348 research outputs found

    FAKTOR PELAKSANAAN DESA TANGGUH DI DESA MAREDAN KABUPATEN SIAK

    Full text link
    Peraturan dalam negeri Nomor 03 tahun 2020, desa melakukan upaya untuk menghadapi Covid-19 dengan mendirikan Satuan Tugas di setiap desa, yang merupakan bagian dari Satuan Tugas penanganan Covid-19 di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Anggaran untuk kegiatan ini akan disesuaikan dengan kewenangan desa dan tidak akan bertentangan dengan program atau kegiatan yang telah dibiayai melalui APBN atau APBD. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor pelaksanaan desa tangguh di Desa Maredan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik sebagai jenis penelitian. Pengumpulan data menggunakan survey.  Sampel penelitian adalah 192 orang yang merupakan masyarakat di Desa Maredan dengan teknik proportional sampling. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2021. Pengolahan data dilakukan dengan menganalisis menggunakan metode uji univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara pelaksanaan sosialisasi (p = 0,0005), pencegahan Covid-19  (p = 0,001), pemberian bantuan langsung tunai (Ï = 0,0005), keaktifan keamanan desa (Ï = 0,0005) dan pelaksanaan sterilisasi ditempat umum (p = 0,0005) dengan pelaksanaan desa tangguh. Simpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan desa tangguh berhubungan dengan  sosialisasi, pencegahan Covid-19, pemberian bantuan langsung tunai, keaktifan keamanan desa dan pelaksanaan sterilisasi ditempat umum. Masyarakat Desa Maredan diharapkan untuk secara lebih cermat memilih informasi yang mereka terima, sehingga pengetahuan mereka tentang implementasi desa tangguh dapat meningkat dan kekhawatiran mereka terhadap isu-isu seputar covid-19 dapat berkurang

    PREVENTION COMPLIANCE FACTOR ANALYSIS AND CONTROL OF NOSOCOMIAL INFECTIONS IN HOSPITALS

    Full text link
    Nosocomial infections were infections that occurred in the hospital environment. A person was said to have a nosocomial infection if the infection occurred while undergoing treatment in the hospital. Nosocomial infections could occur in patients, nurses, doctors, and hospital workers or visitors. To prevent nosocomial infections, namely stopping the transmission method by increasing staff compliance and equipment maintenance procedures, decontamination, cleaning, and sterilization of the tools used, or high-level disinfection had to be considered before the equipment was used to carry out maintenance actions. If a nosocomial infection occurred, it impacted the length of treatment days due to comorbidities during hospitalization. Nosocomial infections had to be avoided and prevented in patient care in hospitals with a target of zero cases, one of the efforts was through staff compliance. Considering the risk of nosocomial infections, a compliance review of care workers was carried out. This study aimed to analyze compliance with the prevention and control of nosocomial infections in one hospital in West Nusa Tenggara Province. The method in this research was quantitative survey research with a cross-sectional approach. The research population was all nurses who worked in inpatient treatment rooms. By using a simple random sampling technique, a large sample of 50 nurses was obtained in this study. Chi-Square and Logistic Regression analysis were conducted using SPSS. The research results showed that there was a significant relationship between the factors education, knowledge, supervision, infrastructure, and management support on officer compliance. The dominant factor was found in the availability of infrastructure

    PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA

    Full text link
    Gastritis atau maag merupakan suatu kondisi mukosa lambung meradang yang prevalensi tinggi di Indonesia dengan angka kasus yang signifikan, seperti di Jakarta Timur mencapai 94.495. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada mahasiswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan sampel dilakukan melalui metode simple random sampling dengan responden sejumlah 110 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diisi secara online, sementara analisis data dilakukan dengan menerapkan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian gastritis pada populasi sebanyak 55,45% dan terdapat pengaruh antara pola makan dan kejadian gastritis pada mahasiswa, dimana mahasiswa yang memiliki pola makan tidak sehat akan beresiko 44,8 kali terjadi gastritis dibandingkan mahasiswa yang memiliki pola makan sehat (p value= 0,00; OR= 44,8; CI=14,2 – 141,3). Penting bagi mahasiswa memahami bahwa pola makan yang seimbang dan disertai dengan jenis makanan yang tepat dapat berkontribusi pada kesehatan yang optimal

    ANALYSIS OF FACTORS CAUSED BY PATIENT COMPLAINTS AT PUYUNG HEALTH CENTER

    Full text link
    One of the issues that health facilities, including community health centers, had to address was patient complaints. Therefore, the aim of this research was to analyze the factors that caused patients to complain at the Puyung Health Center. To identify these causal factors, several hypothetical variables were used, such as patient perceptions, facilities and infrastructure, service procedures, officer competency, and officer discipline. The research design employed was analytical-observational, using a cross-sectional approach. The sample in the study consisted of 94 patients. The instrument in this research was a questionnaire for each variable. The data were then analyzed using bivariate analysis (crosstab) to determine the relationship between the independent and dependent variables and a multivariate logistic regression test to identify the independent variables that caused patient complaints. The results of the research revealed that there was an individually significant relationship between patient complaints and patient perceptions, facilities and infrastructure, service procedures, officer competence, and officer discipline. In addition, information was obtained that service procedures were the dominant factor that significantly caused patient complaints at the Puyung Community Health Center

    PENGARUH TINGKAT KEPEMIMPINAN DAN TINGKAT STRES TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT DAERAH KABUPATEN NGANJUK 2023

    Full text link
    Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi yang tertuang dalam strategi planning suatu organisasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan melalui tingkat stres terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Nganjuk. Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif observasional dengan pendekatan cross sectional dengan fokus penelitiannya diarahkan untuk akan menganalisis pengaruh kepemimpinan melalui tingkat stres terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Nganjuk. Jumlah populasi sejumlah 146 responden dan sampel sebanyak 107 responden yang diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Hasil temuan didapatkan bahwa pengaruh kepemimpinan terhadap tingkat stres p-value 0,409. Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja dengan p-value 0,000. Pengaruh tingkat stres terhadap kinerja dengan p-value 0,017. Berdasarkan hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa nilai p-value 0,471 > 0,05, sehingga hasil tersebut tidak cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa tingkat stres bertindak sebagai mediator yang signifikan antara kepemimpinan dan kinerja, atau secara sederhana secara tidak langsung kepemimpinan melalui tingkat stres tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja perawat di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Nganjuk

    APAKAH STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN BERBEDA?

    Full text link
    Stigma terhadap ODHA dapat dipengaruhi oleh pengetahuan mengenai cara penularan HIV. Pada mahasiswa kesehatan mendapatkan informasi mengenai kesehatan dan HIV/AIDS melalui perkuliahan dan organisasi mahasiswa dibandingkan pada mahasiswa non kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan stigma terhadap ODHA pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tahun 2019 dengan populasi seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta sejumlah 21.617 mahasiswa yang terbagi menjadi kesehatan dan non kesehatan. Sampel penelitian sebanyak 400 mahasiswa yang terdiri dari 200 mahasiswa kesehatan dan 200 mahasiswa non kesehatan yang diambil menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil analisis data menggunakan Uji T Dua Sampel Bebas (Independent Sample T Test) diperoleh nilai p-value 0,249 (p-value> 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan stigma terhadap ODHA pada mahasiswa kesehatan dan bukan kesehatan di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pada mahasiswa baik kesehatan dan non kesehatan masih memiliki stigma terhadap ODHA.  Mahasiswa masih memiliki stigma karena masih belum memahami mengenai cara penularan HIV sehingga mahasiswa disarankan untuk lebih aktif mencari informasi tentang HIV/AIDS melalui sosial media dan organisasi kampus yang bergerak di bidang pencegahan HIV dan pengurangan stigma pada ODHA

    PENGARUH LOYALITAS BRAND TRUST DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN BATITA PENGGUNA DIAPERS TERHADAP KEJADIAN DIAPER RASH DI KOMUNITAS GENDONGAN ERGONOMIS AE BABYWEARER DI KARESIDENAN MADIUN

    Full text link
    Batita memiliki masalah yang rentan terutama pada kulit. Penggunaan diapers pada batita perlu diperhatikan karena dapat menghasilkan beberapa konsekuensi negatif, termasuk salah satunya adalah diaper rash. Timbulnya diaper rash (ruam popok) karena pemakaian diaper yang tidak tepat, antara lain pemakaian terlalu lama,bayi pemakai diaper intoleran terhadap bahan diaper dan faktor –faktor lain pencetus terjadinya diaper rash. Maka perlunya pengetahuan Ibu dalam pemilihan diapers dan loyalitas serta kepercayaan konsumen terhadap diapers merek tertentu dapat mengurangi kejadian diaper rash. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh loyalitas brand trust dan pengetahuan ibu dengan batita pengguna diapers terhadap kejadian diaper rash di Komunitas Gendongan Ergonomis AE Babywearer di Karesidenan Madiun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Sampel pada penelitian ini adalah Ibu yang memiliki anak balita yang menggunakan diaper di komunitas gendongan ergonomis AE babywearer di Karesidenan Madiun. Penelitian ini mengumpulkan data dengan menggunakan kuesioner dan Analisa data menggunakan uji regresi. Terdapat pengaruh signifikan  loyalitas trust brand secara langsung terhadap kejadian diapers rash. Hal ini menunjukan dengan diperoleh nilai dari Uji Parsial (Uji-t) menghasilkan nilai sebesar 0,205 dengan nilai signifikansi sebesar 0,839; Ada pengaruh signifikan pengetahuan pada Ibu mengenai diapers secara langsung terhadap kejadian diapers rash. Hal ini menunjukan dengan diperoleh nilai dari Uji Parsial (Uji-t) menghasilkan nilai sebesar 3,244 dan nilai signifikansi sebesar 0,003; Ada pengaruh signifikan loyalitas brand trust dan pengetahuan Ibu mengenai penggunaan diapers secara langsung terhadap kejadian diapers rash. Hal ini menunjukan dengan diperoleh nilai dari Uji Simultan (Uji-F) menghasilkan nilai sebesar 3.09 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000

    IMPLEMENTASI WATER, SANITATION, AND HYGIENE (WASH) KELUARGA BADUTA STUNTING DI WILAYAH PERTANIAN KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Intervensi Water, Sanitation and Hygiene (WASH) terbukti dapat menurunkan 860.000 kematian anak akibat kekurangan gizi salah satunya stunting. Karakteristik wilayah pertanian memiliki korelasi dengan kejadian stunting baik dari aspek sosio ekonomi maupun cemaran lingkungan dan penggunaan pestisida maupun pupuk. Kabupaten Jember dengan angka stunting tertinggi di Jawa Timur juga memiliki beberapa wilayah pertanian dengan stunting yang tinggi. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis impelementasi WASH pada keluarga baduta stunting di wilayah Pertanian Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian obervasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian  adalah anak usia 6 – 23 bulan kriteria utama  orang tua memiliki mata pencaharian sebagai petani. Teknik pengumpulan data dengan Proportionate Stratified Random Sampling dan dianalisis menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator WASH yang berkaitan dengan akses sumber air minum, pengolahan air, serta kebiasaan cuci tangan pada saat sebelum dan sesudah beraktivitas pada keluarga baduta stunting di wilayah pertanian sudah baik. Namun, indikator pengolahan sampah menunjukkan implementasi yang masih rendah karena kondisi tempat sampah yang tidak saniter, pengolahan secara dibakar serta tumpukan sampah yang menjadi tempat perkembang biakan rodent. Selain itu, akses jamban sehat juga masih rendah yang dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang melakukan praktik BABS ke sungai. Hasil statistik menunjukkan indikator WASH tidak secara signifikan berhubungan dengan stunting. Satu indikator yang berkorelasi dengan kejadian stunting adalah banyaknya tikus yang berada di lokasi sampah. Implementasi WASH perlu dilakukan terutama intervensi program pengolahan sampah untuk mengurangi tempat perindukan rodent yang dapat berkorelasi dengan penyakit infeksi sebagai determinan stunting

    ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DERAJAT DRY EYE SYNDROME PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI SEKITAR KAMPUS UNDIP TEMBALANG, KOTA SEMARANG

    Full text link
    Ojek online merupakan alat transportasi masa kini yang juga menawarkan berbagai jenis layanan selain mengangkut penumpang. Pengemudi ojek online senantiasa bekerja di luar ruangan sehingga berisiko terpapar oleh polusi udara, angin, iklim kering dan panas. Paparan tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan mata, salah satunya adalah dry eye syndrome (DES) atau sindrom mata kering. DES merupakan kondisi berkurangnya fungsi air mata yang menyebabkan permukaan mata tidak dapat dilumasi oleh air mata. Penelitian ini akan menganalisis hubungan beberapa faktor terhadap kejadian DES pada pengemudi ojek online di sekitar kampus Universitas Diponegoro Semarang.  Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis observasional analitik yang memiliki desain studi cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pengemudi ojek online aktif dengan sampel yang diambil sebanyak 54 orang. Variabel yang akan diteliti adalah usia, durasi kerja, masa kerja, penggunaan visor helm, serta derajat keluhan DES. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner untuk setiap variabel bebas dan kuesioner ocular surface disease index (OSDI) untuk mengukur derajat keluhan DES. Hasil analisis penelitian menggunakan uji statistik chi-square menunjukkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara faktor usia (p = 0,013), durasi kerja (p = 0,001), dan penggunaan visor helm (p = 0,001) dengan derajat keluhan DES pada pengemudi ojek online di sekitar kampus Universitas Diponegoro Semarang. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan derajat keluhan DES (p = 0,406). Penggunaan visor helm setiap berkendara dapat mengurangi paparan langsung dengan faktor lingkungan penyebab DES. Selain itu, penggunaan lubrikan/tetes mata dapat menangani gejala DES sementara

    HUBUNGAN CYBERSEX DENGAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA DI SMP NEGERI X KABUPATEN BANYUWANGI

    Full text link
    Remaja merupakan kelompok pengguna internet  terbanyak di Indonesia. Banyak hal yang bisa dilakukan remaja ketika menggunakan internet, termasuk cybersex. Cybersex didefinisikan sebagai penggunaan internet dengan tujuan melakukan berbagai aktivitas untuk memuaskan seksual seperti melihat gambar porno, melakukan obrolan seksual, dan sebagainya. Cybersex merupakan salah satu fenomena yang berkembang dalam masyarakat modern di seluruh dunia. Pada Saat ini, fenomena tersebut telah menjadi masalah yang penting di masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, khususnya remaja. Hal ini sangat erat hubungannya dengan perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi yang merupakan siswa aktif dengan jumlah 868 siswa dan jumlah sampel sebanyak 142 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi Kendalls tau-b. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (53,5%), mayoritas responden berada pada kategori remaja menengah 13–15 tahun (97,9%), sebagian besar responden melakukan cybersex pada kategori risiko rendah (84,5%) , dan perilaku seksual pranikah responden sebagian besar tergolong tidak berisiko (45,1%). Hasil uji korelasi Kendalls tau-b diperoleh nilai p (0,000), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara cybersex dengan perilaku seksual pranikah pada siswa SMP Negeri X Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan hasil Penelitian ini disarankan  agar orang tua dan guru memberikan pendidikan tentang seksualitas untuk mencegah siswa SMP melakukan cybersex dan perilaku seksual pranikah

    312

    full texts

    348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IKESMA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇