JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
Not a member yet
466 research outputs found
Sort by
PROSES PENEGAKAN PENYALAHGUNAAN MIRAS SERTA ANCAMAN HUKUMAN BAGI PENJUAL TANPA IJIN
Proses penegakan hukum terhadap penyalahgunaan minuman keras, dan Ancaman hukuman terhadap penjual yang menjual minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah. Untuk mengetahui dan memahami Faktor - faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penyalahgunaan minuman keras. Proses penegakan hukum terhadap penyalahgunaan minuman keras, dan Ancaman hukuman terhadap penjual yang menjual minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah. Metode yang dilakukan Menggunakan Pendekatan Yuridis Normatif, dengan pengumpulan bahan hukum berupa Metode Kepustakaan (Library Research) dan Metode Perbandingan (Comparative Research). Sehingga dapat disimpulkan terjadinya penyalahgunaan minuman keras dalam masyarakat disebabkan oleh faktor lingkungan pergaulan, lingkungan keluarga, ekonomi, sosial budaya, rasa ingin tahu dikalangan anak dan adanya penjualan minuman keras tanpa ijin dan atau tidak sesuai standar mutu pemerintah.Kata Kunci : penyalahgunaan miras, ancaman penjual tanpa ijin
PEREMPUAN PILAR BERTOLERANSI DI DESA TIWOHO
Zaman boleh saja berganti mengiringi pergerakan waktu dengan semua konsekwensi positif juga negatif terhadap semua manusia. Akan tetapi peran tradisional perempuan dalam keluarga masih sangat melekat, sebagai panggilan hidup dari sebagian besar perempuan. Sekalipun harus diakui bahwa fakta menunjukkan sebagian perempuan dengan latarbelakang wawasan ilmu pengetahuan dan kesadaran kesamaan harkat dan martabat menuntut perlakuan yang sama terhadap perempuan dan laki-laki. Lebih khusus ada rupa-rupa tuntutan dari perempuan agar kesamaan dalam peran-peran sosial,politik, ekonomi, pendidikan, dllnya. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas para istri di desa Tiwoho sebagai ibu rumah tangga sehingga tidak bekerja di luar rumah,lebih banyak waktu ada di rumah,mengurus rumah tangga,menyiapkan kebutuhan anak-anak,mengawasi kegiatan anak-anak. Suami sebagai tulang punggung keluarga sehingga kadang-kadang tidak berada di rumah untuk waktu yang relatif lama atau lebih dari satu minggu hingga satu bulan. Ketika suami tidak berada di rumah, maka dalam membesarkan anak sepenuhnya merupakan tanggungjawab istri ketimbang suami. Hal ini bisa dimaklumi karena istri relative lebih banyak waktu ada di rumah sepanjang hari sehingga secara langsung bisa mengawasi kegiatan anak-anak. Perempuan dan toleransi jelas tidak bisa dipisahkan sebagai sumber inspiransi pendidikan nilai dalam keluarga yang bersumber dari pemahaman yang benar tentang iman,budaya dan taat hukum, sehingga layak sebagai pengejawantahan dari pemahaman iman yang benar dan baik. _____________________________________________________________________________Kata Kunci: Perempuan, tolerans
PENGAJARAN BAHASA JEPANG TINGKAT DASAR SISWA SD NEGERI KELURAHAN PANCURAN KECAMATAN LEMBEH SELATAN
Pengajaran Bahasa Jepang Tingkat Dasar bertujuan memberikan pelatihan bagi siswa SD NEGERI PANCURAN LEMBEH SELATAN dengan harapan agar peserta pelatihan dapat memiliki pengetahuan serta ketrampilan berkomunikasi mengucapkan kata juga kalimat dalam bahasa Jepang untuk dapat berkomunikasi bahasa Jepang dasar dengan baik dan benar bersaing di era globalisasi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Seiring pesatnya perkembangan teknologi dan informasi peserta pelatihan diharapkan dapat berbicara bahasa Jepang dengan penuh percaya diri, benar dan lancar. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pendampingan pembelajaran yang berlangsung dengan tujuan agar proses pembelajaran lebih efektif untuk meningkatkan semangat belajar dan memperbesar minat belajar. Pengajaran bahasa Jepang diharapkan akan lebih lama tersimpan dalam ingatan sehingga proses kegiatan belajar mengajar berlangsung menyenangkan . Dengan pelatihan ini diharapkan peserta didik dapat menyampaikan berbagai informasi dengan lafal yang benar dan tepat dalam kalimat bahasa Jepang dasar sehingga pembelajaran bisa dilakukan dengan sistematis dan teratur. Belajar sambil menggunakan media gambar, huruf dan nyayian akan mempercepat penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Jepang juga peserta pelatihan termotivasi untuk belajar bahasa Jepang juga peserta didik dapat menangkap informasi lebih banyak dengan penggunaan media pembelajaran. Peran alat peraga memang sangat penting dalam dunia pendidikan , untuk menunjang kegiatan pembelajaran yang lebih efektif dan optimal.______________________________________________________________________Kata kunci: pengajaran, bahasa Jepang, dasar, siswa S
ANALISIS BERBAGAI VARIABEL YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA APARATUR PEMERINTAH DESA DI KECAMATAN MANDOLANG
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa variabel yang mempengaruhi kinerja aparatur pemerintahan desa, variabel yang teridentifikasi yaitu Kepemimpinan, Motivasi kerja dan Lingkungan kerja. Lokasi penelitian dilaksanakan di Pemerintahan Desa Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian, digunakan teknik Area proportional random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 123 responden. Teknik Analisis data, dijaring melalui sebaran kuesioner yang diberi nilai dan ditabulasikan untuk kemudian dianalisis dan jawaban yang diperoleh responden sesuai dengan nilai variable yang telah ditetapkan selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan bantuan software SPSS, dimana teknik analisis data ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dengan pendekatan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepemimpina tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, Motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja, dan Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. ______________________________________________________________________Kata Kunci : Kepemimpinan, motivasi kerja, lingkungan kerja, Kinerj
ANALISIS KONTRASTIF MAKNA KAUSATIF (Shieki) -Seru(~ã› ã‚‹),-Saseru(~ã•ã›ã‚‹) DALAM BAHASA JEPANG DAN ME-KAN, MEMPER-KAN, -KAN DALAM BAHASA INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan dan persamaan verba kausatif antara bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Di sini dikontraskan pembentuk verba kausatif (shieki) yang ditinjau dari segi makna dan bentuk, serta aspek-aspek yang terkait yang terdapat dalam model-model kalimat berverba kausatif tersebut. Dalam bahasa jepang verba shieki ditandai dengan perubahan verba transitif maupun intransitif menjadi –seru(~ã›ã‚‹atau -saseru(~ã•ã›ã‚‹), sedangkan dalam bahasa Indonesia verba kausatif ini biasanya terjadi melalui 1afiksasi bentuk dasar dengan melekatkan me-kan, memper-kan atau -kan. Data penelitian ini adalah model-model kalimat yang diperoleh dari korpus data novel berbahasa Jepang dan kumpulan cerpen berbahasa Indonesia, serta sumber acuan lain berupa buku-buku yang memuat tentang kausatif baik dalam bahasa Jepang maupun bahasa Indonesia. Data yang diambil dari novel diperlakukan sebagai data utama, data lainnya diperlakukan sebagai data pelengkap.______________________________________________________________________Kata kunci: kontrastif, kausatif , bahasa Jepang
KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA YANG BERSUMBER DARI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA DI KECAMATAN TABUKAN UTARA KAB. KEPULAUAN SANGIHE
Village fund, which is allocated from the Indonesia Budget, is a form of central government’s recognition to the village government. This fund is expected to support the livelihood of the rural communities. The authority of the village government to manage such a great amount of fund independently comes with heavy responsibility. This requires high quality of human resources, so the village government can manage the fund based on good government governance principles. This study is aimed to analyze the quality of the human resources of the government of Tabukan Utara sub-district at Sangihe Regency. This study utilizes qualitative methodology and uses interview and documentation as the data collection method. To measure the quality of human resources, this study occupies indicators from the multilevel model of human capital emergence from Ployhart dan Moliterno (2011), i.e. knowledge, skills, abilities dan experience. The finding of this study shows that based on the four indicators the quality of human rescources of the village government of Tabukan Utara remains not sufficient to manage the village fund. There should be some efforts by the local and central government to improve the quality of human resources of the village government. ______________________________________________________________________Keywords: Village fund, human resources qualit
ANALISIS MAKNA PENGGUNAAN UNGKAPAN “NO†DALAM BAHASA JEPANG DAN UNGKAPAN “PE†DALAM BAHASA MELAYU MANADO BERMAKNA “KEPUNYAANâ€
Mencari perbedaan dan persamaan makna antara bahasa Jepang dan bahasa Melayu Manado menjadi pokok pembicaraan dalam penulisan karya ilmiah ini yang menitik beratkan pada penggunaan unkapan “no†dalam bahasa Jepang dengan ungkapan “pe†dalam bahasa Melayu Manado. Di sini dikontraskan pembentukan kalimat pada kedua bahasa tersebut yang menggunakan ungkapan “no†dan “pe†dalam suatu kalaimat yang dapat ditinjau dari segi makna dan bentuk, serta aspek-aspek yang terkait yang terdapat dalam model-model kalimat dari kedua bahasa tersebut tersebut. Dalam bahasa jepang penggunaan ungkapan “no†dapat mengandung makna kepunyaan, atau untuk mengapit dua bua benda ataupun dipakai pada akhir kalimat yang menyatakan kalimat tanya juga makna-makna yang lainnya. Demikian juga penggunaan ungkapan “pe†dalam bahasa Melayu Manado yang diharapkan akan didapati peerbedaan dan persamaan makna-nya yang nantinya akan diuraikan pada pembahasan di bawah beserta contoh-contoh kalimat kedua bahasa tersebut. Untuk memperjelas penulisan karya ilmiah ini, disini penulis menggunakan teori analisis kontrastif dengan tujuan mencari perbedaan juga persamaan makna kedua bahasa tersebut. Data kalimat-kalimat yang digunakan penulis dalam hal ini adalah model kalimat yang diperoleh dari korpus data berupa buku-buku berbahasa Jepang dan percakapan-percakapan orang Manado, juga artikel-artikel berbahasa Melayu serta sumber acuan lain yang dapat mendukung penulisan karya ilmiah ini.______________________________________________________________________Kata kunci: makna, kontrastif, ungkapa
PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PT BANK BTPN MITRA USAHA RAKYAT CABANG AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN
Mempertahankan pelanggan berarti meningkatkan kinerja keuangan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepercayaan dan kepuasan terhadap loyalitas nasabah pada PT. Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat cabang Amurang Kabupaten Minahasa Selatan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi Linear Berganda. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa kepercayaan dan kepuasan berpengaruh terhadap loyalitas nasabah pada PT. Bank BTPN Mitra Usaha Rakyat cabang Amurang Kabupaten Minahasa Selatan dengan mendeskripsikan secara detail variabel-variabel yang dianalisis.Kata Kunci: Kepercayaan, Kepuasan, Loyalitas Pelangga
PEMILU DAN PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT (Studi Pada Pemilihan Anggota Legislatif Dan Pemilihan Presiden Dan Calon Wakil Presiden Di Kabupaten Minahasa Tahun 2014)
Ciri sebuah negara demokratis adalah seberapa besar negara melibatkan masyarakat dalam perencanaan maupun pelaksanaan pemilihan umum. Sebab partisipasi politik masyarakat (pemilih) merupakan aspek penting dalam sebuah tatanan negara demokrasi.Memahami faktor-faktor yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memilih sangatlah penting untuk diteliti Penelitian ini menggunakan teori dari Robert Dahl yang mengatakan bahwa ukuran sebuah pemilu demokratis adalah adanya Pemilihan umum, Rotasi kekuasaan, Rekrutmen secara terbuka dan Akuntabilitas publik. Untuk memperoleh informasiinformasi dan data sebagai basis analisis persoalan, riset ini menggunakan dua metode, desk study dan field study.Hasil penelitian menyebutkan bahwa tingkat partisipasi politik masyarakat sangat dinamis, namun yang menjadi peroslan adalah terkait motivasi. Sebagian besar masyarakat mengakui bahwa ia memilih didorong oleh faktor transaksi dan unsur kedekatan secara emosional. Visi dan misi calon bukan merupakan ukuran dalam memilih.Beberapa hal yang dissarankan dalam penelitian ini adalah UU kepemiluan perlu direvisi terutama terkait dengan persyaratan calon. Selama ini uu belum membatasi mana masyarakat yang layak menjadi calon dan mana yang tidak. Karena tidak ada batasan masyarakat kerap salah memilih atau tidak mau memilih karena tidak menyukai calon-calon yang disodorkan.Penguatan kelembagaan partai politik perlu dilakukan karena mempengaruhi kenerja partai politik dalam melakukan kaderisasi. Kaderisasi yang buruk dari partai politik menyebabkan calon-calon dari parpol minim kualitas sehingga calon tidak bisa menghindari money politik untuk mempengaruhi masyarakat dalam memilih.Kualitas penyelenggara terutama ditingkat panitia ad hoc perlu dimaksimalkan. Terdapat masyarakat yang tidak memberikan suara karena masalah-masalah teknis. Sosialisasi KPU kepada masyarakat perlu digiatkan pula. Banyak yang tidak memilih karena tidak terdaftar dalam DPT atau tidak mendapat informasi yang jelas terkait kewajiban pemilih. Sebagian masyarakat masih menganggap bahwa masyarakat harus menerima undangan sebagai syarat untuk mencoblos.Kata Kunci: Pemilu, Pemilih, motivasi, caleg
UNGKAPAN METAFORIS MELAYU TERNATE DI DESA SEA TUMPENGAN, SEA MITRA DAN BUHA
Penerapan ungkapan metaforis bahasa melayu Ternate menjadi ungkapan sehari-hari di masyarakat. Ungkapan-ungkapan yang terjadi merupakan upaya untuk mempersatukan keanekaragaman budaya orang Ternate dengan penduduk lainnya.Pengguna bahasa melayu Ternate pada sub etnik Ternate yang sudah menetap di desa Sea Tumpengan, Sea Mitra dan Buha banyak mengandung ungkapan-ungkapan metaforis. Makna ungkapan metaforis menunjukkan ciri khas hubungan kekerabatan dan pola pikir mayarakat penutur bahasa melayu Ternate tersebut.Ditemukan bahwa ungkapan metaforis dan makna yang terkandung didalamnya dapat disimpulkan dalam beberapa ungkapan metaforis yang memiliki unsur teguran, peringatan dan nasihat dll. Bahasa melayu Ternate kaya dengan ungkapan metaforis yang memiliki makna sopan santun, nasehat, etika, norma agama dan norma hukum. Seperti contoh ungkapan metaforis memiliki makna teguran disampaikan secara spontanitas dalam bertutur kepada seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau bisa saja orang malas. Makna peringatan merupakan suatu pernyataan kepada pihak lain yang akan melakukan suatu aktifitas dan orang yang akan menyampaikan ungkapan metaforis sudah mengetahui dampak yang akan terjadi. Nasihat disampaikan kepada pihak lain karena adanya sesuatu yang sudah tidak kelihatan normal atau sudah melebihi kapasitas yang akan berakibat buruk.Kata kunci: Ungkapan metaforis,makna,pola pikir,ciri khas, teguran, peringata