diperoleh sebagai berikut: 1) Dengan menggunakan teknik rumpang dapat meningkatkan keterampilan pemahaman membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II SD Negeri 1 Mandalasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya telah berhasil, pada kelas eksperimen sebesar 77,8. 2) Berdasarkan hasil observasi dinyatakan bahwa kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan teknik rumpang sangat baik, diperoleh skor rata-rata 3,7. Artinya pelaksanaan pembelajaran menggunakan teknik rumpang dapat meningkatkan keterampilan pemahaman membaca pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas II SD Negeri 1 Mandalasari Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya sangat baik atau telah optimal

    (Studi Eksperimen dalam Pokok Bahasan Menemukan Ide Pokok Suatu Bacaan di Kelas IV SDN Sukasirna Kabupaten Tasikmalaya)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan saat pembelajaran Bahasa Indonesia pada pokus bahasan menemukan ide pokok suatu bacaan yaitu kurang tepat dalam menggunakan teknik pembelajaran, hal ini mengakibatkan rendahnya hasil belajar peserta didik. Penelitian ini mencoba menerapkan teknik skimming untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Subjek penelitian ini adalah peserta didik di kelas IV semester I SDN Sukasirna Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 58 peserta didik yang terdiri dari 29 peserta didik sebagai Kelas eksperimen dan 29 peserta didik sebagai Kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan observasi. Data hasil tes diolah dengan menggunakan uji statistik yaitu Uji-t dan uji gain. Uji-t dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, sedangkan uji gain dilakukan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik. Data hasil observasi dilakukan untuk melihat apakah peneliti melakukan langkah-langkah penelitian di dalam kelas atau tidak, dengan berpedoman pada lembar observasi yang diisi oleh observer. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan teknik skimming, mengalami peningkatan hasil belajar, jika dibandingkan dengan nilai kelas kontrol. Ternyata yang menggunakan teknik skimming lebih meningkat dari pada yang menggunakan pembelajaran konvensional

    Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Peserta Didik Sekolah Dasar

    No full text
    Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar yang melatih anak untuk berfikir kritis dan objektif. Usia peserta didik sekolah dasar yaitu antara 7-12 tahun merupakan usia berpikir konkrit. Namun keaktifan dan hasil belajar peserta didik belum maksimal karena pembelajaran-pembelajaran yang dilakukan oleh sebagian besar pendidik adalah pembelajaran konvensional saja, dimana pembelajaran berpusat pada pendidik dan peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajarannya. Pembelajaran seperti itu tampaknya kurang berhasil karena tidak mampu digunakan untuk mengajak dan melatih peserta didik menjadi pusat dalam pembelajaran (student center). Hal inilah yang melatar belakangi peneliti untuk melakukan penelitan dengan tujuan meningkatkan hasil belajar IPA materi perpindahan panas dengan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang dampak pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV sekolah dasar negeri di Kabupaten Bandung. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian adalah Nonequivalent (Pre Test and Post Test) Control Group Design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar soal tes, dan lembar observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan kontekstual sebesar 32,33 dari nilai rata-rata pre test 50,00 dan nilai rata-rata post test 82,33. Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukkan pula bahwa : (1) Penggunaan pendekatan kontekstual dapat diterapkan pada pembelajaran IPA materi perpindahan panas. Hal ini dibuktikan dengan observasi mengenai ketercapaian langkah-langkah pendekatan kontekstual yang mendapat kriteria A. (2) Terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan pada peserta didik yang pembelajarannya menggunakan pendekatan kontekstual

    Eksperimen Pada Mata Pelajaran Kewirausahaan Menganalisis Peluang Usaha Di Kelas XI SMK Bina Warga Bandung

    No full text
    Pembelajaran kewirausahaan seharusnya dapat berjalan secara optimal. Siswa seringkali mengalami kesulitan dalam memecahkan masalah. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran guru masih menggunakan model pembelajaran yang konvensional atau teacher oriented. Sehingga pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal tidak tercapai. Seharusnya siswa memahami permasalahan ekonomi, mencari penyebab serta menemukan atau menafsirkan permasalahan yang ada dalam ilmu ekonomi. Salah satu upaya yang untuk mengatasi permasalahan diatas yaitu dengan menerapkan model pembelajaran problem based learning yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran problem based learning yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Oleh Karen itu, rumusan masalah yang peneliti gunakan adalah Efektifkah pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan kemampuan memecahkan masalah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengunakan metode Eksperimen, sedangkan sifat peneliti dalam penelitian ini bersifat kuantatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (a) Dari hasil uji hipotesis kemampuan memecahkan masalah siswa diketahui bahwa terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di keles eksperimen.(b) penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menghasilkan perhitungan interprestasi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan terdapat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan di kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dibandingkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran seperti biasanya. Peningkatan kemampuan memecahkan masalah siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dari pada kelas kontrol

    Studi Eksperimen Pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Ketenagakerjaan Kelas XI di SMA Negeri 27 Bandung)

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatkan Kemampuan Mengevaluasi Ketenagakerjaan”. Di dalam kurikulum 2013 siswa dituntut untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi khsusnya tingkat evaluasi. Pada kenyataan di lapangan kemampuan mengevaluasi sebagian besar siswa masih rendah hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan oleh guru belum tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis masalah, sehingga diketahui apakah dapat meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa atau tidak pada mata pelajaran ekonomi. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Dalam penelitian ini siswa dibagi kedalam dua kelas, yaitu kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini dilakukan dikelas XI IIS 1 dan kelas XI IIS 3 SMA Negeri 27 Bandung dengan jumlah sampel 36 orang dari masing-masing kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes. Hasil tes kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik dengan uji-t yang sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu pengujian normalitas dan homogenitas sebagai syarat parametrik. Setelah dilakukan uji-t apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa dilihat dari kemampuan mengevaluasi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 27 Bandung, maka model pembelajaran berbasis masalah sangat efektif dijadikan model pembelajaran yang dapat diterapkan untuk berpikir tingkat tinggi khususnya dalam upaya meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa

    Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray apakah dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi antara kelas yang menerapkan model pembelajaran two stay two stray dan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran two stay two stray. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMK Bina Warga Bandung. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sampling Jenuh. Sampel dalam penelitian adalah kelas XI Akuntansi 1 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 24 siswa dan XI Akuntansi 2 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) hasil pengolahan data observasi model pembelajaran two stay two stray telah diterapkan dengan baik selama dua kali pertemuan dengan melaksanakan langkah-langkah dari model pembelajaran two stay two stray (b) hasil pengolahan data awal dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan yang artinya sama, (c) hasil penelitian menunjukan perbandingan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol pada uji gain. Berdasarkan perhitungan uji-t keputusan menolak Ho dan menerima H1, karena thitung > ttabel (3,694 > 2,008). Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran two stay two stray berpengaruh untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi

    0

    full texts

    557

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository | FKIP Universitas Langlangbuana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇