Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Not a member yet
    970 research outputs found

    ERROR ANALYSIS ON STORY TELLING BY PARTICIPANTS OF STORY TELLING COMPETITION IN “SMART EDUCATION CENTER COURSEâ€

    Get PDF
    Keywords : Error, Error Analysis, Surface Strategy Taxonomy, Story TellingUnderstanding the grammatical structure of target language is one of the ways to determine how far a learner understands the target language.The learner can show his understanding of the target language from some ways. One of them is by having competition. In this study, the writer analyzed the error which occured in story telling done by Smart Education Center (SEC) courseparticipants. Furthermore, the writer proposed three problems of the study,(1)What errors found in the story telling of the palrtcipants (2).What errors mostfrequently made by the participants? (3).What the causes of the errors were?In the process of learning the second language, the learner sometimesproduces some errors and Error Analysis (EA) has a methodology to figure themout. One of the methodologies used is surface strategy taxonomy by Dulay (Dulay et al, 1982, p.150). In dealing with the sources of errors, the writer used the theory of Richard (as cited by Ellis,1994, p.58) which divides them into three categories namely, developmental, interference, and intralingual.This study revealed that there were 151 errors which were divided into91 misformations, 5 misorderings, 19 additions, and 36 ommisions. In terms ofsource of error, the writer found 50 (33%) intralingual error and 101 (67%)interference error. All errors were categorized as developmental error occuringfrom limited language experience. In terms of general type of error, the writercategorized all errors into local error because the errors which occured did notblock the meaning of sentences or phrases.The writer suggests to the next researcher who wants to conduct thesimilar research to use another subject and theory. Furthermore, the writersuggests him to find another criteria in determining the subject. In this research,the writer used the class and times of practicing, the next researcher can use thescore of speaking as the criteria

    GEJALA DEPRESI TOKOH TRISTAN DALAM FILM TRISTAN ET ISEUT : SEBUAH KAJIAN PSIKOANALITIS GEJALA DEPRESI TOKOH TRISTAN DALAM FILM : SEBUAH KAJIAN PSIKOANALITIS

    No full text
    Karya sastra tidak jarang berkaitan dengan ilmu-ilmu yang lain tidak terkecuali psikologi dan salah satu cabangnya adalah psikologi abnormal. Dalam film Tristan et Iseut terdapat salah satu tokoh yang mengalami kondisi/situasi psikologis yang abnormal berupa gangguan mood berupa depresi yang menimpa tokoh Tristan karena dia harus merelakan perempuan yang sangat dicintainya dinikahi oleh ayah angkatnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala depresi yang ditunjukkan melalui perilaku tokoh Tristan dalam film Tristan et Iseut. Teori yang digunakan adalah teori Aaron Beck tentang gejala-gejala depresi yaitu menifestasi emosi, manifestasi kognitif, manifestasi motivasional dan manifestasi fisik dan vegetative. Selain itu juga diterapkan pengelompokan penyebab depresi seperti dikemukakan oleh Kholil Lur Rochman yaitu perspektif biologi, psikodinamika, behavioral, kognitif dan humanistik-eksistensial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif .Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan Tristan mengalami semua gejala yang dikemukakan oleh Beck, namun bentuk manifestasi yang menonjol adalah manifestasi emosi karena dalam film ini Tristan paling banyak menunjukkan emosi seperti marah, sedih, cemburu dan  menangis. Selain itu penyebab depresi Tristan dapat ditinjau dari perspektif yang dikelompokkan oleh Rochman, seperti perspektif psikodinamika, kognitif, dan humanistik-eksistensial. Namun demikian, penyebab yang paling menonjol adalah perspektif psikodinamika yaitu depresi yang disebabkan oleh kehilangan. Dalam hal ini rasa kehilangan tersebut berupa kehilangan harapan hidup karena tidak dapat memiliki objek cintanya.  Kata kunci : psikoanalisis, depresi, Aaron Beck, Tristan et Iseut

    PHONOLOGICAL ERROR ANALYSIS ON SEGMENTAL SOUNDS PRODUCED BY THE WINNERS OF UNIVERSITAS BRAWIJAYA STORYTELLING COMPETITION IN 2012

    Get PDF
    Keywords: error, error analysis, pronunciation, segmental sound, storytellingcompetition.In the process of learning English as a foreign language, learners may facemany difficulties and produce some errors especially in pronouncing segmentalsounds which occur because there are some factors affecting the learners.Therefore, the writer conducted this research which is aimed to find out: (1) thekinds of segmental sounds errors, and (2) the probable factors which cause theerrors produced by the winners of storytelling competition.The writer used descriptive or qualitative approach as the research method.This research is designed to identify the learners’ errors in pronunciation and to find out the possible factors of incorrect pronunciation made by the learners. The writer also did an interview to get the data about the probable factors of error occurrences. The samples are the big five winners’ of storytelling competition held in Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya. Then, the writer classified, described and explained the errors in analyzing the data. The result of this research showed that the errors in pronouncing segmental sounds are in vowels, consonants, and diphthongs. The amount of erroneous words in vowels are 45 words, in consonants are 30 words, whereas in diphthongs are 9 words in which the total of errors are 84 words. These errors can be classified into lengthening, shortening, substitution, addition, and omission. The probable factors affected the errors in pronunciation are interference of L1 toward L2, amount of L2 used, exposure to the L2, years of L2 used, and type of L2 input. Meanwhile, gender difference is not reflected in the result of this research.Finally, the writer suggests the future researchers do more research in spoken language since the research in spoken English is only a few. They could continue this research and find more information of students’ weakness in pronouncing English words

    NOMINA DALAM LIGHT NOVEL BAKA TO TESUTO TO SHOUKANJUU VOL.1

    Get PDF
    Kata Kunci : nomina, komponen makna, sosei bunseki, light novel Di Jepang ada suatu novel yang tidak hanya berisi kata – kata, tetapi diberi ilustrasi. Novel ini disebut light novel. Novel yang berjudul Baka To Tesuto To Shoukanjuu ini termasuk light novel. Dalam light novel Baka To Tesuto To Shoukanjuu terdapat banyak nomina. Nomina memiliki banyak jenis dan jugamemiliki komponen makna yang membentuknya.Penelitian tentang jenis nomina dan komponen makna nomina masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang jenis nomina dan komponen makna untuk menjawab rumusan masalah dalam studi ini, yaitu (1) ada berapakah jenis nomina atau meishi (å詞) yang terdapat dalam light novel Baka To Tesuto To Shoukanjuu vol.1 (2) bagaimanakah komponen makna nomina dan tipenya dalam light novel Baka To Tesuto To Shoukanjuu vol.1. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan dengan melakukan analisis pada suatu teks (dalam hal ini light novel).Hasil studi menunjukkan bahwa ditemukan jenis nomina Futsuumeishi (普通å詞) sebanyak 53 data, Koyuumeishi (固有å詞) sebanyak 13 data, Daimeishi (代å詞) sebanyak 13 data, Toki no meishi (時ã®å詞) sebanyak 4 data, Tenseimeishi (転æˆå詞) sebanyak 4 data, Fukugoumeishi (複åˆå詞) sebanyak 13 data dan tipe komponen makna I sebanyak 1 data, Ia sebanyak 8 data, Ib sebanyak 3 data, Ic sebanyak 9 data, Id sebanyak 1 data, If sebanyak 2 data, II sebanyak 4 data, III sebanyak 2 data, IVa sebanyak 1 data, IVb sebanyak 1 data, V sebanyak 1 data, VI sebanyak 2 data VII sebanyak 9 data, VIIa sebanyak 3 data, VIIb sebanyak 3 data, VIId sebanyak 1 data, VIIg sebanyak 8 data, VIIh sebanyak 3 data, VIII sebanyak 8 data, X sebanyak 2 data dan yang tidak termasuk tipe apapun 28 data. Penulis menyarankan agar peneliti berikutnya melakukan studi tentang komponen makna dan tipenya dalam leksem verba ataupun adjektiva

    IDIOM YANG MENGGUNAKAN KATA MULUT (KUCHI) DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA (ANALISIS KONTRASTIF)

    Get PDF
    Kata Kunci : Idiom, Kanyouku, Analisis Kontrastif.Bahasa sebagai sarana komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Namun dari percakapan maupun teks terkesan janggal dan lucudikarenakan terdapat idiom dalam percakapan maupun teks tersebut. Sehinggapembelajar masih sering menemukan adanya kesulitan dalam penggunaan idiom atau kanyouku dikarenakan kurangnya pemahaman tentang idiom.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan idiom yang menggunakan kata ‘mulut’ dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia sehingga akan diketahui persamaan dan perbedaan unsur kata idiom. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang digunakan diperoleh dari beberapa kamus idiom bahasa Jepang dan bahasa Indonesia.Kesimpulan yang diperoleh, yaitu (1) Sebagian besar idiom bahasa Jepangdan bahasa Indonesia yang menggunakan kata ‘mulut’ terbentuk dari idiom verba. (2) terdapat idiom ‘kuchi’ yang terbentuk dari unsur pembentuk kata yang sama dan bermakna leksikal sama dengan idiom ‘mulut’. (3) terdapat idiom ‘kuchi’ yang terbentuk dari unsur pembentuk kata yang berbeda namun bermakna sama dengan idiom ‘mulut’. (4) terdapat idiom yang terbentuk dari unsur pembentuk kata dan memiliki makna idiom yang sama dengan idiom ‘mulut’ sehingga dapat diterjemahkan langsung kedalam bahasa Indonesia

    PENGGUNAAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE OLEH ORANG JEPANG PADA JEJARING SOSIAL FACEBOOK

    Get PDF
    Kata kunci: Sosiolinguistik, Alih Kode, Campur Kode, Facebook.Manusia menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Dewasa ini, dengan adanya kemajuan teknologi masyarakat membentuk kelompok di dunia maya melalui internet. Salah satu jejaring sosial yang sangat popular di kalangan masyarakat dunia adalah Facebook. Pengguna Facebook yang berasal dari berbagai daerah menyebabkan adanya variasi bahasa. Penulis mengamati para pengguna Facebook khususnya orang Jepang seringkali beralih dari satu bahasa ke bahasa lain (alih kode) atau menyisipkan unsur satu bahasa pada saat berbicara menggunakan bahasa lain (campur kode). Penelitian ini akan menjawab rumusan masalah yaitu (1) Jenis alih kode dan campur kode apakah yang digunakan oleh orang Jepang pada jejaring sosial Facebook, dan (2) Apa tujuan penggunaan alih kode dan campur kode oleh orang Jepang pada jejaring sosial Facebook.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis dan tujuan penggunaan alih kode dan campur kode oleh orangJepang pada jejaring sosial Facebook.Hasil dari penelitian ini adalah penulis menemukan 27 data temuan yang terdiri dari 12 alih kode, 13 campur kode, dan 2 alih kode dan campur kode sekaligus. Terdapat 0 alih kode intern, 13 alih kode ekstern, 10 alih kode situasional dan 3 alih kode metaforis. Sedangkan untuk campur kode, penulis menemukan 14 campur kode yang terdiri dari: 2 campur kode ke dalam (inner code mixing) dan 12 campur kode ke luar (outer code mixing). Tujuan penggunaan alih kode yang dominan adalah untuk mengakrabkan hubungan dan penggunaan campur kode untuk membicarakan topik.Penulis menyarankan untuk meneliti sosial media lain dan kajian yang lain seperti semantik atau psikolinguistik untuk penelitian selanjutnya

    ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN SOKUON (KONSONAN RANGKAP) PADA MAHASISWA ANGKATAN 2010 – 2011 PROGRAM STUDI S1 SASTRA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    Get PDF
    Kata Kunci: pelafalan, sokuon, analisis kesalahan Pelafalan atau hatsuon merupakan komponen penting dalam mempelajari bahasa Jepang selain tata bahasa, kosa kata, dan penulisan huruf kanji. Salah satu jenis hatsuon yang dianggap sulit oleh pembelajar bahasa Jepang adalah sokuon atau bunyi konsonan rangkap. Untuk menjawab 2 rumusan masalah berikut, penulis mengadakan penelitian tentang analisis kesalahan pelafalalan sokuon padamahasiswa Sastra Jepang angkatan 2010 dan 2011. Rumusan masalah tersebutadalah (1) jenis kesalahan apa sajakah yang muncul saat mahasiswa S1 SastraJepang Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya mengucapkan kata yangmempunyai sokuon dan (2) apa penyebab kesalahan mahasiswa S1 Sastra JepangFakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya saat mengucapkan kata yangmempunyai sokuon.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan 2 jenis instrumen, yaitu tes dan kuisioner. Data berasal dari 60 responden yang merupakan mahasiswa angkatan 2010 dan angkatan 2011.Hasil penelitian menunjukkan 65% responden mampu melafalkan sokuon dengan benar. Terdapat 6 jenis kesalahan yang dilakukan responden, yaitu (1) kesalahan pengungkapan, kesalahan yang dilakukan oleh hampir seluruh responden (2) kesalahan perorangan, dimana terdapat 45% responden yang melakukan kesalahan ini (3) kesalahan kelompok (4) kesalahan transfer (5) kesalahan menganalogi dan (6) kesalahan penerimaan, yang hanya ditemui pada kuisioner. Selain itu, penulis juga menemukan 6 penyebab terjadinya kesalahan, yaitu (1) transfer positif (2) pemukulrataan secara berlebihan (3) kebiasaan pembelajar (4) kurang memperhatikan perintah dan bacaan dengan seksama (5) pemahaman mengenai sokuon dan (6) kurangnya kesadaran pembelajar.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyarankan perlu diadakan mata kuliah khusus untuk hatsuon. Selain itu, penulis menyarankan perlu diadakan penelitian tentang 促 音 㮠知 覚  (sokuon no chikaku) atau Geminates Perception agar dapat memberi referensi pembelajar mengenai pelafalan sokuon yang benar, serta penelitian tentang intonasi, karena berdasarkan data, masih sedikit mahasiswa yang mampu melafalkan suatu kalimat dengan intonasi yang benar

    SEMIOTIC ANALYSIS OF PDI-PERJUANGAN POLITICAL CAMPAIGN ADVERTISEMENT “TUMPENG SEBAGAI KEDAULATAN PANGANâ€

    Get PDF
    Keywords : semiotics, sign, advertisement, television, pdi-perjuangan Advertisement becomes a device to promote their product, vision, and even ideology. General Election was held on 9 April 2014 and General Election for electing president was held 9 July 2014 (KPU, 2014). In this research, the researcher analyzes the sign of PDI-Perjuangan entitled “Tumpeng Sebagai Kedaulatan Rakyatâ€. The researcher would like to answer two problems of the study; what are the signs found in PDI-P TV political campaign advertisement and what is the meaning of signs found in PDI-P TV political campaign advertisement. The purposes of this study are to find out the signs and the meaning of the signs found in PDI-P TV political campaign advertisement. Thisstudy uses triadic taxonomy of Peirce (1958) to analyze and find the signs.This study uses qualitative research. The data of this study are taken from the advertisement of PDI-Perjuangan entitled “Tumpeng Sebagai Kedaulatan Panganâ€. PDI-Perjuangan is one of political parties which compete in General Election on 9th April 2014. In this study, the researcher chooses the advertisement because there are many kinds of element of sign in this advertisement. The researcher picks the data on Youtube because this website is trusted and protected.The finding shows that based on the triadic concept of sign by Peirce (1931-1958). There are 96 signs found in this advertisement. In this advertisement, there are 59 symbols, 34  icons,and 3 indexes. Symbols is the highest numbers in one of three kinds of signs. From this finding, most of symbols are texts in this advertisement. All of the signs prove that this advertisement uses symbol as the sign to inform the viewer about the advertisement.The advertisement is found the symbol, icon, and index together and the people can know the goal of this advertisement. Most signs found are symbols. Most symbols found in this advertisement are text

    FUNGSI KANDOUSHI DALAM DRAMA RICH MAN POOR WOMAN EPISODE 1-7 KARYA TANAKA RYOU

    Get PDF
    Kata Kunci: Kandouhi, Kandou, Yobikake, Outou, Aisatsugo.Komunikasi sering dilakukan oleh manusia di dunia ini, dalam berkomunikasi manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Dengan adanya komunikasi manusia memikirkan bagaimana cara yang baik untuk berbicara, misalnya memilih kata yang digunakan, mengatur suara, dan mengekspresikan diri. Mengekspresikan diri dilakukan dengan mengucapkan kandoushi. Orang Jepang biasanya sering mengucapkan kandoushi dalam percakapan sehari-hari. Sebagai pembelajar bahasa Jepang sering kali kurang mengetahui jenis-jenis kandoushi dan fungsinya. Oleh karena itu penulis ingin meneliti tentang jenis dan fungsi kandoushi. Dengan rumusan masalah yang pertama apa saja jenis-jenis kandoushi yang terdapat dalam drama Rich Man Poor Woman, yang kedua apa fungsi kandoushi yang terdapat dalam drama Rich Man Poor Woman. Kandoushi terbagi menjadi empat jenis, yaitu: kandou, yobikake, outou, dan aisatsugo. Masing-masing kandoushi memiliki fungsi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena data yang didapat berupa kata-kata tertulis. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan teori dari Terada untuk mengetahui jenis kandoushi dan menggunakan teori dari Takahashi untuk menganalisis fungsi kandoushi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam drama Rich Man Poor Woman terdapat 4 jenis kandoushi, yaitu: kandou, yobikake, outou dan aisatsugo. Terdapat 40 data yang berfungsi mengungkapkan keterkejutan, 4 data berfungsi mengungkapkan perasaan tidak terduga, 177 data berfungsi mengungkapkan jawaban setuju atau tidak setuju, 5 data berfungsi mengungkapkan pengertian terhadap ucapan lawan bicara, 15 data berfungsi untuk saat sedang berfikir, 38 data berfungsi untuk meminta perhatian lawan bicara, 11 data berfungsi untuk meyakinkan diri sendiri lewat perbuatan, dan 64 data berfungsi untuk menyatakan persalaman

    CODE MIXING AND SWITCHING IN THE OPENING SPEECH OF SUSILO BAMBANG YUDHOYONO IN THE NTERNATIONAL CONFERENCE FOR ANTI-CORRUPTION AGENCIES

    Get PDF
    Keywords: Code Mixing, Code switching, Susilo Bambang Yudhoyono Nowadays, we often meet the phenomenon of using two or more languages in communication. In this case, there are some ways to distribute code mixing and switching. This study analyzes code mixing and switching focusing on the speech of Susilo Bambang Yudhoyono. SBY is the sixth president of Republik Indonesia who deliver the speech entitled “Sambutan Presiden Republik Indonesia Menerima Pimpinan Delegasi International Conference Principles for  Anti-Corruption Agenciesâ€. In his speech, SBY frequently used certain words fromforeign language, especially English. This research attempts to identify the typesof code mixing and switching used by SBY and also the influencing factors ofSBY to use code mixing and switching in his speech. This research uses theoryproposed by Holmes (1992). For the research methods, the writer used qualitative approach and the object of this research is SBY’s speech entitled “Sambutan Presiden Republik Indonesia Menerima Pimpinan Delegasi International Conference Priciples for Anti-Corruption Agenciesâ€. The writer collected 48 data which contain codemixing and switching. In collecting the data, the writer did several steps namely,downloading the script, choosing the utterance which contain of code mixing andswitching. This research found that there are some of types of code mixing and switching used by SBY in his speech. They are situational and metaphorical code mixing and situational code switching. This research also found the factors that influence SBY to use code mixing and switching. They are function, topic,participant, and setting.In conclusion, the writer found significant relevance between theinfluencing factors and the types of code mixing and switching. Hopefully thisresearch can be used as an additional reference for the next researchers whoconcern on both code mixing and switching

    871

    full texts

    970

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇