Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
The Factors Influencing Farmers’ Adoption of Agricultural Technology Innovations in Pacitan Agricultural Technology Park, East Java, Indonesia
Agricultural Technology Park Pacitan is a venue that showcases innovations developed in Pacitan for farmers in the region. Based on data from the Agricultural Technology Park Pacitan, the interest of farmers in adopting innovations offered by the Park is very low. Moreover, it can be observed from the continued use of conventional farming patterns by some individuals. This study aims to describe the role of the Agricultural Technology Park Pacitan for farmers, and analyze the factors that influence farmer adoption of agricultural technology innovations in the Agricultural Technology Park Pacitan. The research method employed was a descriptive quantitative approach. Determination of the number of samples using the saturated sampling method was 43 respondents. The results revealed that the Agricultural Technology Park Pacitan needs to socialize innovations developed for farmers in the Pacitan Regency area, as well as those around it. Furthermore, the Agricultural Technology Park in Pacitan also serves as a forum for pilots to develop agricultural technologies that farmers can utilize. The factors that influence the level of adoption of agricultural technology innovations at the Agricultural Technology Park Pacitan are the type of innovation, methods, media, frequency of extension, perceived benefits, and suitability for needs
Tingkat Efektivitas Penyuluh dalam Meningkatkan Keterampilan Petani Sayuran yang Ramah Lingkungan dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Tingkat efisiensi ekspansi pertanian adalah tonggak perubahan untuk pembangunan pertanian yang lebih baik. Salah satunya adalah dengan meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola pertanian ramah lingkungan, yang secara langsung berpartisipasi dalam upaya untuk meningkatkan kualitas produk sayuran yang merupakan salah satu makanan utama bagi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat efisiensi instruktur dalam meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola pertanian sayuran dan menganalisis pengaruh tingkat efektivitas instruktur pada tingkat keterampilan pertanian dalam mengelola pertanian yang ramah lingkungan, serta menganalisis dampak tingkat efisiensinya pada tingkat keamanan makanan sayuran di Desa Jatimulyo. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 di Desa Jatimulyo, responden yaitu petani sayuran dengan total 33 petani. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan analisis parsial paling kecil persegi (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi instruktur termasuk dalam kategori yang cukup baik, tingkat efektivitas instruktur tidak memiliki pengaruh nyata baik secara langsung maupun tidak langsung pada keterampilan petani dalam mengelola pertanian ramah lingkungan dan tingkat keamanan pangan sayuran
Model Komunikasi Organisasi dalam Pengembangan KinerjaBalai Penyuluhan Keluarga Berencana(Kasus di Kabupaten Cianjur dan Indramayu Provinsi Jawa Barat)
Balai penyuluhan Keluarga Berencana (KB) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui pelaksanaan penyuluhan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu kinerja organisasi balai penyuluhan KB dan merumuskan model komunikasi organisasi yang dapat mendukung kinerja organisasi balai penyuluhan KB. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik, dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan analisis Partial Least Square-Structural Equation Model (PLS SEM) dan desain survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik acak bertingkat. Penelitian ini menentukan jumlah sampel dengan menggunakan rumus Slovin, dengan total sampel dalam penelitian ini sebanyak 430 sampel, dengan rincian 228 sampel di Kabupaten Cianjur dan 202 sampel di Kabupaten Indramayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan dari kepuasan komunikasi tenaga lini lapangan dan efektivitas komunikasi organisasi di balai penyuluhan KB terhadap kinerja organisasi balai penyuluhan KB. Model kinerja organisasi balai penyuluhan KB berbasis komunikasi organisasi, berimplikasi pada perumusan konsep pengembangan kinerja organisasi balai penyuluhan KB dengan menerapkan konsep hubungan manusia dalam organisasi
Perancangan Digital Humanities dalam Menarik Minat Generasi Muda pada Sektor Pertanian di Kota Pekanbaru
Generasi muda merupakan generasi terbesar di angkatan kerja yang berpengaruh pada perkembangan sektor pertanian kedepannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis profil generasi muda sektor pertanian dan merancangan digital humanities dalam menarik minat generasi muda di sektor pertanian. Kriteria sampel yang digunakan adalah pemuda berumur 15-35 tahun yang terkait dengan sektor pertanian. Total sampel berjumlah 120 sampel (masing-masing diambil 40 orang pemuda yang telah bekerja di sektor pertanian, pemuda yang belajar di sektor pertanian ataupun belum pernah bekerja di sektor pertanian). Pengambilan sampel dilakukan simple random sampling. Tujuan pertama dianalisis deskriptif dan tujuan kedua dianalisis dengan design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden didominasi laki-laki, berusia >14-28 tahun, pendidikan terakhir SMA/SMK, jumlah anggota keluarga 4-5 jiwa, pekerjaan orang tua petani, dan pendapatan orang tua ≥ Rp.5.000.000/bulan. Generasi muda memiliki persepsi negatif terhadap sektor pertanian, karena dianggap membutuhkan biaya dan risiko kegagalan yang tinggi. Penelitian ini merancang aplikasi AgriNext, yang bertujuan memberikan edukasi, inovasi, dan akses informasi pertanian melalui teknologi digital. Implementasi digitalisasi diharapkan mampu menarik minat generasi muda berkontribusi dalam pertanian yang berkelanjutan
Pengaruh Peran Kelompok Wanita Tani dan Faktor Internal Anggota KWT terhadap Keberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan
Pemberdayaan wanita tani melalui pemanfaatan lahan pekarangan merupakan salah satu bentuk usaha pelibatan perempuan pada program pembangunan pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, DIY. Keberhasilan pemberdayaan (keberdayaan) tentunya tidak dapat terlepas dari peran KWT sebagai wadah bagi para wanita tani dan faktor internal anggota KWT itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran KWT dan faktor internal anggota KWT terhadap keberdayaan masyarakat dalam program pemanfaatan lahan pekarangan di Kabupaten Bantul. Metode penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan kuesioner kepada 173 anggota KWT sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KWT dan faktor internal anggota KWT saling berhubungan dan berpengaruh signifikan terhadap keberdayaan masyarakat. Peran KWT serta faktor internal anggota KWT secara bersama-sama mempengaruhi keberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan lahan pekarangan sebesar 26%. Kurang optimalnya pengaruh bersama antara kedua variabel tersebut dikarenakan adanya demotivasi anggota KWT serta disonansi kognitif pada nilai kerja wanita. Temuan pada penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu acuan dalam rangka optimalisasi kegiatan pemberdayaan melalui pemanfaatan lahan pekarangan
Analisis SWOT sebagai Alat Bantu Pengambilan Keputusan dalam Program Penyuluhan di Kelompok Tani Hutan Lubang Emas
Analisis SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, Threats) berperan penting dalam pengambilan keputusan strategis dalam program penyuluhan di Kelompok Tani Hutan Lubang Emas, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan bertujuan menyusun strategi Kelompok Tani Hutan dalam pengelolaan hutan di wilayah kerja Desa Ciloto yang melibatkan 30 petani dengan teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan memilih responden berdasarkan kemampuan untuk menjawab dan memberikan informasi. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui penilaian IFAS dan EFAS. Kesimpulan yang diambil berdasarkan hasil penelitian yaitu aspek permasalahan yang paling banyak terjadi di KTH Lubang Emas adalah aspek non-perilaku yang berkaitan dengan lahan, limbah, permodalan dan akses pemasaran, sehingga perlu adanya program penyuluhan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan analisis SWOT, kondisi pengelolaan hutan desa di Desa Ciloto termasuk ke dalam kuadran V berdasarkan matriks IE (Internal-External), sehingga berdasarkan hasil kajian analisis SWOT, berada pada posisi sedang-menengah yang memiliki arti “Hold and Maintain” atau strategi bertahan dan menjaga. Sementara hasil akhir pengambilan keputusan alternatif strategis berada di kuadran I, sehingga strategi yang dilakukan adalah agresif strategy yaitu strategi yang digunakan untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada, serta mengurangi kelemahan dan ancaman agar pengelolaan menjadi lebih efisien
Efektivitas Pemasaran Susu Jagung Melalui Strategi Digital Marketing dalam Upaya Peningkatan Nilai Tambah oleh UMKM di Desa Sidokumpul Kecamatan Lamongan
Strategi pemasaran menjadi hal yang akan mendukung keberlanjutan dan berkembangnya suatu usaha. Berbelanja online adalah efek penggunaan internet, yang memungkinkan para pembeli untuk melakukan penyebaran positive word of mouth dan berpotensi memberikan efek promosi ke pembeli lain. Salah satu UMKM di Desa Sidokumpul merupakan pelopor produk olahan jagung yaitu minuman susu jagung di Kecamatan Lamongan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pemasaran melalui digital marketing berdasarkan analisis SWOT dan metode FGD serta untuk dapat mengetahui efektifitas pemasaran susu jagung melalui digital marketing. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam kajian ini adalah seluruh anggota kelompok Wanita UMKM di Desa Sidokumpul sejumlah 25 orang. Penetapan sampel menggunakan teknik sensus sampling yaitu mengambil keseluruhan dari jumlah pupulasi yang ada. Penelitian ini menghasilkan tiga strategi yang dinyatakan sebagai strategi terbaik berdasarkan strategi SO dengan total skor 4,15. Hasil dari implementasi strategi diamati selama kurun waktu dua minggu dan dinyatakan efektif berdasarkan hasil perhitungan efektivitas pemasaran sebesar 125%
Pengaruh Karakteristik Anggota KWT dan Peran Pemerintah Desa terhadap Partisipasi Anggota KWT dalam Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kecamatan Karangan Kabupaten Trenggalek
Lahan Pekarangan memiliki potensi sebagai tempat budidaya tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Keikutsertaan anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kecamatan Karangan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik anggota KWT dan peran pemerintah desa terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden dalam penelitian ini merupakan anggota KWT Melati I dan KWT Sono Kembang yang diambil secara acak yaitu sebanyak 62 orang. Data dikumpulkan pada bulan Maret 2023. Data dianalisis menggunakan Statictical Package for Social Science (SPSS) versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik anggota KWT dan peran pemerintah desa secara simultan berpengaruh terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan. Selanjutnya secara parsial umur, lama pendidikan formal, pendidikan non formal, luas lahan pekarangan, dan peran sebagai motivator berpengaruh terhadap partisipasi anggota KWT dalam pemanfaatan lahan pekarangan
Peran Jurnalisme Pembangunan dalam Perkembangan Startup AgritechBerbasis Social Entrepreneurship
Jurnalisme pembangunan adalah jurnalisme yang dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis peran jurnalisme pembangunan pada studi kasus media bisnis SWA cetak (majalah) dan online (website) dalam menyoroti perkembangan startup agritech berbasis social entrepreneurship, dan 2) menganalisis manfaat yang dirasakan startup agritech berbasis social entrepreneurship setelah diberitakan oleh media bisnis SWA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Obyek penelitian ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu media bisnis SWA, termasuk Majalah SWA dalam format cetak dan situs web SWA serta dua startup agritech, yaitu EdenFarm dan eFishery. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan cara tatap muka langsung dan online melalui aplikasi Zoom, serta dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari beberapa tahap, yaitu tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan dari penelitian adalah SWA berperan dalam menyoroti keberhasilan dan tantangan startup agritech, menyediakan analisis mendalam tentang tren dan perkembangan dalam industri startup agritech, mengarahkan perhatian, kepercayaan, dan minat investor, mendorong dialog dan kolaborasi antara pemangku kepentingan dengan startup agritech, dan membangun brand awareness dan brand image bagi startup agritech
Persepsi Kelompok Penerima Manfaat terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kota Surakarta
Kebijakan pertanian perkotaan menjadi strategi pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat kota. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dari Kementerian Pertanian bertujuan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kota melalui pemanfaatan lahan tidak produktif sebagai sumber pangan. Penelitian ini mengeksplorasi kebijakan dan implementasi P2L di Kota Surakarta, menganalisis persepsi kelompok penerima manfaat, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakanmixed method, menggabungkan studi kasus dengan wawancara mendalam terhadap 21 informan dan survei terhadap 125 responden dari 20 kelompok penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan implementasi P2L umumnya sesuai petunjuk teknis, namun beberapa kelompok tidak lagi aktif karena program telah selesai. Partisipasi anggota kelompok masih rendah, sehingga pelaksanaan program kurang optimal. Berdasarkan hasil analisis, persepsi anggota kelompok penerima manfaat program terhadap aspek manfaat yaitu tidak baik (49,6%), serta terhadap aspek pelaksanaan dan keberlanjutan yaitu ragu-ragu (masing-masing 48,8% dan 54,4%). Uji regresi menunjukkan tingkat pendidikan dan dukungan lingkungan sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap persepsi, sedangkan kekosmopolitan tidak berpengaruh. Kedepan, agar program optimal dan berkelanjutan, perlu dilakukan peningkatan partisipasi aktif melalui pembagian tugas yang jelas, penyusunan sistem insentif, dan pengenalan model pengelolaan berbasis komunitas; meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui pelatihan rutin dan penyuluhan tentang dampak positif program jangka panjang; serta pengembangan pasar lokal dan branding produk