IKESMA
Not a member yet
348 research outputs found
Sort by
Pengaruh Edukasi Melalui Twitter Thread Terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Remaja di SMP Harjamukti Depok
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah pemberian edukasi Twitter thread. Desain penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental dengan tipe one group pretest-posttest design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 52 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu siswa-siswi aktif kelas 7 dan 8 di SMP Harjamukti, bisa membaca dan menulis, memiliki akses pada laptop, komputer atau ponsel (smartphone), memiliki akun Twitter dan bersedia menjadi responden penelitian. Responden diberikan edukasi tentang gizi seimbang melalui thread Twitter sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan diulang selama enam minggu. Data mengenai karakteristik individu dan pengetahuan gizi didapatkan melalui kuesioner. Pengumpulan kuesioner dilakukan pada sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pengetahuan gizi seimbang remaja sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Tidak terdapat hubungan antara perubahan pengetahuan gizi seimbang dengan perubahan status gizi responden (p = 0,547; r = 0,085). Pada penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengambil variabel lanjutan dari pengetahuan berupa sikap dan perilaku tentang gizi seimbang dengan jangka waktu penelitian yang lebih lama
Pengaruh Pelayanan Prima Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Daerah Kalisat Kabupaten Jember
Pelayanan prima (service excellent) adalah pelayanan yang sangat baik atau yang terbaik kepada pasien berdasarkan standar mutu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pasien sehingga pasien dapat memperoleh kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelayanan prima terhadap kepuasan pasien di instalasi rawat inap RSD Kalisat Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 75 responden, dimana pengambilan sampel menggunakan teknik systematic random sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai pelayanan prima di instalasi rawat inap cukup prima (73,3%). Masing-masing komponen pelayanan prima termasuk dalam kategori cukup, antara lain komponen sikap (74,7%), penampilan (85,3%), perhatian (69,3%), tindakan (69,3%), dan tanggung jawab (72%). Berdasarkan kepuasan pasien, mayoritas responden menilai tidak memuaskan (80%). Terdapat 3 dimensi termasuk dalam kategori tidak puas yaitu dimensi kehandalan, ketanggapan, dan bukti fisik. Sedangkan 2 dimensi lainnya yaitu, jaminan dan empati termasuk dalam kategori puas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara pelayanan prima dan kepuasan pasien. Rumah sakit perlu menyediakan pelatihan mengenai pelayanan prima, serta melakukan pengawasan internal secara rutin agar setiap pelayanan yang dilakukan tetap sesuai dengan prosedur dan standar profesinya
Distribusi Kejadian Hepatitis B Menurut Cakupan Imunisasi HB-0 dan Cakupan K4 di Jawa Timur
Hepatitis B merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Berdasarkan data WHO tahun 2017, sebagian besar kematian didunia pada tahun 2015 yang disebabkan virus hepatitis cukup banyak dan yang terbanyak ialah yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). Prevalensi penyakit hepatitis di Indonesia yang termasuk tinggi di dunia atau berpotensi sebagai endemis. Cakupan imunisasi Hb-0 di Jawa Timur kecuali tahun 2015 tergolong tinggi karena telah mencapai cakupan imunisasi Hb-0 > 90% namun kejadian Hepatitis B tetap ada dan meningkat dalam 3 tahun periode 2015, 2016, dan 2017. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kecenderungan peningkatan kasus Hepatitis B yang terjadi di Jawa Timur berdasarkan cakupan imunisasi Hb-0 pada bayi yang diberikan pada umur 0-7 hari dan cakupan Kunjungan 4 Antenatal Care (ANC). Jenis penelitian ini menggunakan desain deskiriptif analitik dan rancangan penelitian ini adalah studi kolerasi. Populasi sampel sebanyak 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Data berasal dari profil kesehatan Jawa Timur tahun 2015, 2016, dan 2017. Pengolahan data menggunakan aplikasi Health Mapper versi 4.3. Distribusi kejadian Hepatitis B dengan cakupan imunisasi Hb-0 di Jawa Timur pada tahun 2015, 2016, dan 2017 menunjukkan kejadian hepatitis B meningkat dengan cakupan imunisasi Hb-0 yang mengalami penurunan. Distribusi kejadian hepatitis B dengan cakupan kunjungan 4 ANC pada tahun 2015, 2016, dan 2017 menunjukkan peningkatan kejadian hepatitis B dengan cakupan Kunjungan 4 ANC yang menurun. Kejadian Hepatitis B cenderung terjadi pada daerah yang mengalami penurunan pada cakupan imunisasi Hb-0 dan cakupan Kunjungan 4 ANC
Higiene dan Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Banyuwangi Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur : Kajian Deskriptif
Air adalah kebutuhan vital dalam kehidupan sehari-hari karena semua makhluk hidup membutuhkan air. Seiring berjalannya waktu, pemenuhan kebutuhan akan air minum bagi masyarakat sangat bervariasi. Kondisi ini membuat masyarakat memiliki alternatif lain untuk mengkonsumsi air minum yaitu air minum yang diproduksi oleh Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU). air minum isi ulang memiliki harga yang lebih murah namun tidak semua depot air minum isi ulang kualitasnya terjamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan higiene sanitasi DAMIU di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Propinsi Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode observasi dan wawancara kepada pengelola atau karyawan depot air minum isi ulang yang menggunakan instrumen lembar observasi higiene dan sanitasi depot air minum yang diadopsi dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Hasil menunjukkan terdapat 2 (6,67%) DAMIU yang tidak memenuhi syarat kelaikan fisik dan 28 (93,33%) DAMIU memenuhi syarat kelaikan fisik. Kesimpulan penelitan ini adalah kondisi higiene dan sanitasi di 30 DAMIU di Kecamatan Banyuwangi secara umum sudah baik, namun perlu dilakukan upaya pembinaan dan pengawasan secara intensif oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi terhadap Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Banyuwangi
Beban Kerja Mental dan Pendapatan dengan Kebahagiaan di Tempat Kerja Pada Dosen di Universitas Jember
Kebahagiaan di tempat kerja adalah pola pikir seseorang untuk memaksimalkan potensi diri dan kinerja. Dosen yang mempunyai kebahagiaan di tempat kerja akan memiliki keterikatan yang tinggi dengan pekerjaannya, semangat, antusias, tekun dan berkonsentrasi penuh untuk menyelesaikan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja mental dan pendapatan dengan kebahagiaan di tempat kerja pada Dosen di Universitas Jember. Jenis penelitian ini yaitu analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu Dosen di Universitas Jember yang berstatus aktif dengan jumlah 939 dosen sedangkan sampel yang diambil yaitu 90 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paling banyak responden berjenis kelamin perempuan, berada pada kategori dewasa awal yaitu pada usia 20-40 tahun, paling banyak memiliki masa kerja lama >10 tahun, mayoritas mempunyai golongan III, paling banyak menjabat sebagai lektor, sebagian besar beban kerja mental berada pada kategori sedang dan pendapatan yang diperoleh dosen berada pada rentang Rp 5.000.000,- s/d Rp 10.000.000,-. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara beban kerja mental dengan kebahagiaan di tempat kerja. Pihak Universitas Jember diharapkan dapat meningkatkan tata kelola lembaga yang lebih baik serta diharapkan dosen dapat menerapkan manajemen yang lebih baik lagi
Deskripsi Pelayanan Kesehatan (Instalasi Farmasi) di RSUD Prof. dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo
Peningakatan sistem kualitas layanan di rumah sakit tentunya akan dapat menciptakan serta memberikan kepuasan terhadap pelanggan. Pengukuran terhadap kualitas pelayanan menjadi sangat penting khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan dengan tujuan bahwa penyedia mendapatkan pelanggan yang setia. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan di Instalasi Farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada Bulan September-Oktober 2019 di Instalasi Farmasi. Informan penelitian ini berjumlah 5 orang tenaga kesehatan yang berada dan tercatat sebagai pegawai farmasi RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe, dan 5 orang pasien yang dipilih berdasarkan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan analisis ISI, kemudian menampilkannya dalam bentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas pelayanan kesehatan di Instalasi Farmasi RSUD Prof Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo pada dimensi tangible dan empathy menunjukkan hasil yang kurang memuaskan dimana minimnya sarana prasaran serta pemanfaatannya yang belum maksimal. Dimensi reliability, responsiveness dan assurance kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien/keluarga pasien sudah sesuai dengan standar dan harapan pelanggan dan dikategorikan baik. (2) Faktor sarana prasarana penunjang di ruang tunggu instalasi masih sangat minim, serta ruangan yang masih kurang representatif, selain itu juga SDM yang bertugas di Instalasi Farmasi yang belum sesuai kualifikasi sehingga kepuasan pasien/keluarga pasien tidak terpenuhi. Dapat di simpulkan bahwa Instalasi Farmasi masih dipandang kurang oleh customer sehingga perlu untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada dimensi tangible dan empathy
Pemanfaatan Posyandu Lansia Berdasarkan Karakteristik Individu di Indonesia: Analisis Data Indonesia Family Life Survey 2014
Indonesia merupakan negara berpenduduk struktur tua dikarenakan persentase penduduk lanjut usia yang telah mencapai di atas tujuh persen dari total penduduk dengan jumlah lansia perempuan (54%) lebih banyak daripada jumlah lansia laki-laki (46%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan posyandu lansia berdasarkan karakteristik individu. Studi ini menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014 dengan desain studi potong lintang. Jumlah observasi yang menjadi sampel analisis dalam penelitian ini sebesar 339 lansia dalam skala nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan posyandu lansia dalam kategori tinggi (58,11%), umur kategori lansia (54,87%), status pernikahan kategori menikah (58,70%), jenis kelamin kategori perempuan (87,02%), kepemilikan asuransi kesehatan kategori BPJS (94,99%), pengetahuan kategori tinggi (90,86%), jarak kategori dekat (63,13%), waktu tempuh kategori lama (66,08%), biaya kategori murah (64,90%), dan ketersediaan nakes (84,96%). Dari hasil statistik didapat ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan asuransi kesehatan (p=0,01) dan jarak (p=0,01) dengan pemanfaatan posyandu lansia. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara kepemilikan asuransi kesehatan dan jarak dengan pemanfaatan posyandu lansia di Indonesia
Pemberdayaan Kader dan Ibu Baduta untuk Mencegah Stunting di Desa Pilangsari Kabupaten Bojonegoro
Prevalensi stunting di Kabupaten Bojonegoro sebesar 34,9% lebih tinggi dari prevalensi nasional sebesar 32,7% dan merupakan salah satu kabupaten yang menjadi fokus utama pemberantasan stunting di Jawa Timur. Beberapa faktor yang terindikasi menjadi faktor penyebab terjadinya stunting adalah konsumsi rokok pada orangtua, sumber informasi kesehatan yang terbatas, pemberian makanan yang tidak bervariasi, tidak adanya pengelolaan sampah dan pendidikan serta pendapatan orangtua yang rendah. Data register posyandu Desa Pilangsari menunjukkan setidaknya tedapat 42 balita dari 89 balita yang terindikasi stunting. Intervensi untuk mencegah stunting harus dimulai sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan melalui intervensi spesifik berwujud pemberdayaan kepada kader posyandu dan ibu baduta. Tujuan program ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu baduta dan kader untuk mencegah terjadinya stunting di Desa Pilangsari. Program pemberdayaan ini dilaksanakan pada kegiatan Praktik Kerja Lapangan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga periode Desember 2019-Januari 2020 selama 5 minggu, menggunakan rancangan riset operasional mengacu pada PRECEED-PROCEED sebagai framework pengembangan pendidikan kesehatan. Sampel penelitian adalah populasi ibu dengan bayi usia 0-2 tahun di Desa Pilangsari sebanyak 46 responden dan 12 kader posyandu yang ada di Desa Pilangsari. Teknik pengumpulan data menggunakan concurrent mixed methods dengan data kuantitatif diperoleh melalui survei pendahuluan dan hasil pre-test & post test yang diukur melalui uji Wilcoxon signed rank test menghasilkan signifikansi peningkatan pengetahuan ibu 0,005 (p<0,05) dengan tingkat kepercayaan α= 0,05. Data kualitatif diperoleh melalui hasil observasi dan indepth-interview. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah peningkatan pengetahuan ibu dan tingkat kehadiran ibu dan kader dalam pelaksanaan program pemberdayaan. Program ini terbukti mampu meningkatkan pengetahuan ibu baduta terkait risiko stunting, pemberian MP-ASI untuk meningkatkan pemberian gizi yang baik bagi anak, serta meningkatkan peran kader sebagai garda terdepan pelaksanaan posyandu untuk mencegah kejadian stunting
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA GIZI BESI PADA IBU HAMIL KURANG ENERGI KRONIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE KABUPATEN JEMBER
The iron deficiency anemia is a condition caused by a lack of nutrients that an important role in the formation of hemoglobin, it is happened due to the lack of consumption and due to absorption disorders. One of the factors associated with iron deficiency anemia in pregnant women is chronic energy deficiency. This study aimed to examine the determinants of the incidence iron deficiency anemia in pregnant women with chronic energy deficiency in the working area of Sumberjambe Primary Health Center in Jember Regency. This research was a descriptive study. The determination of the sample in this study used a total sampling technique, there were 44 research subjects of pregnant women with chronic energy deficiency. The researcher collected the data by using interview methods, knowledge tests, and hemoglobin measurements of pregnant women. The results of the study show that most of pregnant women were in the young age group (20 years below), they had basic education level, unemployed, the family income is below the regional minimum wage of Jember, and had sufficient knowledge, had a low parity, low birth gap, ANC meets K4, most of their carbohydrates, proteins and fats consumption tend to be high. Meanwhile, the ironconsumption was in the deficit category. In the consumption pattern of iron inhibitors, most of them never consume tea, coffee, potatoes and they often consume long beans and cucumbers
KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI KALANGAN PEKERJA KERAJINAN TASBIH
Low back pain (LBP) is usually perceived by individuals that mostly do static activities, including craft workers. The daily activities are predominantly by sitting on the floor while doing crafting for about eight hours a day. Consequently, prevention strategies should be promoted in order to avoid more severe situation. This research aims to identify several presumable aspects that may lead to an increase in possibility of getting LBP. A descriptive approach was applied in this research while involving 22 craft workers from two craft industries that are located in Tutul and Balung Kulon village, Balung sub-district, Jember, as subjects research. The result has pointed out that many female workers perceived severe LBP. This could get more severe along with an increase in age and body mass index as well as abdominal circumference. For history of spine trauma, workers who never had a such traumatic history appeared to get severe LBP. Therefore, this findings suggest that encouraging awareness towards early symptoms of LBP as well as doing back exercise, which is designed to alleviate low back pain, routinely will be the effective solutions to reduce severity in LBP