KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
72 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
ABSTRAK Vahdian, Adi, P. 2013. Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd (2) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci : Kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi, prestasi belajar. Kecemasan dalam mengerjakan tes dan motivasi berprestasi marupakan faktor yang berpengaruh dengan prestasi belajar. Apabila saat siswa mengerjakan tes mengalami rasa cemas maka akan mengakibatkan prestasi belajar akan menurun atau tidak maksimal, Berbeda halnya dengan motivasi berprestasi, apabila siswa memiliki motivasi berprestasi yang tinggi maka siswa akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengungkap dan mendiskripsikan kecemasan dalam mengerjakan tes siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen,(2) mengungkap dan mendiskripsikan motivasi berprestasi siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (3) mengungkap dan mendiskripsikan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (4) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (5) menguji signifikansi hubungan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dan (6) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini termasuk deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada siswa kelas X TKR di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 131 siswa dengan metode cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan tes, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial terjadi hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar kognitif sebesar 23,5%, terjadi hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif sebesar 65,5%, dan secara simultan terjadi hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar sebesar 95,5%. Kesimpulan yang diperoleh: (1) siswa SMK kelas X TKR memiliki kecemasan dalam mengerjakan tes dalam kategori cukup, (2) siswa SMK kelas X TKR memiliki motivasi berprestasi dalam kategori cukup, (3) siswa SMK kelas X TKR memiliki prestasi belajar dalam kategori cukup, (4) semakin tinggi kecemasan dalam mengerjakan tes semakin rendah prestasi belajar siswa, (5) semakin tinggi motivasi berprestasi, semakin tinggi prestasi belajar siswa dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen
PENINGKATAN KEMAMPUAN KETERAMPILAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS V SD KRANJINGAN 05 JEMBER MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TPS
ABSTRAK Aqil Muhammad. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS UntukMeningkatkan Keterampilan Membaca Pemahaman Siswa Kelas V SD. Kranjingan 05 Jember. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Konsentrasi Guru Kelas. ProgramPascasarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Wahyudi Siswanto, M.Pd. (II) Prof. Dr. Heri Suwignyo, M.Pd. Kata Kunci: model kooporatif tipe TPS, pembelajaran, dan membaca pemahaman Pembelajaran membaca pemahaman di SD Kranjingan 05 Jember menekankan pada pembelajaran secara individual. Pembelajaran individual dan kompetitif lebih banyak berpusat pada guru dan tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi. Untuk menghindari kelemahan pembelajaran individual, dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Kelebihan dalam pembelajaran kooperatif yaitu siswa tidak hanya dituntut secara individual untuk mencapai sukses, melainkan dapat bekerja sama untuk mencapai hasil bersama, aspek sosial sangat menonjol, dan siswa dituntut bekerja sama untuk terhadap keberhasilan kelompoknya. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil keterampilan membaca siswa. Proses pembelajaran meliputi aspek perencanaan dan pelaksanaan, sedangkan evaluasi merupakan hasil pembelajaran yang dicapai siswa. Pembelajaran difokuskan pada pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas V SD. Kranjingan 05 Jember, yang dibagi dalam enam kelompok. Penelitian dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus memuat tiga aspek yakni aspek perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi. Pelaksanaan setiap siklus diobservasi dan direfleksi oleh peneliti dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa daftar cek dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan teknik anaisis deskriptif kualitatif model alir, meliputi tahap reduksi data, paparan data, verifikasi, dan penyimpulan. Setelah dilakukan tindakan, hasil menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat. Peningkatan yang dimaksud meliputi peningkatan kemampuan dalam proses dan hasil membaca pemahaman. Peningkatan kemampuan dalam proses membaca meliputi kemampuan mengajukan pertanyaan sebelum membaca, peningkatan kemampuan dengan mengajukan dan menanggapi bacaan selama proses membaca, kemampuan memahami isi bacaan, serta pertisipasi dalam diskusi kelas setelah membaca. Peningkatan hasil membaca tampak pada hasil tes yang dicapai pada semua kelompok dari siklus I, II, dan III. Hasil tes menunjukan bahwa skor rata-rata yang dicapai siswa dalam kelompok pada siklus I adalah 60,1, siklus II adalah 67,8, dan siklus III adalah 77,3
Pengaruh Pemanfaatan Limbah Bata Merah Sebagai Pengganti Sebagian Semen Terhadap Kuat Tekan Beton
RINGKASAN Permintaan bahan beton semakin meningkat mengakibatkan permintaan bahan utama campuran beton juga semakin banyak. Bahan utama campuran beton seperti semen, batu, pasir berasal dari sumber daya alam yang apabila diambil terus menerus akan habis. Maka dari itu diperlukan inovasi-inovasi baru mengenai bahan campuran beton. Limbah bata merah dipilih sebagai bahan inovasi untuk campuran beton karena memiliki komposisi senyawa yang mirip dengan semen. Batu bata merah memiliki kandungan SiO2, Al2O3 dan Fe2O3 lebih dari 70%, sehingga tergolong sebagai pozzolan aktif yang menyerupai sifat semen dan memiliki kandungan silika yang tinggi diharapkan dapat mengganti sebagian semen dan meningkatkan stabilitas campuran. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui kuat tekan maksimal silinder beton pada 5 macam variasi prosentase limbah bata merah, (2) mengetahui pengaruh perbedaan yang signifikan dari variasi prosentase penggunaan limbah bata merah pada kuat tekan beton, (3) mengetahui nilai maksimal modulus elastisitas beton pada 5 macam prosentase limbah bata merah 0%, 20%, 40%, 60% dan 80% terhadap berat semen dalam campuran beton. Rancangan penelitian ini ialah deskriptif eksperimental. Eksperimen dilaksanakan di Laboraturium Teknik Sipil Universitas Negeri Malang. Setelah penelitian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan tabel, grafik dan uji ANOVA berdasarkan data dari hasil pengujian. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kuat tekan beton maksimum pada beton variasi A limbah bata merah 0% = 20,29 MPa. Beton variasi B limbah bata merah 20% kuat tekan maksimum = 14,97 MPa. Beton variasi C limbah bata merah 40% kuat tekan maksimum = 9,83 MPa. Nilai kuat tekan maksimum beton pada variasi D limbah bata merah 60% = 5,74 MPa. Sedangkan beton variasi E limbah bata merah 80% kuat tekan maksimum= 3,06 MPa. Semakin besar prosentase penambahan limbah bata merah, maka kuat tekan beton semakin kecil. Hasil analisis uji ANOVA yaitu ada perbedaan kuat tekan beton yang signifikan antara beton normal atau beton variasi dengan beton yang mengandung kadar limbah bata merah. Nilai modulus elastisitas maksimum beton dicapai oleh beton variasi A kadar limbah bata merah 0%. Nilai modulus elastisitas beton variasi B yaitu 5771,01 MPa. Modulus elastisitas beton variasi C kadar limbah bata merah 40% = 7211,67 MPa. Nilai modulus elastisitas beton variasi E kadar limbah bata merah 80% = 6974,44 MPa. Beton variasi D memiiliki nilai modulus elastisitas terendah yaitu 3493,64 MPa. Nilai modulus elastisitas beton tidak berbanding lurus dengan prosentase penambahan limbah bata merah
Perbedaan Penggunaan Standard Camshaft Dan Camshaft Racing Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Engine OHC 110 CC Karburator
RINGKASANSantoso, Didik Leo. 2019. Perbedaan Penggunaan Standard Camshaft Dan RacingCamshaft Terhadap Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Engine OHC 110 cc Karburator. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Paryono, S.T, M.T. (II) Erwin Komara Mindarta. S.Pd, M.Pd.Kata Kunci: standard camshaft, camshaft racing, daya, konsumsi bahan bakarKurang maksimalnya daya yang dihasilkan sepeda motor keluaran pabrik menjadi alasan konsumen untuk memodifikasi sepeda motor. Sebanyak 50 konsumen yang ditanya 68% lebih memilih Yamaha dibandingkan Honda. Tujuan penelitian ini yang pertama untuk mengetahui perbedaan penggunaan standard camshaft dan camshaft racing terhadap daya pada engine OHC 110 cc karburator, yang keduan untuk mengetahui perbedaan penggunaan standard camshaft dan camshaft racing terhadap konsumsi bahan bakar pada engine OHC 110 cc karburator. Daya merupakan energi yang dihasilkan mesin persatuan waktu mesin. Konsumsi bahan bakar merupakan banyaknya bahan bakar yang dihabiskan selama proses pembakaran berlangsung.Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian ini menggunakan desain penelitian perbandingan kelompok statis. Subyek dalam penelitian ini yaitu engine OHC 110 cc dan obyek dalam penelitian ini adalah standard camshaft dan camshaft racing. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan instumen dokumentasi dan tes. Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji independent sample t tes.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh pertama perbedaan penggunaan standard camshaft dan camshaft racing terhadap daya dengan nilai signifikansi 0,003 < 0,05, yang kedua perbedaan penggunaan standard camshaft dan camshaft racing terhadap konsumsi bahan bakar dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulakn bahwa pertama terdapat perbedaan daya pada engine tipe OHC 110 cc karburator yang menggunakan standard camshaft dan camshaft racing, yang kedua terdapat perbedaan konsumsi bahan bakar pada engine tipe OHC 110 cc karburator yang menggunakan standard camshaft dan camshaft racing.SUMMARYSantoso, Didik Leo. 2019. Differences in the Utilize of Standard Camshaft and Racing Camshaft Against Power and Fuel Consumption at the OHC 110 Cc Carburetor Engine. Undergraduate thesis, Mechanical Engineering Department, Faculty of Engineering, State University of Malang. Advisor: (I) Drs. Paryono, S.T, M.T. (II) Erwin Komara Mindarta. S.Pd, M.Pd.Keywords: standard camshaft, racing camshaft, power, fuel consumptionThe lack of maximum power produced by factory-produced motorbikes is the reason for consumers to modify motorbikes. As many as 50 consumers were asked 68% prefer Yamaha compared to Honda. The purpose of this research is to find out the difference in the use of standard camshafts and racing camshafts against the power of the 110 cc OHC carburetor engine, the second to know the difference in the use of standard camshaft and camshaft racing to fuel consumption on the 110 cc OHC carburetor engine. Power is the energy produced by the engine unit time. fuel consumption is the amount of fuel spent during the combustion process.This study uses a quantitative approach. The design of this study uses a static group comparison research design. The subjects in this study were the 110 cc OHC engine and the objects in this study were standard camshafts and camshaft racing. The data collection method used is documentation and test instruments. In this study using test analysis independent sample t-test.Based on the results of data analysis, the first difference was the use of standard camshaft and camshaft racing on power with a significance value of 0.003 <0.05, the second difference was the use of standard camshaft and camshaft racing to fuel consumption with a significance value of 0.000 <0.05. From the results of the study, it can be concluded that first there is a power difference in the 110 cc OHC type carburetor engine that uses a standard camshaft and racing camshaft, the second there is a difference in fuel consumption in the 110 cc OHC type carburetor that uses a standard camshaft and camshaft racing
PERFORMASI PEMBANGKIT NUKLIR PADA SMART GRID POWER SYSTEM DALAM KAJIAN RANDOM WALKS
ABSTRAK Energi listrik dewasa ini menjadi salah satu kebutuhan sangat penting untuk menunjang aktifitas masyarakat dan industri. Sehingga pengiriman daya listrik harus dapat dilakukan dengan layanan yang baik, aman dan andal. Baik artinya harus menjamin kemampuan pelanggan untuk mengadakannya, aman artinya bagi pelanggan dan lingkungan tidak berbahaya, sedangkan andal artinya dapat melayani secara kontinyu dan berkualitas. Hal ini dapat terwujud dengan baik apabila didukung infrastruktur interkoneksi yang terpadu dan dikendalikan secara real time setiap waktu. Secara umum, infrastruktur sistem tenaga lisrik dibagi dalam beberapa seksi, yaitu pembangkit, transmisi, distribusi dan utilisasi. Untuk mendukung hal tersebut, dewasa ini sistem tenaga listrik modern menggabungkan teknologi sistem informasi cerdas ke dalam pengelolaan operasi, untuk mengelola data-data operasional yang terjadi pada sistem interkoneksi. Secara prinsip, bahwa sistem informasi cerdas memantau kecukupan pasokan daya dan ketersediaan energi selama beroperasinya pembangkit melalui komunikasi informasi, melakukan evaluasi pengiriman daya di jaringan berdasarkan data-data kekinian operasional, memantau pemanfaatan energi di pelanggan dan mengelola historik data untuk peramalan, serta mengevaluasi kondisi dinamis beroperasinya sistem sebagai data real time. Kedua aspek sistem tenaga listrik modern tersebut saling bersinergi untuk membangun smart grid power system
METODE PELAKSANAAN STRESSING PC-I GIRDER SPAN 40 METER JEMBATAN KALI CENGGER 1 PROYEK TOL SEMARANG-SOLO RUAS SALATIGA-BOYOLALI STA 55+877.400
ABSTRAKKhusen, Achmad Fahri. 2019. Metode Pelaksanaan Stressing PC-I Girder Span 40 Meter Jembatan Kali Cengger 1 Pada Proyek Tol Semarang-Solo Ruas Salatiga-Boyolali STA. 55+877.400. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T.Kata Kunci : Metode, stressing, PC-I girder.Metode pelaksanaan pekerjaan stressing PC-I girder adalah proses memberikan tegangan pada struktur PC-I girder dengan melakukan penarikan terhadap untaian kawat strand yang ada di dalam tendon girder dan untuk menyatukan struktur PC-I girder yang masih berupa struktur segmental menjadi satu komponen PC-I girder utuh. Guna melakukan pekerjaan stressing PC-I girder maka diperlukan peralatan dan bahan yang harus memiliki mutu yang sesuai dengan Standar Operasional Pelaksanaan, agar didapatkan struktur PC-I girder yang mampu menumpu beban yang bekerja, yang mana struktur PC-I girder ini akan digunakan sebagai gelagar span 40 meter untuk span P2-P3, P3-P4, P5-P6, P6-P7, P7-P8. Berdasarkan uraian tersebut, maka proyek akhir ini akan membahas Metode Pelaksanaan Stressing PC-I Girder Span 40 Meter Jembatan Kali Cengger 1 pada pembangunan Proyek Tol Semarang-Solo Ruas Salatiga-Boyolali Sta 55+877.400.Tujuan metode pelaksanaan pekerjaan stressing PC-I girder ini memiliki tujuan untuk memberikan tegangan pada struktur PC-I girder supaya bisa memikul beban yang bekerja pada Jembatan Kali Cengger 1.Hasil studi lapangan yaitu: pekerjaan stressing PC-I pada proyek pembangunan Jembatan Kali Cengger 1 yaitu meliputi mengatur level kedataran segmental PC-I girde, proses instalasi PC 7 Wire Strand SWPR 7 B (tipe A), pemasangan hydraulic jack dan setting manometer, proses jacking force, dan serangkaian pekerjaan grouting. Pekerjaan Stressing PC-I Girder Span 40 Meter Jembatan Kali Cengger 1 pada pembangunan Proyek Tol Semarang-Solo Ruas Salatiga-Boyolali Sta 55+877.400. dapat dikatakan baik dan sesuai dengan standar operasional pelaksanaan
prototype lemari pengering pakaian bayi
ABSTRAK Kata Kunci: SHT11, LCD, ATmega8535, Driver Relay Pakaian dapat diartikan sebagai penutup anggota badan termasuk tangan dan kaki. Manusia mengenakan pakaian dengan fungsi dan alasan tertentu, misalnya alasan keselamatan dan perubahan cuaca. Perubahan cuaca yang tak menentu membuat pakaian basah sulit untuk kering. Waktu yang diperlukan untuk mengeringkan pakaian juga lama. Idealnya untuk mengeringkan pakaian di musim panas memerlukan pakaian 6-7 jam dan pada musim hujan bisa mencapai 2 hari. Tugas Akhir Prototype Lemari Pengering Pakaian Bayi merupakan salah satu solusinya. Pakaian bayi dipilih sebagai objek karena bentuknya kecil dan cocok untuk prototype alat ini. Prinsip kerja dari sistem secara keseluruhan yaitu sensor SHT11 mendeteksi suhu dan kelembaban udara didalam lemari pengering. Data dari suhu dan kelembaban dari SHT11 diproses dan dikontrol oleh mikrokontroler ATmega8535. Mikrokontroler berfungsi untuk mengontrol input dan output. Kipas berfungsi mengatur sirkulasi udara yang ada dalam lemari pengering. LCD berfungsi untuk menampilkan suhu dan kelembaban yang sudah terukur. Berdasarkan hasil perancangan, pembuatan, pengujian dan pembahasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Design alat meliputi rangkaian sensor SHT11, driver relay, minimum sistem ATmega8535, catu daya, dan LCD. (2) Alat yang dihasilkan sesuai dengan design alat dan prototype lemari pengering pakaian bekerja sesuai dengan instruksi yang diinginkan. (3) Prototype lemari pengering pakaian bayi berkondisi aktif high yang bekerja pada kondisi normal lemari pengering yaitu suhu 250C dan kelembaban 78% dan mati pada suhu >=400C dan kelembaban 53%
Pengembangan Modul Sistem Koloid Model Learning Cycle 5-E Untuk SMA/MA Kelas XI Semester 2 Sebagai penunjang KTSP
ABSTRAK Riki Yanto Djelau. 2013. Pengembangan Modul Sistem Koloid Model Learning Cycle 5-E Untuk SMA/MA Kelas XI Semester 2 sebagai penunjang KTSP. Skripsi, Jurusan FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Sri Rahayu,M. Ed, Ph. D, (II) Muntholib. S. Pd, M.Si. Kata Kunci: modul, Learning Cycle 5-E, Koloid, KTSP Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), pembelajaran lebih ditekankan pada pembelajaran yang berpusat pada siswa, yaitu, siswa dituntut untuk dapat mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Salah satu model pembelajaran yang menerapkan prinsip-prinsip kontruktivistik adalah model belajar Learning Cycle 5-E. Salah satu bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik pembelajaran kontruktivistik adalah modul. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul pembelajaran kimia materi koloid model Learning Cycle 5-E untuk SMA/MA kelas XI semester 2 sebagai penunjang KTSP. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada langka Borg dan Gall. Namun adanya keterbatasan waktu dalam penelitian ini, langkah yang dilakukan hanya sampai pada langkah ketiga. Langkah-langkah tersebut adalah (1) penelitian dan pengumpulan data; (2) perencanaan pengembangan produk; (3) pengembangan modul. Hasil penelitian adalah (1) modul hasil penegembangan dengan judul Koloid dengan susunan yaitu cover, kata pengantar, petunjuk penggunaan modul, langkah-langkah penggunaan, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, 3 kegiatan belajar yang disusun dengan model Learning Cycle 5 E, kunci jawaban, umpan balik, glossarium, daftar pustaka
Perbandingan Produktivitas Alat Pancang Diesel Hammer Tipe – K 32 Dengan Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T Pada Pemasangan Tiang Pancang Ø 60 cm Pada Pembangunan Gedung DPRD Surabaya
ABSTRAKPutri, Dinda Risky Trisna. 2019. Perbandingan Produktivitas Alat Pancang Diesel Hammer Tipe K – 32 dengan Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T Pada Pemasangan Tiang Pancang Ø 60 cm Pada Pembangunan Gedung DPRD Surabaya. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.TKata Kunci : Diesel Hammer, Hydraulic Static Pile Driver, Produktivitas, Tiang Pancang.Pembangunan gedung DPRD Surabaya menggunakan pondasi tiang pancang sebagai konstruksi utamanya. Pondasi merupakan suatu elemen struktur yang memegang peranan penting dari suatu bangunan. Dalam proses pemancangannya menggunakan alat pancang Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T, alat pancang ini dipilih karena berdasarkan kondisi dilapangan serta membutuhkan waktu pemancangan yang tidak lama. Namun ada alat pancang lain yang bisa digunakan yaitu Diesel Hammer Tipe K – 32. Diesel Hammer dipilih sebagai pembanding dari Hydraulic Static Pile Driver karena kedua alat ini memiliki metode pemancangan yang berbeda dan produktivitas yang tidak sama. Pemilihan alat pancang yang tepat dan lebih cepat akan mempengruhi durasi pengerjaan pemasangan tiang pancang.Kajian ini menggunakan analisis desktiptif untuk membedakan penggunaan alat pancang yang diukur dari produktivitas kerja dan waktu capaian hari kerja. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas, waktu yang dibutuhkan untuk masing-masing alat pancang Diesel Hammer Tipe K – 32 yaitu 1,25 menit/meter. Sedangkan alat pancang Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T yaitu 0,3 menit/meter. Dengan total waktu penyelesaian pemasangan 132 tiang pancang, alat pancang Diesel Hammer Tipe K – 32 membutuhkan waktu 1.980 Menit dalam 7 hari. Sedangkan alat pancang Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T membutuhkan waktu 475,2 Menit dalam 4 hari.Perbedaan capaian pemancangan pada masing-masing alat pemancangan dalam 1 hari, untuk alat pancang Diesel Hammer Tipe K – 32 dapat memancang 19 tiang pancang/hari dengan total waktu 285 menit selama 8 jam kerja. Sedangkan alat pancang Hydraulic Static Pile Driver Tipe 420 T dapat memancang 37 tiang pancang/hari dengan waktu pekerjaan lebih cepat yaitu 133 menit selama 8 jam kerja
Penerapan Teknik Pengecoran Aluminium di Desa Mayangan Kota Pasuruan untuk Pengembangan Perkuliahan Pengecoran Logam Di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang. Skripsi
ABSTRAK Mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Malang yang dipersiapkan menjadi tenaga pengajar yang profesional. Seorang pengajar yang profesional dituntut mampu mengajar dan melaksanakan kurikulum yang sudah ditetapkan. Pengajar bertugas mempersiapkan peserta didik menjadi tenaga yang terampil dan mampu bersaing di dunia kerja. Selain mengajar dan melaksanakan kurikulum, pengajar diharapkan mampu memberikan bekal kepada peserta didik agar sesuai terhadap kebutuhan dunia kerja. Sehingga ketika peserta didik terjun ke dunia kerja, peserta didik sudah mempunyai bekal pengetahuan yang cukup.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis aluminium yang dipakai serta tahapan-tahapan pengecoran logam alumunium di Home Industri di Kelurahan Mayangan Pasuruan, serta pengembangan perkuliahan pengecoran logam Jurusan Teknik Mesin di Universitas Negeri Malang.Penelitian ini dilakukan di Home Industri Mayangan Pasuruan. Alasan pemilihan tempat ini karena home industri di Mayangan Pasuruan ini sudah terkenal dan produksi yang dihasilkan mempunyai kualitas bagus. Selain itu pemasaran produk ini sudah sampai ke luar pulau Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah pemilik home industri pengecoran di Kelurahan Mayangan Pasuruan dan karyawan. Lokasi penelitian ini dilakukan di home industri pengecorandi Kelurahan Mayangan Pasuruan. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Prosedur analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan dan verifikasi.Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa (A) Jenis aluminium yang dipakai dalam pengecoran logam di Kelurahan Mayangan Kota Pasuruan adalah aluminium bekas(B) Tahap-tahap proses pengecoran logam aluminium yang berada di desa Mayangan Kota Pasuruan(1) pemilihan bahan baku, (2) peleburan, (3) penuangan ke dalam cetakan, (4) pembubutan dan pemotongan, (5) pemolesan, dan (6) finishing, (C) Pengembangan Materi Mangacu pada mengetahui material dan kemampuan proses, (2) memahamidasar-dasar pengecoran logam. Adapun deskripsi yang ada dalam mata kuliah iniantaralain: (1) mengetahui material logam dan kemampuan prosesnya, (2)mengenal materi bukan logam dan kemampuan prosesnya, (3) mengetahuipersyaratan dan perencanaan tuangan, (4) memahami pembuatan model/pola, (5)mengetahui prosedur pengujian/menganalisnis pasir cetak, (6) mengetahui carapembuatan cetakan, (7) mengetahui cara mengoperasikan dapur pelebur, (8)melakukan proses peleburan dan penuangan ke dalam rongga cetak, (9)menangani cacat coran dan penanggulangannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan Kepada Mahasiswa Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang ketika ada Pelajaran Pengecoran Logam sebaiknya melakukan kunjuan ke industri pengecoran logam untuk menambah Pengetahuan dan wawasan pengecoran logam.Kepada Dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang memperbaiki kinerja dan menambah wawasan mahasiswa sesuai dengan dunia kerja.Kepada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang sebaiknya menambah peralatan pengecoan yang sesuai dengan dunia kerja.Kepada Peneliti Selanjutnya sebaiknya meneliti lebih jauh dan mencari faktor-faktor dan sumber yang lebih mendalam dan detail yang berhubungan dengan pengecoran sebagai perluasan materi terhadap penelitian sebelumnya