Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Media Sosial dalam Penyebaran Informasi Konservasi Lingkungan kepada Petani Rawa Lebak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang penggunaan media sosial sebagai media efektif dalam penyebaran informasi berwawasan konservasi lingkungan pada lahan pertanian berjenis rawa lebak. Selama ini petani dan penyuluh sangat mengandalkan komunikasi sosial tanpa akses penggunaan daya jejaring media sosial. Hal ini relatif menghambat kejelasan dan kecepatan informasi terkait penerimaan informasi konservasi lingkungan rawa lebak. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Desain penelitian ini mengacu pada kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara mendalam, observasi nonpartisipasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT). Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah Interacktive Model, meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang mengelaborasi dengan studi kasus pada petani rawa lebak Pemulutan ditunjukkan dengan kebutuhan terpenuhinya informasi mengenai konservasi lingkungan pada pertanian rawa lebak tanpa meninggalkan tradisi kearifan lokal. Media sosial, seperti WhatsApp, Instagram dan Facebook relatif dipilih dan digunakan penyuluh pertanian dalam upaya meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola rawa lebak. Petani menerima informasi konservasi lingkungan untuk mendapatkan pengalaman mengikuti pelatihan, peningkatan pengetahuan mengelola rawa lebak dan pengembangan usaha tani
Analyzing The Factors Affecting Farmer Engagement in Farm Insurance in Karangsari, Banyumas
Agriculture is a sector characterized by uncertainty and high risk. One of the government policies aimed at mitigating this risk is the farm insurance program. Karangsari Village in Kembaran is one of the areas that actively implements this program. However, participation in farm insurance in Karangsari Village is not optimal. This study aims to analyze the influence of age, education, farmers\u27 activeness in groups, farming experience, land area, and land ownership status on participation in farm insurance. These characteristics are considered distinguishing variables that are thought to affect farmer participation. The samples for this study were determined using Taro Yamane. The analysis method employed is logistic regression to assess how age, education, farmers\u27 activeness in groups, farming experience, land area, and land ownership status impact participation in farm insurance. The results showed that age, education, and farming experience did not have a significant effect on farmers\u27 participation in farm insurance, while farmers\u27 activeness in groups, land area, and land ownership status did have a significant effect. In this context, farmers with potential agricultural assets are more likely to participate in farm insurance
Kajian Implementasi dan Manfaat Pertanian Perkotaan pada Kelompok Tani di Kota Bogor
Peningkatan jumlah penduduk di Kota Bogor telah menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan. Praktik pertanian perkotaan dapat menjadi solusi keberlanjutan lingkungan dan pemenuhan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi upaya penerapan, manfaat, kendala, serta keberlanjutan pertanian perkotaan di Kota Bogor berdasarkan persepsi kelompok tani. Penelitian dilakukan melalui survei, wawancara, dan kuesioner pada sampel 40 kelompok tani yang dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan nilai indeks skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pertanian perkotaan di Kota Bogor umumnya dilakukan pada luas lahan yang terbatas dengan komoditas utama berupa sayuran. Persepsi kelompok tani di Kota Bogor menunjukkan upaya penerapan pertanian perkotaan dinilai baik (nilai indeks 0,80), dengan kendala yang tergolong sedang (indeks nilai 0,53). Manfaat pertanian perkotaan sangat dirasakan oleh kelompok tani dengan nilai indeks 0,84, terutama dalam aspek sosial yaitu sebagai sarana edukasi dan peningkatan interaksi sosial. Keberlanjutan pertanian perkotaan di Kota Bogor dinilai baik oleh kelompok tani (nilai indeks 0,76). Konsep dasar pengembangan pertanian perkotaan diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan terbuka disekitar masyarakat sebagai lahan pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga dengan memperhatikan aspek regulasi dan kebijakan, lingkungan, sosial, ekonomi, serta teknologi
Coaching-Based Self-Evaluation for Improving the Performance of Agricultural Extension Workers in the YESS Program in East Java
Agriculture remains a strategic sector in Indonesia, providing food and substantial employment. However, the effectiveness of agricultural extension services is often limited by weak evaluation practices, which tend to function only as administrative routines. This study analyzes the implementation of self-evaluation among agricultural extension agents and examines the effectiveness of coaching in strengthening their competencies within BDSP areas of East Java. A Practical Action Research approach using mixed methods was applied, involving 48 extension agents (22 civil servants and 26 contract staff). Data were gathered through interviews, observations, FGDs, documentation, and pre–post assessments, and analyzed using thematic qualitative and descriptive quantitative techniques. Findings show substantial improvement in cognitive understanding (from 36% to 82%), practical skills (80%), and professional attitudes (78%) after the coaching intervention. The performance gap between civil servants and contract-based agents in evaluation practices also narrowed. These results demonstrate that coaching enhances both technical capacity and reflective awareness of evaluation as a tool for improving extension quality. The study reinforces the relevance of Rogers’ Diffusion of Innovations theory in agricultural extension and offers practical implications for developing participatory evaluation guidelines, continuous training, and inclusive policies for all extension personnel
Penguatan Kapasitas Ibu-Ibu Rumah Tangga untuk Mendukung Penurunan dan Pencegahan Stunting di Kecamatan Baguala, Kota Ambon
Penurunan dan pencegahan stunting menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk ibu-ibu rumah tangga, di antaranya dengan menyediakan makanan sehat dan bergizi. Bagi masyarakat di Kecamatan Baguala, khususnya di daerah Benteng Karang, Desa Passo sebagai lokasi khusus penanganan stunting di Kota Ambon, pemenuhan sayur sehat masih menjadi kendala karena hanya tergantung dari membeli. Keadaan ekonomi rumah tangga sering menyebabkan kebutuhan sayur tidak terpenuhi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kapasitas kelompok ibu-ibu rumah tangga anggota kelompok Arika Ama Ory dalam membudidayakan sayuran secara hidroponik dan mengolah makanan bergizi dan sehat untuk penurunan dan pencegahan stunting serta melakukan upaya untuk meningkatkan kapasitas tersebut. Penelitian dilakukan dengan mengambil kelompok Arika Ama Ory sebagai populasi sekaligus sampel penelitian. Seluruh anggota kelompok dijadikan responden dan sumber data primer. Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi terkait. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kelompok Arika Ama Ory masih perlu ditingkatkan dan kegiatan sosialisasi dan pelatihan menggunakan pendekatan kelompok berhasil meningkatkan kapasitas kelompok Arika Ama Ory dalam membudidayakan sayuran secara hidroponik dan menyediakan makanan bergizi dan sehat. Diharapkan kelompok ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sayur rumah tangga di Benteng Karang Desa Passo sehingga dapat mendukung penurunan dan pencegahan stunting
Faktor Determinan Kompetensi Komunikasi Sarjana Pendamping Desa Sejahtera dalam Pelayanan Sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kompetensi komunikasi yang dirasakan atau Self-Perceived Communication Competence (SPCC) merupakan satu cara yang umum untuk mengukur kompetensi komunikasi dalam dunia bisnis, namun hingga saat ini belum dilakukan dalam bidang pelayanan sosial. Padahal dengan mengetahui kompetensi komunikasi maka efektivitas pelayanan sosial dapat dicapai. Penelitian ini untuk mengetahui SPCC Sarjana Pendamping Desa Sejahtera (SPDS) dan faktor-faktor determinan yang mempengaruhinya dalam pelayanan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, kuesioner penilaian diri diberikan kepada 148 SPDS sebagai pekerja sosial di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan tingkat kompetensi komunikasi dan aplikasi SEMPLS3 dengan embedded two stage approach - model second order factor untuk menentukan faktor determinan yang mmpengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan SPCC SPDS dalam pelayanan sosial berkategori Sangat Kompeten. SPCC SPDS dalam pelayanan sosial ditentukan ciri personal (jenis kelamin), faktor lingkungan (sosial budaya, dukungan organisasi, afiliasi keagamaan), motivasi, pengetahuan, dan kemampuan, yang diaplikasikan dalam perilaku komunikasi secara tepat sehingga mencapai efektivitas komunikasi dalam pelayanan sosial. Temuan penting penelitian ini secara umum memperkaya pandangan bahwa jenis kelamin, aspek sosial budaya, dukungan organisasi dan afiliasi keagamaan berkontribusi terhadap kompetensi komunikasi, khususnya pada bidang pelayanan sosial, yang belum ada peneliti yang melakukannya
Pemberdayaan Nelayan Tradisional dalam Menghadapi Perubahan Sosial di Kabupaten Pacitan
Kemiskinan struktural yang dialami oleh nelayan tradisional merupakan tantangan serius yang memengaruhi kehidupan dan keberlangsungan komunitas mereka. Kabupaten Pacitan, sebagai wilayah pesisir yang kaya akan budaya maritim, tidak luput dari dampak perubahan sosial yang terus berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelami realitas kemiskinan struktural yang dihadapi oleh nelayan tradisional di Kabupaten Pacitan serta mengkaji upaya pemberdayaan yang dilakukan dalam menghadapi perubahan sosial yang kompleks. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan data yang terkumpul melalui wawancara mendalam serta observasi lapangan, penelitian ini menganalisis pemberdayaan dari aspek ekonomi, sosial budaya, dan psikologis yang mempengaruhi kondisi nelayan tradisional serta dampak dari berbagai upaya pemberdayaan yang dilakukan. Temuan penelitian menyoroti pentingnya regulasi yang adil dalam akses terhadap sumber daya alam, penguatan identitas budaya, peningkatan keterlibatan komunitas, dan penyediaan dukungan psikologis bagi nelayan. Hasil analisis ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika kemiskinan struktural dan pemberdayaan nelayan tradisional dalam menghadapi perubahan sosial di Kabupaten Pacitan, serta memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan program intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan komunitas nelayan tradisional
Komunikasi Bisnis melalui Pendampingan Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) Bidang Peternakan di Jawa Barat
Lambatnya regenerasi dan kapasitas petani yang kurang memadai merupakan permasalahan dan tantangan dalam pembangunan pertanian. Adanya program YESS diharapkan menjadi salah satu solusi dalam regenerasi dan peningkatan kapasitas petani, dengan melakukan upaya terstruktur untuk menarik minat, menfasilitasi, membina dan mendampingi generasi muda untuk terjun ke bidang pertanian. Tujuan penelitian untuk menganalisis Komunikasi Bisnis antara pendamping dan pengusaha muda peternakan dalam program YESS di Jawa Barat. Desain penelitian survei bersifat mix methods. Populasi dalam penelitian ini adalah Pendamping Program YESS bidang peternakan di Jawa Barat Tahun 2022. Sampel pendamping diambil secara purposive dari pendamping yang menangani Bidang Peternakan pada Tahun 2022 sejumlah 31 orang di kabupaten Tasikmalaya dan Sukabumi pada Program YESS. Hasil penelitian yaitu: 1) Informasi yang dibutuhkan oleh pengusaha muda diantaranya adalah budidaya, pemasaran dan administrasi. 2) tiga penggunaan media informasi terbesar yaitu WhatsApp, pertemuan, dan Handphone. 3) Hambatan komunikasi yaitu penyediaan media komunikasi, jaringan internet, pembuatan proposal dan laporan serta kecepatan memberikan feedback. 4) Dukungan yang diberikan oleh pendamping sudah cukup memadai. 5) Komunikasi yang terjalin cukup memadai. Keterbatasan penelitian ini adalah kajian hanya dilakukan di Jawa Barat, sehingga tidak bisa mengeneralisasikan hasil temuan dan penelitian
Minat Pemuda Perdesaan Terhadap Program Youth Entrepreneurship And Employment Support Services (YESS) di Kecamatan Pacet
Kementerian Pertanian RI bersinergi dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) meluncurkan program Youth Entrepreneurship And Employment Support Service (YESS) untuk mengatasi masalah regenerasi petani serta kompetensi tenaga kerja di bidang pertanian. Faktanya, jumlah peserta pada program tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejauh mana minat pemuda perdesaan terhadap program YESS, (2) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat pemuda perdesaan, dan (3) merumuskan strategi peningkatan minat pemuda perdesaan. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2023 di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, dengan melibatkan 76 pemuda sebagai sampel dari 314 pemuda menggunakan teknik proportional random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) minat pemuda perdesaan terhadap program YESS di Kecamatan Pacet tergolong tinggi (2) minat pemuda perdesaan terhadap program YESS secara nyata dipengaruhi oleh motivasi, lingkungan sosial, dan atribut program YESS dan (3) strategi untuk meningkatkan minat pemuda perdesaan dapat dimulai dengan mengoptimalkan peran lingkungan sosial dan secara bersamaan meningkatkan pemahaman pemuda tentang manfaat program sekaligus memotivasi mereka melalui penyuluhan pertanian
Accelerating The Adoption of Technological Innovations through of Hybrid Paddy Varieties in Bone District, South Sulawesi
Demonstration Farming is one method of delivering research results and studies to farmer and other users through technology demonstrations to accelerate technology adoption. The purpose of disseminating technological innovation of new superior varieties of hybrid paddy through demonstration farming is to accelerate technology adoption. The activity was carried out in Mandiri Farmer Group, Mallinrung Village, Libureng District, Bone Regency, South Sulawesi. The implementation time started from May to September 2022. The hybrid paddy cultivation technology package was carried out using the Integrated Crop Management (ICM) approach. Variables observed included: 1). Implementation of hybrid paddy demfarm technology innovation, 2). Rice productivity, and 3). Technology dissemination and adoption opportunities. The results of the activity showed that the paddy Demfarm implemented by Mandiri farmer group through the introduction of hybrid varieties combined with ICM approach was able to increase the average productivity of rice by 11.23 tons.ha-1 or 106.73% of the average initial productivity of 5.43 tons.ha-1. Technology dissemination through paddy demfarm and farmer field meetings gave a good response to farmers participating in demfarm and other farmers both in implementation location area and farmers outside the area. Farmers and extension workers can witness firsthand and feel confident in the superiority of technology being demonstrated. Demfarm paddy technology innovations that are likely to be adopted based on the result of interviews include: the use of hybrid varieties (92%), integrated pest control according to target pest organism (90%), the use of quality/ certified seeds and seed treatment (88%), Balanced fertilization (84%), and complete tillage system (80%)