KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Uji Perbaikan Retakan Dinding Akibat Geser dengan Kawat Ayam
RINGKASAN Fauziah, Rizkya Imro’atul. 2018. Uji Perbaikan Retakan Dinding Akibat Geser dengan Kawat Ayam. Skripsi, Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang (UM). Pembimbing (I) Drs. Adjib Karjanto, S.T., M.T., (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata Kunci : Dinding Batu Bata, Kuat Geser Diagonal, Kawat Ayam. Dinding merupakan salah satu struktur bangunan yang berfungsi melindungi penghuni dari serangan hewan buas, angin, dan hujan. Dinding pasangan batu bata sering kali menjadi pilihan utama karena biaya yang terjangkau, mudah dalam pemasangannya, dan kemampuannya dalam meredam panas. Pada kenyataan dilapangan terutama pada rumah sederhana, dinding didesain sebagai komponen pengisi bukan struktural tetapi dijadikan tumpuan beban diatasnya. Sehingga bila terkena getaran gempa yang tinggi, akan terjadi keretakan dengan arah diagonal yang disertai dengan reduksi kekuatan karena Indonesia merupakan negara yang berpotensi terjadi gempa sangat tinggi. Untuk menangani dinding yang retak tersebut, perlu adanya perbaikan dan perkuatan pada bagian-bagiannya yang rusak, tanpa harus dirobohkan. Perbaikan dinding pada penelitian ini menggunakan perkuatan kawat ayam. Tujuan dalam penelitian ini ialah (1) Untuk mengetahui besar kuat geser dinding batu bata tanpa perkuatan kawat ayam (2) Untuk mengetahui besar kuat geser dinding batu bata dengan perkuatan kawat ayam (3) Untuk mengetahui besar kuat geser dinding batu bata yang diperbaiki dengan perkuatan kawat ayam (4) Untuk mengetahui perbedaan secara signifikan nilai kuat geser dinding batu bata tanpa perkuatan, dengan perkuatan, dan perbaikan menggunakan perkuatan kawat ayam. Rancangan penelitian ini ialah deskriptif eksperimental dengan benda uji berupa dinding batu bata berukuran 50 cm x 50 cm dengan ketebalan 14 cm, dan ditengah plesteran ditanam kawat ayam. Pada celah retakan diberi adukan semen. Kemudian hasilnya dibandingkan dengan dinding batu bata tanpa perkuatan. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Keseluruhan benda uji berjumlah 9 buah. Hasil penelitian ini meliputi (1) uji kuat geser diagonal dinding batu bata tanpa perkuatan kawat ayam memperoleh nilai rerata 1,16 kg/cm2, (2) uji kuat geser diagonal dinding batu bata dengan perkuatan kawat ayam memperoleh nilai rerata 1,21 kg/cm2, (3) uji kuat geser diagonal dinding batu bata perbaikan dengan perkuatan kawat ayam memperoleh nilai rerata 4,04 kg/cm2, dan (4) ada perbedaan pada signifikan α = 0,05 nilai kuat geser dinding batu bata tanpa perkuatan, dengan perkuatan, dan perbaikan menggunakan perkuatan kawat ayam
MINIATUR TRANSFORMATOR SEBAGAI PENUNJUANG MODEL SISTEM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK MENGGUNAKAN TEGANGAN RENDAH
RINGKASAN Rochim, Nur. 2018. Miniatur, Transfomator, Sebagai Penunjang Model Sistem Pembangkit Tenaga Listrik Menggunakan Tegangan Rendah. Tugas Akhir, Jurusan Vokasi Program Studi D3 Teknik Elektro, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Kata Kunci : Miniature Transformator, Pembangkit, Tegangan Rendah Miniature Transformator Sebagai Sistem Pembangki Tenaga Listrik Tegangan Tinggi memanfaatkan sebuah Miniature transformator sebagai sebuah pembangkit tenaga listrik yang prinsip kerjanya dapat menaikan dan menurunkan tegangan dimana proses tersebut harus melalui perhitungan pada komponen seperti jumlah lilitan pada kern, luas kern, dan ukuran kawat email yang dibutuhkan. Pembuatan miniature ini dikarenakana keterbatasan mahasiswa dalam proses pembelajaran mata kuliah sehingga dibuat lah sebuah miniature sebagai media mahasiswa untuk mengetahui sistem kerja dari transformator sebenarnya. Miniatur ini menggunakan sumber tegangan pada stop kontak sebagai pengganti sumber dari sebuah generator, dari stop kontak ini didapatkan tegangan sebesar 220 Volt dan arus 2 Ampere. Setelah sumber di dapatkan kemudian tegangan akan dinaikan menggunakan Miniatur Transformator hingga mencapai tegangan ekstra tinggi 500 Volt, kemudian diturunkan bertahap sesuai dengan kondisi sebenarnya menjadi 150 Volt, 70 Volt, dan 20 Volt. Pengujian Miniature dilakukan dengan cara mengukur tegangan dan arus yang dihasilkan oleh transfomator. Pembuatan miniatur ini bertujuan untuk mempermudah pembelajaran mengenai Sistem Transmisi Tenaga Listrik dari proses penghasilan energy listrik oleh pembangkit sampai energy yang dihasilkan tersebut dapat digunakan oleh konsumen. Hasil dari pembuatan alat ini terediri dari media transformator, trainer dan modul penggunaan trainer
Pengembangan Media Praktikum Smart Relay Menggunakan Software Zeliosoft Pada Mata Pelajaran PLC Untuk SMK
ABSTRAK Renaningtyas, Intan. 2012. Pengembangan Media Praktikum Smart Relay Menggunakan Software Zeliosoft Pada Mata Pelajaran PLC Untuk SMK. Skripsi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Dwi Prihanto, S.S.T, M.Pd. (II) Aripriharta, S.T., M.T. Kata kunci: Media, PLC, smart relay, zeliosoft Berdasarkan kajian kurikulum SMK secara umum terdapat kesenjangan antara pemahaman siswa dengan standar kompetensi khususnya pada mata pelajaran PLC. Untuk itu dalam penelitian ini diupayakan untuk mengembangkan media praktikum smart relay menggunakan software zeliosoft pada mata pelajaran PLC. Pengembangan media ini menggunakan model pengembangan Sugiyono atau Research and Development (R&D), atau disebut juga pengembangan produk baru. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai beberapa guru sekaligus beberapa siswa SMK PGRI 3 Malang sebagai studi kasus. Tujuannya untuk memperoleh gambaran solusi atas potensi dan masalah yang muncul, kebutuhan siswa terhadap media belajar yang praktis, efektif dan efisien. Validasi media yang sedang dikembangkan ini dilakukan oleh tim ahli media dan ahli materi. Media ini telah memenuhi kriteria tes validitas atau kelayakan. Media ini berhasil memperoleh rekomendasi dari ahli media dan materi masing-masing sebesar 86,11% dan 92,5%. Berdasarkan hasil uji coba pada calon pengguna (siswa) diperoleh persentase sebesar 87,1% menyatakan menarik, mudah, dan jelas
Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
ABSTRAK Vahdian, Adi, P. 2013. Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd (2) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci : Kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi, prestasi belajar. Kecemasan dalam mengerjakan tes dan motivasi berprestasi marupakan faktor yang berpengaruh dengan prestasi belajar. Apabila saat siswa mengerjakan tes mengalami rasa cemas maka akan mengakibatkan prestasi belajar akan menurun atau tidak maksimal, Berbeda halnya dengan motivasi berprestasi, apabila siswa memiliki motivasi berprestasi yang tinggi maka siswa akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengungkap dan mendiskripsikan kecemasan dalam mengerjakan tes siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen,(2) mengungkap dan mendiskripsikan motivasi berprestasi siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (3) mengungkap dan mendiskripsikan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (4) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (5) menguji signifikansi hubungan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dan (6) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini termasuk deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada siswa kelas X TKR di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 131 siswa dengan metode cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan tes, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial terjadi hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar kognitif sebesar 23,5%, terjadi hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif sebesar 65,5%, dan secara simultan terjadi hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar sebesar 95,5%. Kesimpulan yang diperoleh: (1) siswa SMK kelas X TKR memiliki kecemasan dalam mengerjakan tes dalam kategori cukup, (2) siswa SMK kelas X TKR memiliki motivasi berprestasi dalam kategori cukup, (3) siswa SMK kelas X TKR memiliki prestasi belajar dalam kategori cukup, (4) semakin tinggi kecemasan dalam mengerjakan tes semakin rendah prestasi belajar siswa, (5) semakin tinggi motivasi berprestasi, semakin tinggi prestasi belajar siswa dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
persepsi siswa tentang kreativitas guru dalam menggunakan sumber belajar untuk meningkatkan hasil belajar mata diklat produktif teknik kendaraan ringan (TKR) di SMK Negeri 6 Malang
ABSTRAK Tuwinata, Krisnanda Adides. 2012. Persepsi Siswa tentang Kreativitas Guru dalam Menggunakan Sumber Belajar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Diklat Produktif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMK Negeri 6 Malang. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Sutijono, M.M, (II) Drs. Imam Muda Nauri, S.T., M.T. Kata Kunci: Kreativitas Guru, Sumber Belajar, Hasil Belajar, Diklat Produktif Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui proses pendidikan. Pendidikan di Indonesia kini lebih ditekankan pada aspek skill dengan output personal yang siap kerja. Hal ini terbukti dengan misi yang diusung oleh pemerintah yaitu akan terus mengembangkan pendidikan kejuruan atau lebih dikenal dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah menumbuhkan kreativitas guru. Kreativitas guru dalam menggunakan sumber belajar sangat besar pengaruh-nya terhadap hasil belajar siswa. Tujuan pendidikan dikatakan tercapai apabila hasil belajar siswa mengalami perkembangan dan peningkatan. Agar mutu pendi-dikan yang dikembangkan tetap baik, maka perlu diadakan dan diciptakan suatu sumber belajar yang dapat membantu dan mendorong hasil belajar siswa. Mengingat mata diklat produktif merupakan kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maka sangat perlu dan penting dikuasai oleh siswa. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan analisis deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Teknik Kendaraan Ringan (TKR) sebanyak 165 siswa, dan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kreativitas guru dalam meng-gunakan sumber belajar, dengan sub variabel sebagai berikut: 1) pemanfaatan sumber belajar; 2) penyampaian sumber belajar; 3) penguasaan sumber belajar; 4) evaluasi sumber belajar, sedangkan Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar mata diklat Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM). Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dengan teknik analisis deskriptif persentase dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian dari analisis deskriptif persentase untuk kreativitas guru dalam menggunakan sumber belajar sebesar 77,11% dalam kriteria kreatif, dengan rincian sub variabel untuk pemanfaatan sumber belajar sebesar 49,40% dalam kriteria kreatif, penyampaian sumber belajar sebesar 49,40% dalam kriteria kreatif, penguasaan sumber belajar sebesar 68,68% dalam kriteria kreatif, dan evaluasi sumber belajar sebesar 61,45% dalam kriteria kreatif. Analisis deskriptif persentase untuk hasil belajar mata diklat produktif sebesar 56,63% dalam kriteria baik. Berdasarkan analisis regresi linier sederhana diperoleh Fhitung = 5,815 dan Ftabel = 3,96. Karena nilai Fhitung > Ftabel, maka nilai Fhitung yang diperoleh tersebut berpengaruh, sehingga hipotesis yang dapat diambil adalah kreativitas guru dalam menggunakan sumber belajar sangat besar dalam meningkatkan hasil belajar mata diklat produktif Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMKN 6 Malang. Besarnya pengaruh antara kreativitas guru dalam menggunakan sumber belajar terhadap hasil belajar mata diklat produktif sebesar 0,067 (6,7%). Dari data hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa guru Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM) mempunyai kemampuan dalam menggunakan sumber belajar pada proses pembelajaran di kelas sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada kepala sekolah agar lebih meningkatkan prasarana sumber belajar mata diklat PDTM, bagi guru hendaknya lebih kreatif menciptakan metode/cara baru dalam pembelajaran dan menggunakan berbagai macam sumber belajar mata diklat PDTM, bagi siswa hendaknya menyadari pentingnya sumber belajar pada pembelajaran PDTM bagi dirinya, dan bagi peneliti berikutnya agar menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi agar diperoleh hasil yang lebih optimal
Analisis Profil Usaha Alumni Diploma III Tata Busana Universitas Negeri Malang (Studi Kasus Pada Angkatan 2005 – 2007)
ABSTRAK Nabilah, Yasmin. 2012. Analisis Profil Usaha Alumni Diploma III Tata Busana Universitas Negeri Malang ( Studi Kasus Pada Angkatan 2005 – 2007), Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas TeknikUniversitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anik Dwiastuti, S.T, M.T., (2) Dra. Sri Eko Puji Rahayu, M.Si. Kata Kunci : Analisis, Profil Usaha, Alumni Tenaga kerja setiap tahun akan semakin meningkat sejalan dengan ledakan pertumbuhan penduduk. Perkembangan penduduk harus diikuti oleh tersedianya lapangan pekerjaan baru. Pikiran seseorang yang tidak bekerja akan selalu tertuju pada usaha mencari pekerjaan. Seseorang tidak dapat melihat adanya kesempatan kerja yang dapat dilakukan sendiri. Sebagian besar berfikir bahwa untuk melakukan pekerjaan sendiri atau memulai usaha diperlukan modal yang besar. Pandangan demikian akan menimbulkan kondisi yang tidak sehat. Seharusnya arus pencari kerja harus diimbangi dengan arus pencipta lapangan pekerjaan baru. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah pengangguran tersebut adalah dengan membentuk usaha mandiri atau berwirausaha. Program studi Diploma III Tata Busana jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang termasuk tempat bagi mahasiswa untuk mempelajari ilmu yang berguna untuk memulai suatu usaha, karena tujuan utama dari program studi Diploma III Tata Busana adalah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi di bidang Tata Busana yang mampu bekerja pada berbagai dunia usaha atau industri yang relevan atau berwirausaha mandiri di bidangnya. Profil usaha dalam penelitian ini meliputi entrepreneurial skill dan managerial skill. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah alumni Diploma III Tata Busana angkatan 2005 – 2007 yang memiliki usaha di bidang tata busana sejumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Padaentrepreneurial skill alumni memiliki kemampuan yang lebih baik dalam hal berkomunikasi untuk melakukan kerjasama dengan orang lain, namun hal tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan dalam bertanggungj awab. Hal ini ditandai dengan mayoritas alumni yang menyatakan pernah terlambat dalam memberikan pesanan dan mendapatkan komplain dari konsumen bahkan tak jarang konsumen meninggalkan usaha alumni. (2) Alumni lebih banyak memiliki usaha modiste dengan bentuk usaha perseorangan. Pada managerial skill kelemahan yang dimiliki alumni terletak pada kurangnya kemampuan mereka dalam mengelola aspek pemasaran dan keuangan. Pada aspek pemasaran mayoritas alumni kurang melakukan promosi, kurangnya promosi tersebut ternyata berdampak pada aspek produksi, dimana order yang didapatkan oleh sebagian besar usaha alumni hanya 1 – 20 potong pakaian perbulan. Pada aspek keuangan, mayoritas alumni menyatakan bahwa mereka tidak membuat laporan keuangan. Hal ini juga berkaitan dengan kurangnya tanggungjawab yang dimiliki alumni. Seluruh alumni juga tidak memiliki ijin mendirikan usaha dari pemerintah
perbedaan hasil belajar penerapan metode inkuiri dalam strategi cooperative dengan metode team assisted individualization (TAI) terhadap kompetensi dasar melakukan setting peripheral melalui sistem operasi siswa kelas X di SMAN 1 sutojayan
ABSTRAK Bangun, Farid Styo. 2012. PerbedaanHasil Belajar Metode Inkuiri dalam Strategi Cooperative denganMetode Team Assisted Individualization (TAI) TerhadapKompetensi Dasar Melakukan Setting Peripheral SistemMelalui OperasiSiswa Kelas X di SMAN 1 Sutojoyan.Skripsi, Pendidikan Teknik Informatika Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara M. Pd. (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Kata Kunci: hasil belajar, MetodeInkuiri, Metode TAI Metode pembelajaran merupakan sesuatu hal yang harus diperhatikan agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil observasi di SMAN 1 Sutojayan diketahui hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi dasar melakukan setting peripheral melalui sistem operasi masih rendah. Metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru adalah metode TAI. Namun metode pembelajaran ini kurang efektif dengan kondisi siswa dikelas. Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi pasif, tidak ada persaingan antar tim, dan saling tergantungan antara siswa yang kurang pandai dengan siswa yang lebih pandai sehingga mengakibatkan pada hasil belajar siswa yang rendah. MetodeInkuiri merupakan cara mengajar dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mengembangkan cara belajar aktif siswa. Pada metodeInkuiri siswa menemukan sendiri pemecahan masalah yang diberikan oleh guru sampai pada tahap “yakin”. Dengan menggunakan strategi penemuan, dan cara pembagian kelompok yang dibentuk oleh siswa sendiri akan mengubah pola belajar siswa lebih aktif dalam kelompok mereka, dikarenakan kenyamanan mereka dalam kelompok dan dapat menjadi sebuah solusi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara penerapam metode Inkuiridalam strategi cooperative dengan metode TAI. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan menggunakan pretest dan postest pada kedua kelas sampel. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas yaitu metode pembelajaran dan variabel terikat yaitu hasil belajar. Pupolasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling kelompok cluster sehingga didapatkan kelas X-7 sebagai kelas eksperimen dan X-5 sebagai kelas kontrol dengan perimbangan dari nilai pretes dan saran dari guru TIK. Rata-rata nilai kelas kontrol waktu pretest adalah 43,04 dan postes 80,05. Sedangkan rata-rata nilai kelas eksperimen pada waktu pretest adalah 42,25 dan postest 85,82. Dari penelitian ini didapatkan hasil uji-t dua pihak data postes dengan thitung= 5,304 yang lebih besar dari ttabel= 1,99 serta derajat kebebasan 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dari hasil analisis uji-t tersebut didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X pada kompetensi dasar melakukan setting peripheral sistem operasi melalui metode Inkuiridalam strategi cooperative dengan metode Team Assisted Individualization. ABSTRACT Bangun, Farid Styo. 2012. The Differences of Result An Inquiry Method in Cooperative Strategy With Team Assisted Individualization Method The Basic Competence Through Peripheral Setting Grade X At SMAN 1 Sutojayan. Thesis, Computer Science Education Departement of Electrical Engineering, State University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Ir. H. SyaadPatmanthara M. Pd. (II) M. Rodhi Faiz, S.T., M.T. Keyword: learning outcomes, Inquiry method, Team Assisted Individualization (TAI) method This method of learning is something that should be taken to ensure that teachinh and learning activities went well. Based on observations at SMAN 1 Sutojayan known grade X student learning outcomes on the basic of the competence of peripheral setting via the operating system is still low. Learning method is a method applied by the teacher TAI. However, this learning method is less effective with the condition between teams, and the mutual dependence between the less intelligent students with more proficient students, resulting in low student learning outcomes. An Inquiry is a way of teacing methods in order to improve the quality of learning and develop students active learning. At an Inquiry the students find their own method of solving problem given by the teacher reached the stage of “sure”/ by using the strategy of the invention, and how these divisions have been formed bt the students themeselves will change the pattern of student learning is more active in their groups, because of their convenience in the group and can be a solution. The purpose of this study was to determine differences in student learning outcomes between the application an Inquiry method in cooperative strategy with TAI method. This was a quasi experiment using a pretest and postest on both classes of samples. Variables consisted of the independent variables and the dependent variables learning method that is the result of learning. Population in this study were all students in grade X. Determination of the sample is done using the cluster sampling technique to obtain the class X-7 as a class experiment and X-5 as the control class with the balance of the pretest and suggestions from teachers of ICT The average pretest value of the control class time is 43,04 and 80,05 postest. While the average value of experiment class at pretest was 42,25 and 85,82 postest. Results obtained from this study are two party t-test with the data postest tcount= 5,304 greater than ttable= 1,99 and 0,000 degress of freedom smaller than 0.05. From the result of the t-test analysis was obtained the conclusion that there are significant differences of grade X student learning outcomes on the basic competence of setting peripheral the operating system through an Inquiry method in a cooperative strategy with Team Assisted Individualization method
Iterative Data Detection and Pilot Symbol Assisted -Channel Estimation for Single-Parity Check-Product Coded Multiple Antennas System
Maximum a posteriori (MAP) based iterative data detection and pilot symbol assisted channel estimation of the single parity check product coded multiple antenna wireless communication system is discussed. In iterative data-detection and channel-estimation algorithms, the channel estimator and the data detector recursively exchange the information order to improve the system performance. The work in this paper uses the single-parity-check code (SPC) as component code, parallel concatenated, of product code (PC). The SPC-PC codes are high-rate codes when reasonable block lengths are used. They are simple in both encoding and decoding, and are shown to produce good performance while decoded iteratively. By taking the output of the SPC-PC encoder into two defined-interleavers and transmitting through multiple transmit antennas, will provide space and time diversity in the system. This scheme would be BLAST-like system. Pilot-symbol aided channel estimation is used to measure the channel impulse response. Following the iteration of the decoding process, the channel impulse response will be updated by employing the extrinsic information output of the decoder. The convergence of this channel impulse response update will investigate
Kinerja Perpaduan Deteksi Data dan Estimasi Kanal Iteratif dari Sistem Komunikasi Nirkabel Antena Jamak Menggunakan Kode Product dengan Pariti Cek Tunggal
ABSTRAK Pada algoritma perpaduan deteksi data dan estimasi kanal iteratif, estimator kanal dan detektor data secara rekursif bertukar informasi untuk memperbaiki kinerja sistem. Makalah ini mempelajari deteksi data menggunakan kriteria maximum a posteriori (MAP) dan estimasi kanal menggunakan simbol pilot yang diterapkan pada sistem komunikasi antena jamak dan kode produk turbo dengan pariti cek tunggal (single parity check – turbo product code, SPC-TPC) sebagai komponen kodenya. Hasil-hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma dapat konvergen setelah beberapa iterasi dan mampu memperbaiki kinerja probabilitas kesalahan dari sistem. Abstract In iterative data-detection and channel-estimation algorithms, the channel estimator and the data detector recursively exchange the information order to improve the system performance. In this paper, maximum a posteriori based iterative data detection and pilot symbol assisted channel estimation of the single parity check product code for multiple antenna wireless communication is studied. Results show the algorithm can converge at a few iteration numbers and improve error probability performance of the system
Penerapan Metode Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Statika Siswa Kelas X Gambar Bangunan SMK Nasional Malang.
ABSTRAK Arif Abidin, Alifian . 2012. Penerapan Metode Quantum Teaching untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Statika Siswa Kelas X Gambar Bangunan SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Eko Suwarno, M.Pd. (II) Dra. Sri Agrariani Judowati, M.Pd Kata kunci: quantum teaching, motivasi belajar, hasil belajar Berdasarkan hasil pengamatan saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan dialog dengan guru Statika SMK Nasional Malang, diperoleh informasi bahwa sebagian besar siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran matematika di kelas. Banyak siswa yang kurang bersemangat ketika pelajaran berlangsung, kemauan untuk berusaha dan bertanya bila ada tugas maupun soal yang sulit juga kurang, banyak siswa yang merasa bahwa Statika merupakan pelajaran yang sulit dan berhubungan dengan banyak rumus sehingga sulit untuk dimengerti. Hal ini dikarenakan kecenderungan guru menyajikan materi secara final, sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan. Dari beberapa permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini diterapkan model Quantum Teaching dengan harapan dapat menjadikan belajar matematika lebih bermakna dan menyenangkan. Sehingga dapat membuat siswa termotivasi untuk terlibat secara aktif selama proses pembelajaran Statika di kelas sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar statika siswa dengan langkah-langkah pembelajaran Quantum Teaching. Subjek penelitian adalah siswa kelas X GB SMK Nasional Malang yang terdiri dari 18 siswa. Desain Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2011. Data yang diambil adalah data motivasi belajar yang diperoleh melalui angket/kuisioner dan data hasil belajar yang diperoleh dari hasil test di akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Quantum Teaching dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Statika siswa. Peningkatan ini ditunjukkan dari data hasil angket motivasi siswa sebelum dan setelah diberi tindakan. Skor rata-rata motivasi awal siswa sebelum diberi tindakan sebesar 2,82 dan setelah diberi tindakan pada siklus I 3,46 , siklus II 3,74. Rata-rata nilai test pada siklus I sebesar 58,20 dan pada siklus II sebesar 77.72. Dengan demikian pembelajaran Quantum Teaching dapat dikembangkan dalam pembelajaran Statika