Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
    480 research outputs found

    The Influence of Participatory Technology and Institutional Participation of Farmer Groups on Farmer Business Development: Pengaruh Teknologi Partisipatif dan Partisipasi Kelembagaan Kelompok Tani Terhadap Pengembangan Usaha Tani

    Full text link
    Janti Village, Jogoroto, Jombang has a corn productivity of 2020 reaching 84.5 Kw/Ha, this achievement exceeds national average corn productivity. However, this is inversely proportional to the unstable price of corn, which can even be far from the normal price. Besides, the lack of farmer participation makes the problem drag on longer. The existence of farmer group institutions is very important to solve this problem. In addition, the application of participatory technology to farmers also provides clear goals for future agricultural production activities. Therefore, it is necessary to be active and participate in the Janti Village farmer group members. The purpose of this study is to describe the influence of participatory technology (discussions, workshops, and action planning) and institutional participation of farmer groups (participation in planning, implementation, utilization of results, and evaluation) on farming development (social, economic, and environmental) in Janti Village. Jogoroto District, Jombang Regency. The research method uses descriptive quantitative data collection techniques namely interviews, observation, and questionnaires. Previously, the questionnaire had to be tested for validity and reliability tests to support the validity of the research data obtained. The sampling method used is a simple random sample. Then the data analysis used is multiple linear regression analysis using the ordinary least square method including data tabulation, estimation of multiple linear regression models, classical assumption tests, regression feasibility tests, and interpretation of multiple linear regression models. Results showed that there was no significant effect if independent variables moved independently on dependent variables. Meanwhile, if independent variables move simultaneously, there will be a significant influence between participatory technology and the institutional participation of farmer groups in the development of farming businesses

    Pola Komunikasi Organisasi Program Kawasan Mandiri Pangan di Kabupaten Bangka Tengah: Patterns Communication Organizations of The Kawasan Mandiri Pangan Program in Bangka Tengah District

    Full text link
    Program Kawasan Mandiri Pangan (KMP) merupakan program bantuan pemerintah dibidang pangan/pertanian berupa pemberian modal usaha produktif (on-farm, off-farm dan non-farm). Penelitian bertujuan mendeskripsikan pola komunikasi program Kawasan Mandiri Pangan.Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan rancangan penelitian studi kasus dengan jumlah informan 23 orang. Analisis data menggunakan aplikasi Nvivo 12 dan dibantu secara manual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi organisasi program Kawasan Mandiri Pangan di Kabupaten Bangka Tengah ada 2 jenis pola komunikasi. Pola komunikasi chain pattern terjadi pada tahap persiapan, penumbuhan, pengembangan dan kemandirian program KMP. Arah komunikasi organisasi dari atas ke bawah. Pesan yang disampaikan mengenai teknis-teknis pelaksanaan dan aturan program KMP. Frekuensi komunikasi 4 kali dalam 1 bulan. Pola komunikasi star pattern terjadi pada tahap exit strategi keberlanjutan program KMP. Arah komunikasi didominasi dari bawah ke atas, pesan lebih banyak mengenai pengelolaan modal usaha, kekompakan kelompok dan pemasaran produk. Frekuensi komunikasi hanya 1 kali dalam 1 bulan

    Social Movement in Framing Perspective: Omnibus Law Protest in Indonesia: Gerakan Sosial dalam Perspektif Framing: Protes Terhadap Omnibus Law di Indonesia

    Full text link
    This study aims to provide a framing perspective on the study of development communication. This study explains the causes of the emergence of social movements in Indonesia in rejecting the Omnibus Law. The protests against the Omnibus Law that occurred in various cities in Indonesia as a form of resistance to government policies were examined from the perspective of framing theory. The method used is text analysis with Robert N Entman’s framing framework. The unit of analysis is the Omnibus Law protest news published in Tempo Magazine in October 2020. The results of this study indicate that social movements to reject the Omnibus Law were carried out by various elements of society, ranging from workers, students, and other elements of society. Even though the Omnibus Law was finally signed by President Joko Widodo on October 5, 2020, the protest effort remained an important note that this law has many loopholes that are considered to be detrimental to elements of society, potentially damaging the environment, and weakening government authority area

    Inovasi Penerapan Dan Faktor Pendukung Agribisnis Hortikultura: Implementation Innovation And Supporting Factors Horticulture Agribusiness

    Full text link
    Konsep industrialisasi pertanian perdesaan merupakan konsep pembangunan yang mencerminkan kesatuan industri pertanian yang terintegrasi dengan output berupa produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang besar. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan kegiatan agribisnis hortikultura pada subsektor hilir agribisnis hortikultura yang telah dilakukan petani (2) Menganalisis tingkat penerapan inovasi industrialisasi pertanian hortikultura pedesaan (3) Menganalisis pengaruh faktor kegiatan subsektor hilir dan penerapan industrialisasi pertanian pedesaan. Metode penelitian meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian petani hortikultura sebanyak 30 responden yang dilakukan secara purposive pada kelompok Bakti Mandiri di Desa Sukajadi. Penentuan sampel dilakukan secara sensus terhadap 30 orang anggota kelompok Bakti Mandiri yang menjalankan agribisnis hortikultura. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif berupa persentase dan regresi berganda untuk menggambarkan kegiatan subsektor hilir, tingkat penerapan IPP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran disusun oleh kelompok dengan penjualan langsung ke pedagang pengumpul, kemudian dijual kembali ke pengecer di pasar sentral. (2) Ciri inovasi penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dengan pemanfaatan tempat, waktu dan kepemilikan pada fungsi pemasaran sudah berjalan dengan baik, sedangkan secara perubahan bentuk (pengolahan) belum terlaksana. (3) Dukungan penyuluhan berkontribusi dalam pelaksanaan industrialisasi pertanian pedesaan. Penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dalam kondisi optimal terutama swadaya melalui ketua kelompok tani

    Strengthening Digital Capabilities and Entrepreneurship For SMEs in the Creative Economy Sector During a Pandemic

    Full text link
    An important aspect in the development of the local economy is MSMEs\u27 ability to support productive human resources, allowing people to live their lives as a means of earning a living. Entrepreneurship is characterized by the ability to transform current resources into goods and selling points via the use of ingenuity. The Covid-19 pandemic sparked the growth of micro, small, and medium-sized businesses (MSMEs). The pandemic of Covid-19 has slowed most economic sectors, particularly MSMEs. Many MSME performers are unable to grow and end up in bankruptcy because of the overabundance. This is the reason why small and medium-sized businesses (SMEs) are embracing digitization initiatives. Using a marketplace (intermediary) and social media as a marketing strategy is the method of digitalization. Digital MSME players must also be able to collaborate with netizens in promoting their goods and services, as outlined in this article. Because of this, the digital MSME development strategy is a viable option to safeguard small businesses from the Covid-19 pandemic. This article uses a process known as a literature review to examine numerous works on the growth of digital small and medium-sized enterprises (SMEs). According to this article, amid the Covid-19 pandemic in Indonesia, the growth of digital MSMEs has emerged as a viable option for saving and establishing a digital enterprise

    Peningkatan Kinerja Digital Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur: Performance Improvement for Agricultural Extension Service, Agriculture and Food Service, in Banyuwangi Regency, East Java

    Full text link
    Era digital ditandai dengan penggunaan jaringan internet untuk kemudahan pelayanan penyuluhan pertanian, namun petani belum mampu mengakses dan memanfaatkan secara maksimal. Pertanian digital bergantung sejauhmana kinerja penyuluh kompeten mendampingi petani, memfasilitasi dan mengedukasi komunikasi informasi berteknologi digital. Penelitian bertujuan menganalisis kinerja penyuluh yang dipengaruhi beberapa faktor secara langsung maupun tidak langsung yaitu karakteristik individu penyuluh, motivasi kerja, kelembagaan, dan literasi digital. Populasi dalam penelitian ini adalah penyuluh pertanian Kabupaten Banyuwangi baik yang berstatus sebagai ASN maupun non ASN berjumlah 142 orang yang seluruhnya dijadikan responden penelitian dengan teknik sensus sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM smartPLS). Hasil menunjukkan bahwa kompetensi penyuluh memediasi hubungan antara dukungan kelembagaan dan literasi digital terhadap peningkatan kinerja penyuluh. Kompetensi tidak memediasi karakteristik penyuluh dan motivasi terhadap kinerja penyuluh pertanian disebabkan tidak adanya berpengaruh nyata baik langsung maupun langsung. Implikasi hasil penelitian bahwa pengambil kebijakan Dinas Penyuluhan Pertanian dan Pangan Banyuwangi dalam meningkatkan kinerja penyuluh perlu dilakukan dengan cara meningkatkan dan mempertahankan tingkat kompetensi penyuluh pertanian. Pengembangan kompetensi digital penyuluh merupakan strategi dasar mencapai keberlanjutan kinerja kelembagaan penyuluhan pertanian daerah Dinas pertanian dan Pangan dalam mengoptimalkan daya saing pertanian dan beradaptasi mengikuti perkembangan lingkungan global

    Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Petani terhadap Penerapan Rekomendasi Pemupukan untuk Keberlanjutan Usaha Kelapa Sawit di Kecamatan Babalan: The Effect of Farmer Social Economic Characteristics on The Application of Fertilizer Recommendations for The Sustainability of The Palm Oil Farming

    Full text link
    Pemupukan berimbang merupakan penerapan pertanian berkelanjutan. Dengan adanya pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman diharapkan akan meningkatkan produksi kelapa sawit. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk menganalisis tingkat penerapan petani dalam pemupukan sesuai dosis yang direkomendasikan, serta menganalisis pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap penerapan dosis pemupukan pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat. Metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sementara metode analisis data menggunakan Skala Guttman dan Uji Regresi Logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan petani terhadap pemupukan sesuai dengan dosis yang direkomendasikan bernilai sedang yaitu 45,58 %, kemudian hasil pengujian kesesuaian model dengan uji Hosmer and Lemeshow menujukan nilai chi- square sebesar 7,399 dengan nilai signifikan sebesar 0,494 dan dinyatakan tidak ada perbedaan model dengan nilai observasinya, hasil uji nagalkerke r square didapati nilai 0,824 artinya sebesar 82,4% kemampuan variabel bebas untuk menjelaskan variabel terikat. Dari hasil uji omnibus diperoleh nilai sig < α artinya terdapat minimal satu variabel yang berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil uji wald dengan membandingkan nilai sig < 0.05 menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel pengalaman berusahatani, pendapatan, serta sarana dan prasarana terhadap penerapan petani terhadap pemupukan sesuai dosis yang direkomendasikan

    Minat Masyarakat dalam Bidang Pertanian “Kasus Masyarakat Kampung Udapi Hilir Kabupaten Manokwari, Papua”

    Full text link
    The absorption of employment in agriculture is the focal point of the problem, where the interest in working is important. This research examines people\u27s interest in agriculture; analyze attitudes, subjective norms, and social control in agriculture; analyze the relationship of attitudes, social norms, social control, and characteristics of respondents to community interest. The research was conducted in Udapi Hilir Village, Manokwari Regency using a survey method to 94 respondents. Data analysis using simple tabulation and partial least square test. The results of the study conclude that the community is not interested in being a provider of production facilities and administrators of farmer groups but is interested in becoming farmers and farm laborers. The attitude agrees that agriculture requires high labor, high production costs, risk of failure, and requires storage space. People\u27s subjective norms that agriculture is the main source of livelihood, food source, and requires a large areal of land. Social control in the form of production inputs and subsidies for production costs from the government. Farming experience, productive age, production facilities assistance, production facilities cost subsidies, and production marketing assistance affect interest in farming

    Back Matter

    No full text
    Jurnal Penyuluhan Edisi 19 (1): Maret 202

    Model Strategi Adaptasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Melalui Digital Marketing Sebagai Penanggulangan Pandemi COVID-19

    Full text link
    The Covid-19 pandemic has had an impact on socio-economic changes globally, including at KWT Sri Rejeki. KWT Sri Rejeki has superior local food products that already use a modern touch in their packaging, but sales are still far above the average before the pandemic. This study aims to formulate a model of adaptation strategy of KWT Sri Rejeki through Digital Marketing. The research uses action research to gain knowledge as well as to take action to create change in KWT Sri Rejeki. In-depth interviews and field observations to get a diagnosis of the problem in order to determine an action plan, implementation and evaluation. Data analysis uses In Vivo Coding which is then followed by Pattern Coding by using short words or short phrases obtained through the informant\u27s sentences. The results showed that the adaptation strategy model at KWT Sri Rejeki was conducting marketing analysis, marketing formulation, and marketing implementation and then integrated training was carried out to improve hard skills and soft skills and then developed a plan followed by a presentation. After being presented, it is then implemented in a business unit owned by KWT Sri Rejeki after an evaluation has been carried out as a reflection of the effectiveness of the strategy model that has been formulated

    425

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penyuluhan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇