Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
    480 research outputs found

    Dinamika Kelompok dan Kemitraan Konservasi Lembaga Masyarakat Desa Hutan Konservasi dalam Taman Nasional Meru Betiri: Dynamics Group and Conservation Partnership of Conservation Forest Village Community Institution in the National Park Meru Betiri

    Full text link
    Dinamika kelompok lembaga masyarakat desa hutan konservasi menjadi salah satu upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui program kemitraan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kelompok, karakteristik individu, pendamping program kemitraan konservasi dan kohesivitas kelompok di Taman Nasional Meru Betiri. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada 30 orang responden di empat blok pengelolaan pada bulan April-Juni 2022. Pengambilan data menggunakan metode cluster sampling. Data dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 23. Komunikasi dalam kelompok LMDHK diharapkan memiliki kesamaan makna dan tujuan. Hasil penelitian menunjukkan kelompok LMDHK cukup dinamis dalam penerapan kemitraan konservasi. Karakteristik individu meliputi umur, intensitas kehadiran dan kepemilikan media memiliki hubungan nyata dengan penerapan kemitraan konservasi, sementara pendamping kemitraan dan dinamika kelompok tidak berhubungan nyata dengan penerapan kemitraan konservasi. Kepemilikan media komunikasi anggota kelompok dapat memudahkan penerimaan pesan. Pendamping kemitraan konservasi kurang mengoptimalkan penggunaan media komunikasi dalam menyampaikan informasi program kemitraan konservasi kepada kelompok

    Persepsi Petani terhadap Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di Kabupaten Lampung Selatan: Perception Of Farmers Toward Rice Farm Insurance Program (AUTP) in South Lampung Regency

    Full text link
    Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan program asuransi untuk melindungi petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat dari risiko banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman. Program ini berlaku sejak tahun 2015, namun sejumlah besar petani padi belum memanfaatkan perlindungan ini.  Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan persepsi petani pada pelaksanaan dan manfaat program AUTP dan mengkaji faktor-faktor yang berhubungan persepsi petani pada program AUTP di Kabupaten Lampung Selatan.  Pengambilan sampel dipilih secara random sampling sebanyak 64 orang.  Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan metode analisis Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan persepsi petani terhadap Program AUTP di Kabupaten Lampung Selatan, masuk dalam klasifikasi rendah yaitu hanya sebesar 68,75 persen, sedangkan tingkat pendidikan nonformal, tingkat interaksi sosial, tingkat pemenuhan kebutuhan, dan tingkat pengetahuan tentang Program AUTP semuanya hubungan yang signifikan dengan persepsi petani.  Berbeda dengan tingkat pendidikan formal dan tingkat pengaruh lingkungan sosial tidak berhubungan signifikan dengan persepsi petani pada Program AUTP

    Persepsi Petani terhadap Tingkat Kekritisan Risiko Usahatani Bawang Putih dan Strategi Manajemen Risikonya (Studi Kasus di Kabupaten Temanggung): Farmers’ Perception of the Criticality Level of Garlic Farming Risks and Risk Management Strategies (Case Study in Temanggung District)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko usahatani bawang putih, menganalisis persepsi petani terhadap tingkat kekritisan faktor risiko, merumuskan strategi manajemen risikonya, serta menganalisis pengaruh penyuluhan dan faktor lainnya terhadap adopsi Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai strategi mengurangi risiko produksi. Penelitian dilakukan di Kabupaten Temanggung dengan mewawancarai 25 tokoh kunci yang dipilih secara purposive dan 234 petani bawang putih yang dipilih dengan metode simple random sampling. Faktor risiko diidentifikasi dengan diagram fishbone. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) digunakan untuk menilai persepsi petani terhadap tingkat kekritisan faktor risiko sedangkan analisis deskriptif untuk merumuskan strategi manajemen risikonya. Faktor-faktor yang memengaruhi adopsi SOP dianalisis dengan metode regresi linear berganda. Hasil analisis FMEA menyatakan faktor risiko yang dipersepsikan paling kritis ialah perubahan iklim /cuaca, rendahnya harga jual, panjangnya rantai pemasaran, dan rendahnya adopsi SOP. Strategi manajemen risikonya ialah peningkatan sekolah lapang berbasis bidang masalah, peningkatan fungsi sub terminal agribisnis, dan peningkatan adopsi SOP. Tingkat adopsi SOP dipengaruhi oleh pengalaman petani, pengetahuan tentang SOP, sikap terhadap SOP, luas lahan, jenis kelamin, dan penyuluhan. Penelitian ini menyarankan pemerintah perlu mengefektifkan program pengembangan bawang putih kolaboratif hulu hilir bersama stakeholders terkait untuk menekan risiko usahatani bawang puti

    Adopsi Inovasi Hasil Riset di IPB University

    Full text link
    IPB university is one of the universities that has many innovations, IPB\u27s achievements for 12 years (2008-2019) participating in the 100 plus Indonesian innovation program organized by the Business Innovation Center with support from the Ministry of Research Education, and Culture of the Republic of Indonesia and the Indonesian Institute of Sciences. Higher education is an innovation center that plays a role in the progress of society, providing impact and solutions from the results of research conducted. However, the reality is whether the research carried out provides an effective solution to the community or is just a collection of books that are neatly stored in the library and can only be accessed by certain circles. Quantitative research with correlational survey methods that explain the relationship between variables through hypothesis testing. The results showed that most of the respondents in this study worked as farmers, male gender, productive age, low education and low income. Characteristics that have a real influence on adoption decisions are education, employment and income. The types of innovation and attributes of innovation have a real relationship to the adoption decision and the interpersol communication channel has a real relationship to the innovation adoption decision

    Analisis Pengaruh Motivasi dan Penyuluhan Petani terhadap Usahatani Porang di Madiun Jawa Timur: Analysis of The Effect Farmers Motivation and Extension to Porang Farming in Madiun East Java

    Full text link
    Porang merupakan tanaman yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Seiring perkembangan akses teknologi dan informasi budaya, porang menjelma sebagai komoditas yang diperhitungkan. Tanaman porang menghasilkan umbi yang dapat dimanfaatkan sebagai olahan makanan, kosmetik hingga industri. Usahatani porang dapat dijadikan alternatif dalam peningkatan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Tujuan penelitian adalah menganalisis motivasi petani berusahatani porang di Desa Klangon dan Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Penelitian dilakukan di desa sentra tanaman porang yaitu di Desa Klangon dan Desa Pajaran Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun. Data mengenai perbedaan motivasi petani porang dan faktor yang memengaruhi motivasi petani porang dikumpulkan melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan SmartPLS 3. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa faktor tingginya hubungan sesama petani dan porang yang menguntungkan menjadi salah satu sebab termotivasinya petani berusahatani porang. Faktor yang memengaruhi motivasi secara signifikan yakni pengalaman berusahatani, luas lahan garapan, intensitas penyuluhan dan sifat inovasi

    Pemberdayaan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Bawang Merah di Kecamatan Medan Marelan

    Full text link
    Welfare is the hope of everyone, including farmers, that various efforts are made so that the income and welfare of farmers can increase. One of them is through empowerment so that farmers can produce independence both economically, managerially, and socially. This study aims to find out how the implementation of the empowerment of shallot farmers in improving welfare and identify supporting and inhibiting factors in empowering shallot farmers in Medan Marelan District, Medan City. This study uses a qualitative approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Data validation techniques used in this study are source triangulation and method triangulation. The data analysis technique used in this study is qualitative data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation, and ng concluding/verification. The results of the study show that the forms of empowerment carried out by shallot farmers in improving welfare are carried out through regular meetings, self-help, and mutual cooperation, capital, provision of shallot production facilities, as well as the support and role of stakeholders. Supporting factors for increasing the welfare of farmers are the provision of production facilities by the government, vegetable commodities as support, training, and comparative studies. While the inhibiting factors are reduced land area and not yet optimal farmer institutions

    Persepsi Peternak terhadap Pengobatan Haemonchosis pada Domba dengan Serbuk Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang: The Farmers\u27 Perceptions on The Treatment of Haemonchosis in The Sheep Using Powder of Noni (Morinda citrifolia) in Ngadirojo Village, Secang Sub District, Magelang District

    Full text link
    Penelitian dilakukan di Desa Ngadirejo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Tujuan penelitian menganalisis persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia) dan mengetahui hubungan karakteristik peternak terhadap persepsi peternak dalam pengobatan haemonchosis pada domba dengan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia). Desain kajian yang digunakan yaitu one-shot case study, menggunakan 35 responden dipilih mengunakan metode sensus. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Variabel dalam kajian ini terdiri dari variabel independen yaitu faktor internal umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan faktor eksternal intensitas penyuluhan serta variabel dependen yaitu persepsi peternak. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi peternak terhadap pengobatan haemonchosis pada domba menggunakan serbuk buah mengkudu (Morinda citrifolia), dalam kategori baik yaitu dengan nilai sebesar 2831 dan rata rata 80,89. Berdasarkan uji analisis statistik regresi linier berganda variabel umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan intensitas penyuluhan secara simultan atau bersamaan memiliki pengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap persepsi peternak. Secara parsial atau individu variabel umur, pendidikan dan pengalaman beternak berpengaruh signifikan dengan persepsi peternak (P<0,05) sedangkan untuk intensitas penyuluhan berpengaruh tidak signifikan dengan persepsi peternak (P>0,05)

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Komunikasi Pemasaran Pelaku Desa Wisata di Kabupaten Bogor: Factors Affecting Marketing Communication of Tourism Village’s Actors In Bogor Regency

    Full text link
    Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat dapat dilakukan oleh salah satu sektor prioritas seperti pariwisata. Dilihat dari 17 poin Sustainable Development Goals (SDGs), sektor pariwisata mampu berkontribusi pada beberapa poin yaitu pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak. Pengembangan potensi desa wisata merupakan bagian penting dalam pengembangan industri pariwisata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan komunikasi pemasaran pelaku desa wisata di Kabupaten Bogor; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pemasaran pelaku desa wisata di Kabupaten Bogor. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian kuantitatif yang didukung dengan pendekatan kualitatif untuk mempertajam analisis data kuantitatif dan pengujian hipotesis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei kepada 166 responden dengan pendekatan multi analitik, yaitu analisis deskriptif, uji regresi linier sederhana, dan kuadrat terkecil parsial (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang sering dilakukan adalah periklanan, dilanjutkan dengan promosi, pemasaran interaktif, pemasaran langsung dan publisitas. Pemasaran dilakukan melalui media digital yaitu Facebook, Instagram dan YouTube. Faktor yang mempengaruhi komunikasi pemasaran adalah faktor lingkungan dan media digital. Perlu peningkatan konten untuk memasarkan desa wisata melalui media digital dengan meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata dan dukungan kelembagaan

    Kapasitas Petani Muda Pengelola Wisata Agro di Kota Batu: Capacity of Agro-Tourism Young Farmers in Batu City

    Full text link
    Kapasitas petani muda pengelola wisata agro merupakan kemampuan petani muda untuk menyediakan atraksi wisata agro melalui pemanfaatan lahan dan komoditas pertanian. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis tingkat kapasitas petani muda pengelola wisata agro, tingkat keberlanjutan usaha wisata agro, dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Desain penelitian ini menggunakan metode survei. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan wawancara mendalam. Penelitian ini dilakukan di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur pada Juli s.d Desember 2022. Responden penelitian sebanyak 45 petani muda. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan tabulasi frekuensi dan Partial Least Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani muda kurang memiliki kapasitas dalam pengelolaan wisata agro. Mereka mengalami kesulitan dalam penyediaan sarana dan prasarana wisata agro, kegiatan promosi, serta menjalin kerjasama dengan stakeholder. Faktor-faktor yang memiliki pengaruh secara nyata terhadap kapasitas petani muda pengelola wisata agro adalah karakteristik individu, dukungan eksternal, dan peranan penyuluh pertanian. Usaha wisata agro petik apel cukup memiliki prospek keberlanjutan, yaitu memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar, sedangkan faktor-faktor yang memiliki pengaruh secara nyata terhadap keberlanjutan usaha wisata agro adalah dukungan eksternal dan kapasitas petani muda pengelola wisata agro

    Analisis Efektivitas Komunikasi Pemangku Kepentingan untuk Keberlanjutan Bisnis UMK di Geopark Pongkor

    Full text link
    Stakeholder collaboration has an important role in the sustainability of Micro and Small Enterprises (MSEs) businesses. Nature conservation and community welfare underlie geoproduct management in the Pongkor National Geopark Area. Collaborative communication in development communication requires the involvement of stakeholders in the development process from planning, implementation to monitoring and evaluation to realize MSEs business sustainability. The purpose of this research is to analyze the effectiveness of stakeholder communication in realizing MSE business sustainability in Pongkor National Geopark. The research was conducted in August-September 2022 in Bogor Regency. The results showed that collaborative communication between stakeholders was not optimal in MSEs business development programs. Such as the low participation of MSE actors in human resource quality improvement programs, the lack of collaboration between stakeholders through interactive media channels and the suboptimal utilization of government and business program facilitation in improving competitive products

    425

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penyuluhan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇