Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
Keputusan Petani Swadaya dalam Implementasi Sistem Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO)
Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dibentuk sebagai respon terhadap dampak negatif yang disebabkan oleh ekspansi perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Kebijakan sertifikasi ISPO diharapkan dapat mempercepat adopsi praktik pertanian yang baik pada komoditi kelapa sawit yang memberikan dampak positif bagi lingkungan. Akan tetapi implementasi prinsip dan kriteria ISPO di tingkat petani swadaya masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi keputusan petani swadaya untuk melakukan sertifikasi ISPO dari empat kabupaten (Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tebo dan Tanjung Jabung Barat) di Provinsi Jambi. Penelitian ini dilakukan melalui survei dengan menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer dan menggunakan analisis logit untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan bersertifikat, umur, pengalaman dalam berusahatani kelapa sawit, jumlah pohon kelapa sawit, keikutsertaan kelompok tani, perbedaan harga sawit ISPO dan non ISPO, kemudahan implementasi sertifikasi ISPO, dan pengetahuan terkait ISPO berpengaruh positif terhadap keputusan petani mengimplementasikan ISPO. Sedangkan faktor tingkat pendidikan dan penyuluhan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan petani mengimplementasikan ISPO. Studi ini merekomendasikan adanya kebijakan pemerintah terkait penetapan harga kelapa sawit ISPO dan Non ISPO, pendampingan dari stakeholders terkait, dan menciptakan ekosistem pendukung untuk meningkatkan partisipasi petani dalam mengadopsi sertifikasi ISPO
Pemberdayaan Petani Rumput Laut melalui WEB Penyuluhan dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Lokal Konawe Selatan
Upaya pemberdayaan masyarakat pesisir pantai dan laut, sangat penting dalam pengelolaan usaha rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai komoditas andalan sektor pertanian Indonesia. Beberapa hasil penelitian terdahulu masih menyimpan persoalan diantaranya: pertama, lemahnya nilai pemberdayaan petani rumput laut sesuai komunitas etnik. Kedua, rendahnya akses modal pengelolaan usaha rumput laut. Ketiga, terbatasnya akses penyuluhan petani rumput laut secara luas. Tujuan penelitian menitik beratkan pada aspek pemberdayaan petani rumput laut melalui penyuluhan dalam pengembangan jaringan pasar produksi rumput laut untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani berbasis sumberdaya lokal. Metode analisis kuantitatif-eksplanatif dengan pendugaan nilai pemberdayaan masyarakat (empowerment assessment), sampel pengkajian akurasi data pemberdayaan masyarakat petani rumput laut di wilayah pesisir pantai dan laut sebanyak 90 petani rumput laut yang dikelompokkan sesuai etnik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani rumput laut meningkat 27,50 persen dipengaruhi oleh faktor habitus sesuai etnik, modal usaha dan kelembagaan petani dalam pengelolaan usaha rumput laut. Kesimpulan penelitian adalah karakteristik petani rumput laut berasal dari habitus etnis Bajo, Bugis dan Tolaki serta tingkat produktivitas usaha pengelolaan sumberdaya lokal dengan perangkat WEB penyuluhan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir pantai dan laut
Peran Komunikasi Pembangunan Partisipatif untuk Pengembangan Pariwisata dan Keberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan penting dilakukan oleh stokeholder untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat olehnya itu keberdayaan dapat dicapai oleh para pengelola pariwisata Papua. Pengelola Pariwisata mampu berdaya secara sosial, budaya, ekonomi, politik, Pendidikan dan lingkungan apabilah ada kesadaran diri sendiri untuk maju dan berdaya disamping didorong oleh pemerintah dan dunia usaha. Keberdayaan dalam hal ini diwujudkan melalui peran pengelola pariwisata, pemerintah dan dunia usaha melalui komunikasi pembangunan partisipatif dan pengembangan pariwisata. Pengembangan pariwasata ada banyak hal yang harus dikerjakan diantaranya pengembangan sarana prasarana dan objek wisata. Untuk pengembangan pariwisata melalui model komunikasi pembangunan partisipatif. Urgensi: sebagai sumber devisa daerah, membanguan pariwisata partisipatif, sumber daya manusia inovatif, kompotetif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan paradigma positivistik dengan metode survey. Populasi adalah seluruh pengelola usaha wisata di Kota dan Kabupaten Jayapura, memilih sampel secara purposive. Analisis data penelitian dilakukan dengan pendekatan deskreptif dan infrensial. Tujuan: menganalisis pengaruh implementasi komunikasi pembangunan partisipatif terhadap pengembangan pariwisata dan keberdayaan masyarakat. Hasil: Pengaruh implementasi komunikasi pembangunan partisipatif sifatnya positif, signifikan dan langsung terhadap pengembangan pariwisata dan keberdayaan masyarakat
Pengaruh Metode dan Media Penyuluhan Pertanian terhadap Adopsi Budidaya Padi Sawah
Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat adopsi petani dalam budidaya padi sawah, mengetahui pengaruh metode penyuluhan terhadap tingkat adopsi padi sawah, mengetahui pengaruh media penyuluhan terhadap budidaya padi sawah, dan mengetahui pengaruh secara bersama antara metode dan media penyuluhan terhadap budidaya padi sawah. Pengaruh metode dan media penyuluhan terhadap adopsi inovasi budidaya padi sawah menggunakan analisis data regresi linear berganda. Hasil penelitian ditemukan bahwa tingkat adopsi budidaya padi sawah berada pada kategori tinggi (75 persen). Metode penyuluhan pertanian berada pada kategori tinggi dengan nilai 90,90 persen yang ditunjukan dengan nilai metode individu 90 persen, metode kelompok 84,04 persen dan metode massal 96,67 persen. Media penyuluhan pertanian berada pada kategori sedang dengan nilai 70,25 persen, yang ditunjukan pada aspek media audiovisual berada pada kategori rendah (59,12 persen) dan media cetak berada pada kategori sedang (81,39 persen). Metode Penyuluhan secara signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat adopsi budidaya padi sawah (Y), dengan aspek metode individu, metode kelompok dan metode massal sedangkan media penyuluhan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat adopsi budidaya padi sawah (Y), aspek media audiovisual dan media cetak. Secara bersama-sama metode dan media penyuluhan memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat adopsi budidaya padi sawah dengan hasil nilai Fhitung 3,55
The The Influence of Program Participation on The Empowerment of Sustainable Food Program Participants During The Pandemic Era
The imposition of large-scale social restrictions has an impact on decreasing participation in empowerment. On the other hand, participation is one of the principles of empowerment. The application of this principle will consequently make the community empowered. Through these stages of empowerment, the community can get out of its powerless condition. If empowerment is realized, the program deserves to be called an empowerment program. This study aims to analyze the influence of program participation on empowerment. The study used the census method on 35 respondents and was supported by qualitative data. Based on the research results, program participation in the planning stage has a positive influence on power within, power to, and power with. Program participation in the decision-making stage has a positive influence on power over. Program participation in the implementation phase has a positive influence on power within, power to, and power with. Monitoring and evaluation have a positive influence on power. Program participation in the outcome utilization stage has a positive influence on power within and power to
Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial
Pertanian berkelanjutan di era digital memerlukan sinergi antara teknologi, sumber daya manusia, dan generasi muda untuk mencapai efisiensi dan keberlanjutan. Penyuluh pertanian merupakan elemen kunci dalam mendukung peralihan menuju pertanian berkelanjutan, khususnya dalam konteks petani generasi milenial di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani milenial serta menganalisis pentingnya optimalisasi peran tersebut dalam meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan.Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, dengan fokus pada literatur terkait peran penyuluh pertanian dan implementasinya dalam konteks Bangka Belitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh pertanian memiliki empat peran kunci: fasilitator, mediator, komunikator, dan konsultan. Sebagai fasilitator, penyuluh membantu petani milenial dalam mengakses teknologi dan sumber daya yang diperlukan untuk pertanian berkelanjutan. Sebagai mediator, mereka memfasilitasi dialog antara petani dan pihak terkait untuk mencapai pemahaman yang lebih baik. Sebagai komunikator, penyuluh membantu dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada petani mengenai praktik pertanian berkelanjutan. Juga sebagai konsultan, mereka memberikan saran dan bimbingan teknis kepada petani dalam menerapkan praktik-praktik tersebut
Optimalisasi Komunikasi Penyuluh Pertanian dalam Aktivitas Penyuluhan
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memiliki peran dalam pembangunan ekonomi nasional dan daerah sebagai agen perubahan. Aktivitas penyuluhan yang dilakukan oleh penyuluh erat kaitannya dengan komunikasi. Metode penyuluhan disampaikan oleh penyuluh dilakukan dengan melibatkan penyampaian isu/informasi yang dicapai dilihat dari perubahan perilaku petani. Melalui penelitian ini diharapkan penyuluh maupun petani mendapatkan informasi mengenai komunikasi penyuluh yang berjalan optimal dalam aktivitas penyuluhannya dan berdampak positif penyuluhan bagi petani. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Kubu Raya, dengan 65 responden penyuluh dan 110 responden petani menggunakan metode purposive sampling dan proportionate stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media penyuluhan merupakan atribut dengan sensitivitas tertinggi, untuk itu upaya optimalisasi dengan menyajikan materi penyuluhan yang telah terencana sebelumnya sesuai kondisi petani di lapangan pada media yang beragam, menarik dan interaktif sesuai dengan kondisi lapangan. Peningkatan kompetensi dan keterampilan petani sebagai penerima informasi juga perlu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan daya serap, pola pikir serta perubahan perilaku, sehingga aktivitas penyuluhan dapat berjalan optimal untuk mencapai tujuan, visi dan misi yang telah dibuat
Dinamika Kelompok Peternak Sapi Potong di Kabupaten Timor Tengah Utara
Kelompok tani sangat menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan. Kelompok tani memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan usaha peternakan. Tingkat kedinamisan kelompok sangat penting bagi pengembangan usaha peternakan rakyat. Usaha peternakan sapi potong di Timor Tengah Utara (TTU) didominasi peternakan rakyat. Pada umumnya peternak rakyat tergabung dalam kelompok tani. Peran kelompok sangat penting dalam pengembangan usaha peternakan sapi potong. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat karakteristik kelompok tani, tingkat dukungan penyuluhan, tingkat dinamika kelompok, menganalisis pengaruh karakteristik kelompok tani dan dukungan penyuluhan terhadap dinamika kelompok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2023. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada 180 responden peternak sapi potong yang tergabung dalam kelompok. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Analisis data deskriptif dijelaskan dengan menggunakan Excel, sedangkan analisis data inferensial menggunakan partial least square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel karakteristik kelompok tani/peternak dan dukungan penyuluhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap dinamika kelompok tani sapi potong di Kabupaten TTU