Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Not a member yet
246 research outputs found
Sort by
PENERAPAN PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 MA’RANG
Abstract: Application of Problem Solving Approach to Improve Comprehension of Concepts Physics Students Class X SMA Negeri 1 Ma'rang. This research aims to determine: 1) how much the physics concepts understanding of students class X SMA Negeri 1 Ma'rang in academic year 2014/2015 before they were taught using problem-solving approach. 2) how much the physics concepts understanding of students class X SMA Negeri 1 Ma'rang in academic year 2014/2015 after they were taught by problem-solving approach. 3) how high the gain of physics concepts understanding of students in class X SMA Negeri 1 Ma'rang after they were taught by problem-solving approach. The Subject in this study was the X3 class of SMA Negeri 1 Ma'rang in academic year 2014/2015. Collected data in this research was analyzed by using descriptive and inferential statistical techniques. Based on the result of descriptive analysis, it was obtained that average score of conceptual understanding of physics students after being taught by using problem-solving approach was greater compared to the average scores before taught by using problem-solving approach. As inferential analysis, normality test, N-gain and the estimated average were conducted. Based on the results of the data normality test for scores of conceptual understanding of physics, it could be concluded that the data of conceptual understanding of physcs both for pretest and posttest was originally from populations that were normally distributed. Based on N-gain analysis, it was showed that the improvement of conceptual understanding of physics students was of in the middle category.Keywords: problem solving, concept understandingAbstrak: Penerapan Pendekatan Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Ma’rang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) seberapa besar pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ma’rang tahun ajaran 2014/2015 sebelum diajar dengan pendekatan pemecahan masalah. 2) seberapa besar pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ma’rang tahun ajaran 2014/2015 setelah diajar dengan pendekatan pemecahan masalah. 3) seberapa besar peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Ma’rang setelah diajar dengan pendekatan pemecahan masalah. Subjek pada penelitian ini adalah kelas X3 SMA Negeri 1 Ma’rang tahun ajaran 2014/2015. Pengolahan data penelitian menggunakan teknik statistik deskriptif dan teknik inferensial. Pada analisis deskriptif diperoleh skor rata-rata pemahaman konsep fisika peserta didik setelah diajar dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah lebih besar jika dibandingkan dengan skor rata-rata sebelum diajar dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Pada analisis inferensial digunakan uji normalitas, N-Gain dan taksiran rata-rata. Berdasarkan hasil pengujian data normalitas pada skor pemahaman konsep fisika maka dapat dikatakan bahwa data pemahaman konsep fisika baik pretest maupun postest berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Pada analisis N-gain berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa peningkatan pemahaman konsep fisika peserta didik berada pada kategori sedang.Kata Kunci: pemecahan masalah, pemahaman konse
ANALISIS KARAKTERISTIK CURAH HUJAN DAN TINGGI MUKA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PUTE RAMMANG-RAMMANG KAWASAN KARST MAROS
This research aims to describe the characteristics of rainfall, and the characteristics of the watershed (DAS) of Pute Rammang-rammang river at karst area of Maros , by using primary and secondary data. The primary data is the height of the watershed that measured at the 1-15 Sya’ban 1435 Hijriah using a ruler guess, while the secondary data is data of rainfall in period (2000-2014) obtained from the Office PSDA Sulawesi Selatan Province. The characteristics of rainfall type of DAS Pute are having 6 wet months, 4 dry months, and 2 moist month; characterized in November to April is the rainy season, June to September is the dry season , while May and October is the transition time with precipitation type C (somewhat wet ) with Q value is of 0,473. During the drought, fluctuations of height of watershed of Rammang-rammang was more affected by the tides of the sea where it was on the morning of the tide rises while in the afternoon with the highest tides occur in full moon phase and the lowest occur in the a half moon phase.Telah dilakukan penelitian tentang Analsis Karakteristik Curah Hujan dan Tinggi Muka Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Pute Rammang-Rammang Kawasan Karst Maros. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik curah hujan, dan karakteristik tinggi muka air, dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer adalah tinggi muka air yang diukur pada tanggal 1-15 Sya’ban 1435 Hijriah dengan menggunakan mistar duga, sedangkan data sekunder adalah curah hujan periode (2000-2014) yang diperoleh dari Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan. Karakteristik tipe curah hujan DAS Pute memiliki 6 bulan basah 4 bulang kering dan 2 bulan lembab, yang dicirikan pada bulan November hingga April merupakan musim hujan, bulan Juni hingga September merupakan musim kemarau, sedangkan Mei dan Oktober merupakan masa pancaroba, dengan curah hujan tipe C (agak basah) dengan nilai Q=0,473. Pada musim kemarau fluktuasi tinggi muka air Rammang-Rammang lebih dipengaruhi olah pasang surut air laut dimana pada pagi hari terjadi pasang naik sementara pada sore hari terjadi pasang surut dengan pasang tertinggi terjadi pada fase bulan purnama sementara pasang terendah terjadi pada fase bulan setengah.Kata Kunci: tipe curah hujan, tinggi muka air, sungai Pute Rammag-Ramma
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK SMA DI KOTA MAKASSAR
This study aims to determine and describe the relationship between self-concept and achievement motivation in physics learning outcomes, either individually or jointly. Population is a Class XI student of High School and private accredited Makassar. The samples used were 340 people who are determined based on tables Isaac and Michael with proportionate stratified random sampling technique. Measurement of self-concept and achievement motivation using a Likert scale questionnaire instrument models with a range of scores 1-5. Physics learning outcomes are measured by the instruments of learning outcomes. To avoid errors of analysis and rank the twins then ordinal data from scores of self-concept and achievement motivation is converted into a scale interval using the formula Method Successive Interval (MSI). Data were analyzed by using simple regression, multiple regression, and correlation with significance level α = 0.05. The results showed (1) there is a positive relationship between self -concept and learning outcomes of Physics through regression equation Y=14.281+0.016X1 with a contribution of 3.6%; (2) there is a positive relationship between achievement motivation and learning outcomes of Physics through regression equation Y=13.146+0.029X2 with a contribution of 0.1%; (3) there is a positive relationship between self-concept and achievement motivation in physics learning outcomes through the regression equation Y=12.945+0.003X1+0.027X2 with a contribution of 54.2%. These results suggest that the self-concept and achievement motivation influence in favor of Physics student learning outcomes, but the impact that lower number of other factors that caused greater support Physics learning outcomes of learners.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hubungan antara konsep diri dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar fisika, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Sampel yang digunakan berjumlah 340 orang yang ditentukan berdasarkan tabel Isaac dan Michael dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengukuran terhadap konsep diri dan motivasi berprestasi menggunakan instrumen angket model skala likert dengan rentangan skor 1-5. Hasil belajar Fisika diukur dengan instrumen hasil belajar. Data penelitian diolah dengan teknik regresi sederhana, regresi ganda, dan korelasi dengan taraf signifikansi α=0.05. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dan hasil belajar Fisika melalui persamaan regresi Y=14.281+0.016X1 dengan kontribusi sebesar 3.6%; (2) terdapat hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dan hasil belajar Fisika melalui persamaan regresi Y=13.146+0.029X2 dengan kontribusi sebesar 0.1%; (3) terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dan motivasi berprestasi dengan hasil belajar Fisika melalui persamaan regresi Y=12.945+0.003X1+0.027X2 dengan kontribusi sebesar 54.2%. Hasil ini menunjukkan bahwa konsep diri dan motivasi berprestasi memberikan pengaruh dalam mendukung hasil belajar Fisika peserta didik namun pengaruh yang diberikan rendah diakibatkan banyaknya faktor lain yang lebih besar mendukung hasil belajar Fisika peserta didik.Kata Kunci:konsep diri, hasil belajar fisika, motivasi berprestas
PERANAN PENDEKATAN SCIENTIFIC TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 LAPPARIAJA
This research aimed to describe students’ physics learning achievement who were taught by using scientific approach and expository approach and to find out the difference between them. This research was a Quasi Experimental with Intact Group Comparison design. The population of this research was the first grade students of SMA Negeri 1 Lappariaja academic year 2013/2014 with 350 students and the number of sample were 72 students which was divided into two classes directly chosen by the subject teacher. The descriptive analysis result showed mean score of experimental group was around 13 while the mean score of the control group was around 8. Inferential analysis showed that there is a significance difference in physics learning achievement between applying the scientific approach and by not applying a scientific approach to students grade X SMAN 1 Lappariaja academic year 2013/2014.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar fisika peserta didik yang diajar dengan menggunakan pendekatan scientific dan diajar dengan pendekatan ekspositori serta untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan desain Intact Group Comparison. Subjek populasi adalah seluruh peserta didik Kelas X SMA Negeri 1 Lappariaja tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 350 peserta didik dengan sampel sebanyak 72 peserta didik dan terdiri dari dua kelas yang ditentukan secara langsung. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa taksiran rata-rata skor hasil belajar fisika peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Lappariaja yang diajar dengan menggunakan pendekatan scientific adalah sekitar 13 sedangkan yang diajar dengan pendekatan ekspositori adalah sekitar 8. Hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fisika yang signifikan antara peserta didik yang diajar dengan dengan pendekatan scientific dan yang diajar dengan pendekatan ekspositori pada taraf nyata Kata Kunci: hasil belajar fisika, pendekatan scientifi
STUDI ANALISIS SEDIMENTASI DI SUNGAI PUTE RAMMANG-RAMMANG KAWASAN KARST MAROS
Research on sedimentation analysis in Pute river at Rammang-Rammang Maros Karst Region aims to calculate suspended load and bed load, describing sedimentation rate, and analyze the types of sediment contained in Pute river. Water samples of Pute River water were taken using by water sample sediment tool. Sampling was conducted at two points called the dock I (4 ° 55'59,02 " LS and 119 ° 35'51,69" BT) and dock II (4° 55' 30,01" LS and 119° 35' 27,77" BT). Water samples are then processed in Laboratory to determine the sediment concentration. The data were analyzed with formulate for getting suspended load value and bed load value. Suspended load value and bed load value were analyzed to estimate in a tabulation manner to presume of total sedimentation rate. For analyzing a types of sediment with using a sieve method. From the sedimentation analysis in Pute river obtained results: To suspended load in the dock I ranged from 0,1104-5,9221 g/s and dock II ranged from 0,2156-4,4297 g/s. For bed load value of dock I ranged from 0,0793-5,3821 g/s and dock II ranged between 2,7307-106,6038 g/s. Total value of sedimentation on the dock I ranged between 0.1573-9,5096 g/s and dock II ranged between 3,3721-109,9574 g/s, so the sediment load in the pute river included in the high category in accordance with Letter of Decree by The Minister of Forestry in 2005. Characteristics of sediment crawl based on particle diameter, obtained for the dominant type of sedimentation dock I is a coarse gravel. As for the dock II is dominant types of medium sand..Penelitian tentang analisis sedimentasi di Sungai Pute Rammang-Rammang kawasan karst Maros bertujuan untuk menghitung besar debit muatan sedimen melayang dan dasar, mendeskripsikan tingkat sedimentasi, serta menganalisis jenis-jenis sedimen yang terdapat di Sungai Pute. Pengambilan sampel air dari Sungai Pute menggunakan alat water sampler sediment. Ada 2 titik pengambilan sampel yang disebut dermaga I (4°55’59,02” LS dan 119°35’51,69” BT) dan dermaga II (4°55’30,01” LS dan 119°35’27,77” BT), kemudian sampel air diolah di laboratorium untuk menentukan konsentrasi sedimen. Data-data dianalisis secara formula untuk mendapatkan nilai besar debit muatan sedimen melayang dan debit muatan sedimen dasar, kemudian dianalisis secara tabulasi untuk mengetahui besar sedimentasi total, selain itu untuk menganalisis jenis-jenis sedimen digunakan metode ayakan dengan 7 sieve. Dari analisis sedimentasi di sungai Pute diperoleh hasil: debit muatan sedimen melayang di dermaga I berkisar 0,1104-5,9221 gram/s dan dermaga II berkisar 0,2156-4,4297 gram/s. Untuk debit muatan sedimen dasar di dermaga I berkisar 0,0793-5,3821 gram/s dan dermaga II berkisar antara 2,7307-106,6038 gram/s. Nilai sedimentasi total pada dermaga I berkisar antara 0.1573-9,5096 gram/s dan dermaga II berkisar antara 3,3721-109,9574 gram/s. Berdasarkan muatan sedimen total maka Sungai Pute termasuk dalam kategori tinggi sesuai SK Menteri Kehutanan Tahun 2005. Berdasarkan diameter partikelnya maka hasil karakteristik sedimen merayap pada dermaga I diperoleh dominan batu kerikil kecil, sedangkan untuk dermaga II dominan jenis sedimen pasir sedang.Kata Kunci: sedimentasi, sieve net, Rammang-rammang, water sampler sedimen
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN PADA PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 9 PINRANG
Abstract: Development of Experience-based Learning Package to Class XI IPA Students at SMAN 9 Pinrang. This study was a research and development aimed to develop experience-based learning package. The learning packages which are developed are lesson plan, students’ worksheet, and material. The development procedure employed 4-D models modified from Thiagarajan’s model. The development learning package phases consisted of (i) define phase, (ii) design phase, (iii) develop phase and (iv) disseminate phase. The study was conducted in SMAN 9 Pinrang and class XI IPA1 was the test subject. The result of the study showed that (i) the learning package developed was confirmed as valid and practical with validity degree 1,0 and coefficients practicality 100% so it was feasible to be used in Physics learning class XI IPA at SMAN 9 Pinrang, and (ii) Lesson plan are developed based on experience learning syntax namely i) concrete experience, ii) reflection observation, iii) abstract conceptualization, and iv) active experimentation, materials are developed based on students experience and students’ worksheet are developed as lesson-guided to find fluid static concept using demonstration.Keywords: experience-based learning, learning packageAbstrak: Pengembangan Perangkat PembelajaranBerbasis Pengalaman pada Peserta Didik Kelas XI IPA SMA Negeri 9 Pinrang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis pengalaman. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), dan Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD). Prosedur pengembangannya menggunakan four D models (Model 4-D) yang dimodifikasi dari model Tiagharajan. Tahap pengembangan perangkat pembelajaran terdiri atas: (i) tahap define, (ii) tahap design, (iii) tahap develop dan (iv) tahap disseminate. Ujicoba perangkat dilaksanakan di SMA Negeri 9 Pinrang dengan subjek ujicoba pada kelas XI IPA1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan valid dan praktis dengan tingkat validitas Vc sebesar 1,0 dan koefisien kepraktisan sebesar 100 % sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran fisika kelas XI IPA di SMA Negeri 9 Pinrang, dan (ii) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dikembangkan berdasarkan empat sintaks belajar pengalaman yaitu i) concrete experience, ii) reflection observation, iii) abstract conceptualization, dan iv) active experimentation, Bahan Ajar Peserta Didik (BAPD) disusun berdasarkan pengalaman peserta didik, dan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dikembangkan sebagai penuntun belajar untuk menemukan konsep fluida statis melalui kegiatan demonstrasi.Kata Kunci: pembelajaran berdasarkan pengalaman, perangkat pembelajara
ANALISIS PERSEPSI GURU DAN PESERTA DIDIK TERHADAP KUALITAS BAHAN AJAR FISIKA KELAS XI SMA NEGERI DI KABUPATEN PINRANG
This is a descriptive study using survey which aims at describing the perception of teachers and students on Physies instructional materials used in class XI of senior high schools in Pinrang. The population was all Physics teachers and students in class XI science at SMAN in Pinrang. The samples comprised to 6 schools namely, SMAN 1 Pinrang, SMAN 2 Pinrang, SMAN 4 Pinrang, SMAN 6 Pinrang, SMAN 7 Pinrang, SMAN 11 Pinrang with the total number of 473 students. Data was collected using questionnaire and analyzed by employing manual calculation technique. The result of descriptive analysis indicates that the perception of teachers and students’ on the qualyty of Physics instructional materials used in class XI of SMAN in Pinrang 74,9%, which is classified in good category.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif bersifat survey yang bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi Guru dan peserta didik terhadap bahan ajar mata pelajaran Fisika kelas XI SMA yang digunakan di Kabupaten Pinrang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Guru Fisika dan peserta didik kelas XI IPA di SMA Negeri kabupaten Pinrang, dan sampel terdiri 6 sekolah adalah SMA Negeri 1 Pinrang, SMA Negeri 2 Pinrang, SMA Negeri 4 Pinrang, SMA Negeri 6 Pinrang, SMA Negeri 7 Pinrang, SMA Negeri 11 Pinrang dengan jumlah peserta didik 473 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket. Tehnik analisa data menggunakan teknik perhitungan manual. Hasil analisa deskriptif menunjukkan bahwa: gambaran persepsi guru dan peserta didik terhadap kualitas bahan ajar Fisika kelas XI SMA yang digunakan di Kabupaten Pinrang menunjukkan persentase sebesar 74,9 % yang berada pada kategori “baik”.Kata Kunci: persepsi guru, peserta didik, buku ajar, LKPD
SINTESIS KOMPOSIT BIOPLASTIC BERBAHAN DASAR TEPUNG TAPIOKA DENGAN PENGUAT SERAT BAMBU
This research study abaout plastic manufacture which can be decomposed by bacteria and other decomposers so that good for environment (bioplastic). The Study examines the manufacture of plastics which can be decomposed by bacteria and other decomposers that environmentally friendly (bioplastic) using starch from cassava starch (tapioca flour) as the base material and glycerin+water as a plasticizer, and bamboo fiber as reinforcement. Based on the variation of glycerin, the highest tensile strength obtained at the starch composition 6 grams and 1.5 grams of glycerin before added the fiber 0,039 MPa and 0068 MPa after fiber is added, the value of Young's modulus of 0.90 GPa before adding fiber and 0.96 GPa after added fiber. The microstructure characterization results bioplastic composites showed good bonding between the matrix and fiber. However, there is damage to the bond after the burial. This is caused by the decomposition of starch bioplastic composites when buried in the soil (degradation). Based bio-degradibility test shows that the degradation time bioplastic that is 2 days. In addition, the results of XRD can be seen that bioplastic is semi amorphous. Penelitian ini mengkaji mengenai pembuatan plastik yang dapat terurai oleh bakteri atau pengurai lainnya sehingga bersifat ramah lingkungan (bioplastic).Pembuatan bioplastic ini memanfaatkan pati dari pati singkong (Tepung Tapioka) sebagai bahan dasar dan gliserin+air sebagai plastisizer, serta serat bambu sebagai penguat. Berdasarkan variasi gliserin yang dilakukan, diperoleh kuat tarik tertinggi pada komposisi pati 6 gram dan gliserin 1,5 gram yaitu 0,039 MPa sebelum ditambahkan serat dan 0.068 MPa setelah ditambahkan serat, dengan nilai Modulus Young 0,90 GPa sebelum ditambahkan serat dan 0.96 GPa setelah ditambahkan serat. Hasil karakterisasi Struktur mikro komposit bioplastic menunjukkan adanya ikatan yang baik antara matriks dan serat.Namun, terjadi kerusakan ikatan setelah dilakukan pemendaman.Ini diakibatkan karena terjadinya penguraian pada pati saat komposit bioplastic dipendam dalam tanah (degradasi).Berdasarkan uji biodegradibilitas, diperoleh waktu degradasi sampel bioplastic yaitu mulai dari 2 hari. Selain itu, dari hasil XRD dapat dilihat bahwa bioplastic bersifat semi amorf.Kata Kunci: komposit bioplastic, serat bambu, tepung tapiok
IMPLEMENTASI PROGRAM SOFTWARE MATLAB DALAM MEMECAHKAN KASUS FISIKA: DINAMIKA SISTEM MASSA DAN PEGAS (PRINSIP NILAI DAN VEKTOR EIGEN)
Abstract: Matlab Software Program Implementation in Solving Physics Problem: Dynamics Mass System and Spring (Values and Eigen Vectors Principles). Matlab software was applied in resolving physics problems especially in calculation the magnitudo and eigen vector. Physics problem solved in this article was oscillator motion which consists of four mass and four springs. Target of this program application was to determine the spring deviation length, thus the magnitudo as well as the eigen vector could be obtained. The method applied in this study was using the problem magnitudo and eigen vector to calculate spring deviation in Matlab. For the case of oscillatory motion, determination of each mass of system and the springs constants have been specified according to the system. Equation of motion for the mass-spring system was deduced by consider each point of masses use the function , which is called as function of anzats, then derived twice respect to time. By using Mathlab application, the result obtained indicate that by exploiting the eig (eigen) command in Mathlab program, it was showed that running of the Mathlab program would result accurately calculation for value and eigen vector.Keywords: Mathlab, dynamics, oscillator, magnitude and eigen vectorAbstrak: Implementasi Program Software Matlab dalam Memecahkan Kasus Fisika: Dinamika Sistem Massa dan Pegas (Prinsip Nilai dan Vektor Eigen). Software Matlab diaplikasikan dalam pemecahan kasus fisika menggunakan program perhitungan nilai dan vektor eigen. Kasus fisika yang dipecahkan adalah suatu benda yang bergerak secara osilator terdiri dari sistem empat massa dan empat pegas. Tujuan aplikasi program ini adalah untuk menentukan seberapa besar simpangan pegas, sehingga nilai (harga) dan vektor eigen dapat diperoleh. Metode yang dilakukan adalah memanfaatkan persoalan nilai dan vektor eigen untuk menghitung simpangan pegas dalam program Matlab. Pada kasus gerak osilator, penentuan besar masing-masing sistem massa dan konstanta pegas telah ditetapkan sesuai sistem. Persamaan gerak untuk sistem massa dan pegas masing-masing ditinjau setiap titik massa dan fungsi yang digunakan adalah , yang disebut sebagai fungsi anzats, kemudian didiferensialkan dua kali terhadap waktu. Dengan menggunakan aplikasi program Matlab maka hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan perintah eig (eigen) program matlab dapat menunjukkan secara perhitungan akurat hasil running (eksekusi) nilai dan vektor eigen..Kata Kunci: Matlab, dinamika, osilator, nilai dan vektor eigen
PENERAPAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA ICQ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMP/SEDERAJAT SEKOTA KENDARI SEBAGAI SEKOLAH PRAKTEK PEMBELAJARAN BAGI MAHASISWA FKIP-MIPA UHO
It has conducted research-based learning tools Application Development Multimedia ICQ (Internal Control Question) to improve the quality of science teaching at the junior high school or the equivalents derby Kendari. The study was conducted with the specific aim is to improve the learning outcomes of Science-Physics and makes the SMP / equivalent derby Kendari as Learning Practice Model School, for students of Department PMIPA FKIP Unhalu to practice learning, such as (PPL, research / thesis) and other activities under the guidance of a teacher at your school and the faculty as a researcher and observer. This research method is a class action research that has been done for two cycles in class junior class VIII3 Neg. 4 and grade junior VIIIH Neg.5 Kendari in the subject matter Optical instruments. The data obtained through the instruments of the device applied qualitatively analyzed with descriptive statistics. To determine whether the application of the developed device can increase the average activity and student learning outcomes. From the analysis of the data it is concluded that: 1) Activity VIII3 grade students of SMP Negeri 4 Kendari are taught by applying multimedia learning Internal Control Question (ICQ) sufficiently increased from the first cycle to the second cycle, as shown by the average value of student activity in the first cycle of 2.8 and the second cycle increased by 0.5 to 3.3; 2) Results learn science-physics in the first cycle 62 minimum value and a maximum value 89 and the average value of 78; in the second cycle distribution obtained minimum value and a maximum value of 63 to 94 and the average value of 80. Improved learning outcomes IPA-physics can also be seen from the percentage of students who pass that in the first cycle of 84%, increasing to 87% in the second cycle. Likewise for SMP VIIIH class 5 Kendari Activities graders taught by applying multimedia learning Internal Control Question (ICQ) is quite an increase from the first cycle to the second cycle, with an average value of 2.8 in the first cycle and the second cycle the average activity of students has increased to 3.3; 2) Results learn science-physics students in the first cycle minimum value obtained 59 and maximum 92 with an average value of 73.7; Similarly, in the second cycle distribution obtained a minimum value of 63 and a maximum value of 94 with an average value of 80.0; This is also indicated by the percentage increase in the number of students who have completed, in which the first cycle of 65% rising to 90% in the second cycleTelah dilakukan penelitian Penerapan Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Multimedia ICQ (Internal Control Question) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di SMP/sederajat sekota Kendari. Penelitian dilakukan dengan tujuan khusus adalah meningkatkan hasil belajar IPA-Fisika serta menjadikan SMP/sederajat sekota Kendari sebagai sekolah Model Praktikum Pembelajaran, bagi mahasiswa Jurusan PMIPA FKIP Unhalu untuk melakukan praktek pembelajaran, seperti (PPL, penelitian/skripsi) dan kegiatan lainnya dibawah bimbingan guru pada sekolah yang bersangkutan dan dosen sebagai peneliti dan observer. Metode penelitian ini adalah penelitian Tindakan Kelas yang telah dilakukan selama dua siklus di kelas Kelas VIII3 SMP Neg. 4 dan kelas VIIIH SMP Neg.5 Kendari pada materi pokok Alat-alat Optik. Data-data yang diperoleh melalui intrumen pada perangkat yang diterapkan dianalisis dengan statistik deskriptif kualitatif. Untuk mengetahui apakah penerapan perangkat yang dikembangkan dapat meningkatakan rata-rata aktivitas dan hasil belajar siswa. Dari hasil analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: 1) Aktivitas siswa kelas VIII3 SMP Negeri 4 Kendari yang diajar dengan menerapkan pembelajaran multimedia Internal Control Question (ICQ) cukup mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I sebesar 2,8 dan pada siklus II meningkat sebesar 0,5 menjadi 3,3; 2) Hasil belajar IPA-Fisika pada siklus I nilai minimum 62 dan nilai maksimum 89 serta nilai rata-rata 78; pada siklus II diperoleh sebaran nilai minimum 63 sampai dan nilai maksimum 94 serta nilai rata-rata 80. Peningkatan hasil belajar IPA-Fisika juga dapat dilihat dari Persentase jumlah siswa yang tuntas yaitu pada siklus I sebesar 84 % meningkat menjadi 87 % pada siklus II. Demikian juga untuk kelas VIIIH SMP Negeri 5 Kendari Aktivitas siswa kelas yang diajar dengan menerapkan pembelajaran multimedia Internal Control Question (ICQ) cukup mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, dengan nilai rata-rata pada siklus I sebesar 2,8 dan pada siklus II rata-rata aktivitas siswa mengalami meningkat menjadi 3,3; 2) Hasil belajar IPA-Fisika siswa pada siklus I nilai minimum diperoleh 59 dan maksimum 92 dengan nilai rata-rata 73,7. Sama halnya pada siklus II diperoleh sebaran nilai minimum 63 dan nilai maksimum 94 dengan nilai rata-rata 80,0. Hal ini juga ditunjukkan oleh persentase peningkatan jumlah siswa yang sudah tuntas , dimana siklus I sebesar 65 % meningkat menjadi 90 % pada siklus II.Kata Kunci: perangkat pembelajaran berbasis multimedia, ICQ, hasil belajar fisik