Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    166 research outputs found

    Perbandingan Unsur Batin Pada Cerpen “Setangkai Pohon Ibu” Karya Vaughan Callista Dan “Mirror, Mirror On The Wall” Karya Dewi Lestari

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan unsur batin pada cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data dari penelitian ini yaitu cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan dan persamaan antara dua buah cerpen tersebut. Perbedaanya terdapat pada tema, setting/latar, dan sudut pandang, sedangkan persamaannya terdapat pada alur/plot dan tokoh/penokohan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa meskipun cerpen memiliki struktur unsur batin yang sama, namun penerapan unsur batin pada setiap cerpen tetap berbeda. Penelitian ini juga membuka pandangan penulis bahwa ada beberapa cerpen yang tidak menerapkan satu dua unsur dari ketujuh unsur batin, seperti cerpen “Setangkai Pohon Ibu” karya Vaughan Callista dan Mirror, Mirror on The Wall karya Dewi Lestari yang tidak memiliki gaya bahasa. Penulis menyampaikan idenya secara terbuka tanpa menggunakan makna konotasi. Akan tetapi, baik cerpen “Setangkai Pohon Ibu” dan Mirror, Mirror on The Wall keduanya menyampaikan pesan moral yang baik

    Kesadaran Metakognitif Siswa dalam Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 8 Padang

    No full text
    Metacognition is a central part of controlling the thinking process. Students who have good metacognitive skills are assumed to be able to control their own thinking processes so that they become independent learners. Metacognitive awareness plays an important role in the implementation of learning. Therefore, this study aims to describe students' metacognitive awareness in the implementation of the independent curriculum for Indonesian language subjects at SMA Negeri 8 Padang. This type of research is quantitative with a descriptive method. Data collection was carried out by giving questionnaires to 100 samples and interviews. Data analysis was carried out in two ways, namely descriptive analysis for questionnaire data and content analysis for interview data. The results of this study indicate that students' metacognitive awareness at SMA Negeri 8 Padang in the implementation of the independent curriculum for Indonesian language subjects is classified as good with a percentage of 79.10%. Regarding metacognitive knowledge, students have very good awareness with a rate of 82.47%. In terms of metacognitive strategies, students have good awareness with a percentage of 77.36%. Students already have awareness of metacognitive knowledge and need encouragement in efforts to increase awareness of metacognitive strategies. Teachers also need to motivate students and always carry out activities that encourage increased metacognitive awareness in students.Metakognitif menjadi bagian sentral dalam mengontrol proses berpikir. Siswa yang memiliki keterampilan metakognitif yang baik diasumsikan dapat mengontrol proses berpikirnya sendiri sehingga menjadi pembelajar yang mandiri. Kesadaran metakognitif memiliki peran yang penting dalam pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesadaraan metakognitif siswa dalam penerapan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 8 Padang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan angket kepada 100 orang sampel dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan dua cara yaitu analisis deskriptif untuk data angket dan analisis konten untuk data hasil wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran metakognitif siswa di SMA Negeri 8 Padang dalam penerapan kurikulum merdeka mata pelajaran bahasa indonesia tergolong baik dengan persentase 79,10%. Dari segi pengetahuan metakognitif, siswa memiliki kesadaran yang sangat baik dengan persentase 82,47%. Dari segi strategi metakognitif, siswa memiliki kesadaran yang baik dengan persentase 77,36%. Siswa sudah memiliki kesadaran akan pengetahuan metakognitif dan memerlukan dorongan dalam upaya peningkatan kesadaran akan strategi metakognitif. Guru juga perlu memberikan motivasi kepada siswa dan senantiasa melakukan aktivitas yang mendorong peningkatan kesadaran metakognitif siswa

    Analisis Asesmen Diagnostik sebagai Dasar Pembelajaran Berdiferensiasi

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil asesmen diagnostik sebagai dasar pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII di SMPN 9 Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik. Langkah-langkah pada pelaksanaan penelitian ini tersusun pada empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dalam pengambilan data asesmen diagnostik kognitif peserta didik, peneliti menggunakan observasi. Pada tahap pelaksanaan dengan melakukan pembelajaran di kelas sesuai dengan tahapan pembelajaran yang telah dirancang pada modul ajar. Hasil asesmen diagnostik yang telah dilaksanakan, peserta didik memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami tiga butir pertanyaan. Dari soal pertama, persentase peserta didik dalam menentukan ide pokok teks fiksi berjumlah 70%. Soal kedua, peserta didik memiliki persentase 35% dalam menentukan bagan surat. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik lebih banyak belum memahami materi yang berkaitan dengan surat menyurat. Soal ketiga, peserta didik memiliki kemampuan yang baik dalam menentukan isi surat dengan lengkap 3 poin berjumlah 50 %, dan 50% sisanya menjawab dua poin

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL TEKS BIOGRAFI UNTUK SMA/MA BERDASARKAN RIWAYAT HIDUP SAHABAT RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASSALAM; PENGUATAN TERHADAP KARAKTER JUJUR SISWA

    Full text link
    Karakter jujur penting diperhatikan pada generasi penerus. Hal tersebut perlu ditindak lanjuti dengan sebuah penelitian pendidikan agar menghasilkan sebuah produk pendidikan salah satunya bahan ajar. Adapun tujuan penelitiannya adalah dapat mengetahui hasil analisis pengembangan dan implementasi bahan ajar digital teks biografi tokoh sahabat Rasulullah yang berkarakter unggul jujur pada siswa kelas 10 SMA/MA. Penelitian dikembangan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model ADDIE. Produk yang dihasilkan dikembangan dengan aplikasi Canva, Fliphtml5, dan Google Drive. Bahan ajar dinyatakan sangat valid berdasarkan validator ahli bahan ajar digital teks biografi dengan nilai validasi materi 4,56, validasi bahasa 4,69 dan validasi desain 4,54. Kemudian setelah diimplementasikan mendapatkan nilai dari kelompok kecil 69,33% dan lapangan 69,77% serta hasil pembelajaran medapatkan nilai rata rata 84,35 dengan persentase 86% sangat baik dan 14% baik. Berdasarkan penilaian tersebut bahan ajar yang telah dikembangkan dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan. Diharapkan hasil produk yang dikembangkan dapat menguatkan karakter jujur generasi penerus

    Instructional Materials on Legend Texts Based on Local Wisdom for Junior High School Students

    Full text link
    One of the strategic efforts to internalize local wisdom values is through the design, development, and implementation of instructional materials rooted in local cultural heritage. However, in practice—particularly in the city of Cirebon—existing teaching materials have yet to adequately reflect the richness of local identity and traditions. This study aims to (1) describe the design of supplementary teaching materials informed by a needs analysis of students, and (2) examine the outcomes of implementing legend-based instructional materials for seventh-grade students at the junior secondary school level (SMP/MTs). Employing a descriptive-analytical research method, this study seeks to analyze both the development process and the effectiveness of the localized legend text materials. The findings indicate that the developed teaching materials are highly valid and suitable for classroom use, although minor revisions are required to enhance the overall quality and completeness of the textbook

    Mantra Pengobatan Masyarakat Sunda: Kajian Struktur, Konteks Penuturan, dan Fungsi, serta Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra

    Full text link
    Salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat adalah mantra pengobatan yang berada di masyarakat Sunda. Mantra merupakan bagian dari sastra lisan. Sebagian besar di wilayah Indonesia pasti memiliki sumber kebudayaan dan adat istiadat yang mengandung nilai luhur dan moral, yang berkenaan dengan norma kehidupan masyarakat. Akan tetapi, seiring perkembangan hidup pada saat ini, hampir sebagian masyarakat Indonesia sudah jarang atau bahkan lupa akan keberadaan budaya dan tradisi bangsanya. Berdasarkan uraian tersebut bahwasanya penulis melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan mantra pengobatan sebagai bagian dari sastra lisan. Adapun yang menjadi sumber data penelitian adalah masyarakat Sunda yang berada di Desa Limusnunggal Kecamatan Bantargadung Daerah Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, karena masyarakat tersebut masih melestarikan mantra pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur, konteks penuturan, dan fungsi mantra pengobatan. Selanjutnya, hasil analisis teks mantra ini akan dijadikan bahan ajar apresiasi sastra di tingkat SMA. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Kemudian, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan catatan lapangan. Untuk teknik analisis data, penulis melaksanakan analisis struktur pada teks mantra dengan memperhatikan aspek formula sintaksis, formula bunyi, formula irama, dan tema. Setelah itu, barulah menganalisis konteks penuturan dan fungsi dari mantra pengobatan

    Analysis of the Use of Infographic Media in Teaching Procedural Texts to Enhance Students’ Learning Motivation in Grade 9 at SMPN 6 Kota Cirebon

    Full text link
    his study aims to analyze the use of infographic media in teaching procedural texts as an effort to enhance the learning motivation of Grade 9A students at SMPN 6 Kota Cirebon. Infographics were chosen for their ability to visually present information in an engaging way, which is expected to facilitate understanding and increase students’ interest in learning. The research employed a qualitative approach, with data collected through observations and interviews. The findings indicate that the use of infographic media in procedural text learning can enhance students’ learning motivation. This is evidenced by increased student enthusiasm during the learning process. Teachers also reported that infographics helped simplify complex material, making it easier for students to understand. However, several challenges were noted, such as students' difficulty in conceptualizing ideas for their infographics and technical issues related to internet access. Overall, the use of infographics proved effective in improving both students’ motivation and understanding in procedural text learning

    Respons Mahasiswa Terhadap Media Digital SebagaiSumber Belajar Berpikir Kritis

    Full text link
    Tekonologi digital saat ini digunakan sebagai penunjang pembelajaran yang kekinian dan sumber potensial dalam pembelajaran. Internet, terutama beragam bentuk media digital, menjadi sumber populer yang digunakan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui respons mahasiswa terhadap pemanfaatan media digital sebagai sumber belajar dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket dan analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital digunakan mahasiswa sebagai sumber untuk mencari referensi sekait materi perkuliahan dan referensi untuk mengerjakan tugas kuliah. Di samping itu, mahasiswa mengungkapkan dampak negatif dari media digital sebagai sumber belajar di antaranya kemudahan untuk copy paste/ plagiat dan  memunculkan rasa malas berpikir sehingga dapat berpengaruh terhadap melemahnya kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Namun, pada sisi lain media digital juga dapat menstimulasi kemampuan berpikir kritis karena mahasiswa harus memilih dan menentukan informasi yang akurat dan dapat dipercaya

    Speed Reading Techniques (Sprites) Dengan Media Komputer Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Membaca Cepat

    Full text link
    Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan Sprites (Speed Reading Teknik) dengan menggunakan media komputer berbasis keraifan lokal dalam pembelajaran membaca cepat. Metode penulisan dilakukan dengan studi literatur dengan mengkaji berbagai teori yang sesuai topik penulisan. Hasil kajian diperoleh Sprites teknik baru dalam pembelajaran membaca cepat yang dirancang untuk meningkatkan KEM (Kemampuan Efektif Membaca terdiri dari lima langkah, yaitu minat dan motivasi, peningkatan periferal, kecepatan gerakan mata, survei wacana, dan konsentrasi yang dapat dilatihkan. Pembelajaran yang menarik dan bervariasi dapat diterapkan dengan media komputer berbentuk animasi dan wacana yang berbasis kearifan lokal. Dengan demikian, penerapan Sprites dengan media komputer berbasis kearifan lokal pada pembelajaran membaca cepat dapat menjadi alternatif pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan membaca cepat dan literasi siswa Indonesia.

    Efektivitas Media Google Sites Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII SMP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran Google Sites terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, bagaimana daya tarik siswa dalam belajar menggunakan Google Sites, dan mendeskripsikan hubungan antara Google Sites dengan minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari pengamatan dalam praktik pembelajaran online menggunakan Google Sites dan wawancara online, kemudian data tersebut diinterpretasikan dengan narasi. Berdasarkan penelitian hasil yang diperoleh adalah media Google Sites merupakan media yang efektif digunakan untuk siswa kelas VII SMP. Dapat diketahui bahwa pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menyediakan kesempatan belajar sendiri atau melakukan aktivitas seluas-luasnya kepada siswa untuk belajar, dalam penelitian ini telah menunjukan efektivitas terhadap siswa untuk dapat belajar dengan nyaman, senang dan tenang karena materi yang disampaikan dikemas dengan sekreaktif mungkin oleh guru sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Selain itu juga terdapat beberapa manfaat dari penggunaan media pembelajaran Google Sites, di antaranya: 1) pembelajaran yang fleksibel, 2) pembelajaran yang menciptakan kemandirian siswa, 3) meningkatkan pengetahuan teknologi, 4) memperluas materi pembelajaran, 5) menghemat biaya, 6) meminimalisir kejenuhan kegiatan belajar

    156

    full texts

    166

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Deiksis Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇