Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA NEGERI 8 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMA 8 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 8 Makassar pada tahun ajaran 2020/2021. Indikator keterampilan berpikir kritis yang diteliti meliputi interpretasi, analisis, dan inferensi. Variabel penelitian adalah keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sampel penelitian, peserta didik kelas XI MIPA di SMA Negeri 8 Makassar yang berjumlah 136 orang. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan pemberian tes keterampilan berpikir kritis berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 8 Makassar berada pada kategori sedang dengan persentase 47,79%
MENINGKATKAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK MELALUI PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SMAN 22 BONE
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan sikap sosial peserta didik dalam pembelajaran fisika. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar obsrvasi dengan dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sikap sosial peserta didik pada siklus I dengan indikator jujur menunjukkan persentase tertinggi sebesar 41,41% dan persentase rendah sebesar 4,69%. Untuk indikator disiplin diperoleh persentase ttertinggi sebesar 40,63% sedangkan persentase rendah 2,34%. Pada indikator bertanggung jawab memiliki persentase tertinggi sebesar 44,53% dan persentase rendah 4,69%. Untuk indikator toleransi terdapat persentase tertinggi 48,44% dan terendah 3,906%. Pada indikator santun memperoleh persentase tertinggi 53,94% dan persentase rendah 3,906% sedangkan untuk indikator disiplin diperoleh persentase tertinggi 54,69% dan persentase rendah 0,78%. Pada siklus II sikap sosial peserta didik pada indidkator jujur persentase tertinggi 73,43% dan rendah 9,37%. Untuk indikator disiplin skor persentase tertinggi 83,37% dan rendah 1,56%. Pada indikator bertanggung jawab skor persentase tertinggi 78,12% sedangkan skor rendah 14,06%. Dengan indikator toleransi diperoleh persentase tertinggi 92,18% dan persentase rendah 3,12%. Untuk indikator santun menunjukkan persentase tertinggi 79,68% dan persentase rendah 20,31%. Sedangkan untuk indikator percaya diri perolehan persentase tertinggi 81,25% dan rendah 1,56%, maka dapat dikatakan sikap sosial peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkam bahwa melalui penilaian autentik sikap sosial peserta didik dalam pembelajaran fisika dapat dikatakan meningkat
KAJIAN TEORITIK KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan model literature review yang bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan proses sains siswa pada mata pelajaran fisika. Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder berupa artikel hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang dilakukan dan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi peringkat 1 (satu) atau 2 (dua) dan/atau internasional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Data diperoleh dengan mengkaji berbagai artikel yang relevan dengan model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan proses sains siswa. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan diperoleh bahwa peserta didik yang diajar menggunakan pembelajaran berbasis proyek memiliki pengaruh baik terhadap proses sains yang kurang atau tidak mengalami peningkatan adalah indikator mengkomunikasikan. Selain itu, diperoleh juga data bahwa perangkat pembelajaran berbasis proyek layak digunakan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek efektif mampu meningkatkan keterampilan proses sains siswa. keterampilan proses sains. Rata-rata indikator keterampilan proses sains yang mengalami peningkatan adalah indikator mengamati, mengklasifikasi, dan mengajukan hipotesis, sedangkan indikator keterampilan
HUBUNGAN PERSEPSI PEMBELAJARAN DARING DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SMAN 11 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelirian korelasi yang bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi pembelajarn daring dengan hasil belajar Fisika Peserta Didik Kelas XI MiaSman 11 Makassar. Populasi penelitian ini adalah Peserta didik kelas XI MiaSman 11 Makassar sebanyak 250 peserta didik. Jumlah sampel penelitian sebanyak 84 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk data variabel persepsi pembelajaran daring dan tes kognitif untuk variabel hasil belajar Fisika. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh gambaran setiap variabel dan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan persepsi pembelajaran daring dengan hasil belajar Fisika peserta didik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa persepsi pembelajaran daring peserta didik kelas XI Mia Sman 11 Makassar berada dalam kategori rendah, hasil belajar Fisika peserta didik berada dalam kategori kurang baik, dan hasil analisis uji korelasi pearson menunjukkan nilai pearson Correlation sebesar 0,060<0,05 berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi pembelajaran daring dengan hasil belajar Fisika peserta didik kelas XI MiaSman 11 Makassar.Sehingga Persepsi pembelajaran daring tidak memiliki hubungan dengan hasil belajar Fisika. Apabila persepsi pembelajaran daring negatif maka tidak mutlak hasil beljara Fisika rendah dan sebaliknya. Kata kunci: Persepsi, pembelajaran daring, hasil belajar Fisik
ANALISIS MISKONSEPSI FISIKA MATERI SUHU DAN KALOR MENGGUNAKAN THREE TIER DIAGNOSTIC TEST DI MASA PANDEMI COVID-19 DI SMAN 1 PINRANG
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana miskonsepsi fisika materi suhu dan kalor pada peserta didik SMA Negeri 1 Pinrang. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yakni peserta didik kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Pinrang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 104 peserta didik sebagai sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Variable dalam penelitian ini adalah miskonsepsi fisika materi suhu dan kalor. Pengumpulan data dilakukan terhadap peserta didik menggunakan instrumen berupa tes diagnostik berupa Three Tier Diagnostic Test yaitu tes miskonsepsi materi suhu dan kalor dalam bentuk soal pilihan ganda disertai alasan dan tingkat keyakinan sebanyak 26 butir soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi peserta didik kelas XII MIPA SMAN 1 Pinrang terjadi pada semua butir soal dimana sebesar 46%, yang menguasai konsep sebesar 24%, menebak 9% dan tidak tahu konsep 21%. Kesimpulan yang diperoleh peserta didik kelas XII MIPA SMAN 1 Pinrang mengalami miskonsepsi pada materi suhu dan kalor sebesar 46% berada pada kategori sedang
ANALISIS HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMAN 6 BARRU SELAMA PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI COVID-19
Penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 6 Barru tahun ajaran 2020/2021 selama dilaksanakannya pembelajaran daring di era pandemi Covid-19. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMAN 6 Barru tahun ajaran 2020/2021 berjumlah 55 peserta didik. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes tertulis berupa pilihan ganda diakhir pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa hasil belajar fisika peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 6 Barru tahun ajaran 2020/2021 secara rata-rata adalah 70,36 atau berada pada kategori tinggi
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PESERTA DIDIK DI SMAN 11 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 11 Makassar dalam pembelajaran fisika pada tahun ajaran 2021/2022. Adapun variabel dalam penelitian ini yaitu keterampilan berpikir kritis peserta didik. Sampel penelitian yaitu peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 11 Makassar yang berjumlah 125 orang. Indikator keterampilan berpikir kritis yang diteliti meliputi interpretasi, analisis, dan inferensi. Data hasil penelitian diperoleh dengan cara memberikan tes keterampilan berpikir kritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal fisika berada pada kategori rendah, dimana 67 peserta didik berada dalam kategori rendah dengan persentase 53,6%. Untuk indikator interpretasi berada pada kategori sangat rendah dengan persentase 20%, serta analisis dan inferensi berada pada kategori rendah dengan persentase masing-masing 40%
PEMODELAN TEMPERATUR UDARA PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN GEOMETRIC BROWNIAN MOTION (STUDI KASUS WILAYAH MAKASSAR)
Penelitian berupa pemodelan terhadap temperatur udara pemukaan di wilayah Makassar dari Juli 2016 sampai Desember 2019. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengevaluasi temperatur udara permukaan di wilayah Makassar menggunakan metode Geometric Brownian Motion dan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) serta membandingkan trend (kecendrungan) secara aktual dengan hasil prediksi temperatur udara. Adapun hasil berupa nilai ekspektasi, variansi, dan volatilitas secara berurutan untuk wilayah Paotere (0,000015), (0,000537), (0,023183), wilayah Parangtambung (0,000016), (0,000565), (0,023774), dan wilayah Sudiang (0,000016), (0,000565), (0,0237). Dari hasil analisis menggunakan MAPE (Mean Absolute Percentage Error) diperoleh nilai untuk Paotere Ra1 4,90%, Ra2 5,65%, Ra3 4,34%, Parangtambung Ra1 4,23%, Ra2 3,42%, Ra3 5,03%, dan Sudiang Ra1 4,43%, Ra2 5,19%, Ra3 3,67%. Berdasalkan hasil perbandingan trend temperatur secara aktual dengan hasil prediksi menggunakan Geometric Brownian Motion maka pemodelan yang dilakukan dapat digunakan untuk memprediksi temperatur udara permukaan di wilayah Makassar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP MINAT BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 3 MAKASSAR
Penelitian ini merupakan penelitian True Eksperimental Design dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap minat belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Makassar. Sampel pada penelitian ini yaitu XI MIPA 4 sebagai kelas eksperimen dan XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Untuk mengukur minat belajar peserta didik dalam penelitian ini menggunakan angket. Statistik deskriptif menunjukan skor rata-rata minat belajar pada kelas eksperimen eksperimen sebesar 89,69 dengan standar deviasi 12,37, sedangkan pada kelas kontrol skor rata-rata minat belajar peserta didik sebesar 80,85 dengan standar deviasi 10,22. Hasil uji hipotesis dengan uji-t pada taraf siginifikan = 0,05 diperoleh thitung = 3,00 dan ttabel = 1,99. Karena ttabel < thitung, maka hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yaitu pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri mempunyai pengaruh yang positif terhadap minat belajar fisika peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Makassar. Abstract.This research is a True Experimental Design with Posttest Only Control Group Design. This research aims to determine the effect of the inquiry learning model on students' interest in learning physics class XI SMA Negeri 3 Makassar. The subjects in this study were XI MIPA 4 as the experimental class and XI MIPA 3 as the control class. To measure students' interest in learning in this study was a questionnaire. Statistics descriptive shows the average score of learning interest in the experimental class was 89.69 with standard deviasi 12,37, while in the control class the average score of students' learning interest was 80.85 with standard deviasi 10,22. The results of hypothesis testing with t-test of the taraf significance = 0,05 obtained tvalue = 3.00 and ttable = 1.99. Because ttable < tvalue, this indicates that H0 is rejected and H1 is accepted, namely learning with inquiry learning models has a positive effect on the students' interest in learning physics in class XI SMA Negeri 3 Makassar
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR PESERTA DIDIK
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis fisika ditinjau dari gaya berpikir peserta didik. Gaya berpikir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya berpikir sekuensial konkret, acak konkret, acak abstrak, dan sekuensial abstrak. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI SMKN 5 Jeneponto sebanyak 8 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kritis fisika dan wawancara. Instrumen gaya berpikir yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh De Porter yang terdiri dari 15 nomor dengan empat pilihan jawaban. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik berupa instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis, peserta didik yang mempunyai gaya berpikir sekuensial abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 2 yaitu cukup kritis, sedangkan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis yaitu cukup kritis dan kritis, dan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, gaya berpikir, fisika