Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
Not a member yet
    919 research outputs found

    Analisis Tingkat Kesesuaian Lahan Pusat Perbelanjaan Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kawasan Perkotaan Sambas

    No full text
    Kawasan Perkotaan Sambas, Kecamatan Sambas merupakan Pusat Kegiatan Wilayah serta salah satu kawasan strategis dari sudut kepentingan ekonomi. Oleh sebab itu, Perkotaan Sambas memerlukan peningkatan pembangunan infrastruktur untuk menunjang fungsi kota. Berdasarkan RDTR Kawasan Perkotaan Sambas tahun 2020 – 2040, salah satu indikator program pembangunannya adalah pembangunan pusat perbelanjaan yang akan melayani wilayah kecamatan lainnya di Kabupaten Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesesuaian lahan pusat perbelanjaan berbasis sistem informasi geografis di Kawasan Perkotaan Sambas, Kecamatan Sambas. Penggunaan pendekatan kuantitatif dengan metode Analisis AHP, Analisis Buffer, dan Analisis Overlay untuk mencapai tujuan. Berdasarkan penyelarasan hasil analisis tingkat kesesuaian lahan pusat perbelanjaan dengan peta rencana pola ruang peruntukan perdagangan dan jasa RDTR Kawasan Perkotaan Sambas tahun 2020-2040, didapatkan klasifikasi tingkat kesesuaian lahan tidak sesuai saat ini (16,44% atau 55,06 Ha), klasifikasi tingkat kesesuaian lahan kurang sesuai (52,23% atau 174,89 Ha) dan klasifikasi tingkat kesesuaian lahan cukup sesuai (31,33% dari total luas wilayah peruntukan perdagangan dan jasa yaitu seluas 104,89 Ha)

    EVALUASI GEOMETRIK JALAN DI KABUPATEN SANGGAU ( STUDI KASUS RUAS JALAN AMBAWANG - TAYAN )

    No full text
    Perencanaan geometrik jalan harus bisa memenuhi fungsi dasarnya yaitu memberi pelayanan yang optimum untuk kelancaran dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Ada beberapa parameter yang diperlukan , yaitu pengendara, kendaraan dan arus lalu lintas. Adapun data yang diperlukan adalah patok survei, sketsa atau gambar lokasi, kerangka pengukuran horizontal dan detail horizontal. Manfaat dari survei ialah untuk mempermudah dalam survei lanjutan dan mendapatkan titik-titik lokasi tikungan dan tanjakan yang dianggap mempunyai sudut tangen dan kelandaian yang cukup besar diantara tikungan dan tanjakan yang lain. Hasil analisa menunjukan bahwa karakteristik tikungan 1, 2 dan 3 cocok pada bentuk SCS dikarenakan wilayah topografi dan jari-jari eksisting yang di lapangan terlampau kecil. Kondisi eksisting Tikungan 1,2, dan 3 memiliki lebar jalan 6 m. Tikungan 1 merupakan tikungan dengan kondisi medan topografi datar dengan kontur tertinggi 38.000 dan kemiringan 0.311% , Tikungan 2 merupakan tikungan dengan kondisi medan topografi datar dengan kontur tertinggi 40.736 dan kemiringan 2.122%. Tikungan 3 merupakan tikungan dengan kondisi medan topografi datar dengan kontur tertinggi 40.736 dan kemiringan 2.122%. Pada tikungan yang tajam akan mengakibatkan perubahan kemiringan melintang serta dapat mengakibatkan timbulnya patahan pada tepi perkerasan sebelah luar. Dari hasil analisa diambil solusi dengan kecepatan rencana 30 km/jam.Kata Kunci : Geometrik Jalan, Kemiringan, Topografi, Jalan Ambawang – Tayan

    ANALISIS PENGARUH PENERAPAN KEBIJAKAN LTOR DAN NLTOR TERHADAP KINERJA SIMPANG BERSINYAL DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    ABSTRAK Simpang empat bersinyal yang terletak di antara Jalan Dr Sutomo, Jalan Danau Sentarum, Jalan Dr. Wahidin S, dan Jalan Pangeran Natakusuma merupakan persimpangan yang dilengkapi dengan lampu lalu lintas dan marka LTOR NLTOR. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis kinerja simpang empat bersinyal pada kondisi eksisting dan NLTOR serta menganalisis pengaruh penerapan kebijakan belok kiri langsung terhadap kinerja simpang bersinyal. Metode yang digunakan untuk mengalisis adalah metode MKJI 1997 dan metode simulasi VISSIM. Setelah dianalisis menggunakan metode MKJI 1997, didapat hasil kinerja simpang bersinyal eksisting untuk penerapan kondisi eksisting semua pendekat memiliki derajat kejenuhan diatas 0,85 dan tingkat pelayanan F. Pada penerapan kondisi NLTOR semua pendekat memiliki derajat kejenuhan diatas 0,85 dan tingkat pelayanannya dikategorikan F. Simulasi VISSIM untuk penerapan kondisi eksisting menghasilkan LOS D. Sedangkan untuk penerapan kondisi NLTOR menghasilkan LOS F. Karena simpang memiliki derajat kejenuhan diatas 0,85 maka diperlukan penanganan simpang. Rekomendasi alternatif yang terbaik digunakan adalah dengan melakukan pengaturan waktu siklus simpang, penambahan lebar lajur dan penyesuaian lebar lajur LTOR.Kata Kunci: Belok Kiri Langsung, Derajat Kejenuhan, MKJI 1997, Simpang Bersinyal, VISSIM ABSTRACT A four-way intersection singalized located between Sutomo Street, Danau Sentarum Street, Dr.Wahidin S. Street, and Pangeran Natakusuma Street is an intersection equipped with traffic light and LTOR NLTOR road sign. The purpose of this research was to determine the performance of signaled intersection in existing conditions and analyze the effect of application left turn on red policy on the performance of signaled intersection. The methods used to analyze are MKJI 1997 method and VISSIM simulation method. After being analyzed using MKJI 1997 method, the results of the performance on existing signaled intersection for application of condition existing each approach has degree of saturation above 0.85 and level of service F. In application of condition NLTOR each approach has degree of saturation above 0.85 and level of service F. VISSIM simulation for the application of condition existing has result LOS D. Meanwhile, for application of condition NLTOR, VISSIM simulation has result LOS F. Because intersection has a degree of saturation above 0.85, handling is needed to reduce degree of saturation. Best alternative recommendations used are adjust the intersection cycle time, add lane width and adjust the width of the LTOR lane.  Keyword: Degree of Saturation, Left Turn on Red, MKJI 1997, Signalized Intersection, VISSI

    Analisis Angkutan Sedimen di Sungai Mempawah Kabupaten Mempawah

    Full text link
    Muara Sungai Mempawah merupakan salah satu jalur akses kapal nelayan yang terletak di Kabupaten Mempawah. Muara Sungai Mempawah mengalami pendangkalan yang diakibatkan oleh sedimentasi. Permasalahan tersebut menjadi kendala bagi kapal nelayan yang menggunakan alur pelayaran tersebut. Dari hasil perhitungan angkutan sedimen dengan menggunakan Metode L.C Van Rijn, Metode Meyer Petter Muller, dan Metode Sesaat, didapatkan total angkutan sedimen dengan Metode L.C Van Rijn di penampang satu sebesar 339.881 ton/tahun, penampang dua sebesar 90.588 ton/tahun, penampang tiga sebesar 520 ton/tahun, penampang empat sebesar 19 ton/tahun. Pada  tiga penampang jenis sedimen didominasi oleh lempung berpasir. Pendangkalan signifikan terjadi pada area kanan Muara Sungai. Akibatnya alur pelayaran hanya dapat dilewati oleh satu kapal sehingga kapal harus mengantri untuk masuk ke Sungai Mempawah pada saat air laut sedang surut. Sedangkan kapal dengan tonase yang besar hanya dapat masuk ke alur pelayaran pada saat air laut sedang pasang. Perlu dilakukan penanganan yang baik terrhadap permasalahan yang terjadi untuk mencegah terjadinya kecelakaan pada kapal nelayan di alur pelayaran tersebut

    RANCANG BANGUN ALAT FLUME TANK TYPE FLAP UNTUK PEMODELAN GELOMBANG LAUT SKALA LABORATORIUM

    Full text link
    Fenomena gelombang dapat dilamati seperti gelombang laut di pantai, riak air di kolam, gelombang yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari merupakan gelombang mekanik, Dalam hal ini terdapat alat yang digunakan untuk mengamati perilaku gelombang dipermukaan air disebut Flume Tank. Flume Tank adalah sebuah alat yang dibuat untuk mempermudah dalam mengamati perilaku gelombang. Metode penelitian dalam penelitian flume tank diantaranya adalah perancangan dan pembuatan, pengujian alat, instrumen penelitian dan prosedur penelitianHubungan antara tinggi gelombang dan putaran potensio motor pada panjang Flume pada kedalaman yang sama menunjukkan bahwa bertambahnya nilai kecepatan putaran potensio motor. Hasil rancangan flume tank memiliki dimensi 630 cm ×150 cm × 43 cm. tinggi gelombang. Wavemaker tipe Flap pada Flume Tank mampu menghasilkan gelombang reguler yang tidak lebih dari 13 cm pada panjang Langkah stroke, kecepatan putaran potensio motor bervariasi antara 220° - 240°. Hasil pengujian flume tank dengan level permukaan air 15 - 25 cm menunjukan gelombang maksimal setinggi 3,93 - 4,19 cm. Kata kunci: Flume Tank, Gelombang, Power supply, Stroke

    PREFERENSI MASYARAKAT DALAM MEMILIH RUMAH SAKIT PEMERINTAH DI KOTA PONTIANAK

    Full text link
    Rumah sakit berperan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan rumah sakit juga akan ikut bertambah. Hal ini dapat menimbulkan persaingan dalam industri kesehatan, khususnya antar rumah sakit swasta dan pemerintah. Kota Pontianak memiliki total rumah sakit sebanyak 14 rumah sakit. Rumah sakit yang ada dominan dimiliki oleh swasta dan hanya 5 rumah sakit yang dimiliki oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat Kota Pontianak dalam memilih rumah sakit pemerintah, sehingga dapat diketahui pilihan rumah sakit dan penilaian pelayanan rumah sakit oleh masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik teknik analisis distribusi frekuensi dan skoring. Dari hasil analisis didapatkan bahwa seluruh rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah di Kota Pontianak sudah mendapatkan skor kesesuaian preferensi tinggi. Adapun Rumah Sakit Bhayangkara menjadi rumah sakit yang paling banyak dipilih dikarenakan rumah sakit ini mendapatkan penilaian kesesuaian preferensi tinggi atau memenuhi penilaian kepuasan responden lebih banyak dibandingkan rumah sakit lainnya, dengan hasil skor preferensi sebesar 2,17

    ANALISIS KINERJA JALAN TRANS KALIMANTAN AKIBAT ANTRIAN KENDARAAN TRUK DI SPBU LINTANG BATANG KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG

    Full text link
    Seiring dengan perkembangan daerah, peningkatan jumlah penduduk, serta peningkatan taraf hidup masyarakat, maka kebutuhan sarana transportasi juga meningkat. Hal ini dapat di lihat dengan meningkatkanya jumlah kendaraan bermotor, baik kendaraan umum maupun pribadi. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah menentukan kinerja ruas jalan Trans Kalimantan akibat dari kendaraan Truk yang mengantri bahan bakar minyak di SPBU Lintang Batang Kecamatan Sungai Ambawang. Adapun permasalahan yang terjadi adalah antrian yang disebabkan antrian kendaraan truk di SPBU untuk mengisi bahan bakar. Antrian tersebut akan timbul apabila tingkat permintaan untuk memperoleh pelayanan lebih besar dari tingkat pelayanan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk mengetahui seberapa besar kinerja jalan Trans Kalimantan desa Lintang Batang. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997, maka diketahui derajat kejenuhan pada Jalan Trans Kalimantan desa Lintang Batang pada arah jalan Sanggau yaitu 0,67 dan arah jalan Pontianak yaitu 0,48. Sedangkan untuk analisis kinerja jalan Trans Kalimantan akibat dari antrian kendaran Truk di SPBU Lintang Batang didapat derajat kejenuhan arah Sanggau yaitu 0,88 dan untuk arah jalan Pontianak yaitu 0,64.Kata kunci : Jalan Trans Kalimantan, Derajat Kejenuhan, Kinerja Jalan

    PERENCANAAN STRUKTUR FONDASI UNTUK JALUR REL KERETA API PONTIANAK - SANGGAU (Studi Kasus Pada Stasiun KA di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak)

    Full text link
    Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) merencanakan transportasi perkeretaapian di Kalimantan pada tahun 2030 sebagai fasilitas mobilitas pergerakan barang terutama batu bara. Salah satu jalur Kalimantan Barat pada Lintas Timur yang direncanakan yaitu Ngabang. Konstruksi jalan rel tersebut akan ditopang oleh tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai daya dukung dari data laboratorium dan data CPT/sondir. Berdasarkan hasil analisis data tanah yang didapat dari Laboratorium Mekanika Tanah Universitas Tanjungpura di Kecamatan Ngabang, kondisi tanah termasuk kategori tanah keras. Metode-metode yang digunakan untuk data laboratorium adalah metode Meyerhof, Hansen, dan Vesic. Untuk data sondir menggunakan metode Owkati, Terzaghi dan Peck, serta Meyerhof. Pada analisa penurunan menggunakan metode Schmertmann. Hasil daya dukung tanah terkecil dengan data laboratorium di titik S.20 = 293,789 kN/m2, S.21 = 289,699 kN/m2, S.22 = 272,103 kN/m2, S.23 = 166,021 kN/m2 menggunakan metode Hansen. Sedangkan, untuk data sondir di titik S.20 diperoleh 243,801 kN/m2, S.21 = 230,477 kN/m2, S.22 = 242,042 kN/m2 dan S.23 = 138,143 kN/m2 menggunakan metode Terzaghi dan Peck. Nilai penurunan fondasi pada titik S.20 0,146 cm, S.21 sebesar 0,202 cm, S.22 sebesar 0,152 cm, S.23 sebesar 27,835 cm

    ANALISIS KEBUTUHAN FASILITAS ZONA SELAMAT SEKOLAH (ZOSS) SDN 68 JALAN KOM YOS SUDARSO PONTIANAK

    Full text link
    ABSTRAKZona Selamat Sekolah (ZoSS) menjadi salah satu faktor penting dalam keselamatan, kenyamanan, serta ketertiban bagi pengguna jalan, baik untuk anak sekolah, guru, maupun masyarakat. Terutama pada sekolah yang berada dalam kota seperti di Jalan Kom Yos Sudarso. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan kebutuhan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di SDN 68 Pontianak Barat. Metode penelitian berdasarkan pada MKJI (1997), dan metode statistik distribusi normal (uji Z) berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.SK 3236/AJ/DRJD/2006. Analisis yang dilakukan berupa analisis volume lalu litas, analisis kecepatan kendaraan, analisis perilaku penyeberang jalan (khusus siswa) dan analisis perilaku pengantar. Sehingga diperoleh, rekomendasi tipe Zona Selamat Sekolah (ZoSS)  berdasarkan tipe jalan dan jumlah lajur yang diperlukan sesuai ketentuan, tingkat pelayanan jalan adalah C, kecepatan rata - rata kendaraan adalah 21,93 km/jam, perilaku pengguna jalan adalah belum selamat, perilaku penyeberang jalan (khusus siswa) adalah bekum selamat, dan perilaku pengantar adalah belum selamat.Kata Kunci : Zona Selamat Sekkolah, ZoSS, Kom Yos Sudarso.ABSTRACThe Safe School Zone (ZoSS) is an important factor in safety, comfort and order for road users, both for school children, teachers and the community. Especially at schools located in cities such as Jalan Kom Yos Sudarso. This study aims to plan the needs of the Safe School Zone (ZoSS) facility at SDN 68 West Pontianak. The research method is based on MKJI (1997), and the normal distribution statistical method (Z test) is based on the Regulation of the Director General of Land Transportation No.SK 3236/AJ/DRJD/2006. The analysis was carried out in the form of traffic volume analysis, vehicle speed analysis, pedestrian behavior analysis (students only) and introductory behavior analysis. So that it is obtained, the recommendation for the type of Safe School Zone (ZoSS) is based on the type of road and the number of lanes required according to the provisions, the level of road service is C, the average speed of vehicles is 21.93 km/hour, the behavior of road users is not yet safe, the behavior of pedestrians (especially students) is not safe, and the behavior of the delivery person is not safe.Keywords : School Safe Zone, ZoSS, Kom Yos Sudarso

    STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM SEPADANG HILL DI KABUPATEN BENGKAYANG

    Full text link
    Sepadang Hill merupakan objek wisata yang ada di Kabupaten Bengkayang letaknya di Desa Wisata Cipta Karya, Kecamatan Sungai Betung. Sepadang Hill sebagai salah satu objek wisata memiliki pesona alam yang menjadi daya tarik tersendiri, dengan view dan berbagai atraksi wisata yang ada dalam objek wisata Sepadang Hill. Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi pengembangan Sepadang Hill dengan sasaran mengidentifikasi potensi daya tarik wisata dan menganalisis faktor internal dan eksternal di Sepadang Hill. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan teknik analisis SWOT. Berdasarkan hasil analisis Sepadang Hill memiliki potensi dari keberagaman atraksi wisata, aksesibilitas yang baik, dan fasilitas yang cukup memadai. Selain itu terdapat permasalahan seperti adanya fasilitas yang rusak dan kurangnya fasilitas kebersihan. Strategi yang didapat dari hasil analisis matriks grand strategy objek wisata Sepadang Hill ada pada kuadran I dengan rekomendasi strategi SO yang memprioritaskan penguatan promosi dan branding wisata dengan sosial media online, pengagendaan event atau kegiatan untuk menarik wisatawan, peningkatan kualitas fasilitas penunjang wisata, dan penguatan sumber daya manusia.Kata kunci: Sepadang Hill, SWOT, strategi pengembanga

    745

    full texts

    919

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇