348 research outputs found

    ANALISIS PERILAKU SWAMEDIKASI DIARE PADA IBU RUMAH TANGGA CIKETINGUDIK KECAMATAN BANTARGEBANG KOTA BEKASI

    No full text
    Swamedikasi dikenal sebagai upaya pengobatan mandiri yang dilakukan oleh masyarakat tanpa resep dari dokter. Swamedikasi yang dilakukan dengan baik dan rasional akan memberikan manfaat bagi penggunanya, namun jikadilakukan dengan cara yang tidak rasional maka berpotensi terjadinya risiko yang berakibat fatal bagi penggunanya. Salah satu upaya swamedikasi yang sering dilakukan Masyarakat adalah swamedikasi terhadap diare pada anak. Penyakit diare termasuk dalam 10 besar penyakit yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan perilaku swamediaksi diare yang dilakukan oleh Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Ciketingudik Bantargebang, Kota Bekasi. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional pada 229 responden menggunakan teknik purposive sampling. Mayoritas responden berumur 26-45 tahun (71,6%), Pendidikan terakhir SD/sederajat (39,7%) dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (90%). Hasil uji chi square menunjukan bahwavariabel karakteristik responden yang meliputi umur (p-value 0,591), pendidikan (p-value 1,000), dan pekerjaan (p-value0,118) tidak memiliki hubungan terhadap perilaku swamedikasi diare. Sedangkan faktor pengetahuan (p-value = 0,047), sikap (p-value = 0,001), lingkungan (p-value = 0,001), dan peran tenaga kesehatan (p-value = 0,014) memiliki hubungan yang siginifikan terhadap praktik swamedikasi diare pada Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Ciketingudik Bantargebang,Kota Bekasi. Perlu adanya upaya yang dilakukan sehingga terciptanya pengetahuan baik, sikap positif, lingkungan sehat serta peran serta petugas kesehatan dalam mencegah terjadinya kasus-kasus diare dan pengobatan melalui upaya swamedikasi yang tepat dan rasiona

    ANALISIS RISIKO PAJANAN GAS NO2 DAN SO2 PADA PEKERJA HOME INDUSTRY TAHU DI DESA TROPODO KABUPATEN SIDOARJO

    No full text
    Industri tahu di Desa Tropodo pada proses pembakarannya menggunakan bahan baku kayu dan campuran sampah plastik dengan hasil proses pembakaran yang tidak sempurna sehingga menghasilkan polutan pencemar udara seperti NO2 dan SO2 yang dapat berisiko pada pekerja home industry tahu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko pajanan gas NO2 dan SO2terhadap pekerja industri tahu di Desa Tropodo Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan desain waktu cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan  seluruh pekerja 43 orang. Pengambilan sampel udara terdapat pada 4 lokasi home industry tahu dengan setiap lokasinya dilakukan pengambilan sebanyak 2 titik sampel. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan digunakan untuk menghitung nilai asupan   gas NO2 dan SO2  serta menentukan tingkat risiko (RQ) tiap pekerja. Hasil pengukuran rata-rata gas NO2 sebesar 103, 24 μg/m3, dan SO2 sebesar 13,426 μg/m3 hasil tersebut masih dibawah nilai ambang batas yang telah ditentukan oleh Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023. Nilai RQ gas NO2 dan SO2 menunjukkan bahwa RQ ≤ 1 terhadap 43 pekerja. Berdasarkan hasil temuan peneliti ini menunjukkan gas NO2 dan SO2 dalam kategori aman atau tidak berisiko terhadap kesehatan pekerja home industry tahu. Namun sebagai tindakan pencegahan sebaiknya dilakukan roliing/shift pada sistem kerja, penggunaan alat safety, pemasangan exhaust dan filter udara serta menggunaan bahan bakar yang lebih ramah terhadap lingkungan seperti wood pellet

    A SIGNIFICANT RISK FACTOR OF OVERWEIGHT AMONG SENIOR HIGH SCHOOL STUDENTS: BINARY LOGISTIC REGRESSION ANALYSIS

    No full text
    Overweight among adolescents in Indonesia is a significant and escalating concern, highlighted by various studies. Indonesia's National Basic Health Research in 2018 reported that 13.5% of adolescents aged 16-18 years were overweight or obese, a tenfold increase from 2010. Factors contributing to this issue include poor dietary habits, such as high consumption of sugar-sweetened beverages and inadequate intake of fruits and vegetables, coupled with lifestyle factors like insufficient sleep and physical inactivity. This study employs a cross-sectional design from April to June 2024, targeting 197 students from Senior High Schools in Samarinda, with 126 participants meeting the inclusion criteria. Overweight status was assessed using BMI, and associated risk factors were evaluated through questionnaires. Results showed a significant prevalence of overweight (21.4%), with stress, economic hardship, and breakfast habits identified as notable risk factors. Binary logistic regression revealed that economic hardship (OR=2.714), skipping breakfast (OR=2.452), and frequent eating (OR=2.780) significantly increased the odds of being overweight. Conversely, stress appeared to have a protective effect against overweight (OR=0.370). The study underscores the importance of addressing socio-economic factors, dietary habits, and stress management in preventing adolescent overweight. Targeted interventions and early prevention strategies are crucial to mitigate the long-term health consequences of adolescent overweight, emphasizing the need for comprehensive approaches that include improving dietary patterns, enhancing physical activity, and providing social and economic support

    FAKTOR RISIKO PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEGAWAI PENGGUNA KOMPUTER DI INSTANSI X

    No full text
    Carpal Tunnel Syndrome merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan pada nervus medianus di pergelangan tangan yang menimbulkan rasa nyeri, kesemutan, serta mati rasa pada pergelangan tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor risiko pekerjaan dengan CTS pada pegawai pengguna komputer di Instansi X. Desain studi penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai pengguna komputer di Instansi X yangberjumlah 165 orang, teknik sampling penelitian ini yaitu random sampling, dan jumlah sampel penelitian ini menggunakan rumusslovin yang berjumlah 64 orang. Data penelitian ini diperoleh dari pengisian Kuesioner Levine dan pemeriksaan Phalen’s Test untuk mengetahui adanya keluhan CTS, masa kerja, dan durasi istirahat yang diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner, serta mengetahui gerakan repetitif dan postur pergelangan tangan melalui observasi langsung tanpa sepengetahuan responden menggunakan stopwatch dan lembar observasi. Hasil penelitian ini, didapatkan bahwa 62.5% responden positif CTS. Uji statistic Chi Square membuktikan bahwa terdapat hubungan signifikan antara durasi istirahat (p = 0,008), gerakan repetitif (p = 0,002), dan postur pergelangan tangan (p = 0,003) dengan keluhan CTS. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja (p =0,435) dengan keluhan CTS. Saran untuk Instansi X yaitu menambahkan gerakan peregangan singkat khusus pergelangan tangan pada kegiatan senam rutin, mengganti kursi kerja kayu dengan kursi kerja ergonomis yang dapat diatur ketinggiannya, dan melakukan peregangan singkat dengan teknik 20-20

    HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN DAN PERAN KELUARGA TERHADAP PERILAKU GAYA HIDUP SEHAT PADA REMAJA DI KOTA PADANG

    No full text
    Remaja menghadapi tantangan pada perkembangan penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh perilaku tidak sehat yang menyumbang hampir 41 juta kematian setiap tahunnya. Sebagian besar penyakit ini dapat dicegah karena pada akhirnya berkembang di awal kehidupan karena aspek gaya hidup dengan dukungan teman dan peran keluarga. Penelitian ini melihat hubungan dukungan teman dan peran keluarga dengan perilaku hidup sehat di dua sekolah menengah atas di Kota Padang, Sumatera Barat. Sebanyak 102 sampel remaja diambil dengan teknik pengambilan systematic review. Penelitian ini menggunakan metode studi kuantitatif cross-sectional pada bulan April - Oktober 2023. Peneliti menganalisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan metode Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman dengan perilaku hidup sehat pada remaja (POR= 7,578 dan p = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga dengan perilaku hidup sehat pada remaja (POR= 5,625 dan p = 0,000). Penelitian ini menekankan peran penting dari dukungan teman dan peran keluarga terhadap perilaku hidup sehat. Diperlukan kualitas pertemanan dan bimbingan orang tua yang positif agar memberikan dampak yang baik terhadap perilaku hidup sehat pada remaja

    HUBUNGAN TEORI HEALTH BELIEF MODEL DENGAN KEPATUHAN TERAPI ANTIRETROVIRAL DI PUSKESMAS X JAKARTA SELATAN

    No full text
    Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menginfeksi sel darah putih yang disebut sel CD4 dan menargetkan daya tahan tubuh. kasus HIV di DKI Jakarta pada tahun 2022 memiliki kasus HIV secara kumulatif sebanyak 79.043 sehingga menempati urutan provinsi tertinggi. Kasus terbanyak yang dilaporkan pada Tahun 2020 oleh Profil Kesehatan DKI Jakarta berada pada wilayah Jakarta Selatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan angka harapan hidup ODHIV adalah penggunaan obat antiretroviral (ARV). Secara umum pemberian terapi ARV diberikan dalam bentuk kombinasi yang harus dikonsumsi seusia hidup. Angka kepatuhan di Puskesmas X yaitu 45.6%. Angka ini lebih rendah dari target kemenkes yaitu 95% pasien mengalami supresi virus. Kepatuhan terapi antiretroviral di X ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas X. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan wawancara responden berdasarkan kuisioner yang sudah dibuat. Populasi adalah pasien ODHIV >18 tahun dengan minimal terapi selama 6 bulan. Sampel sebanyak 90 orang didapatkan melalui rumus uji beda proporsi. Berdasarkan analisis univariat diperoleh rerata kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas X 84.3 dari skala 100. Hasil uji regresi logistik berganda menunjukkan bahwa keyakinan diri memiliki hubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral. Keyakinan diri merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan kepatuhan terapi antiretroviral di Puskesmas X (p=0.023, OR 2.87). Monitoring kepatuhan dapat menjadi intervensi yang baik bagi Puskesmas X

    KONSUMSI KOPI, HIGIENITAS TIDUR, TINGKAT KECEMASAN, DAN TINGKAT KELELAHAN SEBAGAI FAKTOR PREDIKTOR KUALITAS TIDUR MAHASISWA SARJANA FKM UNIVERSITAS INDONESIA

    No full text
    Kualitas tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami oleh mahasiswa. Kualitas tidur yang buruk memiliki dampak buruk pada status gizi dan kesehatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya hidup (konsumsi kopi, jenis kopi, tingkat kelelahan dan tingkat aktivitas fisik), faktor lingkungan (higienitas tidur), dan faktor psikologis (kecanduan smartphone, tingkat kecemasan) dengan kualitas tidur mahasiswa program sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Penelitian ini menggunakan disain cross-sectional dengan 145 mahasiswa semester 6 sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan secara online menggunakan google form dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 59% mahasiswa program sarjana memiliki kualitas tidur yang baik. Analisis bivariat menunjukkan kualitas tidur mahasiswa tidak berhubungan signifikan dengan konsumsi kopi (p-value (0,670) dan aktivitas fisik (0,332) melainkan dengan higienitas tidur (OR = 2,176, p-value 0,02), tingkat kecemasan (OR = 3,588, p-value 0,002), dan tingkat kelelahan (OR = 2,314, p-value 0,03).  Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas tidur mahasiwa tidak berkaitan dengan konsumsi kopi dan aktivitas fisik melainkan dengan suasana tidur dan kondisi mental. Penelitian ini juga mengindikasikan bahwa konsumsi kopi mahasiswa belum pada tingkat yang dapat mengganggu kualitas tidur merek

    META - ANALISIS FAKTOR RISIKO BERAT BADAN LAHIR RENDAH, TINGGI BADAN IBU, STATUS EKONOMI KELUARGA, DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BERDASARKAN PROBABILITAS STUNTING PADA ANAK USIA 2 - 5 TAHUN

    No full text
    Stunting adalah kondisi dimana terdapat gangguan pada pertumbuhan, dimana reterdasi pertumbuhan linier kurang dari -2 standar deviasi panjang badan berdasarkan dengan usia. Pada penelitian sebelumnya faktor risiko yang berdampak besar terhadap stunting adalah Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), tinggi badan ibu, status ekonomi, dan pemberian ASI Eksklusif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor risiko berupa, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), tinggi badan ibu, status ekomoni keluarga, dan pemberian ASI eksklusif pada pada anak usia 2 – 5 tahun. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah meta – analysis. Metode ini digunakan untuk membantu menjelaskan hasil penelitian dengan paradigma kuantitatif dengan menggunakan nilai odds ratio (OR) yang kemudian dianalisis dengan perangkat lunak JASP Version 0.16.3.0. Sumber data diperoleh dari Google Scholar yang kemudian dianalisis menggunakan PRISMA statement sehingga diperoleh 31 artikel yang digunakan pada penelitian ini. Hasil dari analisis diketahui Berat Badan Lahir Rendah memiliki risiko 3,320 kali mengalami kejadian stunting. Sedangkan ibu yang memiliki tinggi badan < 150 cm memiliki risiko 1,840 kali memiliki anak yang mengalami kejadian stunting. Anak yang lahir dengan status ekonomi keluarga rendah memiliki risiko 1,858 kali lebih besar mengalami kejadian stunting. Sedangkan anak yang memperoleh ASI eksklusif memiliki risiko hanya 0,904 kali untuk mengalami kejadian stunting. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah faktor risiko Berat Badan Lahir Rendah memiliki data homogen dan tidak mengalami bias publikasi sehingg menjadi faktor risiko paling berpengaruh terhadap kejadian stunting pada anak usia 2 – 5 tahun

    PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN KADER KESEHATAN DALAM PENEMUAN KASUS TUBERKULOSIS DI WILAYAH PUSKESMAS BATURRADEN II

    No full text
    Kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia terdeteksi meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penemuan kasus menjadi salah satu langkah pertama kegiatan penanggulangan TB. Keterlibatan elemen masyarakat termasuk kader kesehatan perlu dioptimalkan dalam rangka peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader salah satunya melalui pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penemuan kasus TB di Wilayah Puskesmas Baturraden II. Studi ini menggunakan metode kuasi-eksperimen (one group pretest-posttest dan one shot case study) dengan pemberian intervensi berupa pelatihan. Populasi penelitian ini adalah kader kesehatan Desa Rempoah dan Kemutug Kidul, Baturraden yang dipilih secara purposive sampling sehingga didapatkan sampel sejumlah 31 kader kesehatan. Tahapan kegiatan pelatihan meliputi pemberian pre-test, presentasi materi, post-test, dan observasi keterampilan. Hasil menunjukkan bahwa kader rata-rata berumur 41 tahun, tingkat pendidikan menengah (48,4%), dan ibu rumah tangga (83,9%). Ada perbedaan yang bermakna antara pengetahuan kader kesehatan sebelum dan sesudah pelatihan (p=0,000). Terdapat 20 kader (64,5%) memiliki skor pengetahuan meningkat dan 16 kader (51,6%) berketerampilan baik. Kesimpulannya, pelatihan berpengaruh terhadap pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam penemuan kasus tuberkulosis di wilayah Puskesmas Baturraden II

    PELAKSANAAN PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN MASALAH KESEHATAN JIWA DAN NAPZA DI BNN RI DAN BNN KOTA JAKARTA TIMUR TAHUN 2024

    No full text
    Kasus penyalahgunaan napza di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga tahun 2021. Sebagai upaya pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan napza, BNN RI bersama BNN Provinsi atau Kota/Kabupaten membentuk dan melaksanakan berbagai program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan napza khususnya pada BNN RI dan BNN Kota Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada periode bulan Maret-Juni 2024 menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain penelitian rapid assessment test dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terhadap 3 orang informan, meliputi Administrator Kesehatan Ahli Madya Direktorat PLRKM BNN RI, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN RI, dan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNN Kota Jakarta Timur . Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pencegahan dan pengendalian masalah kesehatan jiwa dan napza yang dilakukan oleh BNN RI diantaranya Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) berupa Agen Pemulihan (AP), Remaja Teman Sebaya (RTS), dan Pengembangan Soft Skill, yang dalam pelaksanaannya, program-program tersebut terintegrasi dengan BNN Provinsi atau BNN Kota/Kabupaten. BNN RI perlu lebih gencar dalam melakukan peningkatan kualitas SDM, mengusahakan dukungan anggaran yang memadai, dan mengevaluasi secara berkala program-program tersebut untuk mencapai target dan tujuan program agar lebih optimal

    312

    full texts

    348

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    IKESMA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇