Jurnal Penyuluhan
Not a member yet
    480 research outputs found

    How to Develop Marketing Strategy, Packaging Designs, and Superior Product Processing Education?

    Full text link
    Produce such as fruits and vegetables have the production potential on an industrial scale with a low price. Most residents in Sukawarna work as farmers of fruits, horticultural crops and vegetables. Farmers sell raw fruit and vegetable products without diversification. To compete with other economic actors, the government, community, and universities must support the development of high-quality commodity products. However, the community still faces some challenges, particularly their skills or expertise, but in this era, the main issues are knowledge when facing change (transformation) and a lack of creativity in managing superior product commodities to increase sales. The aim of this study is to  help economic business actors in Sukawarna develop competitive knowledge and skills by referring to the partners\u27 situation and issues. Community empowerment program facilitators were involved to conduct a participatory action research. It was found that there were several partner problem solutions. The first is the training of the economic actors in Sukawarna on how to manage raw commodity products into processed products with added value. Next is marketing assistance to help partners process vegetables from Sukawarna’s main commodity through accurate marketing strategy in communicating the processed product. The last solution is the use of attractive packaging designs and product labels for processed main commodities in Sukawarna to attract potential consumers. The study results recommend the following: an educational program for the transformation of superior commodities into ready-to-use processed products, assistance with marketing strategies, and designing packaging  and product labels to market the processed commodities

    Integrasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Meningkatkan Layanan Penyuluhan Pertanian

    Full text link
    Pemanfaatan teknologi baru seperti media sosial dan telepon pintar menjadi peluang dan tantangan dalam mentransformasikan layanan penyuluhan pertanian di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penggunaan dan peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam mendukung kegiatan penyuluhan pertanian, serta hambatan mengintegrasikan TIK dalam kegiatan tersebut. Penelitian dilakukan di Provinsi Maluku Utara selama bulan November 2022 dan Februari 2023 dengan menggunakan metode survey menggunakan kuisioner terstruktur, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Temuan menunjukkan tingginya kepemilikan telepon pintar (96,4%) namun akses terhadap laptop (52,8%) dan telepon seluler biasa lebih rendah (34,1%). Media sosial yang sering digunakan oleh penyuluh adalah WhatsApp (95%), Facebook (77%), Instagram (24%), YouTube (15%), dan TikTok (10%) untuk layanan konsultasi. TIK dan media sosial memperluas memperluas jangkauan penyuluh, memberikan layanan di luar jam kerja, dan memperluas peran sebagai informan, konsultan, fasilitator, dan pembuat konten. Telepon pintar, internet, dan laptop banyak digunakan menyelesaikan tupoksi penyuluh seperti identifikasi sumberdaya, penyusunan programa penyuluhan, peningkatan kapasitas, fasilitasi akses, dan monitoring evaluasi. Temuan ini menyoroti peluang optimalisasi TIK dan media sosial, sambil mengatasi hambatan seperti konektivitas buruk dan literasi digital rendah. Kajian ini memberikan implikasi peran TIK dalam transformasi penyuluhan, dari yang terpusat menjadi sistem responsif terhadap petani, diperkuat oleh teknologi digital

    Determinan Faktor dalam Penerapan Sistem Pertanian Organik pada Petani Anggota Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI)

    Full text link
    Keberlanjutan pertanian menjadi permasalahan yang besar terutama pada aspek lingkungan dan keamanan pangan, sementara penerapan sistem pertanian organik masih belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat penerapan sistem pertanian organik, menganalisis faktor internal dan eksternal dan pengaruhnya terhadap tingkat penerapan sistem pertanian organik. Penelitian ini dilaksanakan di Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI), Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Populasi adalah petani anggota APOLLI, sedangkan sampel ditentukan dengan proporsional random sampling sejumlah 50 responden. Tingkat penerapan sistem pertanian organik pada petani anggota APPOLI tinggi, sesuai dengan SNI 6729 yang berlaku. Faktor internal berupa umur dalam kategori produktif, tingkat pendidikan formal pada kategori dasar dan tingkat pendidikan non formal yang tinggi, dan pengalaman berusahatani selama 6-10 tahun. Faktor eksternal berupa ketersediaan sarana prasarana dalam kategori tinggi, peran kelompok tani tinggi, dan peran APPOLI dalam memberdayakan petani tinggi. Secara simultan faktor internal dan eksternal memengaruhi tingkat penerapan sistem pertanian organik pada taraf signifikansi 1%. Sedangkan secara parsial faktor umur, peran kelompok tani

    Family Farm Resilience during the COVID-19 Pandemic in Indonesia: Case Studies on Organic and Conventional Farming

    Full text link
    The COVID-19 pandemic has brought additional stressors to Indonesian family farms, which are already subject to drought, flood, landslide, pest attack, and market price fluctuations. This study aims to analyse family farms’ resilience to the stressors caused by the COVID-19 pandemic using Henry’s family resilience model. Applying a qualitative approach, this study collected data using focus group discussions in two villages in East Java and a village in Center Java. The data was analysed using thematic analysis. We discovered that stressors related to the COVID-19 pandemic are lower demand on agricultural products and lower income among farmers. Organic and conventional farmers have different protection and vulnerability factors. Organic farmers are able to reach buyers directly using social media amid COVID-19 restrictions while conventional farmers still rely on sales through middlemen. The adaptive process of farming families is influenced by social psychological factors within the family such as meaning, emotion, control, and maintenance systems. This study suggests that family farmers have to be empowered in terms of their innovative production in current stressors and increase their access to the market as a priority for agricultural extension programmes

    Kontribusi Program Kostratani dalam Meningkatkan Produktivitas Padi untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Provinsi Lampung

    Full text link
    Pelaksanaan Program Kostratani di tingkat kecamatan diharapkan meningkatkan peran BPP sebagai pusat pengembangan inovasi pertanian, terutama cara peningkatan produktivitas padi. Kostratani menjadi upaya akselerasi pembangunan sektor pertanian dan partisipasi peran dari PPL sebagai pendamping petani. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan program Kostratani dan kontribusinya dalam meningkatkan produktivitas padi sehingga mampu mengoptimalkan ketahanan pangan di daerah.  Pengamatan primer dilakukan di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah, lokasi ini merupakan wilayah percontohan di Provinsi Lampung sebagai pelaksana program Kostratani dan lokasi pertama kali menerapkan Kostratani yang merupakan alokasi Kostratani di Provinsi Lampung Tahun 2019, selain beberapa wilayah lainnya. Data sekunder sebagai data pendukung penelitian dikumpulkan melalui studi pustaka dan berberapa sumber. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Kostratani sudah berjalan baik, dan adanya peningkatan produktivitas padi dari 48.62 Ku/Ha 2020, dan 2022 meningkat menjadi 51,87 Ku/Ha. Program Kostratani berhasil meningkatkan produktivitas padi dan meningkatkan peran-peran dari BPP itu sendiri

    Kompetensi Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Peningkatan Kelas Kelompok Tani

    Full text link
    Peningkatan kelas kemampuan kelompok tani ditentukan oleh kompetensi PPL.  Tujuan penelitian adalah mengetahui bagaimana persepsi pengurus tentang kompetensi PPL dalam meningkatkan kelas kemampuan kelompok tani dan menganalisis apakah ada hubungan antara persepsi pengurus kelompok tani terhadap kompetensi PPL dalam meningkatkan kelas kemampuan kelompok tani. Metode penelitian adalah metode survei. Penelitian diadakan di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu pada bulan Februari-Maret 2023. Responden adalah pengurus dari 36 kelompok tani (ketua, sekretaris, dan bendahara) berjumlah 108 orang petani.  Data dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif dan analisis inferensial menggunakan uji korelasi Rank Spearman.  Hasil penelitian menunjukkan pengurus memiliki persepsi bahwa kompetensi PPL sangat tinggi untuk meningkatkan kelas kelompok tani. Kompetensi PPL sebagai fasilitator, dinamisator, motivator, dan educator tergolong tinggi namun tidak untuk innovator.  Terdapat hubungan antara kompetensi PPL dengan peningkatan kelas kemampuan kelompok tani

    Penerapan Analisis SWOT dan Analytical Network Process dalam Strategi Pengembangan BUMDes di Jawa Timur

    Full text link
    Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam peningkatan perekonomian masyarakat daerah melalui program unggulan, salah satunya adalah upaya pengelolaan ekonomi produktif masyarakat desa melalui pendirian BUMDes. BUMDes dibangun didasarkan atas elemen-elemen penguat antara lain kooperatif, partisipatif, emansipatif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Keberadaan BUMDes sangat penting dalam peningkatan ekonomi terkait dengan pengelolaan yang tepat dan strategi pembangunan untuk menghidupkan kembali upaya demokrasi sosial yang ada. Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui pengembangan BUMDes terpilih melalui alternatif strategi yang dilakukan di wilayah Jawa Timur. Penelitian ini merupakan studi kasus pada BUMDes yang dipilih secara purposif di Malang, Blitar dan Probolinggo. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis SWOT dalam menyusun strategi dalam mengoptimalkan potensi dengan menggunakan metode Analytical Network Process. Dilakukan dengan menggunakan analisis SWOT melalui matriks Evaluasi Faktor Internal dan Faktor Eksternal untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman yang dimiliki BUMDes. Analytical Network Process digunakan dalam mengolah data pemilihan pemasok untuk mendapatkan nilai bobot dari kriteria atau subkriteria dan kinerja BUMDes. Dari hasil evaluasi diperoleh, 36 kriteria faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan 34 kriteria faktor eskstenal (peluang dan ancaman). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa alternatif strategi terpenting dalam pengembangan BUMDes di Jawa Timur adalah mengurangi kegiatan usaha yang kurang produktif

    Readiness of Semarang City Agricultural Extension Officers and Influential Factors in Implementing Cyber Extension

    Full text link
    The main focus of information and communication technology applications in agriculture is to fulfill farmers\u27 information needs. Cyber extension is not only for information seeking but also for disseminating agricultural technology innovations. This study aims to examine the readiness of agricultural extension workers in Semarang City to apply cyber extension in the era of digital extension and analyze the factors that influence their readiness to use cyber extension. The research was conducted from November to December 2022 at all Agricultural Extension Centers in Semarang City. A method of census was used in this study. Data were collected by interviews, observation, and documentation and analyzed descriptively using multiple linear regression. The results showed that the readiness of extension workers in Semarang City to apply cyber extension was high. Age, formal education level, training, experience, motivation of extension agent, and environmental factors have a simultaneous influence. Training, experience and motivation of extension agents have a partial influence, while age, formal education level, and environmental factors have no partial influence

    Hubungan Kemampuan Komunikasi PPL dan M-tani terhadap Penyuluhan Petani Padi Sawah di Morotai

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan komunikasi penyuluh lapangan (FEW) dan fasilitator M-tani dalam membantu petani padi sawah meningkatkan produksi. Penelitian dilakukan di tiga desa Morotai Maluku Utara pada tahun 2022. Data primer dikumpulkan dengan mewawancarai 40 petani padi yang dipilih dari 117 petani. Para petani dipilih menggunakan cluster sampling berdasarkan lokasi padi sawah. Variabel yang diamati adalah karakteristik individu, pola komunikasi, dan aspek pendukung. Korelasi Rank-Spearmann dan uji t berpasangan digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi penyuluh dan fasilitator M-tani dalam kompetensi komunikasi dengan pendekatan partisipatif berada pada kategori cukup baik. Tidak ada perbedaan keterampilan komunikasi yang signifikan antara FEW dan fasilitator M-tani. Ada korelasi yang signifikan antara praktek pertanian padi dan keterampilan komunikasi FEW dan fasilitator M-tani. Dalam hal ini, intensitas komunikasi, tempat kegiatan, dan lama komunikasi berkorelasi dengan praktek petani

    Front Matter

    No full text

    425

    full texts

    480

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penyuluhan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇