Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
ANALISIS POROSITAS MATERIAL KAWASAN KARST MAROS PANGKEP TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG BERBASIS VARIASI UKURAN BUTIR
Abstrak-Telah dilakukan penelitian tentang porositas berdasarkan variasi ukuran butir batuan kawasan Karst Maros-Pangkep. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nilai porositas batuan di Kawasan Karst Maros-Pangkep berdasarkan variasi ukuran butir dan menentukan pengaruh ukuran butir terhadap porositas batuan di Kawasan Karst Maros-Pangkep. Proses dimulai dari penentuan ukuran butir menggunakan lima macam saringan/ayakan, yaitu dengan nomor 50 mesh, 30 mesh, 16mesh, 10 mesh dan 4 mesh. Porositas ditentukan dengan menggunakan metode penimbangan. Setelah perhitungan ukuran rata-rata butir didapat selanjutnya dihubungkan dengan porositas dengan metode analisis regresi. Berdasarkan perhitungan statistik diperoleh persamaan regresi linear batuan Karst Maros-Pangkep, yaitu Y=15,00-2,82X dengan R2.=0,78. Diperoleh pengaruh ukuran butir terhadap porositas batuan kawasan karst Maros-Pangkep bernilai negatif artinya ukuran butir berbanding terbalik dengan porositas batuan di kawasan karst Maros-Pangkep. Semakin kecil ukuran butir maka porositas semakin besar dan semakin besar ukuran butir porositas semakin kecil. Kata kunci : Porositas, ukuran butir, batuan karst Pangkep, batuan karst Maros Abstrak-Research on porosity has been carried out based on variations in grain size of the Maros-Pangkep Karst area. The purpose of this study was to describe the value of rock porosity in the Maros-Pangkep Karst Region based on grain size variations and to determine the effect of grain size on rock porosity in the Maros-Pangkep Karst Region. The process starts from determining the grain size using five kinds of sieves, namely with numbers 50 mesh, 30 mesh, 16mesh, 10 mesh and 4 mesh. Porosity is determined using the weighing method. After calculating the average grain size obtained, it is then connected to the porosity by using the regression analysis method. Based on statistical calculations obtained linear regression equation Maros-Pangkep karst rock, namely Y=15.00-2.82X with R2.=0.78. The effect of grain size on the rock porosity of the Maros-Pangkep karst area is negative, meaning that the grain size is inversely proportional to the porosity of the rocks in the Maros-Pangkep karst area. The smaller the grain size, the larger the porosity and the smaller the porosity. Keywords: porosity, grain size, Pangkep karst rock, Maros karst roc
ANALISIS AWAL WAHANA TIGER CAMP LUBUK MINTURUN KOTA PADANG SEBAGAI EDUPARK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
Edupark merupakan pembelajaran fisika ditempat wisata alam dan buatan yang dikaitkan dengan konsep-konsep fisika yang dijadikan sarana pembelajaran. Tiger Camp Lubuk Minturun, Padang merupakan kawasan wisata lokal yang memiliki beberapa objek wisata buatan. Pada umumnya pengunjung objek wisata hanya memanfaatkan pemandangan alamuntuk berfoto, kolam renang, villa, dan beberapa objek wisata lain. Tanpa mereka sadari ternyata banyak sekali konsep-konsep esensial fisika yang terdapat didalamnya.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui konsep-konsep esensial fisika pada wahana Tiger Camp. Pengumpulan data dilakukan dengan survei dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahawa terdapat konsep esensial fisika pada wahana tiger camp lubuk minturun dalam pembelajaran fisika kurikulum 2013
PERHITUNGAN ENERGI KEADAAN DASAR ATOM LITHIUM MENGGUNAKAN METODE VARIASIONAL DUA PARAMETER
Setiap atom memiliki energi pada keadaan dasar yang berbeda-beda. Semakin banyak jumlah elektron yang dimiliki oleh atom, maka semakin kompleks pula cara pengerjaan yang perlu dilakukan untuk menghitung energi keadaan dasarnya. Perhitungan energi tersebut dapat dilakukan dengan berbagai metode. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung energi atom Lithium pada keadaan dasar secara analitik dan numerik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk perhitungan energi adalah metode variasional dengan menggunakan dua parameter variasi. Pengerjaan secara numerik dilakukan menggunakan aplikasi GNU Octave sebagai alat bantu. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa energi keadaan dasar atom Lithium adalah -201.28 eV. Hasil ini cukup mendekati nilai eksak hasil eksperimen yang terdapat pada referensi dengan deviasi sekitar 1.08%. Hal ini membuktikan bahwa metoda variasional dapat digunakan untuk menghitung energi keadaan dasar atom berelektron banyak.
PENGGUNAAN GOOGLE CLASSROOM SEBAGAI SALURAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA SECARA DARING DI SMAN 14 MAKASSAR
Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-eksperiment yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika melalui saluran google classroom di kelas XI MIPA 1 SMAN 14 Makassar. Variabel penelitian adalah penggunaan saluran google classroom sebagai saluran media pembelajaran fisika secara daring dengan indikator hasil belajar fisika melalui saluran google classroom. subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas XI MIPA 1 di SMAN 14 Makassar yang berjumlah 35 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes hasil belajar fisika peserta didik yang diberikan melalui google form. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa skor keseluruhan rata-rata persetase hasil belajar fisika melalui saluran google classroom berada pada kategori Sangat Tinggi dengan persentase 62,85%, sementara pada skor persentase hasil belajar fisika untuk indikator menerapkan (C3) memperoleh persentase tertinggi sebesar 57,14% dengan kategori Sangat Tinggi. Adapun untuk indikator menganalisis (C4) memperoleh persentase tertinggi sebesar 54,29% dengan kategori Sangat Tinggi. Kata kunci: canva, google classroom, hasil belajar fisika, media pembelajaran fisika
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KESULITAN PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS DARING DI SMAN 2 SIDRAP
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk mengetahui apa faktor penyebab kesulitan belajar peserta didik kelas XI MIPA dalam pembelajaran fisika berbasis daring di SMAN 2 Sidrap. Populasi dan sampel dari penelitian ini yaitu seluruh peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 2 Sidrap. Indikator kesulitan belajar yang digunakan yaitu kesulitan teknis, Kesulitan Saat Pelaksanaan Pembelajaran Daring, Dan Faktor Eksternal. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen non test berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan yakni statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik kelas XI MIPA di SMAN 2 Sidrap mengalami kesulitan belajar dalam pembelajaran fisika berbasis daring dengan persentase 61,36 % atau 81 peserta didik mengalami kesulitan belajar. Kesulitan yang dialami seperti terkendala pada sinyal, belum mahir menggunakan aplikasi google classroom, kedisiplinan peserta didik yang kurang, penjelasan guru yang sulit dipahami dan kurang menarik
PENGARUH METODE EKSPERIMEN TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK
Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hasil belajar fisika peserta didik dan ada tidaknya pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI MIPA MAN Pinrang. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen, sedangkan variabel terikat yaitu hasil belajar peserta didik pada materi fluida statis. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIPA MAN Pinrang sebanyak 6 kelas, sedangkan sampelnya yaitu kelas XI MIPA 2 sebagai kelas kontrol dengan jumlah peserta didik 33 orang dan kelas XI MIPA 4 sebgai kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik 33 orang. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi fluida statis berupa posttest. Hasil pengolahan data menggunakan uji normalitas untuk kelas eksperimen yaitu X 2hitung = 7,09 sedangkan untuk kelas kontrol yaitu X 2hitung = 5,27, dimana X2tabel = 7,81 jadi X 2hitung < X 2tabel baik untuk kelas eksperimen maupun kelas kontrol. Adapun hasil pengolahan data menggunakan uji homogenitas yaitu Fhitung = 1,22 dan Ftabel = 1,80, jadi Fhitung < Ftabel. Hal ini menunjukkan bahwa data yang digunakan bersifat normal dan homogen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh thitung = 1,97 dan ttabel = 1,99, sehingga -ttabel < thitung < +ttabel maka dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen tidak memiliki perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI MIPA Pinrang pada materi pokok Fluida Stati
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMAN 10 MAKASSAR
Penelitian ini adalah penelitian survei yang bertujuan untukmendeskripsikan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas X MIPAdi SMAN 10 Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10Makassar pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Indikatorketerampilan berpikir kritis yang diteliti meliputi interpretasi, analisis,evaluasi dan inferensi. Adapun variabel dalam penelitian ini yaituketerampilan berpikir kritis peserta didik. Sampel penelitian yaitu pesertadidik kelas X MIPA sebanyak 5 kelas dan berjumlah 171 orang. Data hasilpenelitian diperoleh dengan cara memberikan tes keterampilan berpikirkritis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistikdeskritif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berpilirkritis pada indikator interpretasi sebesar 36,36 % peserta didik beradapada kategori sangat rendah, pada indikator analisis sebesar 37,43%peserta didik berada pada kategori rendah, pada indikator evaluasi sebesar32,16 % peserta didik berada pada kategori sangat rendah dan padaindikator inferensi sebesar 59,06% peserta didik berada pada kategorisangat rendah. Dengan demikian keterampilan berpikir kritis peserta didiksecara keseluruhan didominasi oleh kategori sedang dengan persentasesebesar 40,94 % . Berdasarkan hasil penelitian indikator analisis memilikipersentase skor rata-rata tertinggi sebesar 30,91% peserta didik beradapada kategori rendah sedangkan indikator yang memiliki presentase skorrata-rata terendah yaitu indikator inferensi sebesar 23,98 % peserta didikberada pada kategori rendah. Penyebab rendahnya keterampilan berpikirkritis peserta didik karena peserta didik tidak terbiasa menggunakan soalberbasis keterampilan berpikir kritisKata Kunci :Analisis, Berpikir Kritis, Evaluasi, Inferensi, InterpretasiAbstract – This research is survey research aims to describe the criticalthinking skills of senior high school students in class X MIPA in seniorhigh school 10 makassar. This research was conducted in 2019/2020academic year. The indicators of critical thinking skills are studiedinclude interpretation, analysis, evaluation, and inference. The researchvariables are students’ critical thinking skills .The research sample isstudents of class X MIPA with a total 171 students. The data werecollecting by providing critical thinking skills test. The data analysistechnique used descriptive statistical analysis. The results showed thatcritical thinking skill in the interpretation indicators were 36,36 % of theparticipants sitting in the very low category, on the analysis indicatorswere 37,43 % of the participants sitting in the low category, on theevaluation indicators were 32,16 % of the participants sitting in the verylow category, and on the inference indicators 59,06 % of the participantssitting in the very low category. Thus, the critical thinking skill of studensas a whole are dominated by the medium category with a percentage of59,06 %. Based on the results of the research, the rvaluation indicatorshave the highest percentage average score of 30,91% of students are inthe low category while the indicator that has the lowest percentageaverage score is the inference indicator of 23,98 % of students are in thevery low category. The course of the low critical thinking skill of studentsbecause students are note accustomed to using questions based on criticalthinking skills.Keywords :Analysis, Critical Thinking, Evaluation, Inference,Interpretatio
HUBUNGAN KEPERCAYAAN DIRI DAN POLA ASUH ORANGTUA DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN FISIKA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 6 JENEPONTO
Berpikir kreatif menjadi langkah awal inovasi dan perubahan-perubahan sehingga meningkatkan kualitas dan taraf hidup manusia. Kepercayaan diri akan menyatukan motivasi dan sumber dayanya yang mendorong kemampuan berpikir kreatifnya. Sedangkan pola asuh orangtua berperan dalam pembentukan sikap terbuka dan saling menghargai yang mendukung terbentuknya pola pikir kreatif anak. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9 – 11 September 2021 di SMA Negeri 6 Jeneponto. Populasi adalah seluruh peserta didik kelas XII MIA SMA Negeri 6 Jeneponto sebanyak 163 orang. Dengan menggunakan teknik slovin sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 116 orang dan teknik penarikan sampel berupa teknik simple random sampling. Penelitian ini adalah penelitian ex-Post Facto dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain korelasi berganda. Instrumen yang digunakan adalah instrument non tes berupa kuisioner untuk mengukur kepercayaan diri dan pola asuh orangtua sedangkan instrument tes berjenis essay test digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Untuk melihat hubungan antar variabel digunakan teknik analisis korelasi sederhana dan teknik analisis korelasi ganda. Sedangkan uji asumsi digunakan analisis uji anova. Pengujian prasyarat dilakukan berupa uji normalitas dan multikoloneritas. Sehigga diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dan pola asuh orangtua dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik baik secara sederhana maupun bersama
KAJIAN PUSTAKA TENTANG EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN VIDEO BERBASIS KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
Abstrak - Kajian Pustaka tentang Efektivitas Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing dengan Video Berbasis Kontekstual terhadap Hasil Belajar Peserta Didik. Penelitian ini adalah penelitian studi kepustakaan yang bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan video berbasis kontekstual terhadap hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Jurusan Fisika Universitas Negeri Makassar pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2020. Sumber primer yang digunakan adalah artikel yang relevan dengan judul penelitian ini dan sumber sekunder berupa buku literatur yang berhubungan dengan penelitian. Instrumen penelitian berupa daftar check-list klasifikasi bahan penelitian. Data dikumpulkan dengan cara dokumentasi dan di analisis dengan metode analisis isi (Content Analysis). Berdasarkan review ada 6 artikel menggunakan penelitian eksperimen, 1 penelitian tindakan kelas dan 2 penelitian pengembangan yang menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan video berbasis kontekstual lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dibanding tanpa menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan video berbasis kontekstual (baik itu menggunakan direct instruction, pembelajaran konvensional, tanpa media video yang dikembangkan maupun dengan cara pengumpulan data yang berbeda). Kata kunci: hasil belajar, inkuiri terbimbing, video berbasis kontekstua
DIAGNOSIS KESULITAN MATERI FISIKA PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 3 BARRU
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisis tingkat kesulitan materi fisika peserta didik dan faktor-faktor penyebab kesulitan materi fisika peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 3 Barru. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI IPA SMA Negeri 3 Barru tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 102 peserta didik. Data tingkat kesulitan materi fisika peserta didik diperoleh dari tes hasil belajar peserta didik. Sedangkan data faktor-faktor yang menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan materi fisika, diperoleh dari lembar kuesioner yang diisi oleh peserta didik dan dilanjutkan dengan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesulitan materi fisika peserta didik berada pada kategori sukar. Kesulitan yang dialami peserta didik disebabkan oleh faktor kesehatan, intelegensi, lingkungan masyarakat, kebiasaan belajar, waktu belajar dan sarana pembelajaran daring.