Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
480 research outputs found
Sort by
Peran Penyuluh Swasta dalam Transformasi Perilaku Masyarakat melalui Pemberdayaan berbasis Inovasi Biocyclo Farming
Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengkaji peran penyuluh swasta dalam pemberdayaan berbasis biocyclo farming (BCF) dan perubahan perilaku masyarakat dalam praktik BCF, dan (2) menganalisis faktor-faktor penentu keberhasilan pemberdayaan BCF. Metode kuantitatif yang diperkuat dengan data kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian adalah sekelompok petani yang menerapkan inovasi BCF di lokasi penelitian. Petani individu yang menerapkan BCF merupakan unit analisis dalam penelitian ini. Lokasi kajian dilakukan pada lima desa di Provinsi Jawa Barat, dengan 102 responden. Data dikumpulkan dari bulan Juli hingga Agustus 2022. Analisis deskriptif dan korelasional dilakukan dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penyuluh swasta telah berperan dalam pemberdayaan masyarakat. Upaya pemberdayaan masyarakat tersebut menghasilkan perubahan perilaku, baik pada tingkat individu maupun komunitas. Perubahan pada tingkat individu meliputi perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Perubahan pada tingkat komunitas adalah penggunaan praktik pertanian baru BCF. Terjadinya perubahan perilaku petani dipengaruhi oleh kapasitas penyuluh swasta dan partisipasi masyarakat melalui proses dialog dan komunikasi konvergen yang dibangun oleh penyuluh swasta tersebut
Pengaruh Penyuluhan terhadap Dampak Sosial Ekonomi Petani Penerima Bantuan Sarana Prasarana Pertanian di Kota Palopo
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis dampak sosial ekonomi petani penerima bantuan sarana prasarana pertanian di Kota Palopo; (2) Menganalisis pengaruh penyuluhan, dinamika kelompok, dan karakteristik bantuan terhadap dampak sosial ekonomi petani penerima bantuan sarana prasarana pertanian di Kota Palopo. Penelitian dilaksanakan di Kota Palopo. Populasi penelitian sebanyak 254 kelompok tani. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan error 5 persen yaitu 155 kelompok tani. Setiap kelompok tani diwakili oleh 3 orang petani (1 pengurus dan 2 anggota) sehingga jumlah sampel sebanyak 465 responden. Analisis data menggunakan SEM berbasis varians dengan alat analisis Smart PLS 3.29. Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan, dampak sosial ekonomi bantuan sarana prasarana pertanian termasuk kategori sedang dengan skor rata-rata 57,21 dengan rentang penilaian 10 sampai 100. Terdapat dua aspek dampak sosial ekonomi yang termasuk kategori rendah yaitu kemampuan akses sumber daya dan kemampuan bermitra. Sementara lima aspek lainnya termasuk kategori sedang yaitu peningkatan pendapatan, penambahan sumber mata pencaharian, kemampuan perekonomian, kemampuan mengelola aset, dan kemampuan mengembangkan usaha. Dampak sosial ekonomi secara langsung dipengaruhi signifikan oleh karakteristik bantuan dan penyuluhan, sedangkan secara tidak langsung melalui penyuluhan dipengaruhi signifikan oleh dinamika kelompok dan karakteristik bantuan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan implikasi praktis kepada pemerintah dalam mengelola bantuan sarana prasarana pertanian kepada kelompok tani agar memberikan dampak yang positif bagi kesejehteraan penerimanya. Selain itu, secara teori dapat memperkaya khasanah keilmuan bidang penyuluhan terutama berkaitan dengan kegiatan penyuluhan dan pendampingan kelompok tani
Pengaruh Karakteristik Petani dan Peran Penyuluh dalam Penerapan Budidaya Kacang Hijau di Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka
Karakteristik individu petani dan peran penyuluh berperan penting dalam penerapan teknologi budidaya kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor tersebut. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan dari Juli hingga September 2023 melalui survei di desa sentra produksi kacang hijau Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, dengan melibatkan 95 petani berpengalaman lebih dari 2 tahun. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan teknik scoring dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa petani rata-rata berada pada usia produktif, berpendidikan rendah, memiliki lahan 0,5-1 ha, dan berpengalaman lebih dari 10 tahun. Faktor yang berpengaruh terhadap penerapan teknologi adalah kosmopolitan dan ketersediaan modal, sementara status lahan berdampak negatif. Peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap penerapan teknologi, sedangkan umur, pendidikan, luas lahan, lama usaha tani, dan partisipasi dalam kelompok tidak mempengaruhi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluh perlu fokus pada komunikasi inovasi yang mempertimbangkan kosmopolitan, modal, dan status lahan petani untuk meningkatkan adopsi teknologi budidaya kacang hijau
Analisis Perbandingan Pengetahuan dan Sikap Civitas Academica terhadap Kekerasan Seksual: Kasus Dua Perguruan Tinggi
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengetahuan dan sikap civitas academica tentang kekerasan seksual dan peran perguruan tinggi untuk mencegah dan menanganinya. Data dikumpulkan melalui kuesioner online di perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) dengan inisial PT X dan perguruan tinggi negeri tidak berbadan hukum (PT Y). Responden berjumlah 238 orang, dengan proporsi dosen (25%), tenaga kependidikan (15%), dan mahasiswa (60%). Hasil penelitian tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan di kedua jenis PTN tersebut dalam pengetahuan atau pengalaman responden tentang kekerasan seksual, sikap, dan peran perguruan tinggi dalam pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Mayoritas responden pernah pengalami kekerasan seksual verbal yaitu mendapatkan ucapan yang memuat rayuan, lelucon, dan/atau siulan yang bernuansa seksual tanpa persetujuan korban. Sikap positif ditunjukkan mayoritas responden terhadap korban, yaitu mendapatkan hak korban (melapor, mencari informasi, memberi informasi alternatif penanganan kasus) dan membantu melaporkannya kepada pihak yang berwenang di kampus. Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di kedua perguruan tinggi juga relatif tidak berbeda, dalam bentuk pendampingan psikologis dan hukum, pelaporan, pemulihan korban secara medis, psikologis, sosial, spiritual, dan hukum, dan pengenaan sanksi administratif kepada pelaku, serta penyediaan sarana prasarana untuk menciptakan rasa aman
Kecakapan Akses Pasar Petani Berbasis Komunitas di Pedesaan Kawasan Pantai Yogyakarta
Pembangunan sumber daya manusia pertanian pedesaan melalui penyuluhan mengalami kemajuan, ditandai dengan banyak terbentuknya kelembagaan ekonomi pertanian. Namun pendekatan penyuluhan pertanian seringkali kurang berfokus pada lokasi petani dikarenakan keterbatasan jangkauan penyuluhan dalam memahami situasi riil kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecakapan (resourcefulness) kelompok tani di pedesaan kawasan pantai dalam mengelola usaha kolektifnya untuk memberikan akses pasar bagi anggotanya guna memberikan rekomendasi penyuluhan kontekstual. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif praktik petani dalam agensinya mengorganisasi pasar lelang komoditas cabai merah di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Berdasarkan perbandingan 3 studi kasus pasar lelang, penulis menemukan bahwa pembentukan kelompok baru untuk program pertanian tidak selalu diperlukan karena kelompok yang telah terbentuk telah memiliki kecakapan dan modal sosial yang berpotensi mendukung program. Selain itu, kepemilikan lelang oleh suatu entitas non-kolektif yang mengurangi paparan resiko bukanlah hambatan karena mampu membuat petani berpartisipasi mengakses pasar. Pengelolaan pasar lelang berbasis komunitas petani membutuhkan kecakapan dalam mengelola elemen tangible maupun intangible untuk dapat memberikan layanan akses pasar kepada petani. Kecakapan ini berkontribusi menjaga keberlangsungan pasar lelang dan merefleksikan bentuk pendekatan penyuluhan pertanian bagi para agen pembangunan khususnya di pertanian kawasan pantai
Conjoint Analysis to Measure Millennial Generation\u27s Preferences on the Role of Technology in the Existence of Mitra Batik Cooperatives in Tasikmalaya
As a people\u27s economic movement founded on the concept of kinship, a cooperative is a corporate company made up of individuals or cooperative legal entities that engage in cooperatively-based activities. In the city of Tasikmalaya alone there are 603 ooperatives with an active level of 44%. Mitra batik cooperative is one of the oldest consumer cooperatives in Tasikmalaya. In an effort to develop cooperatives, mitra batik cooperatives are faced with a situation where they still have various obstacles for their development, one of which is the low interest and awareness of the community members to participate in cooperatives. In an effort to increase the number of cooperative members, the authors intend to conduct research on the preferences of Tasikmalaya people, especially millennial generation to participate in maintaining the existence of mitra batik cooperatives. The method used is conjoint analysis. According to the research results, millennials consider technology the most significant aspect in preserving mitra batik cooperatives in Tasikmalaya. In the digital age, technology is a crucial element. Millennials like technology\u27s ease. The millennial generation must develop technology to preserve mitra batik cooperatives in Tasikmalaya. Due to the fast expansion of banking, particularly in technology, cooperatives must keep up with technology
Perilaku Kelompok Tani Padi Sawah dalam Mengatasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung
The limitations of subsidized fertilizers have an impact on lowland rice production. This study aims to analyze the behavior of rice farmer group in overcoming the scarcity of subsidized fertilizers. The research was conducted in April-May 2022 in Trimurjo District, Central Lampung Regency. Respondent are some organizer in 15 rice farmers group that is chosen by using stratified random sampling technique. Data was collected through interviews using structured questionnaires to 15 samples of rice farmer groups. The analysis data was done descriptively. The results show that there are differences in farmers group behavior to overcome the scarcity of subsidized fertilizers. Beginner and upper class of farmer groups have moderate to skills and attitudes, but have not been able to facilitate their members in overcoming the scarcity of subsidized fertilizers while intermediate class of farmer groups have very good behavior that is demonstrated by the ability of farmer groups to look for subsidized fertilizers, to collaborate with alternative fertilizer producers and to produce organic fertilizers as an alternative to supplying fertilizers. It is important for government to improve agriculture extension role as facilitator in order to increase the capability of farmer’s group in overcoming the scarcity of subsidized fertilizers
Praktik Urban Farming bagi Wanita Tani untuk Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi: Urban Farming Practices for Women Farmer for Family Food Security during The Pandemic
Virus Covid-19 menyebabkan terbatasnya aktivitas masyarakat di luar rumah akibat PSBB yang menimbulkan kejenuhan. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan pekarangan secara optimal, menumbuhkan kesadaran pentingnya sayuran sehat sehingga mendorong praktik urban farming dalam menunjang ketahanan pangan keluarga. Kajian ini memberikan gambaran praktik urban farming yang banyak dilakukan masyarakat pada masa pandemi, mengetahui faktor penyebab masyarakat melakukan praktik urban farming di masa pandemi serta dampak praktik urban farming bagi ketahanan pangan keluarga. Kajian ini bersifat deskriptif kualitatif yang ditulis berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan menggunakan studi literatur dan jurnal-jurnal terkait. Pengumpulan data dilakukan pada 30 anggota kelompok wanita tani (KWT) yaitu KWT Idola, KWT Bersatu dan KWT Berseri yang berada di Kabupaten Bogor. Pengolahan data dilakukan secara analisis deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa masa pandemi memberikan dampak yang sangat baik terhadap pengelolaan dan pemanfaatan pekarangan secara optimal dimana adanya sayuran unggulan dan kekhasan sistem tematik pada setiap KWT. Masyarakat sudah memanfaatkan teknologi media seperti: tanah, pot/polybag, barang bekas, styrofom, budikdamber maupun hidroponik atau aquaponik. Berdasarkan teori adopsi inovasi, adapun faktor pendorong masyarakat melakukan praktik urban farming dilihat dari keuntungan memanfaatkan teknologi pada lahan terbatas, lebih hemat dan efisien, banyak pilihan teknologi, kemudahan dalam mencoba dan hasil yang dapat diamati. Dampak yang dirasakan adalah sebagai sarana pemenuhan kebutuhan keluarga, menghijaukan pekarangan, mengedukasi pentingnya sayuran sehat, mengurangi pengeluaran rumah tangga, menumbuhkan kebiasaan berhemat dan menabung, menyalurkan hobi, adanya rasa kebersamaan dan menjadi gaya hidup sehat