Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Not a member yet
970 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN SHUUJOSHI RAGAM BAHASA WANITA DALAM DRAMA SHOKOJO SEIRA EPISODE 1,2,3
Kata Kunci: Shuujoshi, Ragam Bahasa, Ragam Bahasa Wanita Sebagai makhluk sosial manusia perlu berkomunikasi. Untuk dapat berkomunikasi manusia memerlukan alat yang disebut sebagai bahasa. Dalam penelitian ini, penulis mengambil obyek kajian sosiolinguistik yaitu, ragam bahasa dan menjawab dua rumusan masalah yaitu (1) Shuujoshi ragam bahasa wanita apa saja yang digunakan dalam drama Shokojo Seira episode 1,2,3. (2) Bagaimana fungsi penggunaan shuujoshi ragam bahasa wanita yang digunakan dalam drama Shokojo Seira episode 1,2,3.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah shuujoshi yang terdapat dalam drama Shokojo Seira episode 1 sampai 3. Analisis yang digunakan adalah dengan mengklasifikasi shuujoshi menurut fungsi penggunaan, serta menganalisis berdasarkan situasi.Dari hasil analisis yang telah dilakukan shuujoshi yang digunakan dalam drama Shokojo Seira adalah kashira (ã‹ã—ら), koto (ã“ã¨), mono/mon (ã‚‚ã®/ã‚‚ã‚“), no (ã®), wa (ã‚). Shuujoshi kashira digunakan untuk menunjukkan keraguan, pertanyaan, dan permohonan. Shuujoshi koto digunakan untuk menunjukkan suatu saran. Shuujoshi mono/mon digunakan untuk menunjukkan suatu alasan. Shuujoshi no digunakan untuk menunjukkan pertanyaan, memperlembut kalimat pernyataan, serta perintah. Shuujoshi wa digunakan untuk menunjukkan perasaan kagum, memperlembut kalimat pernyataan.Untuk penelitan selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan ragam bahasa pria atau ragam bahasa wanita dan pria. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan drama, untuk lebih lanjut bisa menggunakan sumber data berupa komik atau novel
A SEMIOTIC ANALYSIS OF POLITICAL CARTOON OF IRAN NUCLEAR PROGRAM
Keywords: Semiotic, political cartoon, sign, icon, symbol, index, connotation  In our society, information, ideas, or opinions can be delivered through news. The existence of news is very important in spreading information through the public since many events happen everyday and bring effects to the society. Nowadays, news is not only delivered through the words but also delivered through pictures and cartoons. In this study, the writer uses political cartoon as the object. The political cartoon was analyzed by using Semiotics study. There are five political cartoons that were analyzed in this study. All of the political cartoons taken were have topic about Iran nuclear program. This study has two problems to be solved: (1) What are semiotic signs that can be found on the political cartoons of Iran nuclear program?, and (2) What are the connotations built in political cartoons of Iran nuclear program?. Based on those problems, the writer formulates the objective of this study as follows: (1) To find out the semiotics signs of political cartoons of Iran nuclear program, and (2) To identify the connotation built in political cartoons of Iran nuclear program.This study uses qualitative approach by document analysis because the study focuses on identifying sign, interpreting connotation build which found in political cartoon of Iran nuclear program. The writer collected the data by looking at the verbal and visual sign contained. This study applies typology of sign’s theory proposed by Pierce and also Barthes connotation theory.The study reveals that iconic signs are mostly used in these political cartoons. The writer found that there were 97 signs found in total consisting of 40 icons, 27 indexes and 30 symbols. The connotation can be made by relating all the sign employed in the political cartoons. The signs can also be related to the cultural value and social convention. Each sign has a very important role to build up expected additional idea of the political cartoons. It has function to make clear, support and strengthen up a message which the cartoonist tried to convey.The writer suggests that the next researchers conduct a study on semiotics by using another form of objects, for example poster, comic, advertisement, or movie poster. The next researchers are also suggested to use some other theories to gain better understanding about semiotics
KATA UMPATAN (NONOSHIRI NO KOTOBA) DALAM DRAMA GREAT TEACHER ONIZUKA EPISODE 1 – 11 KARYA FUKAZAWA MASAKI
Kata kunci : Drama, Karakteristik, Nonoshiri no Kotoba, Kata Umpatan Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi yang paling sering digunakan oleh semua orang. Bahasa memiliki banyak sekali variasi bahasa. Salah satu variasi bahasa yang dianggap tabu tapi nyata ada di dalam kehidupan masyarakat adalah bahasa umpatan atau dalam bahasa Jepang disebut nonoshiri no kotoba. Nonoshiri no kotoba yang digunakan di Jepang memang dianggap tabu. Namun, hal ini tidak mengartikan bahwa nonoshiri no kotoba tidak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Jepang. Banyak nonoshiri no kotoba yang digunakan dalam kehidupan masyarakat di Jepang. Setiap kata pasti memiliki suatu karakteristiknya masing-masing, begitu pula untuk nonoshiri no kotoba. Untuk mengetahui penggunaan dan karakteristik nonoshiri no kotoba dalam kehidupan masyarakat Jepang, bisa dilihat melalui karya-karya yang mereka buat seperti film, drama, manga atau bahkan anime. Oleh karena itu, dalam penelitian kali ini penulis meneliti apa saja nonoshiri no kotoba yang digunakan dan apa fungsi dan karakteristik dari masing-masing nonoshiri no kotoba yang ada di dalam drama Jepang yaitu Great Teacher Onizuka karya Fukazawa Masaki. Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan teori-teori yang ada pada sosilinguistik diantaranya teori umpatan, karakteristik untuk kata-kata umpatan. Tidak ketinggalan, peneliti juga menggunakan teori pragmatik mengenai konteks dimana hal itu penting untuk menunjang penelitian ini. Hasil penelitian kali ini menunjukan ada 93 kali digunakannya nonoshiri no kotoba yang terdiri dari 21 nonoshiri no kotoba yang digunakan dalam 66 dialog. Dimana dari 21 nonoshiri no kotoba tersebut yang paling dominan digunakan adalah kata yarou dan baka dengan masing-masing 15 buah kata. Lalu untuk karakteristik dari 21 nonoshiri no kotoba tersebut, ditemukan lebih dari satu karakteristik yang diantaranya adalah benda, keadaan, profesi, aktivitas dan binatang
A STUDY OF FIGURATIVE LANGUAGE FOUND IN WESTLIFE’S SONGS ON COAST TO COAST ALBUM
Sugiyanto, Eka Nur Noviani. 2013. A Study of Figurative Language Found in Westlife’s Songs on  Coast to Coast  Album.  Study Program of English, Universitas Brawijaya. Supervisor : Ismarita Ida; Co  –  Supervisor : Emy Sudarwati. Keywords : Stylistics, Figurative Language, Westlife’s Coast to Coast Album. This research deals with figurative language employed in Westlife’s songs on Coast to Coast album. There are two problems to answer in the analysis. First is what figurative languages are found in Westlife’s songs on  Coast to Coast album. For the second one is what are the messages of the songs in Westlife’s songs on Coast to Coast album.  This study uses qualitative approach. The data sources used in this study are the lyrics of the 19 songs of Westlife boyband on Coast to Coast album. This study uses the theory of figurative language by Keraf (1991) and Perrine (1969).  The result reveals that there are 163 figurative languages found in Westlife’s songs on Coast to Coast album. Those figurative languages are divided into 2 similes, 89 metaphors, 27 personifications, 5 ironies, 1 allusion, 8 synecdoches, 31 hyperboles and there is no metonymy at all. Figurative language that is mostly used in this album is metaphor. The songwriter uses the figurative language itself to add some elegance to the song. There are also its messages of each song that was shown by the used of figurative language.  The writer hopes that the future writers understand the theory of stylistics, especially about figurative language and its meaning to understand what is the contents of the song and also its messages. Second is they could use another theory to make their study different from the writer. Third, if they want to conduct a study that is related to the written media, they should decide the object well so it will not make any trouble when the study is going on
TINJAUAN TEORI PILIHAN RASIONAL PADA TINDAKAN PEMBUNUHAN SONE TAKASHI OLEH TOKOH KUSHIMORI SHUICHI DALAM FILM AO NO HONOO KARYA YUKIO NINAGAWA
Sastra merupakan sebuah karya seni yang merupakan sebuah ekspresi kehidupan manusia. Seiring modernisasi, media ekspresi sastra berkembang salah satunya melalui film. Salah satu jenis film yang saat ini sedang marak ditayangkan adalah film kriminalitas. Salah satu contoh film yang mengangkat tema kriminalitas adalah Ao no Honoo karya Yukio Ninagawa. Film ini bercerita tentang seorang anak SMA bernama Kushimori Shuichi yang membunuh ayah tirinya. Dalam usahanya melakukan tindak kriminal penulis menemukan bahwaada proses rasionalisasi tindakan kriminal yang dilakukan oleh Shuichi Kushimori.Untuk membuktikan proses rasionalisasi tersebut, penulis menggunakan pendekatan teori pilihan rasional dan terfokus pada usaha Shuichi dalam merencanakan tindak kriminal. Penulis juga menggunakan teori penokohan danteori mise-en-scene sebagai teori pendukung dalam penelitian ini guna menganalisis film lebih dalam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses rasionalisasi tindak pembunuhan yang dilakukan oleh Kushimori Shuichiterhadap Takashi Sone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tindak kriminal remaja yang tidak dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja biasa yang didasarkan padaemosi sesaat saja. Di balik tindakan tersebut terdapat usaha rasionalisasi atau pembenaran suatu tindak pelanggaran hukum.  Penulis menyarankan pada penelitian berikutnya yang menggunakan filmini sebagai data penelitian, agar menggunakan pendekatan feminisme gunamemperkaya apresiasi terhadap film ini.Kata Kunci : Film, tindak kriminal, remaja Jepang, pilihan rasiona
KONSEP GANBARU PADA TOKOH KOICHI KAWATO DALAM DRAMA ROOKIES KARYA YOSHIHIRO IZUMI
Akbar, Doddik Bintang. 2014. Konsep Ganbaru Pada Tokoh Koichi Kawato Dalam Drama Rookies Karya Yoshihiro Izumi. Program Studi Sastra Jepang, UniversitasBrawijaya. Pembimbing: (I) Retno Dewi Ambarastuti M,Si  (II) Eka Marthanty Indah L M,SiKata Kunci: Ganbaru, Drama, RookiesDrama seri yang ditayangkan stasiun televisi merupakan tontonan yang berisikan tentang berbagai cerita dalam kehidupan. Dari banyaknya topik cerita drama yang ada, drama yang berjudul Rookies menginspirasi penulis untuk mengangkat konsep ganbaru. Menurut meikyoukokugojiten, ganbaru adalah Jangan kalah dengan kesulitan dan hambatan dan berkerjalah sekeras mungkin. Drama Rookies ini berceritakan tentang yakyuu atau lebih dikenal dengan sebutan baseball.Pada penelitian ini menggunakan konsep ganbaru untuk menonjolkan gambaran konsep ganbaru itu sendiri dalam drama Rookies. Konsep ganbaru tersebut berdasarkan Amanuma, Sakata, Allision dan Boy De Mente, sehingga penulis mengambil kesimpulan besar dari definisi ganbaru tersebut yang dibagi menjadi tiga, yaitu melakukan yang terbaik, semangat dan pantang menyerah. Selain itu, penulis menggunakan teori tokoh dan penokohan, karena dalam drama ini penulis ingin melihat implementasi konsep ganbaru pada tokoh utama. Penulis juga menggunakan mise-en-scene dalam mengkaji drama ini untuk menganalisis adegan-adegan yang menunjukkan ganbaru dalam drama.Berdasar hasil kajian yang dilakukan dapat diketahui bahwa adanya konsep ganbaru dalam drama Rookies yang diartikan “melakukan yang terbaikâ€, “semangatâ€, dan “pantang menyerah†yang ditunjukkan oleh kawato baik secara verbal (perkataan) maupun non verbal (tingkah laku). Dalam hal ini mise-en-scene dan teknik pengambilan gambar juga dapat menunjukkan adanya konsep ganbaru pada setiap adegan yang dianalisis.Untuk penelitian berikutnya disarankan dapat memperluas analisis dengan menggunakan teori sosiologi sastra, yaitu seperti gambaran kehidupan anak muda Jepang dengan olahraga
LANGUAGE STYLES IN MEANING CONSTRUCTION OF WWF (WORLD WILDLIFE FUND ) ADVERTISEMENTS
Keywords: Language styles, WWF Advertisements, three dimensional modelsThis research is intended to investigate the meaning construction in WWFadvertisements to get reader’s attention. The objectives are (1) to identify the language styles used in advertisements, (2) to find out meanings behind WWFadvertisements and (3) to understand how texts are interpreted and how theyaffect reader’s personality.This CDA research used three dimensional model theory from NormanFairclough which covered; text analysis, discursive analysis and social analysis.On the level of text analysis, it has purpose to analyze the language styles.Discursive analysis is used to get the interpretation of a reader when he or shereads and sees WWF advertisements; social analysis is used to find out the after effect towards readers. The writer used qualitative research method and content analysis as research design. The data were collected from advertisement texts, the answer of questionnaires and interviews results.The results indicate that (1) there were fifteen language styles used in thatadvertisement; irony, euphemism, hyperbole, metaphor, sinism, repetition,association, synechdoche pars pro toto, paradox, personification, symbolic,climax, anticlimax, and rhetoric, (2) there were seventeen advertisements whichaimed at persuading readers, (3) there were two meanings which the advertiserconstructs, there were stop killing animals and saving nature, and (4) somereaders were motivated to help save animals and nature or join the WWF’scampaign.The writer suggested for the next researchers to have deep understandingtowards text analysis. Then, the next researcher also needs to follow the updated research in the field discourse analysis. By following the updated research in discourse analysis, he can conduct different research and can enrich the research in the field of discourse analysis, such as ecolinguistics
LEMUEL GULLIVER’S SOCIAL CRITICISMS ON LILIPUT COUNTRY AS THE PORTRAYAL OF ENGLAND IN GULLIVER’S TRAVELS MOVIE
Keyword: criticism, sociology, cultural relativism, ethnocentrismIn the society, there are a lot of different cultures that exist. To say that a culture is correct or incorrect would imply that someone can judge the culture by their own standard of right and wrong. In cultural relativism, all points of view about the standard of culture are equal, and the truth is relative. In Gulliver’s Travels (2010) movie, Gulliver breaks the term of cultural relativism. The Liliputian’s values are not the same with Gulliver’s values as an American. Gulliver thinks that his culture is better than Liliputians, so he gives criticism on the people of Liliput country. The criticism of Lemuel Gulliver does as an American toward the life of people in Liliput country which is portrayal of England, will be main problem in this study.Sociological approach is applied in conducting this study since it focusses on Lemuel Gulliver’s social criticism on Liliput Country as the portrayal of England. To get a wider knowledge about Lemuel Gulliver’s social criticism on England the writer includes some information about American and British society at glance.This study finds that there are some criticisms that Lemuel Gulliver gives on the people of Liliputians: (1)Criticism on Liliputians’s Social Status, (2) Criticism on Liliputians’s custom marriage, (3) Criticism on Liliputians’s rigidity, and (4) Criticism on Liliputians’s architecture. The writer suggests English Department students who want to take the same material object to use other literary theory, such as feminism
KONFLIK BATIN TOKOH TOKIKO UMEZAWA PADA NOVEL TENSEIJYUTSU SATSUJIN JIKEN KARYA SOJI SHIMADA
Kata Kunci : Psikologi sastra, karya sastra, novel Tenseijyutsu Satsujin Jiken, konflik, konflik batin Skripsi ini membahas tentang konflik batin terhadap tokoh Tokiko Umezawa dalam novel Tenseijyutsu Satsujin Jiken. Konflik batin adalah konflik yang disebabkan oleh adanya dua atau lebih keinginan yang saling bertentangan untuk menguasai diri sehingga mempengaruhi tingkah laku. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori psikologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Jenis-jenis konflik batin yaitu (1. Mendekat-mendekat yaitu dua pilihan yang memiliki motif sama-sama positif atau menguntungkan 2. Mendekat-menjauh yaitu dua pilihan yang memiliki motif positifyang menguntungkan dan negatif yang tidak menguntungkan 3. Menjauh-menjauhyaitu dua pilihan yang memiliki motif sama-sama negatif atau tidak menguntungkan)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 3 jenis konflik batin yaitu mendekat-mendekat, mendekat-menjauh, menjauh-menjauh. Konflik batin yang paling banyak dialami oleh Tokiko adalah konflik batin mendekat-menjauh. Konflik batin yang dialami oleh Tokiko terjadi sebelum melakukan pembunuhan dan setelah melakukan pembunuhan. Konflik batin tersebut muncul karena bagi Tokiko melakukan pembunuhan adalah hal yang belum pernah dilakukannya, oleh karena itu Tokiko mengalami konflik batin haruskah tetap membunuh dan juga harus bagaimana cara menutupi jejak pembunuhan yang dilakukannya.Penulis menyarankan bagi penelitian selanjutnya yang ingin meneliti novel Tenseijyutsu Satsujin Jiken, dapat meneliti dengan menggunakan teori kriminologi,untuk membahas tentang tindakan kriminal yang dilakukan oleh Tokiko Umezawa
EXPLORING CHINESE CULTURE THROUGH CHINESE CULINARY IN NICOLE MONES’ THE LAST CHINESE CHEF
Keywords: Chinese culture, Dimensions of culture, Chinese culinary Food as the fuel of the body is an important thing in human’s life. However, the function of food can be seen in a broader context; it can reveal culture. This study is aimed to examine Chinese culture which is pictured through Chinese culinary in The Last Chinese Chef novel.Sociological approach to literature is used to analyze the novel. By using this approach, literary work is seen as the imitation of reality, thus it portrays culture as well. The understanding about culture and the dimensions of culture are also important to this study. The dimensions of culture that are discussed in this study are products, practices and perspective. Those three dimensions are completed each other in order to shape the culture.By applying the approach, this study finds that there are four cultural concepts that are exposed through Chinese culinary in The Last Chinese Chef. The first concept is harmony which can be applied in kitchen arrangement, food composition and flavor composition. The concept of harmony is important in Chinese culinary to balance the body and mind of the eater. The second concept is relationship. Eating together is Chinese’s way to make and strengthen their connection with others. The third concept is past time which can be seen through the cooks being traditional and the names of the food which have historical background. The last concept which is found is the concept of beauty. Chinese will not eat food that is not served beautifully.In conclusion, the practice and product of culture can be determinant in revealing the perspective behind it and it can be seen through something as mundane as food. For the next researcher, this novel still can be analyzed using psychological approach by focusing on the character’s personality