Jurnal Ilmiah Mahasiswa FIB
Not a member yet
970 research outputs found
Sort by
BENTUK PERLAWANAN KAUM BURUH DALAM FILM KANIKOUSEN KARYA SUTRADARA SABU
Kata Kunci: Proletar, Kapitalis, Kanikousen, Marxisme, Perlawanan Buruh.Proletar adalah orang dari golongan proletariat, dan proletariat berarti lapisan sosial yang paling rendah termasuk golongan buruh. Sastra proletar adalah karya sastra yang muncul dari ide dan pemikiran atas nasib yang dialami oleh kelompok proletariat, dan mengandung semangat untuk memperjuangkan hak-hak kelompok proletariat demi kehidupan yang lebih harmonis tanpa adanya kesenjangan sosial.Dalam penelitian ini penulis menggunakan film Kanikousen yang merupakan karya sastra proletar yang cukup terkenal sebagai sumber data. Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk perlawanan kaum buruh dengan menggunakan teori Marxisme sebagai teori untuk menganalisa. Marxisme merupakan teori yang menggambarkan perlawanan kaum proletar khususnya buruh. Metode Deskriptif Analitik digunakan penulis untuk menganalisa bentuk perlawanan buruh karena dapat menyajikan data secara runtut berdasarkan fakta yang ada.Hasil dari penelitian ini mendapatkan gambaran bentuk-bentuk perlawanan kaum buruh dalam film Kanikousen karya sutradara SABU. Bentuk perlawanan yang didapat berawal dari aksi verbal hingga menuju pada aksi radikal. Dalam film Kanikousen ini perlawanan secara verbal kurang membuahkan hasil namun setelah terjadi aksi radikal, revolusi yang diharapkan berhasil dicapai. Film Kanikousen tidak hanya dapat dianalisa bentuk perlawanan kaum buruhnya saja. Film Kanikousen ini juga dapat dianalisa melalui pendekatan sosiologi sastra. Fokus penelitian selanjutnya dapat menekankan pada kondisi masyarakat Jepang pada zaman Taisho
RACIAL STEREOTYPES TOWARD JEWISH IN “FAMILY GOY†EPISODE OF “FAMILY GUYâ€
Keyword: Ethnorace, Racial Stereotype, Family Goy, Jewish.People or society is not distant from stereotype attached to them. Jewish, one of the ethnorace, also has certain stereotypes. Religion has a lot of characteristics from their information with stereotypes. Stereotype is how people overgeneralize information about another group.“Family Guy†as a television series in America reflects social values of the people, including Jewish. Especially in episode entitled “Family Goyâ€, Jewish are depicted as to have some stereotypes. Therefore, this problem of this study is to reveal racial stereotype as depicted in “Family Goy†episode of “Family Guyâ€.In “Family Goyâ€, Jews are stereotyped as money minded, devoted to god, survivors, tidy, and hairy. These categories are based on unique and religious characteristics of Jew which are depicted in the series of Family Guy“Family Goy†episode of “Family Guy†shows stereotypes labeled to Jewish group as reflected in every scene of the series “Family Goy†episode of “Family Guyâ€
PENGGUNAAN MAKSIM KESOPANAN DALAM TINDAK TUTUR ILOKUSI EKSPRESIF PADA SERIAL DRAMA OSEN
Kata Kunci : Pragmatik, Tindak Tutur Ilokusi Ekspresif, Maksim Kesopanan, Serial Drama.  Manusia sebagai makhluk sosial memerlukan bahasa sebagai alat komunikasi. Penggunaan maksim sopan santun merupakan kaidah dalam tindak tutur. Oleh karena itu, penelitian ini membahas penggunaan maksim kesopanan dalam tindak tutur ilokusi ekspresif dalam serial drama Osen karya Seiichi Nagumo, Mitsuru Kubota, Yoshinori Shigeyama yang membahas salah satu cabang ilmu linguistik yaitu pragmatik.. Untuk mempermudah penelitian maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas sebagai berikut: (1) Apa saja tindak tutur ilokusi ekspresif yang terdapat dalam serial drama Osen?. (2) Bagaimana penggunaan maksim kesopanan yang digunakan dalam tindak tutur ilokusi ekspresif pada serial drama Osen?Teori tindak tutur ilokusi ekspresif yang digunakan penelitian ini adalah teori dari Bach dan Harnish. Menurut Bach dan Harnish (1993:15), jenis tindak ilokusi ekspresif (acknowledgment) mengekspresikan perasaan tertentu kepada mitra tutur.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Data yang diteliti berupa film Osen karya Seiichi Nagumo, Mitsuru Kubota, Yoshinori Shigeyama. Keseluruhan data temuan berjumlah 52 data, diantaranya adalah (1) ilokusi ekspresif meminta maaf 9 data, (2) tindak ilokusi ekspresif harapan 3 data, (3) tindak ilokusi ekspresif salam 10 data, (4) tindak ilokusi ekspresif penerimaan 11 data, (5) tindak ilokusi ekspresif penolakan 11 data, (6) tindak ilokusi ekspresifmengucapkan selamat 6 data, (7) tindak ilokusi belasungkawa ada 1 data. Sedangkan untuk maksim kesopanan keseluruhan data berjumlah 54 data. Pada penelitian selanjutnya diharapkan akan ada yang meneliti lebih mendalam dengan objek yang sama namun dengan pembahasan yang berbeda. Misalnya meneliti dari segi tindak tutur ilokusi direktif beserta jenis maksim yang diteliti. Selain itu dapat juga meneliti dengan objek yang berbeda namun tema yang sama
AN ANALYSIS ON JAVANESE LANGUAGE COMPOUNDING FOUND IN PANJEBAR SEMANGAT MAGAZINE
Keywords: Morphology, Word formation process, compounding, Javanese language, Panjebar Semangat.In this study, the writer conducts a study of Javanese language compounding in Panjebar Semangat magazine. It is focuses on cerkak rubric. There are two research problems to be solved: (1) what are the component structures of Javanese compound words found in Panjebar Semangat magazine based on position of modifier? and (2) what are the equality of component meaning of Javanese compound words found in Panjebar Semangat magazine?The writer used qualitative approach and document analysis in conducting the study. The data were obtained from cerkak rubric in Panjebar Semangat magazine containing Javanese compound words. The analysis was based on the theory from Soepomo (1979).This study reveals that 32 Javanese compound words are found in cerkak rubric of Panjebar Semangat magazine. Based on the position of modifier and word class, the writer found 12 words belonging to head preceded by modifier, 5 words belonging to modifier preceded by head, 13 words belonging to the first word which has equal position with the second word. However, there are some unique forms which are different from the form of position of modifier generally that is one of the words performs as a supporting word and most of them do not have a classification of word. Besides, the writer found 3 classification of equality of meaning. There are 13 words belong to the first component has the same meaning with the second component, 4 words belong to the first component has the contradicted meaning with the second component, and 15 words belong to the last equality of component meaning which is there is no relation between the first component and the second component.The writer suggests the next researchers who are interested in conducting a research in similar topic are expected to use different objectives, such as the function, the usage etc. Moreover, the next researchers are expected to use other theories concerning the idea of Javanese compound word
RESPON EMOTIF TOKOH UTAMA DALAM MENGHADAPI PERSELINGKUHAN PASANGAN DALAM ROMAN LA FEMME ROMPUE KARYA SIMONE DE BEAUVOIR
Kata kunci : Emosi, selingkuh/perselingkuhan, teori tahapan berduka, coping,pendekatan psikologis sastraSetiap kehidupan rumah tangga memiliki permasalahan yang salah satunya adalah perselingkuhan. Perselingkuhan memiliki dampak sangat besar sehingga memicu individu yang menjadi korban perselingkuhan menampakkan respon emotifnya. Tidak hanya dalam kehidupan nyata, tema perselingkuhan juga dimunculkan dalam berbagai karya sastra. Salah satunya adalah roman La Femme Rompue. Roman ini bercerita tentang Monique yang menikah selama lebih dari dua puluh tahun dengan Maurice. Maurice melakukan perselingkuhan yang mengakibatkan Monique mengalami kesedihan dan berbagai macam tekanan perasaan. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Bagaimana respon emotif tokoh Monique dalam menghadapi perselingkuhan Maurice dalam roman La Femme Rompue ditinjau dari perspektif psikologis mengenai tahapan berduka, (2) Bagaimana cara tokoh Monique mengatasi gejolak emosional akibat perselingkuhan yang dilakukan Maurice. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon emotif tokoh Monique melalui tahapan berduka dan cara tokoh Monique mengatasi permasalahannya.Penelitian ini menggunakan teori tahapan berduka yang dikemukakan oleh Elizabeth Kubler-Ross pada tahun 1969 dan teori coping yang dicetuskan Lazarus dan Folkman pada tahun 1984. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi pustaka untuk mengumpulkan data dan metode analisis deskriptif untuk menganalisis data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh Monique menampilkan respon emotifnya dalam menghadapi perselingkuhan pasangannya melalui empat tahapan dari lima tahapan berduka yang ada. Tahapan yang dilalui adalah denial, anger, bargaining, dan acceptance, sedangkan tahap yang dilewati adalah depression. Untuk mengatasi kesedihan akibat perselingkuhan tersebut tokoh Monique melakukan beberapa strategi coping, yaitu problem-focused coping meliputi confrontative coping dan planfull problem solving serta emotion-focused coping meliputi self-control, distancing, seeking social support, positive reappraisal, accepting responsibility, dan avoidance/escape.Penulis menyarankan pada penelitian selanjutnya untuk melakukan analisis terhadap hubungan antara respon emotif tokoh dalam roman La Femme Rompue dengan feminisme sebagai aliran yang diusung oleh Simone de Beauvoir
VICTOR FRANKENSTEIN’S ANXIETY AND DEFENSE MECHANISM AS DEPICTED IN MARY SHELLEY’S FRANKENSTEIN
Keywords: Psychoanalysis, Freudian Psychology, Anxiety, Defense Mechanism Psychoanalysis is useful to understand human behavior. Psychoanalysis is also useful to help in understanding literary texts, which are about human behavior. This study analyzes Victor Frankenstein, the main character in Mary Shelley’s Frankenstein novel. His psychological condition experiences anxiety and defense mechanism can be analyzed through Freudian’s psychology.Related to this case, this study aims to reveal Victor Frankenstein’s anxiety and how he copes with that by using defense mechanism. This study uses qualitative approach to reveal Victor Frankenstein’s anxiety and defense mechanism as depicted in the novel.This study reveals that Victor Frankenstein experiences anxiety after he creates his creature. He experiences the reality anxiety because of his creature’s appearance. The neurotic anxiety also occurs on him because he often expects something dreadful to happen. And the last, moral anxiety occurs because of his guilty feeling for his family's death. In order to reduce these anxieties, he uses repression, reaction formation and projection as tactics called defense mechanism
THE CONVERSATIONAL IMPLICATURES USED BY THE MAIN CHARACTERS IN TWO BROKE GIRLS SERIAL MOVIE EPISODE ONE
Keywords: Implicature, Conversational Implicature, Generalized ConversationalImplicature, Particularized Conversational Implicature, 2 Broke Girls. Human are social created, they need to communicate to share information or ideas. In communication people were required to be cooperatively to make success communication, but sometimes some people do not speak cooperatively, and then they do not speak into the point of utterances’s meaning, it will makes the hearer feels confuse, then they try to imply the meaning, this phenomenon called implicature. This study attempts to analyze the conversational implicature on the dialogue of 2 Broke Girls movie based on Grice’s theory. There are two problems being formulated namely: (1) What are the types of conversational implicature found in 2 Broke Girls serial movie and (2) What are the implied meaning of implicature found in the utterances of 2 Broke Girls serial movie?This study uses qualitative descriptive approach because the writer analyzes the utterances produced by the main characters in 2 Broke Girls serial movie. The type of this research belongs to document analysis since the writer used the movie’s script as the data.In this research, the writer found that there are 30 utterances found in the dialogue of 2 Broke Girls serial movie. There are 10 utterances that contain Generalized Conversational Implicature, and there 20 utterances that contain Particularized Conversational Implicature. The result of the study is particularized implicature mostly occur in the utterances of this serial movie. Then, the writer explains the meaning based on the context of the uttrances that produced by the main characters.The writer suggests the next researchers conduct a reserch in serial movie or movie which has funny and unique implicture to make interesting analysis. It is hoped that the researchers or the students who are interested in studying implicature can get more knowledge about it
PIRANTI KOHESI DI DALAM MAJALAH NIPPONIA EDISI TAHUN 2007 NO. 40
Kata Kunci : piranti kohesi, gramatikal, leksikal, artikel majalah Nipponia Untuk membuat sebuah artikel yang baik dibutuhkan struktur kebahasaan yang meliputi kohesi dan koherensi yang baik dan mempunyai awal dan akhir yang jelas berkesinambungan. Dengan kata lain kalimat-kalimatnya mendukungsatu topik yang dibicarakan, dan disusun secara teratur dan sistematis, sehingga menunjukkan keselarasan ide yang diungkapkan melalui piranti kohesi.Piranti kohesi ada dua macam, yaitu gramatikal dan leksikal. Piranti kohesi gramatikal meliputi referensi, substitusi, elipsis, dan konjungsi. Sedangkan piranti kohesi leksikal meliputi reiterasi, sinonimi, antonimi, hiponimi, meronimi, dan kolokasi. Penelitian tentang piranti kohesi masih belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian tentang piranti kohesi untuk menjawab rumusan masalah dalam studi ini, yaitu (1) apa saja piranti kohesi dalam bahasa Jepang yang ditemukan dalam artikel di majalah Nipponia (2) tipe piranti kohesi apa saja yang digunakan dalam artikel majalah Nipponia. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilakukan dengan melakukan analisis pada teks dalam artikel majalah Nipponia.Hasil studi menunjukkan bahwa ditemukan piranti kohesi gramatikal tipe referensi sebanyak 38 data, tipe substitusi sebanyak 8 data, tipe elipsis sebanyak 13 data, dan tipe konjungsi sebanyak 28 data. Pada piranti kohesi leksikal ditemukan tipe reiterasi sebanyak 11 data dan tipe kolokasi sebanyak 7 data.Kesimpulan dari penelitian ini sebagian besar piranti kohesi yang sering digunakan adalah piranti kohesi gramatikal referensi pada kata ãã® sono (itu) sebagai penunjuk sesuatu dan sebagian kecil piranti kohesi yang menggunakankolokasi. Penelitian ini dapat menjadi kontribusi untuk peneliti selanjutnyadengan menggunakan sumber data yang berbeda, misalnya drama, anime, komik, novel, dan surat kabar
STRIVE FOR SUCCESS OF FOUR MAIN CHARACTERS IN RICK RIORDAN’S HEROES OF OLYMPUS: THE MARK OF ATHENA NOVEL
Keywords: strive for final goal, strive for success, strive for power, novel.The discussion in this thesis is about four demigods who must reach the goal in their missions. Heroes of Olympus: The Mark of Athena Novel was written by Rick Riordan and was published in 2012. The focus of this thesis is to analyze the exertion and the characteristics of the four characters in achieving their goals. The theory of strive for final goal by Alfred Adler is used in this thesis. This theory describes human characteristics in achieving a goal. Strive for the final goal has two sub-theories. Strive for success for people who want to achieve goal for all humankind and strive for power in the contrary.The result of this study shows that the theory of strive for success dominates the characteristics of the four characters that the author analyzes. Annabeth is a character who seeks for peace which belongs to strive for success characteristic. This model of character prefers unity rather than a division. Leo has the characteristic of creative power. This characteristic often gives a brilliant idea. Percy has a characteristic of caring with others. Piper has the characteristic of willing to sacrifice. All these model of character are in Adler’s theory strive for success.The author has suggestions for further researchers who want to analyze Rick Riordan’s Heores of Olympus: The Mark of Athena novel. The author suggests using mythological theory to analyze this novel. Aspects of Greek mythology are much in this novel which is very interesting to be analyzed
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM DIALOG FILM fÄ“iyuè lÇŽorényuà n(飞越è€äººé™¢ï¼‰ KARYA SUTRADARA ZHANG YANG
Kata Kunci : Pragmatik, Tindak Tutur, Tindak Tutur Ilokusi, Film. Dalam skripsi ini, penulis menggunakan film fÄ“iyuè lÇŽorényuà n (飞越è€äººé™¢) sebagai objek yang diteliti. Membahas apa saja jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi yang ada dalam film tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data melalui observasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan,menerjemahkan dan mendeskripsikan data.Hasil temuan dalam penelitian ini diketahui berjumlah 51 data temuan. Ditemukan 5 jenis ilokusi, (1) deklarasi yaitu memutuskan; (2) representatif yaitu menyatakan, kesimpulan, penegasan, dan pendeskripsian; (3) ekspresif yaitu kekaguman, kegembiraan, kesedihan, kemarahan, kebencian, penyesalan, kekuatiran, dan kepuasan; (4) direktif yaitu mengajak, perintah, permohonan, pemberian pesan, dan saran; (5) komisif yaitu janji dan penolakan. Selain itu, fungsi ilokusi ditemukan sebanyak 4 fungsi, (1) kompetitif, yaitu memerintah, meminta, mengemis, dan menuntut; (2) menyenangkan yaitu mengundang, menawarkan, menyambut, mengucapkan selamat dan mengucapkan terima kasih; (3) bekerja sama yaitu menyatakan, menginstruksikan dan mengumumkan; (4) pertentangan, yaitu menegur, mengancam dan mencerca