Widyanuklida
Not a member yet
    98 research outputs found

    Sistem Pencacah Nuklir Berbasis Mikrokontroler AT89S8252

    Get PDF
    ABSTRAK Sistem pencacah nuklir yang baru menggunakan mikrokontroler seri AT89S8252. Kelebihan sistem pencacah nuklir yang baru meliputi: fleksibilitas pengaturan waktu cacah, kemampuan menyimpan data dalam EEPROM, dan kemampuan berkomunikasi secara serial dengan personal computer. Pengujian sistem dilakukan dengan memvariasi frekuensi cacah masukan dan variasi waktu cacah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa hasil pencacahan sebanding dengan frekuensi pulsa cacah dan waktu cacah. Berdasarkan uji chi square dengan sumber Co-60 aktivitas 20,81 µCi diperoleh nilai χ2 = 5,769 untuk tingkat kepercayaan 99%. Nilai tersebut menunjukkan sistem berhasil dibuat dengan baik.   ABSTRACT The system is constructed on microcontroller series AT89S8252. The system's performance is better than the old system performance, because it has some strength that consist of flexibility in setting the counting time, ability to storage the data of count, and ability in interfacing with computer. System testing is done by varying frequency of pulse count and varying the counting time. Result of testing shows that the result of counting is linier with the input of count frequency counting time. Based on chi square test with source 20, 81µCi activity of Co-60, the value of χ2 = 5,769 was obtained on 99% confidence degree. This value shows that the system can work well.

    Keselamatan dan Keamanan Dalam Pemanfaatan Zat Radioaktif Non Bahan Nuklir

    Get PDF
    ABSTRAK Prosedur keselamatan yang memadai telah diaplikasikan dalam pemanfaatan zat radioaktif baik bahan nuklir maupun non bahan nuklir. Namun meningkatnya ancaman terorisme global dan pencurian zat radioaktif yang mungkin akan digunakan untuk tujuan yang dapat mengganggu ketenangan, keselamatan dan keamanan masyarakat mendorong Badan Tenaga Atom Intemasional (International Atomic Energy Agency-IAEA) menyelenggarakan International Conference on the Safety of Radioactive Sources and the Security of Radioactive Material di Dijon, Perancis pada bulan September 1998. Sistem keamanan zat radioaktif non bahan nuklir relatif kurang ketat dibandingkan dengan sistem keamanan yang diterapkan di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir, reaktor riset, pusat riset bahan nuklir, pabrik pengkayaan bahan nuklir dan pusat senjata nuklir. Kekhawatiran akan terjadinya pencurian zat radioaktif non bahan nuklir yang mungkin akan disalahgunakan untuk menciptakan kepanikan dan ketakutan di kalangan masyarakat sepertidalam bentuk ledakan 'dirty bomb' menjadikan rencana program Badan Tenaga Atom International mengenai isu keselamatan sumber radiasi dan keamanan zat radioaktif non bahan nuklir sangat mendesak untuk direalisasikan oleh fasilitas yang memanfaatkan zat radioaktif non bahan nuklir dan oleh Badan Pengawas.   ABSTRACT Sufficient safety procedures have been applied on utilizing radioactive material. However, the increasing of global terrorism threats and radioactive material thefth which might create instability on safety and security of the society encourages the International Atomic Energy Agency (IAEA) conducting the International Conference on the Safety of Radioactive Sources and the Security of Radioactive Material in Dijon, France in September 1998. Security system on utilizing of radioactive material non nuclear fuel is relatively less tight compared with it applied in nuclear power plant facility, research reactor, nuclear fuel research centre, nuclear fuel enrichment plant and nuclear weapon facility. Worrying condition caused by theft of radioactive material non nuclear fuel that it will be used to make panicky and fearful situation in the society like dirty bomb, makes action plan of International Atomic Energy Agency about safety of radiation sources and security of radioactive material non nuclear fuel urgent to be realized by facility and regulatory body

    Environment, Nuclear Energy and Public Perception

    Get PDF
    The famous Indian nuclear scientist, Dr. Homi Bhabha, coined the expression "no energy is more expensive than no energy". He meant that nothing is grimmer than living without any other energy than that of your own body. For a good life we need energy for cooking, heating, transportation, industrial production, communication, home appliances ... We take our cars. elevators. dish-washers, central heating and computers for granted in the industrialized societies. When we need power, we just plug in. Our energy and especially electricity consumption is big. The US uses some 13,500 kWh per person and year; my own country, Sweden, some 15000. But at the other end of the spectrum we have countries like Chad and Tanzania with less than 100 kWh per person and year. Nothing is more certain - and reasonable - than that countries at the lower end will seek to improve the lives of their people by increasing their energy and electricity consumption. * After-dinner speech delivered on Global Foundation, Inc. Conference on "Environment and Nuclear Enery", Washington DC, 28 Oktober 1997. Artikel ini diambil dari situs www.iaea.or.a

    Operasi Manajemen Kualitas Terpadu Untuk Penelitian

    Get PDF
    Penelitian dasar maupun penelitian aplikasi (teknologi) merupakan landasan kemajuan industri di segala bidang. Hasil dan kemajuan industri yang telah dinikmati oleh berbagai negara maju maupun negara yang sedang berkembang saat ini terwujud dalam ketahanan atau peningkatan taraf/kualitas hidup. Kemajuan industri tersebut umumnya hanya dapat dicapai dengan kemampuan industri tersebut untuk berkiprah dalam persaingan bebas. Apabila di masa silam kompetisi hanya dimenangkan oleh pihak yang menguasai modal besar (kapital, sumber daya alam, dan tenaga kerja murah), pada saat ini kualitas merupakan suatu parameter utama yang harus diperhatikan untuk memenangi kompetisi. Dengan semakin terbukanya pilihan bagi konsumen di pasar bebas, industri dihadapkan pada suatu situasi untuk menyediakan produk dengan mutu yang kompetitif dengan harga yang relatif murah. Penelitian sebagai komponen penting demi kelangsungan industripun dihadapkan pada situasi keterbatasan dana. Hal ini mengingat bahwa bagian dari marjin keuntungan yang dapat dialokasikan untuk penelitianpun terbatas, walaupun untuk produk dengan mutu baik. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah penelitian yang merupakan bagian dari industri dapat dikelola sebagai mana industri itu scndiri dengan mengimplementasikan teknik-teknik manajemen modern seperti Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) yang umum dikenal sebagai Total Quality Management (TQM). Apakah manajemen penelitian dapat dikelola dan menikmati sukses sebagaimana sukses yang dinikmati industri? Perlu dipahami bahwa TQM dikembangkan untuk sistem yang lebih process related, dari pada sistem yang employee related. Sedangkan di sisi lain telah kita sadari bahwa kunci organisasi untuk tetap kompetitif adalah inovasi produk yang didukung oleh komitmen yang kuat terhadap penelitian dan pengembangan

    NuCLEAR Data as The Alternative Information of Decay and Analyzer

    Get PDF
    ABSTRACT NuCLEAR Data is the name of visual, color-coded computer program of "Chart of Nuclides" or "Segre Chart". The program gives you comprehensive nuclear decay data that include data on alpha, beta, gamma, x-ray decay etc., and comprehensive search by energy, intensity, half life, radiation type or name of nuclide. NuCLEAR Data is able to show visual decay product and could function as Multi Nuclides Identification and Multi Elements Identification Analysis. It is constructed using Visual Basic Compiler.   ABSTRAK NuCLEAR Data adalah nama program komputer untuk peta nuklida atau Segre Chart; data tervisual dan dikodekan warna. Program ini memberikan anda data peluruhan nuklir secara komprehensif, yang meliputi peluruhan alpha, beta, gamma, sinar-x dan dapat mencari energi, intensitas, waktu paro, jenis radiasi dan nama nuklida. NuCLEAR Data dapat menampilkan produk peluruhan secara visual dan dapat berfungsi sebagai analisis untuk Identifikasi multi nuklida dan identifikasi unsur-unsur. Program ini dibuat dengan Visual Basic

    Penyiapan SDM Untuk PLTN Pertama di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAK Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2007, Indonesia merencanakan untuk mengoperasikan PLTN yang pertama pada RPJMN ke III yaitu antara tahun 2015 - 2019. Salah satu persyaratan infrastruktur penting yang harus dilaksanakan sebelum tahap pembangunan dan pengoperasian PLTN tersebut adalah pengembangan sumber daya manusia. Perlu diperhatikan bahwa langkah pengembangan SDM memerlukan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan dan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Sebenarnya program penyiapan SDM ketenaganukliran sudah dilaksanakan oleh BATAN sejak puluhan tahun yang lalu meskipun tidak secara khusus di bidang PLTN. Pada tahun 2008, telah dibentuk sebuah tim nasional di bawah koordinasi Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dengan tugas menyusun infrastruktur penyiapan SDM PLTN. Tulisan ini akan mempresentasikan kegiatan penyiapan SDM PLTN yang telah dilaksanakan baik oleh tim nasional tersebut di atas maupun oleh Pusdiklat - BATAN, mencakup antara lain kebutuhan personil PLTN (kuantitatif dan kualitatif), disain pelatihan PLTN, serta konsep fasilitas pelatihan PLTN.   ABSTRACT Human Resource Planning Program for the first NPP in Indonesia. Referered to the indonesian Act No. 17, 2007, Indonesia plans to operate the first Nuclear Power Plant (NPP), in the 3th of medium-term program, between 2015 to 2019. One of the critical infrastructure requirements that must be implemented prior to construction and operation of NPP is the development of human resources. The human resources development need to be considered because takes a very long time and requires a commitment from stakeholders. Actually, human resource development program of nuclear teknology has been carried out by BATAN for last 4 decaded, although not specifically in the field of nuclear power plants or nuclear energy. In 2008, the national team on HRD for NPP has been set up under the coordination of Training Agecy in the Ministry of Energy and Mineral Resources (Badan Diklat - ESDM), with the responsible for preparing infrastructure on human resource development program for nuclear power plant. This paper reports the National Team and ETC-Batan activities in the preparation on HRD for NPP, covering personnel needed on the NPP program in qualitatively and quantitatively especiallty on operation and maintenance program, the training design for NPP personnel, as well as the concept of Nuclear Training Center.

    Determination of Sodium and Copper in Ohasari Sea Shell By Radiochemical Neutron Activation Analysis

    Get PDF
    ABSTRACT Elemental analysis of Sodium and Copper in Ohasari sea shell has been performed by radiochemical NAA. The concentration of Na in Ohasari shell is found to be 4745.00 ± 119.29 ppm. The concentration of Cu in Ohasari shell is found to be 17.29 ± 1.76 ppm. Ohasari shell contains some elements such as Ta-182, Pt-197, I-131, I-132, I-133, Ce-144, Ce-141, Sc-47, Te-132, Hg-203, Au-198, Ru-103, Cu-64, As-74, As-76, Sb-122, Na-24. ABSTRAK Telah dilakukan pengukuran Sodium dan Tembaga dalam kulit kerang jenis Ohasari dengan menggunakan NAA dan radiokimia. Ditemukan bahwa konsentrasi Na dalam kerang 4745.00 ± 119.29 ppm, sedangkan konsentrasi Cu 17.29 ± 1.76 ppm. Beberapa unsur yang terkandung di dalam kulit kerang Ohasari adalah Ta-182, Pt-197, I-131, I-132, I-133, Ce-144, Ce-141, Sc-47, Te-132, Hg-203, Au-198, Ru-103, Cu-64, As-74, As-76, Sb-l22, Na-24

    Jaminan Mutu Pada Analisis Aktivasi Neutron

    Get PDF
    ABSTRAK Telah diketahui bahwa analisis unsur secara aktivasi neutron (NAA) mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan analisis unsur yang lain. BATAN sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki fasilitas untuk melaksanakan NAA telah banyak berpengalaman dengan berbagai matriks dan untuk berbagai tujuan. Disadari pula bahwa agar NAA bisa bersaing secara internasional dan mengambil peluang memenuhi kcpentingan pengguna akhir maka kegiatan yang dilaksanakan oleh beberapa Pusat di lingkungan BATAN ini perlu diselaraskan. Untuk penyelarasan ini diperlukan kesepakatan bersama antar-laboratoria agar hasil NAA yang diperoleh dapat memenuhi standar internasional. ABSTRACT It has long been known that elemental analyses bv Neutron Activation Analysis (NAA) have many advantages over other elemental analytical methods. BATAN. as the only institute in Indonesia which possesses several NAA facilities. has a vast experience with manv types of matrices for different kinds of objectives. It has been realized also that in order to compete internationally, for the benefit of the end-users, NAA activities so far carried out by several laboratoria within BATAN need to be managed according to a quality system to comply with international standards

    Analisis Butir dan Pembuatan Bank Soal

    Get PDF
    ABSTRAK Untuk mengetahui soal ujian yang baik atau bermutu dilakukan analisis butir soal dan soal yang baik dapat dimasukkan ke dalam bank soal. Analisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif terhadap sampel 5 buah soal ujian materi Umum (General) pada pelatihan radiografi Level 1 di Pusdiklat BATAN tanggal 9 — 23 Februari 2009. Sampel soal dilihat kesesuaiannya terhadap aspek materi, konstruksi, bahasa/budaya (kualitatif) dan hasil pengolahan data empirik butir soal tersebut (kuantitatif). Berdasarkan analisis kualitatif soal nomor 30 sesuai dengan semua aspek, sedangkan soal nomor 21, 26, 30,31 dan 36 belum sesuai dengan ketiga aspek analisis kualitatif. Untuk hasil analisis kuantitatif soal direvisi nomor: 21, soal baik nomor 26 dan 36, dan soal didrop (dibuang) nomor: 30 dan 31 didrop. Dari hasil analisis kualitatif dan kuantitatif dapat disimpulkan bahwa soal ujian belum baik sehingga belum dapat dimasukkan ke dalam bank soal.   ABSTRACT To find a good examination questions, has been done an analysis of questions and from the results, the good questions will be incorporated into the question bank. Analysis was performed using qualitative and quantitative methods against 5 questions from the General examination of Radiography Level 1 Training Course, which be held on February 9 to 23, 2009. The questions were reviewed for the compliance to the aspects of materials, construction, language / culture (qualitative) and the processing of the empirical data (quantitative). Based on the qualitative analysis, questions no. 30 fulfilled all aspects to be reviewed, and question number 21, 26, 3031, and 36 did not fulfilled the third aspect of qualitative analysis. From the qualitative and quantitative analysis results, it can be concluded that the questions were not good enough to be put into the question bank.

    Pengukuran Konsentrasi Uranium dari Industri Fosfat Menggunakan Spektrometer Gamma

    Get PDF
    ABSTRAK Telah dilakukan pengukuran konsentrasi uranium (U-238) pada yellowcake dan pupuk TSP yang berasal dari industri pupuk fosfat PT. PETRO KIMIA Gresik menggunakan spektrometer gamma dengan detektor HPGe. Untuk dapat melakukan pengukuran ini, maka perlu untuk mengkalibrasi dan menentukan Batas Deteksi Terendah (BDT) dari detektor HPGe. Lima buah sampel yang mengandung konsentrasi yellowcake yang berbeda-beda ditempatkan dalam wadah dengan diameter 10,2 cm dan tinggi 3,3 cm. Selanjutnya dilakukan pencacahan menggunakan spektrometer gamma, dengan waktu pencacahan masing-masing sampel adalah 1800 detik. Sampel pupuk TSP diletakkan pada wadah yang sama dan dicacah selama 17 jam. Hasil pengukuran konsentrasi uranium yellowcake dengan metode ini menunjukkan bahwa sampel yellowcake dengan konsentrasi tertinggi yaitu 100% mengandung uranium dengan konsentrasi sebesar 59.255,34 Bq/kg dan sampel yellowcake dengan konsentrasi terendah yaitu 38,84% sebesar 24.994,78 Bq/kg. Untuk pupuk TSP besarnya konsentrasi uranium adalah 27,89 Bq/kg.   ABSTRACT The concentration of uranium (U-238) in yellowcake and TSP fertilizers sample from phosphate fertilizer industry PT. PETRO KlMIA Gresik by gamma spectrometer with HPGe detector has been done. In order to do this measurement, it is needed to calibrate and calculate the minimum detectable limit of detector HPGe. From the five samples that contain different yellowcake concentration were placed on basin with 10,2-cms of diameter and 3,3-cms of depth. After that, each of samples counted by gamma spectrometer for 1800 second. TSP fertilizers samples is also placed with similar basin and counted for 17 hours. The result of this method shows that sample with highest concentration of yellowcake (100%) have uranium concentration is 59.255,34 Bq/kg and the sample with lowest concentration of yellowcake (38,84%) have uranium concentration is 24.994,78 Bq/kg. TSP fertilizer have uranium concentration is 27,89 Bq/kg.

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widyanuklida
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇