Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
    480 research outputs found

    Proses Pergeseran Makna Sentra Bagi UMKM Sentra Ayam Goreng Kalasan:Sebelum dan Sesudah Program CSR TWC

    No full text
    Banyak sentra industri di Indonesia yang belum bisa dapat dikategorikan sebagai klaster, dikarenakan konsentrasi pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bukan penumbuhkembangan pola kerjasama horizontal dan vertikal berbasis kelompok sentra. Sehingga Akibatnya pemaknaan sentra oleh para pelaku UMKM bukan media kerjasama usaha. Maka Dengan demikian tujuan penelitian ini untuk menggambarkan proses pergeseran makna sentra bagi pelaku UMKM sentra Ayam Goreng Kalasan di Provinsi DIY sebelum dan sesudah program CSR TWC. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan prespektif penafsiran deskriptif. Hasil kajian menunjukkan situasi sebelum program CSR TWC dijalankan, pemaknaan sosial mengenai sentra hanya sebagai media berkumpul sehingga memengaruhi terhadap perilaku pengembangan UMKM yang relatif individu (play stage). Pemaknaan sosial sentra sebagai media kerjasama usaha dimulai tahun 2024 seiring berjalannya program CSR TWC, dan adanya aksi kerjasama antar pelaku UMKM dan kerjasama bisnis antara kelompok sentra dengan TWC (gama stage). Terdapat upaya penguatan perilaku kerjasama melalui surat pernyataan komitmen dan aturan kerjasama yang disepakati oleh semua UMKM (generalized other). Kesimpulan mengenai proses pergeseran makna sentra sebagai media kerjasama masih dalam taraf transisi, dan aksi kerjasama horizontal maupun vertikal yang ada merupakan embrio klaster

    Tingkat Keberhasilan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi

    No full text
    Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian bekerjasama dengan International fund for Agricultural Development (IFAD) meluncurkan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS). Salah satu lokasi program YESS di Jawa Barat adalah Kabupaten Sukabumi yang telah memperoleh intervensi kegiatan seperti pelatihan kewirausahaan, literasi keuangan, proposal bisnis, dan pelatihan star-up usaha bagi pemuda sebagai calon penerima manfaat. Untuk mengetahui keberhasilan Prrogram YESS ini telah dilakukan penelitian dengan tujuan: (1) mendeskripsikan tingkat keberhasilan program; (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilan; dan (3) merumuskan strategi peningkatan keberhasilan program. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2024 di Kecamatan Purabaya, melibatkan 85 orang responden dari 144 penerima manfaat program. Data dianalisis secara deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan: (1) tingkat keberhasilan program YESS di Kecamatan Purabaya termasuk dalam kategori berhasil; (2) faktor yang berpengaruh, yaitu tata kelola program, faktor pendukung, dan faktor lingkungan; dan (3) strategi peningkatan keberhasilan program dapat dilakukan dengan mengoptimalkan tata kelola program, yaitu melibatkan stake holder dalam perencanaan, pelaksanaan dan monitoring program

    Strategi Komunikasi Pembangunan Pemerintah Kota Tangerang dalam Pengelolaan Lingkungan Melalui Program Smart Environment

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pembangunan Pemerintah Kota Tangerang dalam pengelolaan lingkungan melalui Program Smart Environment dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi kebijakan, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pembangunan dijalankan melalui integrasi inovasi digital, pemanfaatan saluran komunikasi multi-channel, pendekatan sosialisasi berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi multipihak. Aplikasi Silacak, Laksa, dan Siritase berperan penting dalam meningkatkan efisiensi pelaporan, transparansi layanan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Pemerintah menggabungkan media sosial, website resmi, dan sosialisasi tatap muka sebagai strategi komunikasi yang inklusif untuk menjangkau seluruh kelompok masyarakat. Penelitian ini menemukan bahwa keberhasilan program dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, literasi digital masyarakat, serta peran komunitas seperti kampung iklim dan bank sampah sebagai penggerak sistem sosial. Kebaruan penelitian terletak pada temuan bahwa empat elemen difusi inovasi—teknologi, saluran komunikasi, jangka waktu adopsi, dan sistem sosial—bekerja simultan dan saling memperkuat dalam meningkatkan adopsi inovasi lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi komunikasi pembangunan berbasis digital di sektor lingkungan perkotaan

    Hubungan Elemen Pemasaran Sosial GEMARIKAN dengan Perilaku Konsumsi Ikanpada Kelompok Penerima Manfaat di Kota Bogor

    Full text link
    Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil produksi perikanan terbesar keempat di Indonesia, namun konsumsi ikan per kapita di Kota Bogor masih rendah. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pemasaran sosial GEMARIKAN di Kota Bogor dengan frekuensi mengonsumsi ikan pada penerima manfaat GEMARIKAN di Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilaksanakan pada dua kelurahan yang menjadi lokus Kampanye GEMARIKAN di Kota Bogor pada Oktober 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman rho dengan bantuan aplikasi IBM SPSS 22 pada α=0,05. Dari 100 orang responden yang diminta untuk mengisi kuesioner penelitian, terdapat 29 responden yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman rho, terdapat lima variabel yang berhubungan positif signifikan dengan frekuensi mengonsumsi ikan, yakni frekuensi kampanye GEMARIKAN, dan paparan informasi bahwa ikan mengonsumsi ikan mampu mencegah stunting, jarak penjual ikan yang dekat dengan tempat tinggal responden, banyaknya bagian uang yang dikeluarkan untuk membeli ikan dan gaya hidup sebagai vegetarian. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan signifikan adalah persepsi tentang harga ikan, karakteristik individu, dan pendapatan keluarga

    Kompetensi Penyuluh Pertanian untuk Pemberdayaan Peternak Sapi Potong di Kabupaten Banjarnegara

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi penyuluh yang perlu ditingkatkan berdasarkan persepsi peternak sapi potong di Kabupaten Banjarnegara. Survei dilakukan terhadap 83 peternak sapi potong yang dipilih melalui teknik simple random sampling, mewakili 20% dari populasi di empat kecamatan utama: Bawang, Mandiraja, Rakit, dan Wanadadi. Responden dipilih berdasarkan daftar resmi peternak aktif yang diperoleh dari Dinas Pertanian setempat. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mengidentifikasi area kompetensi yang perlu ditingkatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95,43% peternak menerima kunjungan dari penyuluh satu kali dalam sebulan. Peternak berpendapat bahwa penyuluh perlu memiliki setidaknya 13 kompetensi untuk mendukung pemberdayaan mereka. Namun, mereka menekankan perlunya peningkatan kemampuan dalam dua bidang utama: (1) membantu peternak mengatasi masalah terkait permodalan, teknologi, sarana produksi, dan kemitraan eksternal, serta (2) memberikan ide-ide untuk mengoptimalkan agribisnis sapi potong. Penguatan kapasitas penyuluh dalam membangun jejaring eksternal dan kewirausahaan sangat penting untuk meningkatkan keberlanjutan dan kinerja usaha ternak sapi potong di wilayah ini

    Efektivitas Demfarm dan Strategi Komunikasi Inovasi IPB 3S di Kabupaten Karawang

    No full text
    Varietas padi IPB 3S memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Namun, adopsi varietas ini oleh petani masih terhambat oleh berbagai faktor, meskipun program demfarm telah menunjukkan keunggulannya. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi komunikasi inovasi yang efektif guna mempercepat difusi varietas IPB 3S di kalangan petani. Pendekatan kualitatif dengan metode analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi adopsi inovasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, dan analisis dokumen, melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPB 3S memiliki keunggulan produktivitas tinggi, efisiensi sumber daya, dan ketahanan terhadap hama penyakit. Namun, hambatan signifikan mencakup harga jual gabah yang rendah, persepsi negatif terhadap kualitas beras, serta akses benih yang terbatas. Strategi komunikasi inovasi yang direkomendasikan mencakup peningkatan promosi IPB 3S sebagai varietas hemat pupuk dan air, pengembangan jejaring distribusi untuk menjangkau pasar lahan tadah hujan, dan pelibatan pemerintah dalam program mitigasi perubahan iklim. Kesimpulannya, pendekatan komunikasi yang terintegrasi dan kolaboratif diperlukan untuk mengatasi hambatan adopsi dan memaksimalkan potensi varietas IPB 3S dalam mendukung ketahanan pangan nasional

    Growing Millennial Farmers Through Entrepreneurship Ecosystem

    No full text
    Agriculture plays an important role in meeting the increasing food needs of the Indonesian people. However, challenges such as limited land, the El Niño phenomenon, and the limited age span of farmers are significant obstacles. This study aims to develop an entrepreneurial ecosystem model for millennial farmers in East Java Province through the Structural Equation Modeling (SEM) approach using SmartPLS 4.0 software. Data were collected through a survey of 1,588 respondents who were beneficiaries of the Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) Program in five districts, using a purposive sampling method. The study result showed that banking and training factors had the most significant influence in encouraging the growth of young entrepreneurs in the agricultural sector. Cooperatives and business partners also contributed to increasing millennial farmers\u27 access to capital, business assistance, and marketing of agricultural products. Meanwhile, government policies and the role of the Agricultural Extension Center (BPP) were considered less optimal in supporting the development of young entrepreneurs. Hence, policies that were more responsive to the needs of millennial farmers were needed. This study provides strategic recommendations for the government and stakeholders to strengthen the agricultural entrepreneurship ecosystem through more inclusive access to capital, sustainable training, and strengthening cooperatives and business partnerships to increase the competitiveness of millennial farmers in the agribusiness sector

    Digital Capability, Promotion Strategy and AR-Based Social Media for Indonesian Businesswomen in West Java

    Full text link
    IWAPI West Java is a center for community collaboration which has an impact on increasing the creativity of residents, therefore the various programs it implements need support from all levels of society. Functionally, IWAPI activation is expected to be a means of locating the activities of women entrepreneurs in West Java Province as well as a means of providing and increasing access and mastery of technology for its users. Their role is also very potential for development in the Creative Economy sector, so these creative economy actors need to be continuously nurtured and empowered in a sustainable manner so that they can develop and progress further, considering that the female business actors who are members of IWAPI West Java still have very little knowledge, especially regarding with digital marketing and business management. Based on the description of target partner problems that has been described in the previous sub-chapter, the solutions offered by our team can be categorized into two aspects, namely the technology side and the management side regarding business management aspects and digital marketing tools which can be described as follows. First, providing workshops and assistance regarding how to manage a business effectively by implementing an integrated financial and operational management and integration system. Second, develop and implement a digital promotion strategy to promote and improve organizational operational optimization. Digital tools will be developed through providing workshops on social media marketing and other promotion tools. Third, providing a workshop on Augmented Reality Based Social Media Content. It is hoped that by creating interesting information and promotional content on social media using AR technology, the promotions created will be able to attract the attention and interest of potential consumers

    Efektivitas Pola Distribusi dan Minat Petani terhadap Benih Padi Sawah NutriZincdan Cakrabuana di Provinsi Gorontalo

    Full text link
    Dalam upaya memotong alur distribusi yang panjang maka Badan Litbang membentuk Unit Pengelolaan Benih Sumber (UPBS) ditiap-tiap BPTP yang ada disetiap provinsi di seluruh Indonesia. Berbagai alasan petani dalam memilih dan memutuskan benih padi untuk dibudidayakan, Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas dari pola pendistribusian benih yang dilakukan oleh pihak BPTP Gorontalo serta melihat kecenderungan dan minat petani dalam mengadopsi suatu jenis benih yang akan dibudidayakan terutama pada benih NutriZinc dan benih Cakrabuana. Penelitian ini dilaksanakan di BPTP Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, waktu penelitian pada bulan Januari sampai Maret 2023. Penelitian ini menggunakan metode kajian pola distribusi yang dianalisis secara deskriptif dengan mentabulasi data penjualan benih. Untuk mengukur efektivitas pola distribusi benih serta minat petani terhadap suatu varietas benih dilakukan dengan menggunakan model multiatribut fishbein. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola distribusi yang diterapkan oleh BPTP Gorontalo terbagi menjadi 2, yaitu distribusi berdasarkan swadana dan distribusi berdasarkan bantuan. Distribusi terbilang efektif, dan kemudahan akses benih menjadi poin penting dalam adopsi suatu varietas benih padi oleh petani

    Pengaruh Pertukaran Pengetahuan Antarpetani terhadap Kesiapan Petani Padidi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk Mengadopsi Inovasi Perangkat Uji Tanah Sawah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi antarpetani terhadap kesiapan petani padi dalam mengadopsi inovasi Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) guna mendukung manajemen kesehatan tanah. PUTS merupakan inovasi untuk mengetahui kadar unsur hara (N, P, K) dan pH tanah sehingga dapat membantu petani mengatur pemupukan berimbang dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penelitian dilakukan pada 170 petani padi di Sleman, Bantul, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Variabel yang dianalisis meliputi komunikasi antarpetani, sikap, modal manusia, dan kesiapan adopsi inovasi PUTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpetani berpengaruh positif baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sikap dan modal manusia terhadap kesiapan adopsi PUTS. Kesimpulan dalam penelitian ini, penguatan komunikasi antarpetani dan peningkatan kapasitas modal manusia menjadi kunci untuk mendorong adopsi inovasi PUTS dalam mewujudkan manajemen kesehatan tanah yang berkelanjutan

    425

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penyuluhan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇