348 research outputs found

    HUBUNGAN PERILAKU EMOTIONAL EATING, ASUPAN ENERGI DAN BEBAN KERJA DENGAN GEJALA STRES SAAT MENYUSUN SKRIPSI PADA MAHASISWA S1 KESEHATAN MASYARAKAT STIKES WIDYA DHARMA HUSADA TANGERANG

    Full text link
    Tekanan stres yang berbahaya, menakutkan, menjengkelkan, dan tidak terkendali yang dihasilkan dari ketidaksesuaian antara keadaan yang diinginkan dan harapan, ketika ada kesenjangan antara tuntutan lingkungan dan kemampuan individu untuk memuaskannya. Stres akademik memengaruhi antara 38% dan 71% siswa di seluruh dunia, dan antara 39% dan 61,3 persen siswa Asia. Antara 36,7% dan 71,6% siswa Indonesia melaporkan merasa kewalahan dengan tugas sekolah. Tujuan umum penelitian ini adalah mengetahui hubungan perilaku emotional eating, asupan makan berlebih dan beban kerja dengan gejala stres saat menyusun skripsi pada mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Widya Dharma Husada Tangerang. Jenis penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2021 menggunakan total sampling, dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 97 responden mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian terdapat hubungan antara perilaku emotional eating dengan gejala stres (p=0,001, r=-0,391), asupan makan berlebih dengan gejala stres (p=0,001, r=0,544), beban kerja dengan gejala stres (p=0,001, r=0,465. Dari Hasil Penelitian ini diharapkan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi dapat mengelola tingkat stress dan mengontrol emotional eating, agar tidak terjadi masalah yang lebih berat lagi seperti kejadian obesitas atau kekurangan gizi

    SARI BENGKUANG JAMBU BIJI SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN FUNGSIONAL UNTUK KONTROL KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II

    Full text link
    Diabetes melitus meningkatkan jumlah angka kematian di Indonesia. Pencegahan diabetes mellitus dapat dilakukan dengan terapi komplementer dari pangan lokal yang mempunyai manfaat fungsional, dapat menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian sari bengkuang jambu biji sebagai alternatif pangan fungsional untuk mengontrol kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II. Penelitian quasi experiment dengan desain pretest posttest with control group, jumlah 34 orang yang diambil secara purposive sampling, lalu dibagi 2 kelompok yaitu 17 orang diberikan sari bengkuang jambu biji 200 mL/ hari dan 17 orang diberikan sari bengkuang 200 ml/hari selama 7 hari. Data di analisis dengan uji Paired Sample T-test dan uji Independent Sample T-test. Rata-rata perubahan kadar glukosa darah pada kelompok yang diberikan sari bengkuang jambu biji sebesar 39,69 mg/dL dan pada kelompok yang diberikan sari bengkuang sebesar 37,62 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan kedua kelompok terdapat perbedaan yang bermakna antara rata-rata kadar glukosa darah  awal dan akhir (p<0,05),  kelompok yang diberikan sari bengkuang dan jambu biji lebih besar dibanding yang diberikan sari bengkuang. Perbedaan rerata penurunan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe II, setelah pemberian sari bengkuang jambu biji lebih besar dibanding dengan pemberian sari bengkuang saja

    PENGARUH MASA KERJA DAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI TERHADAP HIPERTENSI DAN GEJALA DIABETES MELLITUS PADA PEKERJA PENAMBANGAN TIMAH

    Full text link
    Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan kawasan penambangan timah terbesar di Indonesia yang sebagian besar penduduk bekerja sebagai penambang timah. Aktivitas penambangan menyisakan logam berat yang dapat masuk ke dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan penyakit hipertensi dan DM. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor masa kerja dan pemakaian APD terhadap penyakit hipertensi dan gejala DM pada pekerja penambangan timah di Pulau Bangka. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, dilakukan di 3 kabupaten/kota dengan 7 (tujuh) titik penambangan, melibatkan 43 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Variabel bebas adalah masa kerja dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD). Variabel terikat adalah hipertensi dan gejala DM. Hubungan antar variabel diuji dengan uji korelasi Spearman, sedangkan pengaruh antar variabel diuji menggunakan regresi logistik. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara variabel masa kerja dengan hipertensi (p value=0,029) dan dengan gejala DM yang dirasakan pekerja tambang (p value=0,026). Tidak ada hubungan yang signifikan antara pemakaian APD dengan kedua variabel terikat; hipertensi (p value = 1,000) dan gejala DM yang dirasakan (p value = 0,467). Variabel masa kerja berpengaruh secara signifikan terhadap hipertensi (p value = 0,032), sedangkan pemakaian APD tidak berpengaruh terhadap timbulnya hipertensi. Variabel masa kerja dan jumlah APD, keduanya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap timbulnya gejala DM. Diskusi dan Kesimpulan: Variabel yang berpengaruh terhadap hipertensi dan gejala Diabetes Mellitus pada para pekerja tambang adalah lama bekerja, sedangkan pemakaian APD tidak. Temuan lain dalam penelitian ini adalah APD yang digunakan oleh semua pekerja tambang belum sesuai dengan standar keselamatan dan kesehatan kerja. Disarankan bagi pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk lebih memperhatikan kelengkapan dan penggunaan APD sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 SOPIR TRUK EKSPEDISI DI MASA ADAPTASI KEBIASAAN BARU

    Full text link
    Perilaku kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru merupakan upaya penting yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk memutus rantai penularan Covid-19, khususnya bagi individu yang memiliki risiko penularan tinggi seperti sopir truk ekspedisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan perilaku kesehatan sopir truk ekspedisi dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di masa adaptasi kebiasaan baru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota sopir truk ekspedisi Komunitas Driver Laros Banyuwangi (KDLB) dengan sampel sebesar 54 sopir. Data primer penelitian ini berupa hasil wawancara dengan kuesioner tertutup dan observasi serta data sekunder berupa dokumen keanggotaan KDLB. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan terakhir (p-value 0,119), lama kerja (p-value 0,295), rute kerja (p-value 0,296), dan ketersediaan sarana dan prasarana (p-value 0,574) tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19, sedangkan umur (p-value 0,013), pengetahuan (p-value 0,000), dan sikap (p-value 0,041) memiliki hubungan dengan perilaku pencegahan penularan Covid-19. Dinas Kesehatan diharapkan mampu memberikan informasi secara langsung melalui sosialisasi maupun tidak langsung melalui media promosi kesehatan yang disebarluaskan. Sopir truk ekspedisi juga diharapkan mampu menerima dan aktif mencari informasi terpercaya terkait Covid-19

    NIAT PENGHENTIAN AKSES PORNOGRAFI PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH

    Full text link
    Pornografi menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada remaja yang berdampak terhadap kerusakan otak, konsep diri, kesehatan mental dan perilaku seksual pranikah. Niat menjadi indikator kemauan remaja untuk berhenti mengakses pornografi. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan niat penghentian akses pornografi disertai faktor latar belakang individu, sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan pada remaja di Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan utama pada penelitian ini sebanyak 5 orang yang dipilih dengan metode snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan informan utama didominasi remaja laki-laki, rata-rata berusia 19-23 tahun, bergama Islam, sedang menempuh pendidikan SMA dan kuliah. Pengetahuan informan tentang pornografi dan perilaku seksual pranikah tergolong rendah. Informan mengenal pornografi sejak SD dan SMP. Seluruh informan menggunakan handphone untuk mengakses pornografi dengan jenis video. Informan pernah berfantasi adegan seksual, pegangan tangan, masturbasi, ciuman kering dan basah kepada pacar. Sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dirasakan berpengaruh terhadap niat informan untuk berhenti mengakses pornografi. Semua informan telah mempunyai niat untuk berhenti mengakses pornografi tetapi sebagian besar tingkatannya masih tergolong rendah

    PERSEPSI BODY IMAGE DAN STATUS GIZI PADA REMAJA

    Full text link
    Status gizi remaja dapat dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya adalah body image. Body image dapat terjadi karena persepsi yang cenderung menilai ukuran tubuhnya lebih besar dari ukuran sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Penelitian ini dilaksanakan di MAS Amaliyah Medan pada tahun 2021 dengan desain penelitian yang digunakan cross-sectional study. Populasinya adalah seluruh siswa/i SMA yang berjumlah 425 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proportionate stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 90 responden. Kriteria sampel yaitu siswa/i yang berusia 14-18 tahun per bulan Agustus dan per bulan September, siswa/i dari tingkat kelas I, II dan III dan siswa/i yang tidak absen saat penelitian. Persepsi body image diukur menggunakan kuesioner BSQ sedangkan status gizi diukur menggunakan timbangan digital dan microtoise yang kemudian dihitung menggunakan rumus IMT. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan karakteristik variabel body image dan status gizi, bivariat untuk melihat hubungan antara body image dan status gizi menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 75,6% remaja memiliki persepsi body image positif dan sebagian besar status gizi remaja dalam kategori normal sebanyak 38,9%. Hasil uji diperoleh nilai P-value = 0,011 < 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi body image dengan status gizi remaja usia 14-18 tahun. Disimpulkan bahwa body image dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja. Disarankan bagi remaja agar lebih memperhatikan pola makannya, merubah persepsi buruk tentang tubuhnya dan melakukan pemantauan status gizinya

    PENGARUH LINGKUNGAN FISIK RUMAH DAN PERILAKU TERHADAP KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU BTA POSITIF: SEBUAH STUDI KASUS KONTROL

    Full text link
    Tuberkulosis adalah penyakit menular yang dikarenakan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih menjadi problematika kesehatan dimana 3 tahun belakangan diketahui yaitu tahun 2018 sebanyak 74 kasus, tahun 2019 sebanyak 60 kasus dan tahun 2020 sebanyak 77 kasus di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh antara lingkungan fisik rumah (pengaruh jenis lantai, jenis dinding, luas dari ventilasi, kepadatan penghuni) dan perilaku (kebiasaan tidak sehat seperti merokok, tidak membuka jendela serta tidak menjemur peralatan tidur) terhadap kejadian Tuberkulosis Paru BTA Positif di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol dengan populasi adalah pasien yang menderita penyakit TB Paru BTA Positif pada bulan Januari-Agustus tahun 2021. Total sampel adalah 62 yang terdiri dari 31 kasus dan 31 kontrol dengan teknik kasus ditambah kontrol. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi, pengukuran, dan kuesioner. Data dianalisis dengan analisis bivariat (dengan menggunakan uji chi-square) dan multivariat (dengan menggunakan regresi logistik berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa terdapat pengaruh signifikan antara ventilasi (p=0,022, OR=3,870, 95%CI=1,341-11,172), kebiasaan merokok (p=0,042, OR=3,325, 95%CI=1,171-9,442) dan kebiasaan membuka jendela (p=0,028, OR=4,282, 95%CI=1,303-14,078) terhadap kejadian TB Paru BTA Positif. Tidak ada pengaruh antara jenis lantai (p=0,671 OR=2,148, 95%CI=0,364-12,693), jenis dinding (p=0,533, OR=1,809, 95%CI=0,518-6,315), kepadatan hunian (p=0,506, OR=1,969, 95%CI=0,512-7,563) dan kebiasaan menjemur peralatan tidur (p=0,786, OR=1,344, 95%CI= 0,462-3,916) terhadap kejadian TB Paru BTA Positif. Disarankan kepada instansi kesehatan UPTD Puskesmas Puuwatu untuk rutin melakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat mengenai rumah sehat dan selalu berperilaku hidup bersih dan sehat

    GAMBARAN HIGIENE SANITASI, ESCHERICHIA COLI, DAN METHANYL YELLOW PADA JAMU GENDONG DI KECAMATAN PANJI KABUPATEN SITUBONDO

    No full text
    Cara pembuatan jamu gendong pada umumnya kurang memperhatikan higiene dan sanitasi yang dapat meningkatkan penularan penyakit bawaan makanan (foodborne disease). Diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli merupakan salah satu gangguan yang disebabkan oleh foodborne diseases. Mmewarnai berbagai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran higiene sanitasi, Escherichia coli, dan penggunaan Methanyl yellow pada jamu gendong di Kecamatan Panji Situbondo. Metode Penelitian: Desain penelitian ini adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan selama bulan Agustus 2021 di Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh. Hasil dan Pembahasan: Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar penjamah jamu di Kecamatan Panji Situbondo (87,5%) memiliki skor higiene dan sanitasi yang baik. Escherichia coli ditemukan pada 1 sampel saja dengan jumlah 4,2 koloni/ml. Jumlah tersebut masih memenuhi batas syarat aman yaitu tidak melebihi 10 koloni/ml. Seluruh sampel (100%) negatif Methanyl yellow. Masuknya Escherichia coli ke dalam jamu gendong dalam penelitian ini disebabkan oleh debu pada air bilasan, tidak mencuci tangan, dan tidak memakai masker. Kesimpulan: Sebagian besar penjamah jamu memiliki nilai higiene dan sanitasi yang baikHarus ada pelatihan untuk meminimalisir masuknya Escherichia coli

    EFEKTIVITAS PROGRAM LATIHAN CORE STABILITY TERHADAP DAYA TAHAN CORE MUSCLE PADA PERSONEL DAMKAR

    Full text link
    \Personel pemadam kebakaran (Damkar) dituntut memiliki level kebugaran jasmani di atas rata-rata, untuk menunjang performa di lapangan serta meminimalisir terjadinya cedera. Salah satu komponen kebugaran jasmani yang penting untuk personel pemadam kebakaran adalah daya tahan core muscle. Tujuan penelitian untuk mengetahui ada efektivitas program latihan core stability (PLCS) terhadap peningkatan daya tahan core muscle pada personel damkar. Metode penelitian Quasi Experimental: One Group Pre-test Post-test Design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive. Program latihan core stability (PLCS) terdiri dari full plank, side plank alternate, dan single leg bridge diberikan sebanyak 30 sesi latihan, dilakukan 5 kali per minggu, dengan intensitas 65% s.d. 85% dari Denyut Nadi Maksimal, prinsip latihan progressive overload, instrumen penelitian plank test. Penelitian menghasilkan peningkatan daya tahan core muscle menunjukkan kenaikan rata-rata nilai tes Δ149,5 detik, nilai t hitung -4,699, dan signifikansi 2-tailed 0,002 < 0,05. Simpulan penelitian ini program latihan core stability (PLCS) mampu meningkatkan daya tahan core muscle pada personel damkar

    PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KELOR TERHADAP KADAR ZAT BESI, KALSIUM, DAN DAYA TERIMA PADA DAWET

    Full text link
    Ibu hamil memiliki kebutuhan gizi yang lebih besar karena kehamilan merupakan masa tumbuh kembang janin. Pemenuhan zat gizi makro dan mikro penting bagi ibu hamil, salah satu pemenuhan zat gizi mikro pada ibu hamil adalah memodifikasi dawet dengan ditambahkan tepung daun kelor untuk memenuhi asupan zat besi serta kalsium ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung daun kelor terhadap kandungan kalsium, zat besi, dan daya terima pada dawet dalam pencegahan anemia defisiensi besi gizi besi pada ibu hamil. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian eksperimen dengan Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Posttest Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol (X0), penambahan tepung daun kelor sebesar 10% (X1), 15% (X2), dan 20% (X3). Kadar besi dianalisis dengan spektrofotometri serapan atom kalsium (AAS) menggunakan metode permanganometri dan uji penerimaan menggunakan skala hedonik. Data besi dan kalsium diperoleh dari hasil pengujian dianalisis dengan uji One-Way Anova dan daya terima diuji dengan menggunakan uji Friedman dan uji Wilcoxon Sign-Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dawet dengan penambahan tepung daun kelor meningkatkan konsentrasi besi dan kalsium dan mempengaruhi daya terima terhadap rasa(p<0,05). Penambahan 20gram (X3) bubuk daun kelor memiliki kandungan zat besi dan kalsium yang tertinggi. Dawet pada kelompok perlakuan X2 merupakan produk yang direkomendasikan karena merupaka produk yang paling disukai oleh panelis dan telah memenuhi persyaratan PMT dan Kecukupan Gizi (AKG). Secangkir Dawet 15 gram dengan penambahan 15% (X2) serbuk daun kelor mengandung 5,4 mg zat besi dan 332,88 mg kalsium. 3-5 cangkir sehari sudah mencukupi kebutuhan zat besi dan kalsium harian ibu hamil usia 19-49 tahun. Saran agar Dawet Moringa dapat dijadikan alternatif minuman lokal sehat untuk ibu hamil

    312

    full texts

    348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IKESMA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇