IKESMA
Not a member yet
348 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DEPRESI PADA REMAJA OVERWEIGHT-OBESITAS DI KABUPATEN JOMBANG
Remaja overweight-obesitas rentan mengalami penyakit tidak menular, salah satunya adalah depresi. Peningkatan jumlah remaja overweight-obesitas menimbulkan peningkatan kejadian depresi. Hal ini dapat mempengaruhi penurunan kualitas hidup remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan depresi pada remaja overweight-obesitas. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancang bangun cross sectional. Responden berjumlah 43 remaja usia 15 – 19 tahun dengan overweight-obesitas di Kabupaten Jombang. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis kelamin, binge eating, dan persepsi citra tubuh. Sedangkan variabel terikatnya adalah depresi. Peneliti mengumpulkan data menggunakan angket online. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2021. Sampel dipilih dengan accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar remaja overweight-obesitas tidak mengalami depresi sebesar 69,8%, sebagian besar tidak mengalami binge eating sebesar 62,8%, dan sebagian besar responden memiliki ketidakpuasan tubuh sedang sebesar 41,9%. tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, binge eating dengan kejadian depresi pada remaja overweight-obesitas. Sedangkan variabel persepsi citra tubuh memiliki hubungan yang siginifikan dengan kejadian depresi pada remaja overweight-obesitas. Depresi pada remaja overweight-obesitas paling banyak berjenis kelamin perempuan, memiliki ketidakpuasan citra tubuh sedang, dan tidak mengalami binge eating. Remaja dengan overweight-obesitas disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, mengubah stigma penurunan berat badan menjadi peningkatan perilaku hidup sehat, meningkatkan kepercayaan dan kepuasan diri dan melakukan konsultasi gizi dan psikologis apabila diperlukan
PENYULUHAN DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL DAN METODE CERAMAH DAPAT MENINGKATKAN PENCEGAHAN TUBERKULOSIS
Abstrak
Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Provinsi Aceh termasuk kedalam delapan besar angka kejadian tuberkulosis tertinggi di Indonesia. Penyakit ini menjadi ancaman khusus bagi tempat tertentu dengan lingkungan yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai perbedaan metode penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi eksperimen Non Equivalent control group dengan dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol pada santri laki-laki kelas sepuluh di Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh. Perlakuan yang diberikan adalah penyuluhan melalui penyampaian materi dengan media audio visual melalui metode ceramah yang dijelaskan langsung oleh dokter ahli. Waktu yang digunakan untuk penyuluhan ini berlangsung selama 1 jam dengan menggunakan peralatan presentasi seperti proyektor, sementara pada kelompok kontrol penyuluhan hanya menggunakan leaflet. Penelitian ini telah mengumpulkan keseluruhan responden yaitu 60 santri tingkat Sekolah Menengah Atas terdiri dari 30 santri laki-laki pada kelompok perlakuan dan 30 santri laki-laki pada kelompok kontrol dan ditemukan paling banyak usia 15 tahun (85%). Pada kelompok perlakuan didapatkan peningkatan pengetahuan; skor maksimal (18) sebelum perlakuan dan skor maksimal (20) sesudah perlakuan, peningkatan sikap; skor maksimal (63) sebelum perlakuan dan skor maksimal (86) sesudah perlakuan, dan peningkatan perilaku skor maksimal (62) sebelum perlakuan dan skor maksimal (86) sesudah perlakuan. Penelitian ini menunjukkan perbedaan signifikan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku setelah diberikan perlakuan (p<0.05). Penyuluhan menggunakan media audio visual melalui metode ceramah dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan TB di lingkungan pesantren sehingga hal ini dapat membantu program pengendalian TB Nasional.
Kata Kunci: Penyuluhan, Tuberkulosis, Pengetahuan, Sikap, Perilak
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN KAPITASI BERBASIS PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN (KBKP) DI KABUPATEN JEMBER
Kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan (KBKP) merupakan salah satu sistem pembayaran dalam program jaminan kesehatan nasional pada puskesmas untuk meningkatkan pelayanan yang efektif dan efisien sehingga mutu layanan yang diberikan dapat terjaga. Kabupaten Jember sebagai salah satu kabupaten yang menjalankan kebijakan tersebut, namun diketahui terdapat kendala dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Penilaian terhadap puskesmas melalui KBKP dilihat berdasarkan pencapaian indikator yang meliputi angka contact rate, rasio rujukan rawat jalan non spesialistik, rasio peserta prolanis dan 1 indikator tambahan yaitu kunjungan rumah. Namun pelaksanaan kebijakan ini terdapat beberapa permasalahan yang dapat menghambat pencapaian target. Penelitian ini menggunakan metode Riset Implementasi. Riset ini membahas berbagai masalah implementasi dalam konteks yang beragam dimana pengambilan datanya dilakukan secara kualitatif (indepth interview) dan kuantitatif (analisis data sekunder). Evaluasi pelaksanaan KBKP tahun 2016 menunjukkan masih banyaknya tantangan dan hambatan sehingga BPJS Kesehatan mengeluarkan petunjuk teknis terkait KBKP. Tujuan penyusunan petunjuk teknis tersebut adalah memberikan panduan bersama pelaksanaan pembayaran kapitasi berbasis pemenuhan komitmen pelayanan di FKTP. Pemerintah daerah diketahui kurang terlibat dalam kebijakan KBKP tersebut, tidak terdapat kebijakan yang mendukung kebijakan KBKP di tingkat kabupaten. Pencapaian target indikator yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP masih sulit dicapai oleh puskesmas khususnya pada indikator contact rate, pencapaian target indicator contact rate hanya 15 puskesmas (30%). Pencapaian indikator rujukan non spesialistik yang telah ditetapkan dalam regulasi KBKP selalu dapat dicapai oleh puskesmas (100%), namun indikator prolanis target pencapaiannya hanya 38 puskesmas dari 50 puskesmas yang dapat mencapai (76%). Sulitnya pencapaian target indikator contact rate karena petugas kesehatan di puskesmas tidak sempat meng-entry data kontak sehat dan kontak sakit pada aplikasi P Care. Diketahui KBKP dapat meningkatkan kepuasan peserta karena memaksa puskesmas untuk meningkatkan contact rate dengan peserta JKN dan merasa di ‘spesial’kan dengan program prolanis. Kebijakan KBKP juga dapat meningkatkan mutu pelayanan puskesmas karena puskesmas harus meningkatkan sarana prasarana agar 145 diagnosis tersebut dapat diselesaikan
FAKTOR PREDISPOSISI IMPLEMENTASI SUAMI SIAGA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN JEMBER
Angka kematian Ibu meningkat selama masa pandemic COVID-19 pada tahun 2020 sebagai dampak kebijakan pembatasan kegiatan sosial. Akses masyarakat terhadap layanan kesehatan maternal menjadi terbatas sehingga penanganan komplikasi ibu hamil, bersalin, dan nifas menjadi terlambat. Suami memegang peranan penting dalam mencegah terjadinya keterlambatan tersebut melalui implementasi program Suami Siaga. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi cross-sectional di wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Panti, kabupaten Jember selama Agustus sampai dengan November 2020. Sampel penelitian sejumlah 170 orang yang dipilih secara acak menggunakan cluster random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur implementasi suami siaga kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar suami termasuk dalam kategori suami tanggap dan siaga (85,88%). Faktor predisposisi yang berhubungan dengan implementasi suami siaga antara lain usia suami (p-value = 0,008), pengetahuan suami tentang persiapan persalinan dan pencegahan komplikasi (p-value = 0,002), dan jarak tempat tinggal ke fasilitas kesehatan (p-value = 0,000). Oleh karena itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi terkait program Suami Siaga pada ibu hamil dan suami selama antenatal care sebagai pencegahan kematian ibu selama pandemic COVID-19
PENGARUH KEBIASAAN SARAPAN TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR MAHASISWA STIKES PERSADA NABIRE PROVINSI PAPUA
Sarapan merupakan hal penting bagi setiap orang untuk mengawali aktifitasnya. Sarapan pagi mampu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi terutama karbohidrat yang digunakan tubuh untuk meningkatkan kadar gula darah. Kadar gula darah normal berfungsi untuk mengoptimalkan tingkat konsentrasi seseorang menjadi lebih baik sehinga berdampak positif terhadap produktifitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebiasaan sarapan terhadap konsentrasi belajar mahasiswa di STIKes Persada Nabire Provinsi Papua. Penelitian ini memiliki desain cross sectional study yang dilakukan di STIKes Persada Nabire dimulai pada bulan Oktober sampai dengan November 2020. Populasi yaitu seluruh mahasiswa semester 1 dan 3 sebanyak 55 orang dengan metode simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Variabel yang diteliti adalah karakteristik mahasiswa, kebiasaan sarapan dengan konsentrasi belajar. Instrumen penelitian yang digunakan adalah daftar pertanyaan berupa kuesioner, meteran dan timbangan badan. Adapun data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar mahasiswa tidak memiliki kebiasaan sarapan (55,6%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasan sarapan terhadap konsentrasi belajar (p value < 0,02). Mahasiswa yang memiliki kebiasaan sarapan di pagi hari belum memiliki konsentrasi belajar yang baik sehingga diharapkan mahasiswa STIKes Persada Nabire memiliki kebiasaan sarapan yang teratur dengan kuantitas dan kualitas makanan yang dapat memenuhi kebutuhan asupan energi harian
PENGARUH MEDIA LEAFLET TENTANG PERSONAL HYGIENE GENITALIA PADA SAAT MENSTRUASI TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU REMAJA
Pengetahuan dan perilaku remaja dapat mempengaruhi dalam melakukan personal hygiene, kemungkinan remaja putri tidak berperilaku hygiene pada saat menstruasi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku maka dapat diberikan pendidikan kesehatan yang merupakan salah satu kebijakan reproduksi pada remaja yang dilakukan melalui jalur pendidikan formal dan non formal. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Pre-Eksperiment Design dan rancangan penelitian One Grup Pretest-Posttest Design. Uji analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Sampel dari penelitian ini sejumal 104 responden diambil dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian dilakukan pada 3 – 13 Juni 2020 di Pondok Pesantren Al-Qur’an Insan Pratama. Hasil penelitian didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang kebersihan personal hygiene genitalia eksternal pada saat menstruasi terhadap pengetahuan dan perilaku remaja di Pondok Pesantren Al-Qur’an Insan Pratama tahun 2020 (p< 0,001). Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku hygiene remaja putri. Diperlukan perhatikan khusus untuk menyediakan pendidikan kesehatan baik dilingkup sekolah maupun masyarakat
IMPLEMENTASI KEGIATAN 5M DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUL ULUM KABUPATEN PURBALINGGA
Pandemi Covid-19 hingga kini belum usai. Adanya pandemi ini memberikan dampak yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Tentunya hal ini bukanlah persoalan yang mudah. Masyarakat harus menjalani kehidupan dengan gaya hidup baru atau yang biasa disebut dengan New Normal. Menindaklanjuti permasalahan ini pemerintah menghimbau seluruh masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan 5M ( memakai masker, menjaga jarak mencuci tangan, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas). Dengan menerapkan protokol kesehatan ini, diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19. Himbauan dari pemerintah berupa 5M ini hendaknya dapat dipahami dan dipatuhi oleh seluruh kalangan masyarakat tak terkecuali bagi para santri yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini akan membahas tentang implementasi kegiatan 5M yang diberlakukan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum yang berada di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode Riset Implementasi di mana peneliti mengambil data penelitian secara kualitatif dan juga kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh warga Pondok Pesantren Miftahul Ulum Purbalingga yang berjumlah 159 orang. Responden tersebut terdiri dari terdiri dari pengasuh pondok, pengurus pondok serta santri putra dan putri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pemberlakuan kegiatan 5M yang diterapkan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Purbalingga. Dari penelitian, didapatkan hasil 80% warga Pondok Pesantren Miftahul Ulum telah melakukan kegiatan 5M dengan baik namun, terdapat beberapa faktor hambatan yang muncul baik dari dalam (individu) maupun dari luar (lingkungan) sehingga, protokol kesehatan ini tidak berjalan maksimal.  
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB PENGGUNAAN KONTRASEPSI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN TEBING TINGGI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT
Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 1,49% atau bertambah 4,5 juta setiap tahunnya. Hal ini menyebabkan tidak sesuainya program pemerintah dalam menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Program KB mengalami penurunan selama masa pandemi COVID-19, hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang akan di akses masyarakat untuk mendapatkan program KB terbatas. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional mencatat adanya penurunan drastis (35%-47%) pada penggunaan kontrasepsi, berkurangnya partisipasi penggunaan KB, dan akan berimbas kepada meningkatnya kelahiran bayi atau biasa disebut sebagai kejadian “baby boom†setelah pandemi COVID-19. Berdasarkan survei awal yang dilakukan kepada Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Tebing Tinggi, terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi sebesar 21,5% selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab partisipasi penggunaan kontrasepsi selama masa pandemi COVID 19. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan analisis univariat dan analisis bivariat. Metode uji yang digunakan adalah chi square. Sampel penelitian adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kecamatan Tebing Tinggi dipilih berdasarkan metode simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi yaitu pengetahuan (p-value <0.001), dukungan suami (p-value <0.001) dan dukungan tenaga kesehatan (p-value <0.001). Jadi sangat disarankan para suami dapat memberikan dukungan kepada istri terkait penggunaan kontrasepsi, tenaga kesehatan juga berperan dalam memberikan dukungan fasilitas dan tenaga dalam memberikan pelayanan KB kepada akseptor KB. Penyuluh KB dan kader KB di setiap desa/kelurahan dapat memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada akseptor terkait kontrasepsi yang dapat meningkatkan jumlah akseptor KB
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN KEJENUHAN DENGAN STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH DASAR SEDERAJAT: RELATIONSHIP BETWEEN INDIVIDUAL FACTORS AND BOREDOM WITH JOB STRESS ON ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS AND EQUIVALENT
Kejenuhan merupakan salah satu penyebab terjadinya stres kerja. Salah satu pekerjaan yang berisiko mengalami stres kerja adalah guru Sekolah Dasar Sederajat karena memiliki tanggungjawab yang lebih besar dan rutinitas kerja monoton. Stres kerja disebabkan oleh faktor individu yang meliputi jenis kelamin, usia dan masa kerja serta kejenuhan sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor individu dan kejenuhan dengan stres kerja pada guru Sekolah Dasar Sederajat di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional. Populasi pada penelitian ini sebanyak 339 guru dengan sampel sebanyak 116 guru. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan melalui angket online dengan menggunakan google form. Instrumen penelitian menggunakan Boredom Proneness Scale (BPS) untuk mengetahui kejenuhan dan Occupational Stress Inventory Revised (OSI-R) untuk mengetahui stres kerja. Analisis data bivariat dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (Ñ€-value=0,585) dan masa kerja (Ñ€-value=0,203) tidak memiliki hubungan dengan stres kerja. Terdapat hubungan antara usia (Ñ€-value=0,049) dengan stres kerja dan tidak terdapat hubungan antara kejenuhan (Ñ€-value = 0,602) dengan stres kerja. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat responden yang mengalami kejenuhan dan stres kerja berat. Saran yang dapat diberikan kepada kepala sekolah adalah untuk melakukan evaluasi berupa sharing terkait hambatan yang dirasakan guru dan melakukan pelatihan untuk menunjang kompetensi yang dimiliki
EFEKTIVITAS METODE EDUKASI TRICKY CARD GAME DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN LANSIA TERHADAP PENCEGAHAN HIPERTENSI DI SEKOLAH EYANG-EYANG KABUPATEN JEMBER
Provinsi Jawa Timur memiliki prevalensi hipertensi yang lebih tinggi (36.8%) dibandingkan dengan prevalensi nasional (34.1%) pada tahun 2018. Profil Kesehatan Kabupaten Jember (2016) menunjukkan bahwa jumlah penderita hipertensi primer pada usia lanjut yang ditangani puskesmas di Kabupaten Jember sebanyak 59.736 kasus sedangkan prevalensi hipertensi pada lanjut usia di kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember sebesar 41,88 %. Kejadian hipertensi ini akan terus meningkat apabila tidak dicarikan solusi yang tepat dalam penanganannya. Padahal akan timbul beberapa dampak negatif bagi penderita hipertensi terutama lansia salah satunya timbulnya komplikasi yang berujung kepada kematian. Metode edukasi tricky card game dapat dijadikan sebagai solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Desain penelitian ini adalah intervensi menggunakan metode tricky card game. Metode edukasi tricky card game ini meliputi empat kegiatan inti antara lain penyuluhan yang interaktif, permainan yang edukatif, pemberian buku panduan hidup sehat bebas hipertensi dan konsultasi serta pengukuran tekanan darah. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh anggota sekolah eyang – eyang di Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember. Intervensi dilakukan selama satu bulan. Hasil dari intervensi menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan lansia terhadap pencegahan hipertensi (p value < 0.05). Terjadi peningkatan jumlah lansia yang memiliki nilai tes ≥ 70 pada sebelum (33.33%) dan sesudah (60%) intervensi. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik dari lansia sebelum dan sesudah intervensi (p value < 0.05). Jumlah lansia yang mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebesar 66.67% dan distolik (33.3%). Dengan demikian, metode edukasi tricky card game dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk pencegahan hipertensi pada lansia