JURNAL LPPM BIDANG EKOSOSBUDKUM
Not a member yet
466 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN PERSEPSI BELAJAR SETELAH LULUS PADA PRAJA IPDN KAMPUS SULAWESI UTARA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji informasi adanya hubungan kepribadian dalam hal motivasi berprestasi dan persepsi belajar praja IPDN dan mengevaluasi keberhasilan sistem Tritunggal terpusat, yaitu pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan dalam mengembangkan kepribadian praja. Populasi dalam penelitian ini ialah praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara. Sampel penelitian ialah 30 orang Madya Praja tingkat II semester 3 dan 30 orang praja tingkat III semester 5. Sampel ditentukan secara acak. Melalui angket berprestasi dan prestasi kerja maka diketahui bahwa tidak ada korelasi antara berprestasi dan persepsi belajar.Berprestasi dalam diri seorang praja telah terbentuk dengan adanya sistem pendidikan Tritunggal Terpusat. Untuk itu dalam meraih prestasi kerja merupakan usaha dalam diri praja sendiri agar bisa mencapai hasil maksimal kelak ketika mereka berada di lapangan kerja nanti dan tentunya berbekal dari apa yang telah mereka peroleh selama berada dalam lembaga pendidikan IPDN.Kata Kunci : Motivasi, Prestasi, Persepsi BelajarÂ
PENGARUH KUALITAS LAYANAN, PROMOSI DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH PADA PT. PEGADAIAN CABANG MANADO TIMUR
Persaingan bisnis yang semakin ketat menuntut para pelaku bisnis khususnya di bidang jasa gadai dimana salah satunya adalah PT. Pegadaian untuk memaksimalkan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh Kualitas Layanan, Promosi dan Kepuasan terhadap Loyalitas Nasabah Gadai KCA pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Manado Timur. Kuesioner dirancang dengan menggunakan Likert Scale. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Kredit Cepat Aman (KCA) yang berjumlah 1.330 orang dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Analisa data menggunakan Regresi Linear Berganda. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan bahwa Kualitas Layanan, Promosi danKepuasan berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas Nasabah. Secara parsial Promosi paling dominan berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas Nasabah sebesar 51,80% sedangkan Kualitas Layanan berpengaruh signifikan positif terhadap Loyalitas Nasabah sebesar 37,10%. Kepuasan berpengaruh tidak signifikan terhadap Loyalitas Nasabah. Walaupun Kepuasan Nasabah tidak berpengaruh signifikan positif tetapi tetap harus menjadi perhatian mengingat persaingan bisnis jasa keuangan saat ini yang sangat kompetitif maka harus ada upaya-upaya untuk meningkakan kepuasan nasabah.Kata Kunci : kualitas layanan, promosi, kepuasan nasabah, loyalitas nasabah
UNGKAPAN DAN PERIBAHASA BAHASA MONGONDOW
Di era globalisasi sekarang ini ancaman kepunahan bahasa daerah sebagai aset budaya daerah semakin dirasakan. Beberapa alasan penyebabnya adalah orang tua tidak berkomunikasi dengan anaknya dalam bahasa daerah, anak-anak merasa ketinggalan jaman berbicara dengan bahasa daerah, pengaruh urbanisasi, dll.Mengantisipasi kepunahan bahasa daerah perlu dilakukan penelitian dan pendokumentasian. Penelitian ini mengkaji struktur, fungsi, dan nilai - nilai budaya yang terkandung dalam ungkapan dan peribahasa Bahasa Mongondow.Dalam penelitian yang telah dilakukan ini digunakan metode kualitatif, yaitu suatu penelitian yang berupaya untuk memahami makna terhadap suatu benda, masyarakat, situasi atau peristiwa yang diberikan kepadanya secara nyata dan untuk analisis data digunakan analisis deskripsi kualitatif dengan menggunakan ethnographic content analysis (analisis isi etnografis). Dari data yang dikumpulkan, langkah pertama mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan struktur ungkapan dan peribahasa Bahasa Mongondow. Langkah kedua mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan fungsi ungkapan dan peribahasa Bahasa Mongondow. Langkah ketiga mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam ungkapan dan peribahasa Bahasa Mongondow.Sebagai sebuah kajian budaya, diharapkan penelitian ini dapat menggambarkan struktur, fungsi, dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam ungkapan dan peribahasa Bahasa Mongondow.Kata kunci: bahasa, budaya, struktur, fungsi, nila
SINERGISITAS (EKSEKUTIF,LEGISLATIF, JUDIKATIF SERTA MASYARAKAT) DALAM MENGENTAS PERMISIF DEVIASI DI KOTA MANADO
Masyarakat kota Manado pluralis dalam suku bangsa, agama dan keyakinan dikenal sebagai kota “religiusâ€(kehadiran banyak rumah ibadah dari semua golongan agama yang diakui di Indonesia). Harmonisasi hidup rukun dan damai (tidak pernah terjadi konflik akar rumput), sekalipun Manado diapit oleh daerah berpotensi konflik, yakni di sebelah Utara dengan Mindanao Pilipina, Selatan dengan Poso dan Timur dengan Maluku Utara. Semua warga kota Manado dengan penuh keyakinan sudah siap bergerak maju mengikuti irama arus modernisasi dan pasar bebas. Namun, buah dari politik globalisasi yang ditandai dengan kekerasan, konflik secara bertahap berpengaruh terhadap pola pikir masyarakat kota Manado. Akhir-akhir ini kota Manado menjadi tidak aman, sikap permisif fandalistik (membiarkan tindakan kekerasan dengan penghancuran) sering terjadi dalam bentuk tawuran antar kampung (tarkam). Dalam berpolitik dan berkeyakinan ditemukan rupa-rupa upaya menguasai orang atau kelompok lain (manipulasi kekuasaan) secara berlebihan, sekalipun harus merusak/menghancurkan tatanan sosial yang berlaku (deviasi). Tulisan ini mengacu pada penelitian Benedicta J.Mokalu 2013 tentang Studi Penanganan Pengentasan Kemiskinan dan Prostitusi di Kota Manado Sulawesi Utara. Oleh karena itu,dibutuhkan keberanian mengoptimalisasi peranan semua stakeholders (Eksekutif, Legislatif, Judikatif serta Masyarakat) dalam membangun kota Manado yang berbudaya, beretika, tertib, harmonis, sejahtera, cerdas serta beradab (reformasi) guna menangkal permisif deviasi fandalistis.Kata Kunci: Sinergisitas stakehorlders perekat harmonisasi sosia
Evaluasi Penerapan PSAK 24 Tentang Imbalan Kerja - Imbalan Kerja Jangka Pendek Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado: Indonesia
Abstrak : Imbalan kerja adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan entitas dalam peristiwa atau jasa yang diberikan oleh pekerja atau untuk terminasi kontrak kerja. Imbalan kerja mencakup : imbalan kerja jangka pendek, imbalan pascakerja, imbalan kerja jangka panjang, dan pesangon (PSAK 24, 15: par 05). PSAK 24 memiliki peran penting dalam mengakui imbalan kerja. Pemberian imbalan yang ridak sesuai akan mempengaruhi efektifitas serta kinerja dari karyawan. Jika tidak sesuai, akan berdampak negative bagi perusahaan. Maka dari itu dibutuhkan standar sebagai acuan yang baik dalam pemberian imbalan kerja, yaitu PSAK 24. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan PSAK 24 mengenai imbalan kerja jangka pendek. Yang menjadi objek dalam penelitian adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian, pengakuan, serta pengungkapan imbalan kerja di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Manado sudah sesuai dengan PSAK 24 Tentang Imbalan Kerja.
Kata kunci : PSAK 24, Imbalan Kerja, Imbalan Kerja Jangka Pende
Penerapan Akuntansi Pertanggungjawaban Sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada PT. Surya Mustika Nusantara (Regional Indonesia Timur)
Abstrak: PT. Surya Mustika Nusantara adalah merupakan perusahaan penjual dan distribusi rokok yang berdiri pada tahun 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan akuntansi pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian biaya pada PT. Surya Mustika Nusantara (Regional Indonesia Timur) Metode analisis dari penelitian ini adalah dengan membandingkan penerapan akuntansi pertanggungjawaban dan pengendalian biaya yang diperoleh dari studi kasus. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Surya Mustika Nusantara Regional Indonesia Timur telah menerapkan akuntansi pertanggungjawaban dengan cukup baik namun tidak adanya pemisahan antara biaya terkendali dan tidak terkendali membuat perusahaan mengalami kendala terutama dalam penyusunan dan realisasi biaya anggaran