KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
Not a member yet
    72 research outputs found

    KAJIAN PENAMBAHAN DOLOMIT YANG BERVARIASI SEBAGAI SUBSTITUSI PASIR PADA BATAKO TIPE PEJAL DAN BERLUBANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN ABSORPSINYA

    No full text
    ABSTRAK Ayu, Elza D.K. 2017. Kajian Penambahan Dolomit yang Bervariasi sebagai Substitusi Pasir pada Batako Tipe Pejal dan Berlubang terhadap Kuat Tekan dan Absorpsinya. Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nindyawati, S.T., M.T, (II) Drs. Boedya Djatmika, S.T., M.T. Kata Kunci : dolomit, pasir, batako pejal, batako berlubang, kuat tekan, absorpsiBatako dinilai lebih efisien serta cepat dalam proses pembuatannya maupun pemasangannya. Batako memiliki 2 tipe yaitu pejal dan berlubang, pada ukuran yang sama dengan tipe yang berbeda pasti memiliki perbedaan kuat tekan satu sama lain terutama apabila digunakan sebagai material dinding. Jenis batako yang banyak digunakan masyarakat pada umumnya adalah batako pejal tipe C dan batako berlubang tipe E sehingga pada penelitian ini menggunakan batako tipe tersebut.Salah satu bahan galian yang banyak dimanfaatkan serta cadangan yang masih melimpah di Indonesia adalah dolomit. Dolomit memiliki karakteristik yang sama seperti pasir. Maka dari itu dapat dijadikan substitusi pasir dalam pembuatan batakosehingga memiliki kemungkinan untuk menambah kuat tekan batako dan menjadi bahan alternatif pengganti pasir dengan variasi substitusi yang berbeda-beda pada tiap sampel. Selain itu, dolomit memiliki harga lebih murah jika dibandingkan dengan pasir terutama di daerah penghasilnya yaitu Tuban.Hasil kuat tekan batako pejal tipe E dengan kode BPn, BP1, BP2 dan BP3 secara berturut-turut adalah 40,025 kg/cm2, 44,397 kg/cm2, 14,106 kg/cm2 dan 9,758 kg/cm2 dan absorpsi rata-rata nya secara berturut-turut adalah 13,151% pada BPn, 16,726% pada BP1, 17,640% pada BP2, 18,816% pada BP3. Hasil kuat tekan batako berlubang tipe C dengan kode BBn, BB1, BB2 dan BB3 secara berturut-turut adalah 20,088 kg/cm2, 16,557 kg/cm2, 11,414 kg/cm2dan 9,865 kg/cm2 dan absorpsi rata-rata nya secara berturut-turut adalah 14,805% pada BBn, 17,695 pada BB1, 18,681% pada BB2 dan 19,323% pada BB3. Kuat tekan batako pejal tipe Emengalami peningkatan kuat tekan jika dibandingkan dengan batako normal, pada kadar substitusi dolomit 25% didapatkan peningkatan kuat tekan sebesar 44,397kg/cm2 dan kuat tekan mengalami penurunan pada kadar substitusi dolomit 50% dan 75% sebesar 14,106 kg/cm2 dan 9,758 kg/cm2. Kuat tekan batako berlubang tipe C mengalami penurunan kuat tekan seiring peningkatan kadar substitusi dolomit jika dibandingkan dengan batako normal yaitu sebesar 16,557 kg/cm2pada kadar 25%, 11,414 kg/cm2pada kadar 50% dan 9,865 kg/cm2 pada kadar 75%. Presentase absorpsi mengalami peningkatan seiring semakin banyak substitusi dolomit pada batako.Dari uji anova dua jalur didapatkan hasil bahwa ada perbedaan kuat tekan batako pada variasi substitusi dolomit dan ada perbedaan kuat tekan batako pada tipe pejal dan berlubang. Presentase substitusi dolomit terhadap pasiruntuk menghasilkan kuat tekan optimum adalah 25%

    Analisis Kekuatan Impact dan Kekuatan Tarik Duralumin pada Multistage Artificial Aging

    No full text
    RINGKASAN Bhatsara, Vicky Firmantyo. 2018. Analisis Kekuatan Impact dan Kekuatan Tarik Duralumin pada Multistage Artificial Aging. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Rr. Poppy Puspitasari, S.Pd., M.T., Ph.D (II). Drs. H. Solichin, S.T.,M.Kes   Kata Kunci: Kekuatan Impact, Kekuatan Tarik, Logam Al-Cu, Duralumin, Multistage Artificial Aging. Duralumin merupakan salah satu paduan aluminium yang banyak digunakan pada industri otomotif. Hal ini dikarenakan duralumin memiliki sifat ringan, keuletan yang tinggi serta tahan korosi. Paduan ini dinamakan Duralumin dikarenakan memiliki sifat durability yang tinggi, dimana ini merupakan suatu kemampuan material untuk menerima beban kejut sehingga mampu memperpanjang usia produk. Penggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan dan ketangguhan yang baik. Aluminium dapat ditingkatkan kekuatannya dengan proses perlakuan panas (heat treatment) dan proses penuaan (aging). Dalam penelitian ini, sifat mekanis duralumin dianalisis setelah melalui proses multistage artificial aging, duralumin diuji impact dan uji tarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan Impact dan kekuatan Tarik pada duralumin setelah melalui proses heat treatment dan siklus penahanan I langkah, II langkah, III langkah (Multistage Artificial Aging). Spesimen pengujian impak dibentuk sesuai standar ASTM E23, sedangkan pengujian tarik sesuai standar ASTM E646. Bedasarkan hasil penelitian menunjukkan harga impact rata-rata duralumin yang mengalami proses stage I menunjukkan angka kekuatan tertinggi yaitu 0.0745 Joule/mm2. Pada stage II mengalami penurunan, yaitu 0.0669 Joule/mm2. Sedangkan pada stage III menunjukkan peningkatan tetapi tidak melebihi dari angka stage I yaitu 0,0721 Joule/mm2. Pada pengujian tarik, rata-rata duralumin yang mengalami proses stage I menunjukkan angka kekuatan tarik terendah yaitu 32,36 kgf/. Pada stage II mengalami peningkatan, yaitu 32,83 kgf/. Sedangkan pada stage III menunjukkan penurunan tetapi tidak melebihi dari angka stage aging I yaitu 32,70 Joule/mm2

    HUBUNGAN ANTARA LAMANYA PRAKTIK KERJA INDUSTRI, NILAI HASIL PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN KESIAPAN KERJA SISWA PADA MATA DIKLAT TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK PGRI 3 MALANG DAN SMKN 6 MALANG

    No full text
    ABSTRAK Era persaingan global yang dihadapi saat ini menuntut akan sumber daya manusia yang berkualitas untuk siap menjadi tenaga kerja professional di bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan proses pendidikan. SekolahMenengahKejuruan (SMK) bertujuanuntukmenyiapkanpesertadidik agar menjadimanusiaproduktif, mampubekerjamandiri, mengisilowonganpekerjaan yang ada diduniausahadanduniaindustri. Namunpadakenyataannyasebagianbesarlulusan SMK masihbelumbisabersainguntukmendapatkanpekerjaan.Penelitianinibertujuan: (1) Untukmengetahui adanya hubungan antara lamanya praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (2) Untuk mengetahui adanya hubungan antara nilai hasil praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (3) Untuk mengetahui adannyahubunganantarahasilbelajardengankesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (4) Untuk mengetahui adanya hubungan antara lamanya praktik kerja industri, nilai hasil praktik kerja industri dan hasil belajar dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan. PenelitianinimenggunakanrancanganpenelitianDeskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah SMK Teknik yang ada di Kota Malang.Analisishasilpenelitian yang dipakaiadalahanalisisRegresi Linier Bergandadenganmenggunakan program SPSS 16 for Windows.BerdasarkananalisisregresidiperolehpersamaanregresiY = -77.852 + -0.190 X1 + 16.619 X2 + 0.435 X3. Kontribusi Lama PraktikKerjaIndustri, NilaiHasilPraktikKerjaIndustridanhasilbelajardengankesiapankerjasebesar41,2%. Secarakoefisienkorelasihubungan lama praktikkerjaindustridengankesiapankerjasebesar-0.200, hubungannilaihasilpraktikkerjaindustrisebesar0.626, hubunganhasilbelajarsebesar 0.407.Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanadahubungananatara lama PraktikKerjaIndustri, nilaihasilpraktikkerjaindustri, danhasilbelajardengankesiapankerjasiswapadamatadiklatteknikkendaraanringan di SMK PGRI 3 Malang dan SMKN 6 Malang baiksecarasimultan. Saran yang dapat disampaikan antara lain: pihak dunia kerja atau duniaindustritempatPrakerinhendaknyamemberikanspesifikasipekerjaan yang sesuaidengankeahliansiswa di bidangOtomotif agar siswamemilikipengalamankerja di bidangOtomotifuntukmemasukiduniakerja.ABSTRAKEra persaingan global yang dihadapi saat ini menuntut akan sumber daya manusia yang berkualitas untuk siap menjadi tenaga kerja professional di bidangnya. Sehubungan dengan hal tersebut, salah satu langkah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas adalah dengan proses pendidikan. SekolahMenengahKejuruan (SMK) bertujuanuntukmenyiapkanpesertadidik agar menjadimanusiaproduktif, mampubekerjamandiri, mengisilowonganpekerjaan yang ada diduniausahadanduniaindustri. Namunpadakenyataannyasebagianbesarlulusan SMK masihbelumbisabersainguntukmendapatkanpekerjaan.Penelitianinibertujuan: (1) Untukmengetahui adanya hubungan antara lamanya praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (2) Untuk mengetahui adanya hubungan antara nilai hasil praktik kerja industri dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (3) Untuk mengetahui adannyahubunganantarahasilbelajardengankesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan (4) Untuk mengetahui adanya hubungan antara lamanya praktik kerja industri, nilai hasil praktik kerja industri dan hasil belajar dengan kesiapan kerja siswa pada mata diklat teknik kedaraan ringan. PenelitianinimenggunakanrancanganpenelitianDeskriptif. Obyek dalam penelitian ini adalah keseluruhan jumlah SMK Teknik yang ada di Kota Malang.Analisishasilpenelitian yang dipakaiadalahanalisisRegresi Linier Bergandadenganmenggunakan program SPSS 16 for Windows.BerdasarkananalisisregresidiperolehpersamaanregresiY = -77.852 + -0.190 X1 + 16.619 X2 + 0.435 X3. Kontribusi Lama PraktikKerjaIndustri, NilaiHasilPraktikKerjaIndustridanhasilbelajardengankesiapankerjasebesar41,2%. Secarakoefisienkorelasihubungan lama praktikkerjaindustridengankesiapankerjasebesar-0.200, hubungannilaihasilpraktikkerjaindustrisebesar0.626, hubunganhasilbelajarsebesar 0.407. Berdasarkanhasilpenelitiandapatdisimpulkanadahubungananatara lama PraktikKerjaIndustri, nilaihasilpraktikkerjaindustri, danhasilbelajardengankesiapankerjasiswapadamatadiklatteknikkendaraanringan di SMK PGRI 3 Malang dan SMKN 6 Malang baiksecarasimultan. Saran yang dapat disampaikan antara lain: pihak dunia kerja atau duniaindustritempatPrakerinhendaknyamemberikanspesifikasipekerjaan yang sesuaidengankeahliansiswa di bidangOtomotif agar siswamemilikipengalamankerja di bidangOtomotifuntukmemasukiduniakerja

    Penerapan Penilaian Portofolio Pembelajaran Guru SMKN 12 Malang di Kelas X Teknik Rekayasa Perangkat Lunak pada Mata Pelajaran Pemrograman Web. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang.

    No full text
    ABSTRAK Pergantian kurikulum mempengaruhi proses kegiatan belajar mengajar guru dengan siswa, sehingga diperlukan dokumentasi kegiatan belajar mengajar. Tujuannya adalah untuk menerapkan penilaian portofolio dan untuk mendapatkan dokumentasi pembelajaran mulai dari perencanaan (plan), pelaksanaan (do), dan evaluasi (see) yang menganut prinsip Lesson Study serta untuk mendapatkan hasil belajar siswa dan mengetahui cara mengimplementasikan kompetensi guru.Metode yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif deskriptif model studi kasus untuk menyelidiki dan mendeskripsikan data secara naratif, natural, intensif, dan rinci. Alasan memilih metode ini karena bisa membahas dan mendeskripsikan data secara rinci serta kajian yang mendalam, sehingga mendapatkan rincian informasi dan gambaran hasil penelitian yang lengkap secara natural. Data diteliti dengan jenis penelitian grounded theory untuk mendapatkan kejenuhan data, melalui teknik penjaringan data snowball sampling dan mencari keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil yang diperoleh selama penelitian bahwa guru merencanakan pembelajaran dengan merancang RPP dari memahami silabus mata pelajaran Pemrograman Web merencanakan media pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran di kelas/laboratorium, mengevaluasi pembelajaran di akhir pembelajaran melalui tugas, UTS, dan UAS untuk mendapatkan hasil belajar siswa. Mendapatkan gambaran pengimplementasian kompetensi guru diantaranya: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat proses kegiatan belajar mengajar yang harus disiapkan dan dilaksanakan, mengetahui hasil belajar siswa melalui ujian dan tatap muka, serta gambaran pengimplementasian kompetensi guru

    Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sistem AC Kelas XII TKR SMK Nasional Malang

    No full text
    RINGKASANPurnomo, Miftachul Choirudin. 2019. Penerapan Blended Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sistem AC Kelas XII TKR SMK Nasional Malang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. pembimbing: Dr. Drs. Syarif Suhartadi M.Pd, (I) Drs. Sumarli M.Pd, M.T.(II)Kata Kunci: Metode Pembelajaran, Blended Learning, Prestasi Belajar. Hasil prestasi belajar yang diperoleh pada setiap siswa berbeda-beda dan banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Diantaranya yaitu penggunaan model dan metode pembelajaran yang tepat digunakan dalam pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu metode blended learning berbasis edmodo. Dengan menerapkan metode blended learning berbasis edmodo siswa dapat dengan mudah mencari pengetahuannya sendiri, pembelajaran juga dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja bila diperlukan. Pendidik sesama pendidik, peserta didik sesama peserta didik maupun pendidik dan peserta didik dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan berbagi data dan materi pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode blended learning pada kompetensi dasar sistem AC kelas XII di SMK Nasional Malang dan untuk mengetahui penerapan metode blended learning berbasis edmodo apakah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar sistem AC kelas XII di SMK Nasional Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berupa penelitian tindakan kelas (PTK). Desain penelitian yang digunakan adalah model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII TKR SMK asioanal Malang sebanyak 24 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Tes yang digunakan berupa tes tulis pilihan ganda yaitu postest, yang diberikan diakhir siklus untuk mengetahui keefektifan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I masih banyak siswa yang tidak memperhatikan, bermain hp sendiri, menyalahgunakan penggunaan internet untuk membuka aplikasi lain selain edmodo dan keterbatasan internet, sehingga nilai hasil postest di akhir siklusn 1 hanya 9 siswa yang dapat melampaui KKM, sedangkan hasil upayaperbaikan disiklus II, siswa cenderung memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan tenang dan kondusif, sehingga dengan menerapkan metode blended learning berbasis edmodo dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa sebelum adanya perlakuan siswa yang melampaui KKM hanya 7 siswa. Namun setelah penerapan siklus I sebanyak 9 siswa melampaui KKM dan mengalami peningkatan pada siklus II sebanyak 12 siswa menjadi 21 siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan, (1) Pembelajaran untuk diterapkan di sekolah sebagai alternatif untuk memecahkan persoalan pembelajaran yang belum tersampaikan atau membutuhkan jam tambahan, (2) dapat diterapkan guna meningkatkan hasil belajar siswa. &nbsp

    Pengembangan Media Pembelajaran E-Learning Berbasis Project Based Learning (PjBL) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Simulasi Digital Kelas X Teknik Komputer dan Jaringan di SMK Negeri 12 Malang.

    No full text
    Peningkatan mutu pendidikan diharapkan melalui suatu proses pembelajaran yang berinteraksi (timbal balik) antara guru dan siswa untuk memasuki lapangan pekerjaan. Kegiatan pembelajaran umumnya bersifat teaching center atau masih mengandalkan guru sebagai sumber informasi dan tutor dalam kegiatan pembelajaran. Siswa merasa kesulitan memahami materi pelajaran yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, sehingga perlu adanya media pembelajaran yang dapat mem-visualisasi materi tersebut agar siswa dapat mudah memahaminya. Dengan begitu perlunya media pembelajaran yang mendukung, salah satunya merupakan media pembelajaran e-learning.Karakteristik model pembelajaran Project Based Learning yaitu proses pembelajaran yang berorientasi proyek. Dengan adanya media pembelajaran e-learning diharapkan dapat membantu mengatasi masalah pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran simulasi digital.           Model yang dipilih dalam mengembangkan media pembelajaran e-learning ini adalah model penelitian ADDIE. Alasan memilih model ini karena model ini sistematik dan sederhana. Sehingga sangat sesuai untuk mengembangkan media pembelajaran mata pelajaran simulasi digital. Tahapan yang dilakukan pada model penelitian ADDIE adalah (1) Analysis, (2) Design, (3) Development, (4) Implementation, dan (5) Evaluation.          Berdasarkan hasil validasi ahli materi dan ahli media diperoleh data akhir hasil validasi oleh ahli media diperoleh persentase 91%, hasil validasi oleh ahli materi diperoleh persentase 90%. Hasil uji coba kepada siswa kelompok kecil diperoleh persentase 87% dan untuk uji coba kepada siswa kelompok besar diperoleh persentase 89%. Hasil rata-rata yang diperoleh dari hasil uji ahli materi, ahli media, dan subjek coba adalah sebesar 89%, sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran e-learning  ini sangat valid dan sangat layak digunakan, media pembelajaran e-learning dapat dijadikan media untuk menigkatkan minat belajar siswa dilihat dari 61 siswa dari 70 siswa menyatakan minat tinggi dan minat sangat tinggi dengan persentase 87%

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN JARINGAN DASAR KELAS X TEKNIK KOMPUTER JARINGAN DI SMK BRAWIJAYA BATU

    No full text
    Hingga hari ini, teknologi komunikasi dan informasi selalu menyediakan berbagai kemudahan maupun solusi atas keperluan dan permasalahan dalam berbagai aspek kehidupan, tak terkecuali aspek pendidikan. Adapun kelebihan teknologi informasi dan komunikasi yang berperan penting dalam memudahkan penyelenggaraan aktivitas pendidikan ialah aksesbilitas dan interaktifitas bahan ajar, salah satunya dalam bentuk media pembelajaran berbasis digital.Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif yang memiliki aksesbilitas yang mudah bagi para siswa dengan menggunakan perangkat mobile berplatform Android. Adapun mata pelajaran yang diterapkan ke dalam media pembelajaran ini ialah Jaringan Dasar kelas X SMK.  Metode yang digunakan pada penelitian ini ialah prosedur pengembangan menurut Sugiyono, yakni (1) potensi atau masalah; (2) pengumpulan literatur; (3) desain produk; (4) validasi desain; (5) perbaikan desain; (6) uji coba produk; (7) revisi produk; (8) uji coba pemakaian; (8) revisi produk; dan (10) pembuatan produk secara massal. Prosedur ini merupakan langkah-langkah yang dipilih dalam mengembangkan media pembelajaran ini.Berdasarkan analisis data kuantitatif terhadap kualitas produk ini, terdapat tiga hasil yang didapatkan yakni (1) nilai uji validasi ahli media sebesar 90%, (2) nilai uji validasi ahli materi sebesar 91%, dan (3) nilai uji coba lapangan oleh siswa sebesar 83%. Dari hasil uji validasi dan uji coba tersebut, maka media pembelajaran berbasis android pada mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar untuk siswa SMK Brawijaya Batu dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagaimana semestiny

    Perbedaan antara penerapan model pembelajaran Example non Example dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar sistem kelistrikan pada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun

    No full text
    ABSTRAK   Kurniawan, Nanang. 2012. Perbedaan antara Penerapan Model Pembelajaraan Example Non Example dengan Model Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Sistem Kelistrikan Pada Siswa Kelas XII di SMK Negeri 1 Kebonsari Kabupaten Madiun. Skripsi. Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Ir. Machfudz, (II) Dr. Syarif Suhartadi, M.Pd   Kata Kunci : Perbedaan, Model Pembelajaran Example non example, Model Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar Dalam proses pembelajaran sistem kelistrikan, siswa terlihat kurang antusias, bosan dan siswa bersikap acuh tak acuh. Sistem pengajaran guru di SMK Negeri 1 Kebonsari masih dominan mengunakan metode ceramah, khususnya pada mata pelajaran sistem kelistrikan. Sehingga siswa terlihat pasif dan kurang antusias dalam proses pembelajaran. Penerapan model pembelajaran example non example diharapkan mampu mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa. Dengan pembelajaran ini siswa diharapkan mampu bekerja sama untuk memahami suatu definisi konsep, serta siswa dapat mengemukakan pendapat.   Tujuan penelitian : (1) mengetahui hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar menggunakan model pembelajaran example non example (2) mengetahui hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (3) mengetahui adakah perbedaan hasil belajar sistem kelistrikan yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran example non example dengan model pembelajaran konvensional.   Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dengan rancangan penelitian true experimental. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XII TKR SMK Negeri 1 Kebonsari. Sedangkan sampel yang diambil terdiri dari dua kelas, satu kelas sebagai kelompok eksperimen yaitu kelas XII TKR-C dan satu kelas sebagai kelompok kontrol yaitu kelas XII TKR-B yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Data diambil dari tes posttest. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik infrensial, uji persyaratan yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, uji hipotesis yaitu uji beda rata-rata kemampuan akhir (t test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sistem kelistrikan siswa yang diajar menggunakan metode pembelajaran example non example dengan metode pembelajaran konvensional (ceramah). Kondisi ini dapat dilihat dari rata-rata kedua kelas yang berbeda. Kelas eksperimen mempunyai rata-rata kelas lebih tinggi yaitu 78,89 sedangkan kelas kontrol sebesar 74,02.   Beberapa saran yang diberikan yaitu: (1) Bagi kepala SMK Negeri 1 Kebonsari, hendaknya selalu memberi dorongan kepada guru untuk menerapkan pembelajaran yang dapat membuat siswa aktif dalam proses pembelajaran, (2) Bagi guru produktif otomotif, hendaknya selalu mengembangkan dan menerapkan model pembelajaran kooperatif, (3) Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya jika ingin melakukan penelitian yang serupa gunakan sampel, kompetensi yang lain, Dan dengan menggunakan guru/pengajar yang berbeda, sehingga guru tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa

    Pelacakan Optimal Solusi Pada CEED Menggunakan the Newest Evolutionary Computation Dengan Mempertimbangkan UDP Techniques

    No full text
    ABSTRAK   Nilai ekonomis operasi sistem daya secara teknis dapat didekati dengan menggunakan total biaya untuk mengoperasikan semua pembangkit yang terintegrasi dalam system interkoneksi. Untuk mencapai nilai ekonomis pada suatu keseimbangan antara konsumsi bahan bakar dan polusi yang ditimbulkan, maka CEED digunakan dalam komputasi agar tercapai titik optimal yang paling ekonomis pada berbagai kendala operasional yang ditetapkan. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan algoritma cerdas terbaru dengan mempertimbangan UDP pada sistem uji IEEE-62 bus system, didapatkan bahwa CEED memiliki performasi yang halus dan cepat mencapai titik kovergensi, serta memiliki waktu komputasi yang cepat

    Analisis Kinerja Operasi dan Kebutuhan Angkutan Kota Trayek Batu-Torongrejo-Landungsari

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kinerja operasi angkutan kotatrayek Batu-Torongrejo-Landungsari, (2) jumlah armada angkutan kota trayek Batu-Torongrejo-Landungsari yang tersedia terhadap kebutuhan penumpang. Pengumpulandata didapat melalui data primer dan data sekunder, yang selanjutnya dianalisis denganteknik deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian adalah: (1) load factor offboard ratarataarah Landungsari-Batu 32.56% dan load factor offboard rata-rata arah Batu-Landungsari 30.43%, load factor onboard rata-rata arah Landungsari-Batu 30.11% danload factor onboard rata-rata arah Batu-Landungsari 29.61%, (2) rata-rata waktu tempuhdari Landungsari-Batu 63 menit dan rata-rata waktu tempuh dari Batu-Landungsari 62menit, (3) rata-rata waktu henti di terminal Landungsari 44 menit dan rata-rata waktuhenti di terminal Batu 35 menit, (4) waktu antara (headway) Landungsari-Batu 35 menitdan Batu-Landungsari 37 menit, (5) rata-rata jumlah penumpang ada 147 org/perhari,dan (6) jumlah kebutuhan armada untuk trayek BTL pada hari Minggu 7 unit/sirkulasi,Senin 9 unit/sirkulasi, dan Rabu 11 unit/sirkulasi

    0

    full texts

    72

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KARYA DOSEN Fakultas Teknik UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇