Widyanuklida
Not a member yet
98 research outputs found
Sort by
Measurement of Radioactivity in Dust in the Air using Gamma-ray Spectroscopic Analysis
ABSTRACT Experiment on measurement of radioactivity in the air using gamma spectrometry has been done. He-40T filter paper was set-up on the air collector (stapler) at 0.5~1.5 meters from the ground. Duration of air collection was set for 1.5 hours and flow rate of the air passing through the filter was measured. The filter, then, was put at 3 cm from a HPGe detector. Measurement of radioactive in the filter used a MCA system. The system was set at 3000 seconds for the counting time. Data obtained from the experiment have shown that radioactive concentration of Pb-212 in the air was in the range of 6.11 x10-8 ~ 17.2 x10-8 Bq/cm3. ABSTRAK Pengukuran radioaktif di udara dilakukan dengan menggunakan spektrometri gamma. Kertas penyaring He-40T ditata pada kolektor udara setinggi 0.5-1.5 meter dari tanah. Pengumpulan udara dilakukan selama 1.5 jam dan kecepatan alir rata-rata udara yang melalui penyaring diukur. Penyaring kemudian di letakkan 3 cm dari detektor HPGe. Pengukuran radioaktif pada kertas saring menggunakan sistem MCA. Pengukuran dilakukan selama 3000 detik. Data eksperimen menunjukkan bahwa konsentrasi radioaktif Pb-212 di udara pada rentang 6.11 x10-8 ~ 17.2 x10-8 Bq/cm3
Perkembangan Riset Energi Fusi
ABSTRAK Reaksi fusi diyakini merupakan satu-satunya sumber energi bagi matahari dan bintang-bintang lainnya. Reaksi itu melibatkan penggabungan empat buah inti H membentuk satu buah inti He. Dalam usaha mencari sumber energi baru yang bersih dan ramah lingkungan, manusia berupaya meniru proses fusi dalam matahari. Untuk mendapatkan proses fusi terkendali di muka bumi, manusia mengembangkan reaktor fusi yang disebut tokamak. Beberapa penelitian yang berhubungan dengan energi fusi telah dilakukan dengan hasil yang cukup memuaskan. Jika kelak teknologi fusi benar-benar dapat dihadirkan di muka bumi, maka reaksi fusi akan berperan sebagai sumber energi baru yang sangat bersih dengan persediaan hampir tanpa batas. Tulisan ini akan membahas perkembangan dalam riset energi fusi yang berlangsung hingga saat ini. ABSTRACT Fusion reaction was believed as the only energy source for sun and other stars. The reaction involve fusion of four H nuclei to become one He nuclei. In the effort to find clean and environmentally safe new energy source, people make any effort to imitate fusion process in the sun. To find controlled fusion process at earth surface. people developed fusion reactor named tokamak. Experiments on fusion reaction have been carried out with quite satisfaction results. If fusion technology truly can be presented at earth surface in the future. fusion reaction will play an important role as a very clean new energy source with nearly unlimited supply. This paper will describe development in fusion energy experiment that have taken place till this time
Analysis of Uranyl Carbonate Complexes in an Open and Close Environmental System by Analytical Chemistry
ABSTRACT Variation of C032- ion concentration from CO2 gas originated from atmosphere, in natural water in an open and close system versus pH of the solution is described. Reaction between U022+ cation with CO32- anion is also described by using calculation, comparison of each species of uranyl carbonate complexes to its total values. Each mol fraction of uranyl corbonate complex versus pH of the solution is calculated using Lotus 123 release 2.4. It is found that uranyl carbonate complexes species in natural water which is slightly acid in an open system is simpler than that in a close system. On the other hand, uranil carbonate complexes species in natural water which is slightly base is simpler in an open system than that in a close system. ABSTRAK Diterangkan perubahan konsentrasi ion CO32- di dalam air alam pada lingkungan terbuka dan tertutup berasal dari gas CO2 yang terdapat di udara terhadap pH larutan. Reaksi antara kation UO22+ dengan anion CO32- juga diterangkan dengan menggunakan perhitungan, perbandingan antara masing-masing spesies kompleks uranil karbonat terhadap nilai totalnya. Perangkat lunak Lotus 123 release 2.4 digunakan untuk menghitung masing-masing molfraksi dari masing-masing spesies uranil karbonat terhadap pH larutan. Didapatkan bahwa spesies kompleks uranil karbonat di dalam air alam pada lingkungan terbuka pada kondisi asam lebih sederhana dibandingkan dengan di dalam air alam pada lingkungan tertutup. Sebaliknya kompleks uranil karbonat di dalam air pada lingkungan terbuka dan dalam suasana basa kandungannya lebih sederhana daripada di dalam air alam pada lingkungan tertutup
Karakteristik Bacaan Dosimeter OSL (Optically Stimulated Luminescence) Komersial Terhadap Radiasi Gamma Menggunakan Microstar Reader
ABSTRAK Te1ah dilakukan evaluasi dosis pada dosimeter OSL komersial InLight XA yang tidak diannealing dan tidak mendapat paparan radiasi, uji linieritas dosimeter OSL, dan evaluasi dosis pada dosimeter OSL yang sudah mendapat paparan radiasi. Hasil pembacaan ulang pada dosimeter yang tidak mendapat paparan radiasi setelah disimpan sekitar 3 minggu menunjukkan perubahan dosis berkisar -0,2 s.d. 0,22 mSv. Hasil bacaan ulang yang lebih rendah setelah penyimpanan kemungkinan disebabkan oleh faktor variasi pembacaan yang nilainya ± 10%. Uji linieritas dosimeter OSL komersial InLight XA menunjukkan linieritas dengan faktor korelasi sebesar 0,9999. Sementara itu, hasil pembacaan ulang pada dosimeter OSL yang sudah mendapat paparan radiasi dan dikoreksi dengan kontrol setelah disimpan lebih dari 6 bulan menunjukkan adanya penurunan dosis 1,18 s.d. 18 % dan kenaikan dosis 2,5 s.d. 13,46 %. Penurunan dan kenaikan hasil bacaan kemungkinan disebabkan oleh faktor pemudaran (fading) dan faktor variasi pembacaan. ABSTRACT Dose has been evaluated on a commercial OSL InLight XA dosimeters which are not being annealed and do not get exposure to radiation. Linearity testing and dose evaluation on the OSL dosimeters that have got exposure to radiation also have been carried out. Re-reading results after being saved about 3 weeks on the dosimeter that does not get radiation exposure showed changes ranging from -0.2 to 0.22 mSv. The result of repeated readings lower after storage may be caused by variations in reading factor whose value is ± 10%. OSL dosimeters commercial InLight XA test shows linearity with correlation factor of 0.9999. Meanwhile, the results of re-reading after more than 6 months at the OSL dosimeters that have got exposure to radiation and corrected with control showed a decrease in dose of 1. 18 to 18% and an increase in dose of 2.5 to 13.46%. The decrease and increase of the reading may be caused by fading factors and the variation in reading factor.
The utilization of YAP Scintillation Detector for Soft Gamma Radiation Measurement in Backscatter Thickness Gauge
ABSTRACT Interesting properties of a YAP(Ce) scintillator make it an alternative solution for low energy gamma measurement in high counting rates that previously employed GM counter tubes and/or Nal(Tl) scintillators. Some characteristics of the YAP(Ce) crystal combined with a photomultiplier tube have been successfully demonstrated in a backscatter mode of thickness gauging with 241Am gamma-source.
The World As I See It
Esai yang diambil dari situs http://www.aip.org/history/einstein/essay.htm ini adalah bentuk ringan dari teks aslinya yang dipublikasikan di "Forum and Century", vol. 84, pp. 193 - 194, Seri ke 13 dari Living Philosophies. Esai ini juga dimasukkan ke dalam Living Philosophies (pp. 3 - 7) New Yoen: Simon Schuster, 1931. Esai ini juga dapat ditemukan dalam "A. Einstein, Ideas and Opinions, base on Mein Wetbild," edited by Carl Seelig, New York: Bonzana Books, 1954 (pp. 8 - 11).
Analisis Aktivasi Neutron Dalam Sampel Lingkungan
ABSTRAK Lingkungan sangat mendukung kehidupan manusia, sehingga perlu dijaga, dipantau dan bila ada perubahan perlu dievaluasi dampaknya pada kehidupan manusia dan makhluk hidup. Konsentrasi unsur dalam sampel lingkungan merupakan salah satu parameter yang perlu dianalisis. AAN merupakan analisis unsur yang bersifat multiunsur, selektif dan sangat sensitif yang sudah diaplikasikan secara luas dalam bidang lingkungan. Meletusnya Gunung Merapi menumpahkan abu dan pasir dalam jumlah besar yang menyebar luas ke wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Lingkungan tanah merupakan media hidup tanaman. Tanaman akan tumbuh dengan baik apabila media dan iklimnya sesuai kebutuhan tanaman tersebut. Untuk mengevaluasi dampaknya, perlu dianalisis kandungan unsur kelumit dalam pasir tersebut, karena perbedaan kandungan unsur dalam abu dan pasir tersebut mengubah kondisi media, sehingga mempengaruhi kesehatan dan pemilihan jenis tanaman yang sesuai untuk dibudidayakan. Analisis unsur dengan metode AAN dilakukan terhadap pasir Merapi, dan memberikan konsentrasi unsur As, Ce, Co, Cr, Cs, Eu, Hf, La, Sc, Sr, Th, U, V, Zn, Mn, Mg, Fe berturut-turut. sebesar 4.0 ppm, 22.2 ppm, 17.8 ppm, 8.2 ppm, 4.3 ppm, 1.5 ppm, 2.7 ppm, 15.9 ppm, 12.4 ppm, 745.4 ppm, 6.3 ppm, 2.3 ppm, 5.3 ppm, 56.6 ppm, 0.16 %, 3.16%, 6.25%. Data kandungan unsur dalam pasir Merapi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak yang membutuhkan dalam kaitannya dengan evaluasi dampak lingkungan yang bisa ditimbulkannya, baik dari segi kesehatan maupun budidaya tanaman. ABSTRACT Environment mostly support man live, it need maintanance, monitoring and impact assesment for organism if any change. The element concentration in environmental sample is a parameter that need to analyzed. Neutron Activation Analysis (NAA) is a multielemental, selective, and sensitive analysis that already applied broadly in environment. The eruption of Mount Merapi spilled a lot of ash and sand spread widely to Yogyakarta and Central Java area. Soil is a media for plant. Plant will grow well in the adequate media and climate. To evaluate the impact, it need to analysis the elements concentration in the sand, because the difference of elements composition will influent the health and agriculture. Merapi sand was analyed by NAA. The concentration of As, Ce, Co, Cr, Cs, Eu, Hf, La, Sc, Sr, Th, U, V, Zn, Mn, Mg, Fe were 4.0 ppm, 22.2 ppm, 17.8 ppm, 8.2 ppm, 4.3 ppm, 1.5 ppm, 2.7 ppm, 15.9 ppm, 12.4 ppm, 745.4 ppm, 6.3 ppm, 2.3 ppm, 5.3 ppm, 56.6 ppm, 0.16 %, 3.16%, 6.25%, respectively. The data can be utilized to evaluate the environmental impacts related to health and cultivation.
Pemanfaatan Fasilitas Penelitian Pertambangan Bahan Galian Nuklir di Kalan, Kalimantan Barat Untuk Pelatihan Keahlian Mendukung Pembangunan Daerah
ABSTRAK Dalam rangka mendayagunakan dan mengefektifkan hasil-hasil litbang iptek nuklir bagi pemberdayaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ditawarkan kegiatan pelatihan keahlian untuk memberikan keterampilan dan keahlian dalam bidang-bidang khusus pertambangan dan teknik sipil dengan memanfaatkan Fasilitas Penelitian Pertambangan Bahan Galian Nuklir yang berlokasi di Kalan, Kabupaten Sintang, berikut sarana dan prasana serta infrastruktur dan sumberdaya manusia, dalam rangka mendukung pengelolaan sumberdaya nasional yang ada di daerah. Ditawarkan sebanyak 11 jenis pelatihan keahlian bagi mereka yang berpendidikan mulai SLTA, Sarjana Muda dan Sarjana dari karyawan swasta, Pemerintah Daerah dan dari lingkungan pendidikan.
Dampak Jatuhan Debu Radioaktif: Kajian Tingkat Radioaktivitas Sr-90 dan Cs-137 Dalam Biota Laut
Bahwa percobaan bom nuklir di atmosfer yang telah dilakukan oleh beberapa negara sejak tahun 1945 menimbulkan lepasan radioisotop ke udara. Demikian juga terjadinya kecelakaan reaktor nuklir. Lepasan radioisotop ini kemudian akan terkondensasi dan terdeposisi ke darat dan laut. Lepasan radioisotop ini disebut jatuhan debu radioaktif (fall out). Melalui rantai makanan radioisotop akan dapat meningkatkan tingkat radioaktivitas biota laut. Taku Koyanagi telah melakukan penelitian tingkat radioaktif Sr-90 dan Cs-137 dalam air laut dan daging ikan di laut Jepang, arus Kuroshio serta arus Oyashio. Ternyata tingkat radioaktivitas (aktivitas spesifik) air laut dan daging ikan mencapai puncak antara tahun 1962 s.d. 1964. Pengukuran ini sesuai dengan tingkat radioaktivitas lepasan radioisotop ke udara (fall out) yang memuncak sekitar tahun enampuluhan. Meningkatnya tingkat radioaktivitas biota laut mengandung potensi bahaya jika biota laut itu menjadi produk laut yang dikonsumsi oleh manusia, karena radioisotop itu mungkin akan terdeposisi dalam target organ dan menimbulkan kerusakan organ akibat radiasi yang dipancarkannya
Sertifikasi Ulang Kamera Radiografi Gamma Industri Jenis Portabel
ABSTRAK Telah diuraikan metode pengujian pada sertifikasi ulang kamera radiografi gamma industri tipe portabel. Sertifikasi ulang tersebut mencakup 3 pengujian yaitu pengukuran laju dosis ekivalen ambien, uji kebocoran sumber radioaktif, serta uji visual dan ketahanan proyeksi peralatan radiografi gamma industri. Pengujian mengacu pada standar yang tercantum dalam SNI ISO 3999:2008, SNI 18-6650.2-2002, dan ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009. Laporan/sertifikat pengujian yang diterbitkan digunakan sebagai bahan pertimbangan BAPETEN dalam menerbitkan izin pemanfaatan radiografi industri. Para pemangku kepentingan yang meliputi BAPETEN, dunia industri radiografi, dan lembaga penguji harus duduk bersama untuk merumuskan protokol sertifikasi ulang dan menetapkan waktu berlakunya protokol tersebut. Apabila protokol tersebut disepakati oleh para pemangku kepentingan maka persyaratan keselamatan sebagaimana dinyatakan dalam Perka BAPETEN No. 7 Tahun 2009 dapat dipenuhi tanpa mengabaikan sisi ekonomi dalam pemanfaatan radiografi gamma industri. Komitmen bersama para pemangku kepentingan berdasarkan protokol yang disepakati merupakan suatu persyaratan utama dalam pelaksanaan sertifikasi ulang kamera radiografi gamma industri, ketika aspek teknis pengujian sudah siap diimplementasikan. ABSTRACT Testing method already described in recertification of industrial gamma radiography camera type portable. The recertification includes 3 (three) testing, namely the ambient equivalent dose rate measurement, leak test of radioactive sources, and visual and endurance test of projected industrial gamma radiography equipment. The testing refers to the standard set forth in ISO 3999:2008, ISO 18-6650.2-2002, and safety provisions set out in the BAPETEN Chairman Regulation No. 7:2009. Test reporticertificate issued in the recertification program is used as a material consideration in issuing permits utilization BAP ETEN industrial radiography. Stakeholders in the recertification of program industrial gamma radiography camera type portable which includes BAP ETEN, community of industrial radiography, and independent testing body should discuss together to formulate protocols recertification and set the time of entry into force of the protocols. If recertification protocols of industrial gamma radiography camera was agreed by the stakeholder, so safety requirements as stated in the BAPETEN Chairman Regulation No. 7:2009 can be met without compromising the economic factor in the utilization of industrial gamma radiography. Commitment with stakeholders based on agreed-upon protocol is a key requirement in the implementation of recertification industrial gamma radiography camera, when the technical aspects oj the test is ready to be implemented.