KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    72 research outputs found

    Pengaruh Pemasangan Sudut Berbentuk Tangga terhadap Simpangan Lateral Gaya Geser Sambungan Balok Kolom Tulangan Bambu

    No full text
    ABSTRAK Suhendri. 2012. Pengaruh Pemasangan Perkuatan Sudut Berbentuk Tangga terhadap Simpangan Lateral Gaya Geser sambungan Balok Kolom Tulangan Bambu. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing:(I) Drs. Prijono Bagus Susanto, S.T., M.T., (II) Drs. Eko Suwarno, M. Pd.   Kata Kunci: Tulangan Bambu, Gaya Geser dan Perkuatan Sudut Berbentuk Tangga. Bambu merupakan sumber bahan bangunan yang sering kita jumpai dan dapat diperbaharui serta hampir tersedia diseluruh wilayah Indonesia. Bambu digunakan sebagai tulangan beton pada struktur sederhana sebagai bahan pengganti/alternatif tulangan baja pada beton bertulang, sebab bambu ori mempunyai kuat tarik sebesar 417 Mpa pada bagian kulit dan 164 Mpa pada bagian dalam, menyamai kuat tarik baja tulangan yang berkisar antara 240 Mpa hingga lebih dari 400 MPa. Tujuan dalam penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui besar beban maksimum dan simpangan maksimum pada kondisi dorong kanan dan dorong kiri sambungan balok kolom tulangan bambu (2) untuk mengetahui bagaimana Gambar pola retak dan grafik hysteresis loop hubungan antara gaya geser dengan simpangan yang terjadi akibat pembebanan. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen. Data diperoleh dari hasil pengujian 2 buah model sambungan balok kolom bertulangan bambu adalah pembacaan beban horisontal dorong kanan dan beban horisontal dorong kiri, pembacaan besar simpangan yang terjadi akibat pemberian beban tersebut, serta beban maksimum yang mampu diterima oleh sambungan balok kolom bertulangan bambu. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa pengekangan dengan penambahan bentuk tangga pada bagian sisi sambungan balok kolom mampu meningkatkan beban maksimum yang dapat diterima oleh sambungan balok kolom tersebut dibandingkan dengan sambungan balok kolom bertulangan bambu kosong. dari hasil pengujian ini didapat besar beban maksimum sebesar 1058 kg saat kondisi dorong kanan dan 1242 kg dorong kiri pada benda uji 1, dan 2484 kg saat kondisi dorong kanan dan kiri pada benda uji 2. Dan untuk pola retak, terlihat sambungan balok kolom tulangan bambu mengalami retak paling serius dibandingkan dengan sambungan balok kolom bertulangan bambu berbentuk tangga

    HSABC Using Space Areas for Determining Committed Power Outputs of Economic Power System Operation

    No full text
    ABSTRACT An economic power system operation (EPSO) can be expressed by a total operating cost. Technically, this payment is presented by individual cost of generating units based on a schedule of committed power outputs (CPOs) to meet a total load demand. Presently, a minimum operating cost is performed by considering an economic dispatch and an emission dispatch, which are composed into a combined economic and emission dispatch (CEED) problem. This paper introduces a newest artificial intelligent computation, harvest season artificial bee colony (HSABC) algorithm, for determining CPOs based on a minimum total cost of CEED using IEEE-62 bus system. Simulation results show that HSABC has short time computations and fast convergences. Space areas give different implications on HSABC’s performances

    Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    No full text
    ABSTRAK Vahdian, Adi, P. 2013. Hubungan Antara Kecemasan dalam Mengerjakan Tes, Motivasi Berprestasi dan Prestasi Belajar Siswa Kelas X Mata Pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Prof. Dr. H. Amat Mukhadis, M.Pd (2) Drs. Ir. Mustaman, M.Pd. Kata Kunci :  Kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi, prestasi    belajar. Kecemasan dalam mengerjakan tes dan motivasi berprestasi marupakan faktor yang berpengaruh dengan prestasi belajar. Apabila saat siswa mengerjakan tes mengalami rasa cemas maka akan mengakibatkan prestasi belajar akan menurun atau tidak maksimal, Berbeda halnya dengan motivasi berprestasi, apabila siswa memiliki motivasi berprestasi yang tinggi maka siswa akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi pula. Tujuan penelitian ini untuk (1) mengungkap dan mendiskripsikan kecemasan dalam mengerjakan tes siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen,(2) mengungkap dan mendiskripsikan motivasi berprestasi siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (3) mengungkap dan mendiskripsikan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, (4) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen,  (5) menguji signifikansi hubungan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, dan (6) menguji signifikansi hubungan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar siswa kelas X mata pelajaran Sistem Bahan Bakar Sepeda Motor pada Program Keahlian Teknik Otomotif di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Penelitian ini termasuk deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada siswa kelas X TKR di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 131 siswa dengan metode cluster random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan tes, sedangkan analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara  parsial terjadi hubungan negatif yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes dan prestasi belajar kognitif sebesar 23,5%, terjadi hubungan positif yang signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif sebesar 65,5%, dan secara simultan terjadi hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar sebesar 95,5%. Kesimpulan yang diperoleh: (1) siswa SMK  kelas X TKR memiliki kecemasan dalam mengerjakan tes dalam  kategori cukup, (2) siswa SMK  kelas X TKR memiliki motivasi berprestasi dalam  kategori cukup, (3) siswa SMK  kelas X TKR memiliki prestasi belajar dalam  kategori cukup, (4) semakin tinggi kecemasan dalam mengerjakan tes  semakin rendah prestasi belajar siswa, (5) semakin tinggi motivasi berprestasi, semakin tinggi  prestasi belajar siswa dan (6) terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dalam mengerjakan tes, motivasi berprestasi dan prestasi belajar kognitif  siswa kelas X di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen

    Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Motor Diesel Dari Hasil Penyulingan Limbah Plastik Di Tpa Terhadap Daya Dan Emisi Pada Motor Diesel

    No full text
    RINGKASAN Munir, Muhammad Shirojul. 2017. Pengaruh Penggunaan Bahan Bakar Motor Diesel dari Hasil Penyulingan Limbah Plastik di TPA terhadap Daya dan Emisi pada Motor Diesel. Skripsi, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarli, M.Pd., M.T. (II) Drs. Im . T . , M.T.   Kata Kunci: motor diesel, biosolar, bahan bakar alternatif, bahan bakar dari penyulingan limbah plastik. Biosolar atau biodiesel umumnya digunakan sebagai bahan bakar untuk pembakaran pada mesin diesel untuk kendaraan/transportasi maupun mesin-mesin industri. Biosolar memiliki rumus molekul Cn-1H2(n-r)-1CO-OCH3 dengan nilai n yang umum adalah genap antara 8-24 dan nilai r yang umum adalah 0-3. PERTAMINA biodiesel merupakan campuran 95% solar produksi kilang  balongan (petroleum) dan 5% CPO. Sedangkan bahan bakar diesel dari penyulingan plastik terbuat dari plastik jenis plastik daun tembus pandang antara lain jenis PE, PET, HDPE, dan LDPE yang mana plastik tersebut banyak mengandung hidrokarbon CH2. CH2 merupakan unsur pembentuk minyak bumi yaitu CnH2n+2. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksprimental yang dilakukan di laboratorium. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan Paired Sample Test, karena penelitian membandingkan perbedaan dari dua sampel yang berbeda pada satu objek dalam hal ini mesin diesel. Hasil penelitian specimen daya dengan menggunakan biosolar didapatkan rata-rata daya sebesar 22.718 HP, sedangkan daya yang dihasilkan bahan bakar diesel dari penyulingan limbah plastik didapatkan rata-rata daya sebesar 22.786 HP. Hal tersebut menyatakan bahwa biosolar dan bahan bakar diesel dari penyulingan limbah plastik memiliki korelasi/kesamaan sebesar 99.8%. Kemudian untuk pengujian opasitas, biosolar memiliki rata-rata opasitas (HSU) sebesar 30.98% yang mana tingkat opasitasnya lebih tinggi 12.62% dibandingkan dengan bahan bakar diesel dari penyulingan limbah plastik

    Analisis Timbunan Tanah Clay Pada Bendungan Berdasarkan Uji Laboratorium di Tugu Trenggalek

    No full text
    ABSTRAKSaiful, Anam. 2019. Analisis Timbunan Tanah Clay pada Bendungan Berdasarkan Uji Laboratorium di Tugu Trenggalek. Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T.Kata Kunci : Analisis, Tanah Clay, Uji laboratorium.Pengujian Tanah Clay pada bendungan dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik maupun karakteristik mekanisnya. Guna melakukan pengujian-pengujian maka diperlukan contoh-contoh bahan-bahan yang diambil dan selanjutnya dikirim ke laboratorium untuk diselidiki, agar didapatkan karakteristik teknis bahan-bahan tersebut, yang data hasil penyelidikannya kelak akan digunakan sebagai dasar pembuatan rencana teknis calon tubuh bendungan. Berdasarkan uraian tersebut, maka proyek akhir ini akan membahas tentang Analisis Timbunan Tanah Clay pada Bendungan berdasarkan Uji Laboratorium di Tugu Trenggalek.Tujuan Analisis Timbunan Tanah Clay ini adalah untuk mengetahui pengujian bahan yang akan digunakan untuk timbunan zona inti kedap air (zona 1) dan perbandingan  pengujian bahan dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat) pada proyek pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek. Pengujian data lapangan dilakukan melalui observasi dan analisis tanah clay sebagai bahan timbunan pada bendungan, bahan tanah sampel diuji untuk mengetahui kualitas kelayakan tanah sebagai bahan timbunan.Hasil studi lapangan yaitu: pengujian bahan pada proyek pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek yaitu meliputi pengujian pemadatan proktor, pengujian kepadatan lapangan dengan sand cone, pengujian batas plastis, pengujian batas cair, pengujian berat jenis tanah, pengujian analisis hydrometer dan pengujian permeabilitas. Pengujian bahan pada proyek pembangunan Bendungan Tugu Trenggalek dapat dikatan baik dan sesuai dengan teori. Dari hasil observasi lapangan di hasilkan tingkat kesesuaian 99,17 % dimana diartikan bahwa data kepadatan dilapangan sesuai dengan standart teori RKS (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat).ABSTRACTAnam, Saiful. 2019. Analysis of Clay Stockpiles in Dams Based on Laboratory Tests at Tugu Trenggalek. Final Project, D3 Civil Engineering and Building Study Program Faculty of Engineering, State University of Malang, Supervisor Drs. H. Sugiyanto, S.T., M.T.Keywords: Analysis, Clay, Laboratory Test.Soil Clay Testing on the dam is carried out to determine the physical characteristics and mechanical characteristics. In order to carry out the tests, samples of the materials taken and then sent to the laboratory are needed to be investigated so that the technical characteristics of the materials are obtained, the results of which will be used as a basis for making technical planning for potential buyers of the dam. Based on the description, this final project will discuss the Analysis of Clay Deposits in Dams based on Laboratory Tests at Tugu Trenggalek.The purpose of this Clay Pile Analysis is to study the material to be used for airtight core zone deposits (zone 1) and evaluate the testing of materials with RKS (Work Plan and Conditions) in the Tugu Trenggalek Dam construction project. Testing of field data was carried out through observation and analysis of clay as embankment material in the dam, sample soil material to test the quality of soil feasibility as embankment material.The results of the field study were: material testing on the Tugu Trenggalek Dam construction project, namely testing the protor test, field testing with sand cone, plastic limit testing, liquid limit testing, soil type weight testing, hydrometer analysis and permeability testing. Tugu Trenggalek Dam can be said well and in accordance with the theory. From the results of field observations yielded a success rate of 99,17% which means that the density data in the field are in accordance with the RKS theory standard (Work Plan and Requirements)

    Pengembangan Modul Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar Bermuatan Project Based Learning Untuk Kelas X SMK Negeri 12 Malang

    No full text
    RINGKASAN Penggunaan bahan ajar di SMK Negeri 12 Malang dalam pembelajaran di bidang Teknik Komputer dan Jaringan mata pelajaran komputer dan jaringan dasar, yaitu berupa presentasi powerpoint. Selain itu model pembelajaran yang dilakukan masih terpusat pada guru. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru SMK Negeri 12 Malang ditemukan masalah dalam pembelajaran pada mata pelajaran teknik komputer jaringan yaitu belum tersedianya sumber belajar yang dapat memotivasi siswa dalam belajar. Permasalahan ini dapat disimpulkan bahwa diperlukan sebuah sumber belajar yang digunakan sebagai alat bantu untuk membantu guru menjelaskan materi kepada siswa dan digunakan siswa untuk belajar secara mandiri dengan membuat modul ajar. Penelitian ini menggunakan model penelitian Arif Sadiman (2012). Langkah-langkah pengembangan menurut Arif Sadiman (2012), yaitu: (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Perumusan tujuan, (3) Perumusan butir-butir materi, (4) Perumusan pengukur keberhasilan, (5) Penulisan naskah media, (6) Tes/Uji coba, (7) Revisi, dan (8) Siap Produksi. Subjek uji coba dalam pengembangan modul yaitu ahli media dan ahli materi serta siswa SMK Negeri 12 Malang jurusan teknik komputer dan jaringan dengan menggunakan instrumen pengumpulan data berupa kuesioner rating scale yang kemudian diolah dalam bentuk persentase menggunakan rumus persentase menurut Akbar. Hasil secara keseluruhan dari pengembangan modul Komputer Terapan Jaringan untuk kelas X di SMK Negeri 12 Malang di dapat presentase rata-rata tingkat kelayakan 89,5% dan dinyatakan sangat valid. Keseluruhan hasil yang didapat adalah berdasarkan data kuantitatif dan kualitatif dari validasi ahli dan uji coba kelayakan siswa kelas X.Hasil validasi ahli materi di dapat tingkat kelayakan 90,9% dan dinyatakan sangat valid. Hasil validasi ahli media di dapat tingkat kelayakan 95% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba kelompok kecil di dapat tingkat kelayakan 85,8% dan dinyatakan sangat valid. Hasil uji coba lapangan di dapat tingkat kelayakan 86,2% dan dinyatakan sangat valid. Merujuk pada kriteria validitas analisis persentase menurut Akbar, maka dapat diketahui bahwa modul sangat valid sehingga modul dikatakan layak dan dapat digunakan

    Kinerja Marshall Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dengan Menggunakan Variasi Kadar Filler Abu Batu

    No full text
    ABSTRAKPutri, A. N. D. 2019. Kinerja Marshall Asphalt Concrete – Wearing Course (AC- WC) dengan Menggunakan Variasi Kadar Filler Abu Batu. Proyek Akhir, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd., M.T.Kata Kunci : Kinerja Marshall, AC-WC, Filler Abu Batu.Kerusakan jalan sering terjadi karena lapis perkerasan jalan yang tidak mampu menahan beban lalu lintas yang terlalu besar. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas dalam merencanakan lapis perkerasan. Lapis Beton Aspal adalah lapisan penutup konstruksi perkerasan jalan yang mempunyai nilai struktural. Salah satu jenis lapis beton aspal tersebut adalah Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) sebagai lapis aus atau lapisan yang paling atas dalam perkerasan lentur. Selain aspal dan agregat, filler adalah komponen dalam campuran yang mempunyai peranan besar. Prosentase filler terhadap campuran mempunyai efek pada kinerja Marshall. Dalam penelitian ini digunakan filler abu batu dengan variasi kadar filler 0% dan kadar filler 6,5%.Tujuan dari penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan bahan-bahan penyusun campuran AC-WC dengan menggunakan variasi kadar filler abu batu dan (b) mendeskripsikan kinerja Marshall AC-WC dengan menggunakan variasi kadar filler abu batu. Metode pengujian ini terdiri dari (1) menyiapkan alat dan bahan; (2) pemeriksaan bahan; (3) pengujian agregat, aspal, dan bahan pengisi (filler); (4) pembuatan benda uji; (5) uji Marshall. Spesifikasi campuran dan pengujian bahan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga Divisi 6 Tahun 2018 dan Manual Konstruksi dan Bangunan Pemeriksaan Bahan / Bahan Jalan Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, 2009.Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan adalah (1) pengujian agregat kasar didapatkan berat jenis bulk 2,671, berat jenis SSD 2,719, berat jenis semu 2,806 , penyerapan 1,8% dan pengujian keausan agregat 26,56%. Sedangkan hasil pengujian agregat halus diperoleh berat jenis bulk 2,63, berat jenis SSD 2,70 , berat jenis semu 2,82 , dan penyerapan air 2,57% (2) pengujian Marshall campuran AC-WC didapatkan parameter Marshall antara kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) dengan kadar filler abu batu 6,5% yaitu (a) stabilitas dengan variasi kadar filler abu batu 6,5% lebih kaku dibandingkan kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) ; (b) kelelehan (flow) pada i kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) bersifat lebih plastis kadar filler abu batu 6,5%; (c) nilai MQ pada kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) lebih beresiko mengalami keretakan dibandingkan dengan kadar filler abu batu 6,5%; (d) nilai VIM pada kadar filler abu batu 6,5% mempunyai rongga udara yang lebih kecil dan lebih kedap air dibandingkan dengan kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) ; (e) nilai VMA pada kadar filler abu batu 0% (tanpa filler) mempunyai prosentase lebih besar dibandingkan dengan kadar filler abu batu 6,5%; (f) nilai VFA pada kadar filler abu batu 6,5% memiliki kekedapan campuran terhadap air dan udara yang lebih tinggi

    Metode Pelaksanaan Perbaikan Tanah Dasar Lunak Dengan Pemakaian Geotextile Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol - Pasuruan Seksi 3C Ruas Pasuruan - Grati (STA 31+448 - STA 31+625)

    No full text
    ABSTRAKMaespati, Bingah Putri. 2019. Metode Pelaksanaan Perbaikan Tanah Dasar Lunak Dengan Pemakaian Geotextile Pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan Seksi 3C Ruas Pasuruan – Grati (STA 31+448 – STA 31+625). Proyek Akhir, Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang, Pembimbing Drs. Eko Suwarno, M.Pd.Kata Kunci : Metode pelaksanaan, perbaikan tanah dasar, geotextile.Jalan tol Trans – Jawa merupakan salah satu infrastruktur yang direncanakan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi negara dan mengembangkan wilayah serta meningkatkan mobilitas dan aksebilitas. Proyek Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan Seksi 3C Ruas Pasuruan  Grati (STA 31+448 – STA 31+625) memiliki tinggi timbunan mencapai 7 meter. Tanah dasar pada lokasi tersebut merupakan tanah dasar yang relatif lunak dan memiliki daya dukung yang rendah. Apabila suatu timbunan tinggi dibangun di atas tanah dasar yang relatif lunak dan memiliki daya dukung yang rendah maka akan mempengaruhi kestabilan timbunan di atasnya. Ketidakstabilan timbunan yang dapat terjadi adalah berupa kelongsoran dan kerusakan jalan. Oleh karena itu, perlu diadakan usaha perbaikan tanah dan perkuatan tanah.Tujuan dari diadakannya usaha perbaikan dan perkuatan tanah adalah untuk meningkatkan kualitas karakterisitik tanah, utamanya kuat geser tanah yang dapat mendukung sebuah struktur agar mampu menahan beban struktur di atasnya. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya dukung tanah yaitu dengan perbaikan dan perkuatan tanah, salah satunya dengan menggunakan geotextile.Geotextile merupakan bahan geosintetik yang lolos air yang dipasang bersama pondasi, batuan, atau material geoteknik lainnya sebagai satu kesatuan dari sistem struktur, atau suatu produk buatan manusia. Geotextile yang digunakan pada proyek pembangunan jalan tol Gempol – Pasuruan Seksi 3C Ruas Pasuruan – Grati (STA 31+448 – STA 31+625) adalah geotextile tipe woven dan geotextile tipe non woven. Metode pelaksanaan dari pekerjaan pemasangan geotextile meliputi pekerjaan galian tanah setebal 1 meter, timbunan tanah, pemadatan tanah, dan pemasangan geotextile

    KERJASAMA ANTARA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (STUDI KASUS DI SMK NEGERI 4 MALANG)

    No full text
    ABSTRAK Dalam upaya meningkatkan kualitas dari lulusan SMK, terdapat beberapa kendala diantaranya adalah kapasitas sumberdaya dan kapasitas kerjasama antara SMK dengan dunia usaha (DU) dan dunia industri (DI). Mengingat besarnya kebutuhan dunia usaha ataupun industri terhadap tenaga kerja khususnya dari tamatan SMK, seharusnya dunia usaha dan industri dapat bekerjasama dengan pihak  SMK. Tetapi pada pelaksanaan kerjasama antara SMK dengan dunia usaha dan industri masih belum berjalan dengan baik. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah : (1) mengungkap bentuk kerjasama antara sekolah menengah kejuruan dengan dunia industri dalam bidang pelatihan siswa, (2) mengungkap peran dan fungsi industri dalam kerjasama dengan sekolah kejuruan, dan (3) mengungkap faktor penghambat kerjasama antara sekolah dengan industri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam penelitian kualitatif, peran dari pelaksana penelitian dibutuhkan sebagai guide yang akan menentukan alur dari penelitian. Penelitian ini berlokasi di SMK Negeri 4 Malang dengan wakil kepala sekolah bagian humas sebagai subjek wawancara. Sumber data dalam penelitian ini adalah testimoni dari hasil wawancara, hasil observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu mengorganisasikan data, mengelompokkan data berdasarkan pola tema dan pola jawaban, dan menulis hasil penelitian. Pada tahap persiapan penelitian, disusun pedoman observasi dan pedoman wawancara berdasarkan permasalahan yang akand iteliti. Selanjutnya penelitian dilaksanakan sesuai dengan urutan yang telahditentukan. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah : (1) bentuk kerjasama yang terjalinantara SMK Negeri 4 Malang dengan dunia usaha dan industri yaitu pelaksanaan praktek kerja industri, sinkronisasi kurikulum, dan juga penyerapan tamatan, (2) peran dan fungsi industri dalam kerjasama yang terjalin dengan SMK Negeri 4 Malang yaitu sebagai sarana bagi siswa untuk mempraktekkan teori yang didapatkan disekolah, dan (3) faktor penghambat dalam kerjasamaantara SMK Negeri 4 Malang dengan dunia usaha dan industri disebabkan oleh faktor kepribadian siswa, faktor dari industri, dan juga faktor keluarga dari siswa

    Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Statika Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Blitar

    No full text
    ABSTRAK Hanafi, Rahmat. 2014. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Pada Mata Pelajaran Statika Siswa Kelas X Program Keahlian Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 1 Blitar. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Mujiyono, M. Pd., (II) Dra. Sri Agrariani Judowati, M. Pd. Kata Kunci: pengembangan, multimedia pembelajaran, mata pelajaran statika Multimedia pembelajaran merupakan alat bantu untuk mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar di kelas. Sajian visualisasi dan audio untuk mempermudah penyampaian dalam proses belajar mengajar dapat disajikan menggunakan multimedia pembelajaran. Mata pelajaran statika dengan pokok bahasan memahami ilmu statika merupakan materi yang memerlukan penjelasan prosedural dan membutuhkan visualisasi. Kondisi kegiatan belajar mengajar di SMK Negeri 1 Blitar masih banyak ditemui: (1) metode pembelajaran yang konvensional khususnya untuk pembelajaran teori, (2) kurangnya motivasi dari guru, (3) kurangya pemberian contoh-contoh riil yang ada dilapangan terkait materi statika, (4) masih belum memanfaatkan media pembelajaran secara maksimal, dimana dampak atau efek terhadap siswa cepat bosan, kurang motivasi, minat terhadap proses pembelajaran berkurang, yang akan berpengaruh juga pada hasil belajar yang rendah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pengembangan multimedia pembelajaran statika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kelayakan multimedia pembelajaran statika yang di kembangkan menggunakan power point. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan prosedural, yaitu model pengembangan secara deskriptif mengenai langkah-langkah yang akan di lakukan dalam mengembangkan produk awal. Tahap pengembangan multimedia ini adalah sebagai berikut (1) analisis isi, (2) tahap desain, (3) tahap pengembangan, (4) tahap uji coba produk, (5) tahap penilaian. Jenis data yang di gunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpulan data berupa angket uji coba produk untuk data kuantitatif dan komentar para ahli untuk data kualitatif. Validasi kualitas multimedia ini dilakukan oleh ahli isi mata pelajaran, ahli media, ahli desain media pembelajaran yang masing-masing keahlian diambil 1 ahli serta uji coba user/pengguna untuk melihat kelayakan multimedia pembelajaran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa secara umum multimedia pembelajaran statika ini layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. Kesimpulan validasi sebagai berikut: (1) Kelayakan isi mata pelajaran 86%, (2) Kelayakan media pembelajaran 83%, (3) Kelayakan desain media pembelajaran 100% menunjukkan bahwa multimedia ini layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar, serta uji coba user/pengguna menunjukkan penilaian terhadap multimedia 87% yang mempunyai arti bahwa multimedia pembelajaran layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Adapun saran untuk pengembangan multimedia ini secara lebih lanjut menambahkan beberapa video dan animasi mengenai pembuatan jembatan

    0

    full texts

    72

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇