IKESMA
Not a member yet
348 research outputs found
Sort by
PENGARUH EDUKASI TEMAN SEBAYA TERHADAP PENGETAHUAN POLA MAKAN GIZI SEIMBANG DI PONDOK PESANTREN PUTRI SABILURROSYAD GASEK KOTA MALANG
Indonesia termasuk ke dalam negara dengan tingkat permasalahan gizi yang tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mengungkapkan bahwa prevalensi status gizi (IMT/U) pada remaja usia 13-15 tahun di Provinsi Jawa Timur sebanyak 1,5% sangat kurus; 5,7% kurus; 73,5% normal; 13,3% gemuk; dan 6% obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh edukasi teman sebaya terhadap pengetahuan pola makan gizi seimbang di Pondok Pesantren Putri Sabilurrosyad Gasek Kota Malang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan pre-experimental design. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 47 santriwati. Intervensi pada penelitian berfokus untuk meninjau keterkaitan metode edukasi teman sebaya terhadap pengetahuan pola makan gizi seimbang santriwati. Hasil analisis data menggunakan uji paired sample t test dengan α = 0,05, didapatkan bahwa hampir seluruh responden (82,98%) memiliki pengetahuan kategori baik dan sebagian kecil responden (17,02%) memiliki pengetahuan kategori cukup dengan p value sebesar 0,000. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang bermakna dari edukasi teman sebaya terhadap perubahan pengetahuan santriwati
ANALISIS KONSUMSI ENERGI LISTRIK DAN UPAYA MITIGASI PERUBAHAN IKLIM PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2024
Perubahan iklim kerap menjadi permasalahan yang krusial sampai saat ini. Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari konsumsi energi di rumah tangga, terkhususnya konsumsi energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis konsumsi energi listrik dan upaya mitigasi perubahan iklim pada mahasiswa Universitas Sumatera Utara tahun 2024. Jenis penelitian adalah survei yang bersifat deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif. Populasinya adalah mahasiswa S1 Universitas Sumatera Utara angkatan 2021 yang berasal dari Fakultas Rumpun Sains dan Teknologi yaitu 3.800 mahasiswa dengan total sampel 60 mahasiswa. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur konsumsi energi listrik dan perilaku mahasiswa terkait upaya mitigasi perubahan iklim. Data yang telah terkumpul, kemudian dianalisis statistik secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi listrik terbesar selama sebulan yaitu
1.245,93 kWh. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa 70% mahasiswa berpengetahuan baik, 75%
mahasiswa bersikap positif, dan sebanyak 78,3% mahasiswa bertindak tidak baik terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dalam konsumsi energi listrik. Disarankan kepada pemerintah terkhususnya Dinas Lingkungan Hidup untuk memberikan intervensi dalam konsumsi energi listrik dan memberikan sosialisasi tentang penggunaan energi baru dan terbarukan, serta kepada pihak Universitas Sumatera Utara agar dapat memaksimalkan Program Green Campus terkhusus pada penghematan energi listrik serta memberikan edukasi tentang upaya mitigasi perubahan iklim
LITERATURE REVIEW: DAMPAK PENINGKATAN PANAS DAN PULAU PANAS PERKOTAAN TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL
Urban Heat Island (UHI) atau fenomena pulau panas perkotaan, akibat dari urbanisasi yang pesat dan perubahan karakteristik permukaan kota, telah berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat, terutama di daerah perkotaan yang padat. UHI meningkatkan suhu perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah pedesaan, terutama saat terjadi gelombang panas, yang diperburuk oleh perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dampak kesehatan yang disebabkan oleh UHI dan peningkatan panas di perkotaan, termasuk gangguan kardiovaskular, pernapasan, psikosomatik, diabetes, hingga risiko kematian. Tinjauan sistematis dilakukan dengan menganalisis 20 artikel relevan melalui metode PRISMA, menekankan dampak pada morbiditas dan mortalitas di kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat dengan penyakit kronis. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu terkait UHI memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan paparan UHI yang tinggi. Selain itu, mitigasi melalui pengelolaan lahan hijau dan infrastruktur hijau-biru di perkotaan diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan. Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk menilai dampak UHI di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, mengingat iklim tropis yang lembap meningkatkan kerentanan terhadap paparan panas ekstrem
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESEDIAAN MASYARAKAT JABODETABEK TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DOSIS PENGUAT KEDUA
Pemerintah Indonesia berupaya mencapai kekebalan kelompok melalui program vaksinasi COVID-19. Kesediaan untuk menerima vaksinasi dosis penguat kedua perlu diteliti lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesediaan untuk menerima dosis penguat kedua vaksinasi COVID-19 di Jabodetabek, Indonesia. Penelitian sekat lintang ini menilai faktor-faktor termasuk: usia, pengeluaran, pendidikan terakhir, persepsi kesehatan fisik, komorbiditas, riwayat vaksinasi influenza, riwayat infeksi COVID-19, tingkat ketidaknyamanan setelah vaksinasi COVID-19 sebelumnya, kekhawatiran terhadap efek samping jangka panjang, persepsi perlindungan dari dosis vaksin COVID-19 sebelumnya, ketakutan terhadap COVID-19, pengetahuan mengenai COVID-19, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan kebersihan pribadi, kepercayaan terhadap vaksinasi COVID-19, sumber informasi, kepercayaan terhadap media sosial, verifikasi informasi, kesediaan membayar, pengetahuan dan penerimaan vaksinasi Indovac dan Inavac. Survei online dikirim melalui google form kepada orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih di Jabodetabek dari Februari hingga Maret 2023. Data dianalisis dengan uji Chi-square, Fisher exact, Mann-Whitney, dan Regresi Logistik. Dari 182 responden, 79% bersedia menerima vaksinasi COVID-19 dosis penguat kedua. Kesediaan berhubungan signifikan dengan pengeluaran per anggota keluarga (p=0,015), tigkat pendidikan terakhir (p<0,01), persepsi kesehatan fisik (p=0,043), riwayat vaksinasi influenza (p=0,003), dan riwayat infeksi COVID-19 (p=0,004). 54,9% bersedia membayar untuk dosis penguat kedua dan mayoritas responden tidak bersedia atau tidak mengetahui tentang vaksin Indovac dan Inavac. Mayoritas responden bersedia menerima dan membayar untuk dosis penguat kedua vaksin COVID-19. Pemerintah perlu meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama untuk vaksin buatan Indonesia sebagai dosis penguat vaksinasi COVID-19
HUBUNGAN BEBAN KERJA FISIK DAN DURASI ISTIRAHAT TERHADAP KELELAHAN OTOT TANGAN PADA PEKERJA PEMBUAT KULIT LUMPIA DI KELURAHAN KRANGGAN, SEMARANG
Kelelahan otot tangan merupakan kondisi otot-otot pada tangan yang mengalami penurunan daya tahan dan kekuatan akibat aktivitas fisik yang berat dan berkepanjangan. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kelelahan otot tangan yaitu faktor individu, pekerjaan, dan lingkungan. Pada kegiatan proses pembuatan kulit lumpia menghabiskan waktu 3-4 jam tiap satu adonan baskom dan para pekerja tidak memiliki waktu istirahat yang terjadwal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja fisik dan durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan pada pekerja pembuat kulit lumpia di Kelurahan Kranggan, Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel berjumlah 32 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pada pengukuran kelelahan otot tangan menggunakan Hand Dynamometer, pengukuran beban kerja fisik menggunakan pulse oximeter, dan durasi istirahat menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher Exact. Hasil uji Chi-Square dan uji Fisher Exact menunjukkan beban kerja fisik terhadap kelelahan otot tangan (p = 0,122) dan durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan (p = 0,021). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pekerja pembuat kulit lumpia di Kelurahan Kranggan, Semarang memiliki hubungan antara durasi istirahat terhadap kelelahan otot tangan, dan tidak ada hubungan antara beban kerja fisik terhadap kelelahan otot tangan
STUDI BIOAKUMULASI LOGAM BERAT PADA IKAN NILA SEBAGAI INDIKATOR KESEHATAN LINGKUNGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TERKONTAMINASI LIMBAH RUMAH SAKIT
Pencemaran logam berat akibat pembuangan limbah rumah sakit di daerah aliran sungai (DAS) menjadi salah satu ancaman utama bagi kesehatan lingkungan dan ekosistem perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat bioakumulasi logam berat pada ikan nila (Oreochromis niloticus) yang digunakan sebagai bioindikator pencemaran air di sungai yang terkontaminasi limbah rumah sakit. Sampel ikan nila dan air diambil dari 3 titik di sepanjang aliran sungai. Kandungan logam berat timbal (Pb) dianalisis menggunakan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila memiliki akumulasi logam berat yang signifikan, terutama pada organ daging, dengan konsentrasi yang lebih tinggi di stasiun II sebesar 0.25mg/L yang merupakan lebih dekat dengan sumber pencemaran. Konsentrasi logam berat pada ikan melebihi ambang batas yang ditetapkan oleh BPOM, FAO/WHO untuk ikan dan produk pangan laut sebesar 0.3 mg/kg, sehingga menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dan ekosistem, kemudian untuk stasiun I dan stasiun III masih berada pada batas toleransi yaitu 0.12 mg/L dan 0.09 mg/L. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengelolaan limbah rumah sakit yang lebih baik dan perlunya monitoring berkelanjutan terhadap kualitas air di DAS menggunakan bioindikator seperti ikan nila. Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada upaya perlindungan lingkungan dan pengambilan kebijakan terkait pengelolaan limbah berbahaya di perairan
PERBEDAAN BULLYING PADA SISWA DAN SISWI SEKOLAH DASAR NEGERI INPRES II WAENA DAN MUHAMMADIYAH ABEPURA
Sekolah merupakan tempat favorit terjadinya bullying di mana 25% kasus bullying terjadi pada siswa-i di tingkat Sekolah Dasar (SD) baik negeri maupun swasta. Penelitian ini melihat perbedaan kejadian bullying pada siswa-i SD Negeri Inpres II Waena dan SD Muhammadiyah Abepura. Cross sectional merupakan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini yang dilakukan selama lebih kurang dua bulan (22 Mei – 22 Juli 2024) di SD Negeri Inpres II Waena dan SD Muhammadiyah Abepura. Populasi pada penelitian ini adalah Siswa/I SD N Inpres II Waena dan SD Muhamadiyah Tahun Ajaran (TA) 2023/2024 sejumlah 987 orang, sedangkan sampel pada penelitian ini sejumlah 102 orang siswa/i SD N Inpres II Waena dan 102 siswa/i SD Muhamadiyah, di mana data diambil menggunakan kuesioner hasil adaptasi dari kuesioner Survei Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHR) dan Survei perundungan di Indonesia. Data dianalisis sampai dengan analisis bivariat (uji chi square) dan diolah menggunakan sotware STATA 14. Penelitian ini menemukan jika variabel jenis kelamin, usia pertama menjadi korban bullying serta saluran dan layanan bullying memiliki hubungan dengan kejadian bullying baik di SD N Inpres II Waena dan SD Muhamadiyah. Penelitian ini merekomendasikan: adanya tindakan komprehensif berupa mengadopsi program pendidikan tentang perilaku poditif dan keamanan sekolah
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE: Studi Kasus Di Kelurahan Kapas Madya Baru Puskesmas Gading Kota Surabaya Tahun 2024
Diarrhea is a condition of indigestion caused by bacteria and has the potential to become an Extraordinary Event in Indonesia that often results in death. Kapas Madya Baru Village as the highest rate incidence at Gading Helath Center and the latest data is 83 case. The purpose of this study was to analyze the relationship between clean and healthy living behaviors in the household with diarrheal disease in Kapas Madya Baru Village. This type of research was analytic observational with a Case-Control approach. The research was conducted at the Gading Health Center, Kapas Madya Baru Village. The population this study was 83 diarrhea cases while the samples were 46 cases. Data analysis used chi-squares and multiple linear regression. The results showed relationship between behavioral factors and clean and healthy living behaviors with p-value of 0.04. The implementation of Clean and Healthy Living in the household setting was significantly associated with diarrhea with p-value of 0.021. The conclusion showed that the implementation of clean and healthy living behavior in the Household was good, but needs to be improved on the Hand Washing With Soap. Suggestions for the Gading Health Center is expected to provide counseling through attractive media to the community regarding the importance of implementing PHBS in Household, especially the steps of HWWS as an effort to reduce the cases of diarrhea
FACTORS ASSOCIATED WITH THE ACTIVENESS OF POSYANDU CADRES IN THE WORKING AREA OF THE KEBUN HANDIL HEALTH CENTRE IN 2023
Cadres are an important element in every aspect of posyandu. The sustainability of posyandu is highly dependent on the main role of cadres. If the cadres are not active, the impact on the lack of monitoring of infant or toddler nutrition. This study aims to determine the factors associated with cadre activeness in the Kebun Handil Health Centre Working Area. Type of quantitative research with cross-sectional design. Sampling using random sampling with a sample size of 53 respondents. The analysis used was univariate and bivariate analysis with chi square test. The results showed there was a relationship between age (p=0.024), occupation (p=0.017), training (p=0.033), knowledge (p=0.024), motivation (p=0.032), facilities (p=0.031), and the role of health workers (p=0.047) with the activeness of posyandu cadres. Age, occupation, training, knowledge, motivation, infrastructure, the role of health workers and family support are associated with the activeness of posyandu cadres in the Kebun Handil Health Centre Working Area. It is expected for Puskesmas to have a partnership with the village of posyandu implementation to foster public awareness of the existence of the posyandu progra
ANALISIS PENGARUH BURNOUT SYNDROME TERHADAP KINERJA TENAGA KESEHATAN DAN NON- KESEHATAN DI PUSKESMAS KABUPATEN BONDOWOSO
Burnout Syndrome
merupakan permasalahan serius dalam bidang kesehatan karena dapat menurunkan kinerja petugas kesehatan dalam melakukan pekerjaan medis. Burnout syndrome sering dipengaruhi oleh faktor individual (individual effort), lingkungan kerja (work environment) dan usaha organisasi (organizational effort) Puskesmas memiliki dua tugas utama, yaitu memberikan pelayanan kesehatan personal dan pelayanan kesehatan masyarakat. Tugas tersebut dapat membebani tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas, sehingga dapat menimbulkan stres yang berkepanjangan akibat beban pekerjaan yang berat. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji dampak Burnout Syndrome pada kinerja para pegawai di Puskesmas di Bondowoso. Penelitian fokus mengenai pengaruh individual effort, work environment, organizational effort dan burnout syndrome kepada kinerja pegawai. Penelitian dilakukan di 5 puskesmas di Kabupaten Bondowoso menggunakan simple random sampling dan stratified random sampling dengan jumlah sampel yang diteliti 241 orang. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh individual effort terhadap kinerja pegawai. Individual factor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja dengan nilai ɑ 0,004 (ɑ kurang dari 5 % atau 0,05). Individual factormempengaruhi kinerja pegawai di Puskesmas Bondowoso