Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    246 research outputs found

    ANALISIS REKAHAN GEMPA BUMI DAN GEMPA BUMI SUSULAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE OMORI

    Get PDF
    Abstract:Analysis of Fracture Earthquakes and Earthquake Supplementary Using Omori Method. It has been conducted research on fracture analysis of aftershocks and the relationship between the law Omori and aftershock in the northeastern city of Soroako dated February 15, 2011. From the data as much as 190 aftershocks incident, obtained fracture longest aftershock of 1.722 km with seismic energy 1.6737 x 1015 J and the speed of earthquake fissures 79.629 m/s while the shortest fracture energy of 0.331 to 1.45 x 1013 J quake and speed earthquake fracture 1.327 m / s. The end time of analysis or prediction of aftershocks obtained by the method of Omori in 20 days. So on the 20th day of the quake, aftershocks will end with a frequency of earthquakes only once a day.Abstrak:Analisis Rekahan Gempa bumi dan Gempa bumi Susulan dengan Menggunakan Metode Omori. Telah di lakukan penelitian analisis rekahan gempa susulan dan hubungan antara gempa susulan dengan Hukum Omori di wilayah timur laut kota Soroako tanggal 15 Februari 2011. Dari data gempa susulan sebanyak 190 kejadian, di peroleh rekahan terpanjang gempa susulan sebesar 1,722 km dengan energi gempa 1,6737 x 1015 J dan kecepatan rekahan gempa 79,629 m/s sedangkan rekahan terpendek sebesar 0,331 dengan dengan energi gempa 1,45x 1013 J dan kecepatan rekahan gempa 1,327 m/s. Analisis atau prediksi Waktu berakhirnya gempa susulan dengan metode Omori di peroleh 20 hari. Jadi pada hari ke 20 dari gempa utama, gempa susulan akan berakhir dengan frekuensi gempa hanya satu kali dalam satu hari.Kata kunci : gempa susulan, hukum omori, rekahan gempaIndonesia merupaka

    ANALISIS DISTRIBUSI ARUS PERMUKAAN LAUT DI TELUK BONE PADA TAHUN 2006-2010

    Get PDF
    Abstract : Analysis of Ocean Surface Currents of Gulf of Bone in 2006 – 2010. It has been studied the distribution of ocean surface currents in the Gulf of Bone in which the study was to describe the spatial and temporal variability of flow velocity in the waters of the Gulf of Bone in the year 2006-2010, the data used is the 10 meter wind data which is extracted from the grib data (binary grid) . In the present study is expected to provide information about the spatial and temporal variability of sea surface current data is the basis for further research. Distribution patterns of sea surface currents in January to April is generally dominant from the east, while in the month of May to December of the dominant West. from January to December is generally low (0-5 cm / s), but in January in Zone I and Zone II is quite high with values ranging between 25-40 cm/ s).Abstrak:Analisis Distribusi Arus Permukaan Laut di Teluk Bone pada Tahun 2006-2010. Telah diteliti distribusi arus permukaan laut di Teluk Bone dimana penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variabilitas spasial dan temporal kecepatan arus di Perairan Teluk Bone pada tahun 2006-2010, data yang digunakan adalah data angin 10 meter dimana merupakan hasil ekstrak dari data grib (grid binary). Pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai variabilitas spasial dan temporal arus permukaan laut merupakan data dasar untuk penelitian selanjutnya. Pola distribusi arus permukaan laut permukaan bulan Januari hingga April secara umum dominan dari arah Timur, sedangkan pada bulan Mei hingga Desember dominan dari arah Barat. Kecepatan dari Januari hingga Desember umumnya rendah (0-5 cm/s), namun pada bulan Januari pada Zona I dan Zona II cukup tinggi dengan nilai berkisar antara 25-40 cm/s.Kata Kunci : Arus, Distribusi, Teluk Bone, Data Gri

    STUDI TENTANG KOMPARASI DATA TEKANAN UDARA PADA BAROMETER DIGITAL DAN AUTOMATIC WEATHER SISTEM (AWOS) DI

    Get PDF
    Abstract :The Study of Air Pressure Data Comparison between Digital Barometer and Automatic Weather System (AWOS) at Stasiun Meteorologi Hasanudin Makassar. This study was expected to provide information about data comparison of air pressure in digital barometer and automatic weather system (AWOS) as basic of data for further research.Observations of meteorological elements can be done visually / directly or with the aid of equipment. Tools to measure weather parameters should have a high degree of accuracy, in accordance with the provisions of (World Meteorological Office) WMO. Based on this, it is important to know the level of accuracy/precision of each piece of equipment used in meteorological observations. Digital barometer is one of the modern air pressure gauge that works on the principle of changing the condition of the silicon sensor to changes in air pressure. While the sensor is a sensor Barocap air pressure acting on the principle of the transducer capacitance changes in response to changes in air pressure as measured by the Automatic Weather Systems (AWOS). Therefore the air pressure data Automatic Weather Systems (AWOS) and digital barometer can be used in flight services information and weather forecast data.Abstrak :Studi Tentang Komparasi Data Tekanan Udara Pada Barometer Digital dan Automatic Weather System (AWOS) di Stasiun Meteorologi Hasanuddin Makassar. penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai data tekanan udara pada barometer digital dan automatic weather system (AWOS) merupakan data dasar untuk penelitian selanjutnya.Pengamatan unsur meteorologi dapat dilakukan secara visual / langsung maupun dengan bantuan peralatan. Alat untuk mengukur parameter cuaca harus memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, sesuai dengan ketentuan (World Meteorological Office) WMO. Berdasarkan hal tersebut, maka sangatlah penting untuk mengetahui tingkat keakuratan/ketelitian dari masing–masing peralatan yang digunakan dalam pengamatan meteorologi. Barometer digital adalah salah satu alat ukur tekanan udara moderen yang bekerja berdasarkan prinsip perubahan kondisi sensor silicon terhadap perubahan tekanan udara. Sedangkan sensor Barocap merupakan sebuah sensor tekanan udara yang bekerja berdasarkan prinsip perubahan kapasitansi dari tranduser sebagai respon terhadap perubahan tekanan udara yang diukur oleh Automatic Weather Sistem (AWOS) Karena itu data tekanan udara Automatic Weather Sistem (AWOS) dan barometer digital dapat digunakan dalam informasi pelayanan penerbangan maupun data prakiraan cuaca.Kata Kunci: Barometer digital, sensor Barocap Automatic Weather Sistem AWO

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PADA MATERI MEKANIKA BENDA TITIK KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 2 RANTEPAO

    No full text
    Abstrack :The Implementation of Cooperative Learning Type Jigsaw to the Learning Outcome of Physics in Particles Material for X1 IPA 1 Class, SMA Negeri 2 Rantepao. This research was pre-experimental research with aims to gathering the information about the learning outcome of Physics of the class XI IPA 1 students of SMA Negeri 2 Rantepao, whether the students has reached the Minimum Completeness Criteria or not by using cooperative learning type jigsaw. The population all at once the sample of this research was 34 students. The design used by the researcher was one shot case study design. The instrument of this research is learning outcome test of physics which fulfill the validity criteria for 20 of 32 numbers of questions. Technique of data analysis used by the researcher in this research is statistic escriptive and inferential. The result of descriptive analysis show the average score of the students’ learning outcome of Physics in class XI IPA 1, SMA Negeri 2 Rantepao, after taught by using cooperative learning type Jigsaw is 82,50 and the standard deviation is 1,33.Abstrak:Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe JIGSAW terhadap Hasil Belajar Fisika pada Materi Mekanika Benda Titik Kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Rantepao. Penelitian ini adalah penelitian pra-eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Rantepao telah mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau belum setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Subjek populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 34 peserta didik. Desain yang digunakan adalah One shot Case Study Design. Hipotesis penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Rantepao telah mencapai standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar fisika yang memenuhi kriteria valid sebanyak 20 butir dari 32 butir soal.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar fisika peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Rantepao setelah diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw sebesar 82,50 dan standar deviasi sebesar 2,58. Analisis inferensial menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berperan pada pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) peserta didik kelas XI IPA 1 SMA Negeri 2 Rantepao tahun ajaran 2012/2013.Kata Kunci: hasil belajar, jigsaw, model pembelajaran kooperati

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED DALAM RANGKA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMP NEGERI 29 SATAP MALAKA KAB. MAROS

    Get PDF
    Abstract:The Implementation of Learning Model Type Connected to Improved the Physics Learning Outcomes at 29 Satap Malaka Kabupaten Maros. This was a pre-experimental research with One Group Prettest – Posttest Design, aimed to determines the improvement of student’s learning outcomes after tough using Integrated learning Model Type Connected The Independent variable of this research is integrated learning Model Type Connected, white the dependent variable is student’s learning outcomes in light subject matter. The sample is class VIIIA white 25 student’s data of this research by pretest and posttest of learning outcomes in light’s subject. The instrument used is the test that has been validated. Descriptive analysis results showed an average score of student learning outcomes at grade VIIIA SMP 29 SATAP Malacca Kab.Maros before taught integrated learning type is 14.26 ± 6.64,and after taught using integrated learning type connected is 20 , 18 with a standard deviation of 5.02. The results showed that the average score is increased after student’s thoug using integrated learning type connected. Based on N – Gain analisys, the average of N – Gain is 0,63. If cant be connected thad the student’s outcomes at grade VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab. Maros after tough using integrated learning outcomes type connected in light subject on middle catelearning achievement before and gory.Abstrak:Penerapan Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected dalam Rangka Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Peserta Didik SMP Negeri 29 Satap Malaka Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah diajar dengan model pembelajaran terpadu tipe connected. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran Terpadu Tipe Connected sedangkan variabel tak bebasnya adalah hasil belajar peserta didik pada materi cahaya. Sampel penelitan ini adalah kelas VIIIA dengan jumlah 25 orang. Disain Penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Data hasil penelitian diperoleh dengan memberikan tes hasil belajar pada materi pokok cahaya berupa pretest dan posttest.Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab.Maros sebelum diajar dengan pembelajaran terpadu tipe connected adalah 14,26 dengan standar deviasi sebesar 6,64, setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran terpadu tipe connected adalah 20,18 dengan standar deviasi sebesar 5,02. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran mengalami peningkatan. Berdasarkan analisis N-Gain diperoleh peningkatan rata-rata N-Gain sebesar 0,63. Hal ini dapat disimpulkan bahwa hasil belajar peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 29 Satap Malaka Kab.Maros setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected pada materi cahaya berada pada kategori sedang.Kata Kunci : pembelajaran terpadu tipe connected, hasil belajar, dan cahay

    IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MATERI USAHA, GAYA DAN ENERGI DENGAN MENGGUNAKAN CRI (CERTAINTY OF RESPONSE INDEX) PADA SISWA KELAS VIII SMPN 1 MALANGKE BARAT

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian “ex post facto” yang bersifat deskriptif mengenai Identifikasi konsepsi pada konsep-konsep Usaha, Gaya dan Energi dengan menggunakan CRI (Certainty Of Response Index). Sampel yang diambil berjumlah 96 dari 123 siswa kelas VIII SMPN 1 Malangke Barat dengan menggunakan teknik proportionate random sampling  . Alat pengumpul data yang digunakan adalah soal-soal pilihan ganda sebanyak 22 soal yang telah terseleksi melalui uji validitas. Siswa menjawab soal tersebut disertai dengan pembubuhan angka CRI (0-5) sesuai dengan tingkat kepercayaan siswa. Siswa dapat dinyatakan mengalami miskonsepsi atau tidak tahu konsep dengan cara membandingkan benar tidaknya jawaban pertanyaan yang diberikan dengan nilai CRI yang diisi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa paling cenderung mengalami miskonsepsi pada konsep pengaruh gaya gravitasi terhadap kecepatan benda yang massanya berbeda namun keduanya jatuh bebas (84%) dengan CRIS 4,2 dan fb 0,12. Konsep-konsep yang lain pada umumnya juga mengalami miskonsepsi namun tidak sebesar konsep di atas.Kata kunci: Miskonsepsi, Usaha,Gaya dan Energi, CRI (Certainty of Response Index

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DASAR MATEMATIKA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MAKASSAR TAHUN AJARAN 2010/2011

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan dasar matematika siswa, motivasi belajar fisika dan hasil belajar fisika siswa serta untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dasar matematika siswa dan motivasi belajar fisika dengan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama dengan pengambilan sampel pengacakan.Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa skor pengetahuan dasar matematika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makasar  berada pada kategori tinggi, skor motivasi belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar berada pada kategori tinggi, dan hasil belajar fisika siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Makassar berada pada kategori tinggi. Sedangkan hasil analisis statistik inferensial menunjukkan tingkat hubungan positif yang signifikan antara variabel bebas dan variabel tak bebas baik sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama Kata kunci : Penelitian ex-post facto, motivasi belajar fisika, hasil belajar fisika, statistik deskriptif, statistik inferensial

    STUDI KUALITAS UDARA KOTA MAKASSAR (STUDI KASUS KONSENTRASI NO2)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian tentang studi kualitas udara khususnya konsentrasi NO2 di kota Makassar. Lokasi pengambilan sampel dilakukan dengan metode pusposive sampling (berdasarkan pertimbangan) yaitu di 8 lokasi. Sampel diambil dengan menggunakan midget impinge yang berisi absorben NO2 dengan menggunakan metode Griess Saltzman. Pengambilan sampel bersamaan dengan menghitung jumlah kendaraan, temperature, kelembaban, dan kecepatan angin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi NO2 pada 8 lokasi penelitian antara 24 µg/Nm3-92 µg/Nm3 yang nilainya masih di bawah standar baku mutu. Semakin banyak jumlah kendaraan maka konsentrasi NO2 semakin besar. Namun tetap berpengaruh temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin.Kata kunci : kota makassar, konsentrasi NO2,  jumlah kendaraan, metode Griess Saltzma

    KARAKTERISASI BAHAN PADUAN Nd1+xBa2-xCu3O7 YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE REAKSI PADATAN

    Get PDF
    Telah berhasil dikembangkan bahan paduan oksida  Nd1+xBa2-xCu3O7  NdBaCuO yang ditumbuhkan dengan metode reaksi padatan pada variasi rasio molar x=0; -0,1; -0,2; dan -0,3. Campuran bahan padatan dalam bentuk serbuk dibuat homogen melalui proses penggerusan pada rute tertentu dan disintering pada suhu 950 oC. Untuk mengetahui tingkat kualitas suatu material maka dianalisis homogenitas campuran bahan dengan karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur Kristal suatu bahan dan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk mengetahui morfologi permukaan suatu bahan paduan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai rasio molar (x) maka jarak antar atomnya akan semakin kecil dan pada x=0 tumbuh spiral growth.Kata kunci : NdBaCuO; Metode reaksi padatan; Rasio molar; Struktur kristal; morfologi permukaa

    ANALISIS FRAKSI RASIO MOLAR BAHAN PENYUSUN PADUAN OKSIDA Nd1+XBa2-XCu3O7-

    Get PDF
    Pada penelitian ini telah dikembangkan bahan paduan oksida  Nd1+XBa2-XCu3O7-(NBCO)  yang di sintesis dengan metode reaksi padatan (solid state reaction) pada variasi x = 0,3; sampai  -0,3. Di mana campuran bahan padatan dalam bentuk serbuk (powder) ditempatkan pada mortar dan dilakukan penggerusan sedemikian sehingga diperoleh campuran bahan yang homogen. Kemudian di kalsinasi dan sintering pada suhu kamar 30 0C sampai 950 0C. Dengan mengetahui variasi fraksi rasio molar bahan penyusun paduan oksida tersebut sehingga homogenitas campuran bahan, stoikiometri paduan yang terbentuk berdasarkan hasil karakterisasi SEM (scanning electron microscopy) dan EDAX (energy dispersive x-ray) dapat diketahui tingkat kualitas suatu material.Kata Kunci : NBCO, Solid state reaction, Kalsinasi, Sintering, SEM-EDAX

    225

    full texts

    246

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇