348 research outputs found

    PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO ANIMASI DAN THREAD TWITTER TERHADAP PENGETAHUAN GIZI SAAT PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Konsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayur adalah salah satu cara yang dapat membantu seseorang untuk mencegah infeksi virus Covid-19. Namun, tingkat konsumi buah dan sayur masyarakat di Indonesia masih rendah. Salah satu faktor penyebab dari rendahnya konsumsi tersebut adalah kurangnya pemahaman masyarkaat terkait manfaat mengkonsumsi buah dan sayur. Pemberian edukasi gizi mengenai buah dan sayur dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarkaat untuk konsumsi buah dan sayur sesuai dengan kebutuhan. Edukasi gizi selama pandemi Covid-19 yang mengutamakan jaga jarak membutuhkan media yang modern dan inovatif, seperti video animasi dan thread Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi gizi menggunakan video animasi dan thread Twitter buah dan sayur terhadap peningkatan pengetahuan buah dan sayur pada usia 20-24 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian pretest-posttest control group yang dilakukan satu kali pada bulan April 2021 di Kota Bekasi menggunakan 30 responden. Responden pada kelompok intervensi diberikan media thread Twitter dan kelompok kontrol diberikan media video animasi. Data pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi diambil mengunakan kuesioner kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden pada kedua kelompok meningkat setelah mendapatkan edukasi gizi (p = 0,03). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah edukasi gizi menggunakan media video animasi dan thread Twitter mampu meningkatkan pengetahuan buah dan sayur sehingga dapat dijadikan alternatif media edukasi gizi di masa pandemi Covid-1

    STRES KERJA PADA PEGAWAI SEKRETARIAT BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DI MASA PANDEMI COVID-19

    Full text link
    Menurut studi Occupational Health and Safety Authority (HSE), terdapat 595.000 kasus stres dan depresi terkait pekerjaan pada tahun 2017/2018 dengan prevalensi 1.800 kasus per 100.000 karyawan. Menurut survei, 64% pekerja Indonesia mengatakan tingkat stres mereka meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stres terkait pekerjaan pada pegawai Sekretariat BPPK Kementerian Keuangan selama pandemi COVID-19. Dalam penelitian ini jumlah sampel adalah 117 responden. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa 59% karyawan mengalami stres kerja berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara beban kerja karyawan dengan stres kerja (p=0,000) dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan stres kerja (p=0,034). Karyawan didorong untuk bersikap positif secara emosional terhadap beban kerja yang diberikan dan pimpinan diharapkan dapat memantau karyawan dengan melakukan evaluasi atau survei atau menyelenggarakan kegiatan penggalangan dana secara online untuk meningkatkan kerjasama

    WANITA NELAYAN: SANITASI DAN USAHA KESEHATAN KELUARGA: STUDI DI KABUPATEN SITUBONDO, INDONESIA

    Full text link
    Indonesia adalah negara maritim dengan panjang garis pantai sepanjang 108.000 km. Profesi nelayan menjadi pilihan masyarakat yang tinggal dikawasan pesisir. Wanita nelayan adalah istri nelayan yang berperan dalam keberlangsungan rumah tangga nelayan. Tujuan dalam penelitian ini adalah menggambarkan peran wanita nelayan dalam upaya sanitasi serta kesehatan dan keselamatan keluarga. Metode penelitian adalah observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Responden penelitian ini adalah wanita nelayan dengan kepala rumah tangga nelayan yang masih aktif melaut sebanyak 60 orang responden dan berdomisili di Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata usia responen adalah 35 tahun dengan pendidikan sebagian besar lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP), memiliki aktivitas ekonomi untuk membantu keuangan keluarga. Responden memiliki harapan yang tinggi untuk anak anak mereka untuk dapat bersekolah hingga perguruan tinggi, lebih memilih pendidikan berbasis agama, dan ingin memiliki 3 orang anak pada setiap keluarga. Pelayanan kesehatan yang dipilih keluarga adalah puskesmas, serta melakukan pemantauan kelengkapan imunisasi anak. Responden berperan dalam upaya keselamatan kepala keluarga saat melaut dengan mengingatkan penggunaan Alat Pelindung Diri, waktu istirahat, mempersiapkan kelengkapan melaut, menyediakan menu yang bergizi maupun suplemen supaya tetap bugar saat melaut. Kondisi sanitasi dan hygiene masih kurang, karena masih membakar sampah, dan memiliki aluran air limbah tidak sanitair. Perlu peningkatan pendidikan supaya mampu mendukung diversitas usaha yang lebih menguntungkan secara ekonomi, serta peningkatan sarana sanitasi, serta perlu pelatihan cara mengolah sampah rumah tangga berbasis peningkatan ekonomi untuk menurunkan beban pencemaran lingkungan pesisir sekaligus dapat membantu peningkatan pendapatan

    HUBUNGAN HIGIENE SANITASI DENGAN KEBERADAAN E.coli PADA MINUMAN OLAHAN DI KENDARI BEACH

    Full text link
    Minuman tidak hanya patut bergizi dan menarik, namun pula patut bebas berdasarkan zat berbahaya misalnya bahan kimia, mikroorganisme, dan kontaminan lainnya Penyebab terkontaminasisinya makanan oleh Escherichia coli acapkalikali terjadi lantaran sanitasi pengelolaan makanannya yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Salah satu jenis jajanan yang relatif berisiko merupakan berdasarkan jenis minuman. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan higiene dan sanitasi dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022. Metode penelitian ini dengan penelitian kuantitatif dengan peneratan analitik observasional. Adapun desain dari penelitian ini termasuk kedalam penelitian cross sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 32 sampel minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari yang diuji terdapat 26 (81,2%) sampel yang ditemukan bakteri Escherichia coli dan 6 (18,8%) sampel minuman olahan tidak ditemukan Escherichia   coli. Ada hubungan higiene penjamah minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,023. Tidak ada hubungan sanitasi tempat minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,083. Tidak ada hubungan sanitasi tempat minuman olahan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada minuman olahan di Kendari Beach Kota Kendari tahun 2022 dengan p-value 0,072. Kata kunci: Minuman Olahan, Escherichia coli, Higiene Sanitasi     &nbsp

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUNJUNGAN PROLANIS DI PUSKESMAS PERAWATAN WAAI MALUKU TENGAH

    Full text link
    Prolanis adalah program yang berawal dari Disease Management Program, bertujuan mendorong pasien penyakit kronis untuk hidup lebih berkualitas dan optimal dan biaya pelayanan efektif efisien sehingga mencegah timbulnya komplikasi penyakit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Peserta Prolanis Di Puskesmas Perawatan Waai. Desain penelitian adalah survai analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian yang dilakukan pada 33 responden, didapatkan responden dengan keterjangkauan akses mudah dijangkau 95,2% . Responden dengan dukungan keluarga baik 95,0%. Dukungan keluarga kurang baik, kunjungan peserta prolanis kurang baik 76,9%. Peran petugas kesehatan baik 80,0%,  responden dengan peran petugas kesehatan kurang baik, kunjungan peserta prolanis kurang baik 88,9% .Dari hasil statistik didapat bahwa ada hubungan yang signifikan antara keterjangkauan akses, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kunjungan peserta prolanis, dengan hasil uji Chi Square masing-masing didapat nilai p=0,000 artinya nilai p<0,05. Dari penelitian ini disarankan dapat memberi masukan bagi masyarakat yang terdaftar dalam peserta prolanis untuk selalu patuh dalam melakukan kunjungan kegiatan prolanis agar penyakit yang di derita masyarakat tidak akan meningakat menjadi lebih serius dan bertambah parah. Kata Kunci :    Keterjangkauan Akses, Dukungan Keluarga, Peran Petugas Kesehatan, Kunjungan Prolani

    FAKTOR RISIKO DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA WANITA USIA SUBUR DI BERBAGAI NEGARA

    Full text link
    Anemia adalah suatu permasalahan kesehatan masyarakat secara global. Wanita usia subur adalah salah satu yang terkena dampaknya. Diketahui sekitar 528 juta (29,4%) wanita di seluruh dunia yang melahirkan mengalami anemia. Tujuan dari review ini adalah untuk menetukan prevalensi anemia pada wanita usia subur di dunia, dan mengidentifikasi faktor risiko yang paling banyak terjadi pada anemia di kelompok ini serta pencegahan yang paling efektif. Jenis penelitian ini berupa narrative literature review  dengan sumber jurnal sebanyak 40 artikel berasal dari PubMed, Google Scholar, Elsevier ,BMC dengan terbitan 2015-2020 yang dikumpulkan mulai januari-juni 2021 dan setelah melalui proses screening dan kesesuaian dengan kriteria inklusi penelitian maka diperoleh 10 rujukan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan prevalensi anemia tertinggi adalah di negara berkembang dan tipe anemia yang paling sering terjadi pada kelompok wanita usia subur adalah anemia yang disebabkan oleh nutrisi dan anemia pada penyakit kronis. Peningkatan risiko pada anemia berhubungan dengan beberapa faktor antara lain dengan penggunaan sumber air sebagai air minum, kehamilan, infeksi malaria pada saat kehamilan, variabel dari jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga, pendapatan rumah tangga dalam setiap bulan, riwayat infeksi parasit pada pencernaan, durasi menstruasi, dan indeks masa tubuh sesuai dengan usia. Risiko pada anemia defisiensi zat besi berhubungan signifikan (P= 0.05) dengan menikah pada usia muda (19 tahun) dan paritas yang lebih tinggi, riwayat keluarga yang memiliki anemia defisiensi zat besi dan frekuensi konsumsi daging yang tidak rutin. Semua faktor risiko yang teridentifikasi perlu dipertimbangkan dalam menentukan strategi pencegahan dan pengendalian anemia pada wanita usia subur. Kata Kunci: anemia, wanita usia subur, faktor risiko, pencegaha

    RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING KEKERUHAN DAN TDS BERBASIS INTERNET OF THINGS

    Full text link
    Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung mengolah air sungai Way Kuripan sebagai baku air bersih. Hingga saat ini, pemantauan kekeruhan dan padatan terlarut (TDS) air baku untuk menentukan dosis koagulan dalam pengolahan air masih dilakukan secara konvensional. Sementara, kualitas fisik air baku bersifat fluktuatif, terutama dipengaruhi curah hujan. Akibatnya, seringkali dosis tidak cukup untuk proses koagulasi/flokulasi sehingga air olahan masih keruh. Penelitian bertujuan membuat prototype alat pengukur kekeruhan dan TDS berbasis Internet of Things dengan sistem sensor. Alat dikembangkan menggunakan microcontroller ATMega-328P, sensor kekeruhan TS-300B, sensor TDS ESP-8266, dan modul SIM-800L V.2. Prinsip kerja alat dengan menangkap nilai kekeruhan dan TDS oleh sistem sensor, selanjutnya data diolah oleh microcontroller dan diteruskan melalui Modul SIM800L V.2 ke penerima (smartphone/PC) melalui jaringan internet. Hasil penelitian mendapatkan tingkat akurasi yang tinggi pada pengukuran kekeruhan (96,89%) dan TDS (97,55%). Analisis statistik tidak menunjukkan perbedaan hasil pengukuran antara prototype dengan alat ukur standar pada kedua parameter (p-value>0,05). Sedangkan kecepatan transfer data selama 30 detik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prototype mampu memberikan hasil pengukuran kekeruhan dan TDS secara valid, berbiaya murah, dan real time

    EVALUASI SISTEM PROTEKSI AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN JIWA PADA HOTEL X DI KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Hotel termasuk dalam gedung bertingkat yang berpotensi mengalami kebakaran karena material yang ada dalam bangunan rawan terhadap penjalaran api. Karakteristik penghuni hotel juga sangat beragam karena berasal dari berbagai kalangan usia, kondisi fisik, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan tentang kebakaran yang berbeda. Sistem pendeteksian merupakan komponen awal yang penting untuk pengamanan bahaya kebakaran. Prioritas selanjutnya adalah menyelamatkan penghuni dari asap kebakaran, karena sebagian besar penyebab kematian adalah asap kebakaran. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan sistem proteksi aktif kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa sebagai upaya pencegahan dari bahaya kebakaran. Penelitian ini merupakan evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis penelitian ini meliputi detektor, alarm, sprinkler, APAR, hidran, sarana jalan keluar, pintu dan tangga darurat, tempat berhimpun, dan lampu darurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penerapan sistem proteksi aktif kebakaran adalah 65,67% dengan kategori cukup dan persentase penerapan untuk sarana penyelamatan jiwa adalah 75,50% dengan kategori cukup. Hasil penilaian penerapan ini diperoleh dengan membandingkan kondisi aktual lapangan dengan ketentuan dari standar yang berlaku. Pihak hotel diharapkan mampu memperbaiki komponen yang rusak dan melakukan pemeliharaan pada komponen yang masih dalam kondisi baik agar tidak mengalami kerusakan dan dapat diandalkan

    GAMBARAN AKREDITASI PUSKESMAS INDONESIA BERDASARKAN DATA SEKUNDER DARI RISET FASILITAS KESEHATAN 2019

    No full text
    Kebijakan akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama berperan memastikan pemerataan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Sejak 2015, belum ada kajian mengeksplorasi capaian akreditasi Puskesmas seluruh provinsi Indonesia. Penelitian bertujuan mengetahui gambaran akreditasi Puskesmas Indonesia dan mengidentifikasi determinan dari karakteristik Puskesmas. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Riset Fasilitas Kesehatan 2019. Sebanyak 8.543 Puskesmas memenuhi kriteria untuk dianalisis. Uji Chi-Square untuk menilai hubungan karakteristik Puskesmas dengan status akreditasi. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar Puskesmas memiliki layanan rawat inap (56,72%), terletak di desa (48,58%), telah terakreditasi (79,19%), memiliki predikat madya akreditasi (56,07%), dan non BLUD (68,14%). Penelitian ini menjelaskan adanya hubungan kemampuan pelayanan, kategori wilayah, pola pengelolaan keuangan dengan status akreditasi Puskesmas. Penelitian ini menyimpulkan kebijakan akreditasi fasilitas kesehatan tingkat pertama belum terlaksana secara menyeluruh di Puskesmas Indonesia. Oleh karena itu perlu optimalisasi peran Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam memberikan pendampingan akreditasi terutama Puskesmas dengan karakteristik memiliki layanan rawat jalan, daerah terpencil, dan non BLUD

    ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT ARSEN, TIMBAL, DAN MERKURI PADA MAKANAN DI WILAYAH KOTA SURABAYA DAN KABUPATEN SIDOARJO JAWA TIMUR

    Full text link
    Makanan merupakan sumber energi untuk menunjang aktivitas manusia. Selain memberikan dampak positif, makanan dapat menimbulkan dampak negatif yaitu penyakit yang disebabkan oleh makanan (food borne disease). Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo merupakan kota/kabupaten di Jawa Timur yang memiliki wilayah pesisir dan industri yang cukup banyak. Kontribusi limbah industri lebih besar mencemari lingkungan dengan logam berat. Logam berat yang terakumulasi dalam tubuh jika melebihi batas maksimum dapat menyebabkan terganggunya fungsi jaringan, organ, kerusakan otak sampai kematian. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat arsen, timbal, dan merkuri serta batas aman kandungan yang dapat dikonsumsi manusia. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan menganalisis hasil uji cemaran logam berat pada makanan. Sampel makanan terdiri dari 16 sampel untuk tiap uji cemaran logam berat arsen, timbal, dan merkuri. Hasil dari penelitian ini tidak ada makanan yang mengandung logam berat arsen. Makanan yang mengandung timbal adalah terasi dengan kadar timbal sebanyak 0,005-0,01 ppm. Makanan yang mengandung merkuri adalah kerang dan keong sawah dengan kadar merkuri sebanyak 0,005 ppm. Hasil pengujian makanan yang mengandung cemaran logam berat dapat berasal dari bahan baku, habitat, dan adanya pembuangan limbah industri di daerah aliran sungai. Kesimpulan penelitian adalah semua sampel makanan negatif mengandung arsen namun positif mengandung timbal dan merkuri di bawah batas aman kandungan logam berat, sehingga masih aman untuk dikonsumsi manusia. Saran yang dapat diberikan adalah pemerintah perlu melakukan kajian lebih lanjut terhadap makanan yang mengandung logam berat. Selain itu, pengawasan peredaran makanan perlu partisipasi aktif masyarakat untuk dapat meminimalkan terjadinya terjadinya pencemaran logam berat pada makanan

    312

    full texts

    348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IKESMA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇