Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Not a member yet
970 research outputs found
Sort by
PERILAKU KONSUMTIF KOMUNITAS ‘RINGO48’ PENGGEMAR IDOL GROUP AKB48 DI KOTA MALANG INDONESIA
Kata Kunci: Cultural Studies, Budaya populer, Budaya penggemar, Perilaku konsumtif, AKB48 merupakan grup idola yang berasal dari distrik Akihabara, Tokyo, Jepang yang dibentuk oleh Yasushi Akimoto pada tahun 2005. Penggemar AKB48 sangat banyak hingga keluar Negara Jepang. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak komunitas penggemar AKB48. Beberapa kota memiliki komunitas penggemar AKB48 masing-masing, contohnya di Malang yang bernama Ringo48.Penulis melakukan penelitian pada komunitas Ringo48 dalam kaitannya dengan budaya penggemar dan perilaku konsumtif yang dilakukan penggemar terhadap budaya populer AKB48 di kota Malang Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku konsumtif yang terjadi dalam kegiatankomunitas penggemar tersebut.Konsumsi komunitas penggemar dimulai dari musik dan lagu hingga produk merchandise AKB48 yang dipasarkan. Dari konsumsi tersebut penggemar mampu mengaplikasikan kreativitasnya melalui tarian wotagei dan memproduksi merchandise sendiri. Ringo48 juga memiliki wadah diskusi online berupa facebook dan twitter untuk menjalin interaksi sosial antar penggemar satu dengan lainnya.Bagi pembaca yang akan melakukan penelitian pada komunitas penggemar semacam ini dapat menggunakan pendekatan antropologi budaya melalui penelitian etnografi
AN ANALYSIS OF IMPLICATURE IN BOLA TABLOID HEADLINES USING RELEVANCE THEORY
Keywords : Implicature, Bola Tabloid Headlines, Relevance Theory. In the terms of modern era as we live now, the form of news changes into another form of modern news. In order to keep surviving, the newspaper itself needs to attract the reader through its unique and interesting headlines. From the headline we can find language phenomenon like implicature. Implicature is an unstated meaning and the aspect of meaning that a speaker conveys, implies, or suggests without directly expressing. The headlines from the newspaper always carry something to inform to the reader. When the readers read the headline, they first have to assume that the writer is being cooperative and being intent on communicating something. The writer wants to communicate more than just explicit meaning. So, the reader has to possess the ability to infer and predict what the writer wants to communicate through the headline. The researcher wants to disclose the implicature carried on the headlines. To understand them, we need to uncover the implicit meaning conveyed behind the headlines. In this case, the researcher uses relevance theory from Sperber and Wilson as the basic theory to analyze the implicature carried on theheadlines and answer the problems of the study 1) What are the implicatures conveyed in Bola tabloid headlines from March to June 2013 edition? 2) What are the ways to find out the meaning of implicature utterances in Bola tabloid headlines from March to June 2013 editions?To analyze implicature, the researcher uses descriptive qualitative approach in which the headline news is written in tabloid Bola. The researcher uses text analysis design because the form of Tabloid Bola Headlines is a text on its cover. The researcher uses descriptive qualitative method because the researcher analyses the data with describing the headline using the relevance theory of Sperber & Wilson in order to get information and understanding based on the phenomena that appears in the data.From the analysis that has been done, the researcher concludes that the headlines represent in the cover image through omission, ambiguous and non-standard structure are difficult for the readers to understand. Moreover, the researcher finds that the cover headline and the subhead play very vital role to provide explanation in the meaning of the headline. It also can be inferred from this research that Bola tabloid headlines have successfully communicated their messages to the readers if the readers have good capability to understand the headline by combining their memory, background knowledge with the context about the topic presented in the headlines.To complete this study, the writer suggests that the next researcher use differentobject of research to enrich the research of implicatures. The writer also suggests the readers understand the whole news, and the readers have to understand the context and combine the context with memory and background knowledge
PENGARUH UNSUR KEBUDAYAAN PRANCIS DI INDONESIA PADA ERA GUBERNUR JENDERAL H.W DAENDELS
Kata kunci: kebudayaan, tata kelola pemerintahan, arsitektur, francophile. Kemajuan teknologi di bidang komunikasi saat ini memudahkan interaksi sosial antar individu maupun kelompok. Hal tersebut juga melatarbelakangi banyaknya forum diskusi dalam jaringan maupun laman pribadi yang membahas hal-hal tertentu, termasuk juga topik-topik sejarah. Banyak pula forum dan laman pribadi yang mengangkat topik sejarah namun tidak dilengkapi dengan referensi yang ilmiah. Meskipun begitu, dikarenakan kemudahan untuk mengakses informasi saat ini terbilang bebas, topik sejarah yang tidak teruji keilmiahannya tersebut pada akhirnya mampu membangun opini publik. Di Indonesia, salah satu topik sejarah yang berkembang di masyarakat ialah mengenai indikasi keterkaitan sejarah antara Prancis dan Indonesia pada era kolonial Belanda. Mengingat bahwa pencatatan sejarah merupakan dokumentasi yang berpengaruh dan bermanfaat untuk generasi berikutnya, penelitian ini diharapkan dapat menjawab secara ilmiah spekulasi kaitan sejarah antara Prancis dan Indonesia pada era kolonial Belanda tersebut. Lebih khusus lagi, penelitian ini membahas pengaruh dari hal tersebut pada ranah kebudayaan Indonesia.Fokus dari penelitian ini membahas tentang unsur kebudayaan Prancis yang masuk ke Indonesia pada masa jabatan Gubernur Jenderal H.W Daendels yang diteliti dengan berlandaskan teori analisis sejarah deskriptif kualitatif oleh Kuntowijoyo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur kebudayaan Prancis telah mempengaruhi organisasi sosial di bidang tata kelola pemerintahan serta sistem peralatan hidup dan teknologi di bidang arsitektur Indonesia. Hal tersebut termanifestasi dalam sistem pembagian administrasi wilayah pemerintahan Indonesia yang mangadaptasi la Loi du 28 Pluviôse an VII serta terdapatnya kemiripan lima elemen utama bangunan antara le Château de Versailles dan Gedung Kementerian Keuangan RI. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi Daendels sehingga ia mampu mengembangkan kedua unsur kebudayaan Prancis tersebut di Indonesia ditinjau dari aspek politis dan psikologis melalui teori multikausalitas menunjukkan bahwa hal tersebut dipengaruhi karir dan sosok Daendels yang francophile
IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM DRAMA HANAYORI DANGO RETURNS KARYA YOKO KAMIO
Kata Kunci : pragmatik, implikatur, implikatur percakapan Bahasa sangat diperlukan sebagai alat komunikasi. Penggunaan bahasa sering melibatkan aspek-aspek di luar kaidah struktural yang dikaji dalam pragmatik. Salah satu bagian dari kajian pragmatik adalah implikatur. Implikatur percakapan merujuk pada prinsip-prinsip dalam pertuturan secara tepat. Prinsip-prinsip tersebut antara lain prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan. Penelitian mengenai “Implikatur Percakapan dalam Drama Hanayori Dango Returns Karya Yoko Kamio†ini dilakukan mengingat suatu kajian implikatur percakapan mempunyai peran yang tepat untuk mengkaji suatu penggunaan bahasa. Untuk menjawab rumusan masalah (1) Sesuai dengan prinsip kerjasama dan kesopanan, maksim-maksim apa saja yang terdapat dalam drama Hanayori Dango Returns karya Yoko Kamio (2) Apa saja fungsi tindakan ilokusi dalam implikatur percakapan yang terdapat dalam drama Hanayori Dango Returns karya Yoko Kamio. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan mengetahui implikatur percakapan yang memenuhi maksim-maksim sesuaidengan prinsip kerjasama dan kesopanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 33 implikatur percakapan dalam drama Hanayori Dango Returns episode 1 yang memenuhi maksim-maksim dengan rincian prinsip kerjasama sebanyak 11 temuan meliputi 3maksim kuantitas, 2 maksim kualitas, 3 maksim relevansi dan 3 maksim cara, sedangkan prinsip kesopanan terdapat 22 temuan meliputi maksim kebijaksanaan 4 temuan, maksim kemurahan 6 temuan, 2 maksim penerimaan, 2 maksim kerendahan hati, 4 maksim kecocokan dan 4 maksim kesimpatian. Fungsi tindakan ilokusi yang terdapat dalam implikatur percakapan tersebut berdasarkan teori Leech (1993 : 162) antara lain kompetitif, menyenangkan, bekerjasama dan bertentangan. Penelitian berikutnya diharapkan bisa menggunakan sumber data selain drama seperti novel, komik atau anime. Penelitian mengenai implikatur bisa lebih dikhususkan pada kalimat tertentu serta pelanggaran prinsip kerjasama maupun kesopanan juga bisa dilakukan
DISCRIMINATION TOWARDS MOSLEM AS DEPICTED IN KABIR KHAN’S NEW YORK MOVIE
Keywords: stereotypes, prejudice, discrimination, Moslem in America, theSeptember 11th tragedyThe September 11th is a historical and social tragedy affect Moslem in America. The tragedy triggers stereotypes, prejudice, and discrimination towards Moslem by American. The film entitled New York directed by Kabir Khan, points out the discrimination towards Moslem post the September 11th tragedy.The research employs sociological approach in order to investigate and provide insights into how American behavior toward Moslem after the September 11thtragedy. The research approach directs the discussion to use scientific method to establish parameters that help make sure results of the research are objective and accurate and applying discrimination theory that allows two steps followed to interpret and analyze the data: stereotypes and prejudice.The discussion of the study reveals that the September 11th tragedy triggers stereotypes, prejudice, and discrimination toward Moslem by other Americans. Furthermore, Kabir Khan’s New York shows most of unfair treatments are brought from the reality on the field into this film. However, Kabir Khan also adds dramatic effects to each of stereotypes, prejudice, and discrimination scenesto emphasize the effort to diminish stereotypes and generalization toward religion.Moreover, it is suggested for the next researchers to conduct a study on the same film using other approaches. For example, Psychological approach, whichperspective can be used to analyze the psychological condition of the Moslemcharacter through War on Terror and discrimination. It seems that the September 11th tragedy, psychologically has caused dramatic changes toward several characters such as Sameer and Zilgai
ERROR ANALYSIS ON GENERAL ENGLISH WRITING TASK IN 17-14A CLASS AT LONDON SCHOOL OF PUBLIC RELATION JAKARTA
Keywords: Error Analysis, error, types of error English is an international language, being either a first, second or foreignlanguage for various countries around the world. In the process of learning language, Indonesian students surely make errors. It is understandable since the rule of Bahasa Indonesia and English is different. This research aims: (1) to identify the types of errors, and (2) to find the most frequently error in General English writing task in 1714A class at London School of Public Relation Jakarta.This research is designed by using descriptive qualitative research and document analysis to answer the problems of the study. The data were collected from thirty General English writing task produced by students in 17-14A class at London School of Public Relation. The researcher analyzed the data using the theory from Dulay, Burt, and Krashen (1982) about Surface Strategy Taxonomy.The results of this research showed that the students did some types of errorswhen they wrote an unforgettable moment in their life. Those errors are omission, addition, misformation, and misordering. Omission was divided into some parts namely, omission of article, omission of “beâ€, omission of preposition, omission of plural marker (-s/-es), omission of possessive adjective, omission of subject, and omission of verb. Then, addition was divided into some types namely, addition of adjective, addition of article, addition of “beâ€, addition of noun, addition of preposition, addition of plural marker (-s/-es) and addition of verb. Misformation was also divided into some types namely, misformation of adverb, misformation of „be‟, misformation of infinitive “toâ€, misformation of preposition, and misformation of verb. The last is misordering.The researcher suggests to the next writers who want to conduct the similarresearch use the different object and analyze the errors with other theories. Another suggestion is to use the same theory but with the different object like textbook or article for the data
FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF DALAM FILM FINAL FANTASY VII ADVENT CHILDREN: COMPLETE
Kata Kunci: Pragmatik, Tindak Tutur, Tindak Tutur Ilokusi, Tindak Tutur Direktif. Penelitian yang berjudul Fungsi Tindak Tutur Direktif Dalam Film Final Fantasy VII Advent Children: Complete ini digunakan untuk memahami tentang jenis dan fungsi dari sebuah tuturan yang diucapkan oleh para tokoh yang terdapat dalam film tersebut. Berdasarkan alasan tersebut, maka dalam penelitian ini ditentukan beberapa rumusan masalah yaitu jenis tindak tutur ilokusi direktif apa saja yang terdapat dalam film Final Fantasy VII Advent Children: Complete dan apa fungsi dari tindak tutur ilokusi direktif yang terdapat pada film tersebut. Teori tindak tutur yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teorimilik Searle. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena data yang di kumpulkan berupa pemaparan tuturan tentang jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif yang ada dalam film Final Fantasy VII Advent Children: Complete.Hasil temuan dalam penelitian ini diketahui keseluruhan data temuanberjumlah 78 data. Dari keseluruan temuan data tersebut ditemukan 5 jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi direktif diantaranya 31 data tindak tutur ilokusi direktif perintah dengan fungsi untuk memerintahkan lawan tutur melakukan sesuatu. 12 data tindak tutur ilokusi direktif permohonan dengan fungsi untuk menyampaikan sebuah permintaan kepada lawan tutur. 18 data tindak tutur ilokusi direktif ajakan dengan fungsi untuk untuk melakukan suatu hal secara bersama – sama. 10 data tindak tutur ilokusi direktif larangan dengan fungsi untuk melarang lawan tutur melakukan suatu hal, 7 data tindak tutur ilokusi direktif penolakan dengan fungsi untuk menolak bantuan atau perintah dari lawan tutur
PEMBENTUKAN NOMINA DAN VERBA MAJEMUK DITINJAU DARI SEGI MORFOFONOLOGI DALAM NOVEL SAGA NO GABAI BAACHAN KARYA SHIMADA YOSHICHI
Kata kunci: Nomina Majemuk, Verba Majemuk, Morfofonologi. Bahasa yang digunakan oleh setiap negara memiliki keragaman tatabahasa sendiri. Pembentukan kata majemuk dalam bahasa Jepang sangat menarikjika dikaji lebih dalam. Terdapat perubahan fonem dalam pembentukan katamajemuk tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menelaah 2 rumusan masalahyaitu, (1) Apa unsur pembentuk nomina dan verba majemuk ditinjau dari segimorfofonemik dalam novel Saga no Gabai Baacha karya Shimada Yoshichi? (2)Bagaimanakah perubahan fonemis yang terjadi dalam pembentukan nomina dan verba majemuk?Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data yangdigunakan berupa nomina dan verba majemuk yang terdapat pada novel berbahasaJepang yang berjudul Saga no Gabai Baachan karya Shimada Yoshichi. Analisisyang dilakukan adalah dengan melakukan klasifikasi terhadap kosakata, tabulasi, serta analisa terhadap data.Hasil analisis terhadap data diperoleh kata majemuk sejumlah 30 kata yang terdiri dari 26 nomina majemuk dan 4 verba majemuk. Dari hasil analisis unsur pembentuk kata majemuk diperoleh 16 nomina majemuk terbentuk darinomina dan nomina, 4 nomina majemuk terbentuk dari nomina dan verba, 1 nomina majemuk terbentuk dari verba dan verba, 2 nomina majemuk terbentuk dari verba dan nomina, 3 nomina majemuk terbentuk dari adjektif dan nomina,serta 1 verba majemuk terbentuk dari nomina dan verba, dan 3 verba majemuk terbentuk dari verba dan verba. Sedangkan hasil analisis morfofonemik diperoleh 3 proses fonemis, yaitu asimilasi dengan perubahan fonem /k/→/g/,/t/→/d/,/s/→/z/, disimilasi dengan perubahan fonem /h/→/b/, /f/→/b/ dan /h/→/p/,dan penyisipan fonem khusus /Q/.Penelitian serupa dapat dilakukan dengan meneliti afiksasi ataupun reduplikasi bahasa Jepang yang ditinjau dari segi proses morfofonemik atau morfofonologi.Selain itu dapat juga membandingkan proses morfofonemik atau proses morfofonologi yang terdapat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jepang
PENGGUNAAN GYAKUSETSU NO SETSUZOKUSHI DALAM JURNAL NIPONICA EDISI TAHUN 2013 NO. 09 DAN NO. 10
Kata Kunci: Setsuzokushi, partikel.Dalam sarana berkomunikasinya manusia menggunakan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulisan. Dalam berkomunikasi untuk menyambungkan satu kalimat lain, maupun menyambungkan antar anak kalimat diperlukan suatu kelas kata yang disebut kata sambung atau dalam bahasa Jepangnya disebut dengan setsuzokushi. Setsuzokushi dapat ditemukan dalam setiap kalimat bahasa Jepang, salah satu dari jenis setsuzokushi yang banyak pula digunakan yakni gyakusetsu no setsuzokushi yang dapat sering ditemukan baik dalam komik, novel maupun drama. Begitu juga dalam jurnal Niponica Edisi Tahun 2013 no.09 dan no.10 yang menjadi objek penelitian ini.Penelitian ini menggunakan teori pengklasifikasian setsuzokushi milik Nagayama Isami sebagai acuan dan merupakan penelitian jenis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 8 jenis dari gyakusetsu no setsozukoshi, yakni desuga/daga, ga, demo, keredo, shikashi, mottomo, shikamo dan soreni. Dimana dalam penggunaannya terdapat persamaan maupun perbedaan dalam cara pakainya.Masih banyak penelitian sintaksis lainnya yang bisa dilakukan, terutama dalamkelas kata setsuzokushi. Seperti setsuzokushi yang menyatakan hubungan yang setara, setsuzokushi yang menyatakan pilihan, setsuzokushi yang menyatakan hubungan tambahan, setsuzokushi yang menyatakan hubungan sebab akibat, setsuzokushi yang menyatakan hubungan penjelasan dan setsuzokushi yang menatakan suatu perubahan
AMBIGUITY ANALYSIS OF WORDS AND TERMS IN MOVIE SCRIPT ENTITLED “SHOOTERâ€
There are general words and terms which is used in military language in movie “Shooterâ€. In its subtitles or movie transcripts, many words and terms in general context are found on in certain scene, where the scene is taking place. To put it simply, a word in general context, when used by military force, it gives different meaning. As such, those English learners who do not know such language will encounter difficulty to learn them as some of them may have certain interest. Describing the militarized words and terms in precise interpretation is the main concern. Therefore, attempt carefully interpretation is require to describe militarized words and terms in order to avoid word confusion